Kata Kata Pendaki Gunung Romantis

 


Berikut kumpulan lengkap kata - kata pendaki gunung yang romantis cocok buat diungkapkan kepada doi.

-Aku ingin berjalan bersamamu dalam gelap malam gunung, berdua saja dan mendengarkan suara malam ditengah hutan belantara

-bila kamu ingin tau indahnya gunung dan ketinggian, ikutlah aku, kan kubawa kau kepada hal - hal baru dipuncak gunung

- tak akan kubawakan kau edelweiss, ikutlah bersamaku ke puncak gunung dan melihatnya berdua saja

- gunung dan kamu adalah sama. Sama sama membuat candu

- karena kopi, gunung, dan senyummu adalah bahagiaku yang tak tergantikan

- perjalananku menggapai puncak gunung terasa berbeda ketika kau tak ada disampingku menemani langkah kakiku. Aku butuh kamu, sayangku

- jangan tanyakan alasan kenapa aku mendaki, ikutlah bersamaku, maka kamu akan memahaminya

- kaki yang lelah terobati karena senyummu, dan manjamu menemani langkah perjalananku menggapai puncak itu

- jangan kau titip pesan dan tulisan kepadaku, ikutlah mendaki, sayangku.

- Ada tembok setinggi gunung yang kita bangun di sekeliling kita agar terhindar dari kesedihan, juga menjauhkan kita dari kebahagiaan.

- mungkin dalam perjalanan menggapai puncak, kamu akan menemukan cinta sejati, adalah yang memandang kelemahan, lalu dijadikan kelebihan untuk saling mencintai. 

- Saat aku berjalan bersamamu ke puncak gunung, satu jam terasa satu detik. Tapi saat aku jauh berjalan darimu, satu hari berasa satu tahun.

-Aku semakin mencintaimu, karena aku telah percaya dalam perjalanan mendaki gunung telah membuka matamu, engkau menyukai diriku apa adanya, dan bukan karena hal lain

-Selamat pagi kamu disana, walau hanya lewat ruang dan maya kita saling sapa, terpisah oleh gunung dan laut. Namun selalu ada harap temu nyata dan segalanya telah kutitipkan dalam Doa kepada Nya. Akan kulewati gunung dan sebrangi laut tuk bertemu denganmu.

-Denganmu seperti perjalanan mendaki gunung, hatiku telah menemukan ritmenya.


-Kenapa tisu bermanfaat, karena cinta tak pernah gersang, seperti perjalanan menggapai puncak gunung. Tak mungkin tak basah dan berkeringat


- Perjalanan ini sungguh hebat. Aku disampingmu berjalan kaki merasakan lelah, hujan, dan terjalnya gunung. Kau membuatku bahagia lewat cara yang orang lain tak bisa.


Yang penting itu bukan menggapai puncaknya, tapi belajar tentang seperti rumitnya perjalanan ke puncaknya, itulah bagaimana memberi cinta, dan membiarkannya masuk.


 Itulah beberapa kata - kata pendaki romantis. Semoga bermanfaat





Mengapa Ketika Naik Gunung yang Masak Cowok?

Kira - kira kenapa ya kalau pas naik gunung dan sampai ditempat camp, kebanyakan ketika masak, yang masak itu malah laki - laki? Padahal disana ada banyak wanitanya lho dalam rombongan pendakian itu. Apakah tiba - tiba kemampuan cewe buat masak langsung hilang?



Temuan fakta baru kenapa saat camping yang masak seringnya laki-laki adalah, karena biasanya para lelaki yang suka memasak ketika camping itu adalah salah satu ciri lelaki yang mampu hidup mandiri dan mampu mengayomi yang lainnya dimana ia lebih suka melakukan kegiatan untuk melayani teman - temannya dengan penuh rasa gembira. Manusia mandiri malah malu melihat dirinya dilayani oleh temannya sendiri, bila dimasakin setidaknya ia membantu sebisanya.

Ada pula yang mengatakan kenapa kebanyakan lelaki yang memasak ketika camping, tak lain salah satunya karena Untuk menutupi kelemahan nya di depan wanita, agar terlihat rajin dan kuat mengadapi hawa dingin padahal sebetulnya mah kedinginan juga, tapi dengan dia berlama-lama masak dekat api maka dingin nya jadi tak terasa.

Kalau dari pengalaman sendiri sih kenapa cowo yang masak, awalnya karena si cowo sudah terbiasa naik gunung dengan membawa peralatan khas buat masaknya seperti kompor outdoor, nesting, dsb. Karena sudah sering naik gunung jadinya hafal tata caranya, jadi si cowo yang ngelakuin semuanya sekalian bahkan sampai masak pun juga dilakukan si cowo πŸ˜‚

Ada pula kenapa harus cowo yang masak di gunung karena mau nunjukin sisi lainnya kepada si cewe bahwa si cowo itu ternyata benar - benar mandiri, bisa mengurus segalanya bahkan sampai urusan dapur. Tentunya cewe bakalan seneng dong kalau dilayanin segalanya ketika cape berjalan jauh seharian kan ya!

Tapi sebenernya gimana hasilnya tuh masakan para cowo?

Kalau dari pengalaman sih, mereka tak ribet membuat bumbu. Biasanya bumbu disiapkan terlebih dahulu dari rumah. Bisa menyiapkan bawang merah dan bawang putih yang sudah dikupas dan dihaluskan lalu dibungkus plastik, siap juga garam halus, dan bumbu lainnya. Tak lupa bawa penyedap rasa ya, entah masako atau royco sih, hahaha.

Mungkin itulah beberapa alasan kenapa kebanyakan yang masak di gunung itu cowo.

Nah, kamu tipe yang mana?



fire, food, and friendship are three very valuable things when you are camping.

.

.

.

Foto oleh @dejofez  

Perbaikan Lima Jalur Resmi Pendakian Merbabu

 Sinyal lanjutan nih buat kalian yang selalu menanyakan kapan pendakian gunung merbabu di buka. Nah, sekarang ada yang baru di jalur pendakian merbabu via selo.



Minggu lalu telah dilaksanakan perbaikan jalur wisata pendakian di lima jalur pendakian resmi TN Gunung Merbabu.


Khusus Jalur Selo sedikit ada perubahan trek mulai dari HM 23 s.d. 24 simpang macan, dialihkan ke sisi kiri sejauh 4-5 m dari trek jalur lama dikarenakan jalur lama sudah tidak aman untuk dilalui dan rawan longsor. Perbaikan juga dilakukan di Pos 2 Pandean (HM 27) s.d. Pos 3 Batu tulis (HM 33) juga dibuat trek jalur pendakian baru melewati punggungan bukit di sebelah kiri dari jalur sebelumnya. Jalur lama sudah tidak aman dikarenakan rawan banjir bandang dan banyak lubang yang dalam karena tergerus arus air hujan.



Kegiatan ini dikerjakan oleh Pegawai TN Gunung Merbabu, Volunteer Merbabu, Warga Genting Desa Tarubatang, Warga Gancik, dan Warga Selowangan Desa Selo.


Kegiatan berjalan dengan baik dan lancar, dengan harapan dikala pandemi sudah berlalu dan wisata pendakian dibuka, jalur sudah aman untuk dilalui oleh peneliti maupun para pendaki tentunyaπŸ‘Œ



Jalur Pendakian Resmi Gunung Merbabu, Kamu  Bakal Pilih Mana? Jalur Selo 2. Jalur Suwanting. 3. Jalur Wekas 4. Jalur Cunthel, dan yang ke lima adalah Jalur Thekelan.

Jalur pendakian Merbabu via Selo bisa dibilang adalah yang paling favorit. Kebanyakan pendaki Gunung Merbabu memulai pendakian dari jalur yg berada di Boyolali ini.

Pendaki bakal menjangkau Merbabu dari sisi selatan melalui jalur Selo ini. Kelebihan jalur Selo yang paling menawan adalah adanya padang sabana yg terhampar sangat luas. Selain pemandangannya sangat indah, pendaki juga bisa berkemah di sabana itu.


Jalur Suwanting


Jika dirimu sudah ekspert dan sering mendaki Gunung Merbabu lewat jalur Selo, kamu selanjutnya bisa naik melalui jalur resmi lainnya lho, salah satunya adalah Suwanting. Melalui jalur ini, kamu bisa menjangkau puncak Merbabu dari sisi barat. Begitu kau sampai di pos III, kamu akan disuguhkan dengan panorama hamparan sabana membentang luas lho.. keren! Saat sampai di sabana, perjalanan sampai di puncak Trianggulasi juga sudah tidak terlalu jauh.

Jalur Wekas


Jalur pendakian Gn. Merbabu yang selanjutnya adalah melalui jalur di sisi utara. Jalur favorit untuk mendaki Merbabu dari selatan adalah via jalur Wekas yang berada di Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah guys.

Jalur Wekas jadi favorit pendakian karena memiliki tempat kemah yg luas di pos II dengan sumber air  melimpah banget! Banyak pendaki yang hanya mendaki untuk berkemah saja ternyata lho di camping ground ini.


Jalur Cunthel


Buat kalian yang ingin menjangkau puncak Gunung Merbabu dengan pendakian dari sisi utara bisa melakukannya via jalur Cunthel lho gaes. Jalur pendakian merbabu ini berada di Dusun Cunthel, Desa Kopeng, Kec. Getasan, masuknya sudah di Kabupaten Semarang ternyata! buat kalian para pendaki yang mendaki melalui jalur ini nantinya akan berjumpa dengan sebuah menara pemancar yang lokasinya ada di Pos Pemancar. Yah bisa dibilang kalau kami sampai di pos ini yang berarti kamu masih setengah perjalanan menuju puncak Merbabu. hahaha.


Jalur Thekelan


Jalur pendakian resmi Merbabu terakhir adalah lewat jalur Thekelan. guys! Lokasi Basecamp untuk Pendakian Gunung Merbabu via Thekelan ini terletak di desa dan kecamatan yang namanya sama dengan Basecamp Chuntel ternyata guys, yaitu adalah di Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kab. Semarang.


Jika dirimu melewati jalur ini, kamu  akan menjumpai suatu spot yang diberi nama Watu Gubug yang berbau hawa hawa mistis mencekam membuat bulu kuduk merinding begitu keras! Batu ini ternyata bisa dimasuki pendaki, ya meski terlihat kecil, dimasuki apanya ya kira kira? Nah, menurut mitosnya, batu ini adalah pintu gerbang untuk menuju dimensi lain, dimensi mistis ghoib?

Nah, dari kelima jalur mau coba yang mana dulu? Saran sih, selo dulu aja. 😁




πŸ“Έ @adjisjaelani @volunteermerbabuselo

@siti.nurbayabakar 

@alue_dohong 

@inungwiratno 

@junitaparjanti

@balai_tn_gunungmerbabu





Mistis Abis Naik Gunung Giginya Patah



Kejadian bulan tggl 8 juli 2019, merbabu via selo, posisi aku diriin tenda di pos3
Katanya tempat aku diriin tenda memang tempat nya mereka berkumpul:((

tp mistis nya waktu sampe rumah, jd celaka nya tiba2 jatuh gasadar didalem rumah sampe gigiku patah, pelipis lebam, tangan lecet.. padahal kalo logika nya ga mungkin kalo cuma jatuh di dlm rumah sampe segitunya.. dan usut lunya usut kata sodaraku karna ada yg ngikut pulang dr gunung merbabuu.. dia berbentuk huntu cewe yg emg mau nyelakai aku, trus syarat nya dia mau balik ke lg ke asal nya aku harus makan bunga kantilπŸ˜₯πŸ˜₯

Jadi awalnya itu aku boncengan sama temenku waktu pulangg, sampe rumah itu sekitar jam 5 an, kan capek tuhh langsung tiduran blm sempet bersih2, trus waktu mau magrib aku mau ambil handuk mau mandi, gatau apa yg terjadi kaya bener2 cepet banget, kejadiaan mungkin hanya itungan detik.. tp aku gasadar jatuh di sebelah mana di dalem rumah itu, entah kepentok tembok, pintau atau apa aku jg ga inget sama sekali. tau2 aku uda bangun dr jatuh trus udah patah setengah gigi bagian depan dan luka2 yg lain.. kedaan pas itu ngga ada yg liat aku jatuh, hal yg pertama aku sesalin kenapa ko sampe gigiku patah (jd kaya hampir ompong gtu kak) nangis tu 2 hari karna keadaan gigi kaya gtu, trus ternyata di balik kejadian itu ada yg ngikut aku pulang sedari merbabu.

Untuk detail nya sih kak, jadi aku katanya emg sedikit menarik di kalangan *makhluk gaib*, aku dr kecil sempet celaka jg karna hal seperti itu. Dan yg paling parah ya waktu pulang dr gunung ini, (katanya sodaraku yg bisa ngeliat) ada sosok yg suka sama aku, dan sosok ini ga terima atau istilah nya cemburu karna aku punya pacar manusia wkwk, dan cewe yg ikut aku dr merbabu bantuin bales dendam si sosok yg suka sama aku td ( emg rada susah di logika, aku sendiri jg kaya ga percaya sama yg aku alami sendiri, tp kok beneran sampe menyakiti kan sedih:(( )
Tapi ada hal yg harus di syukuri kak dr kejadian itu, untung mereka ga mencelakakan aku waktu aku masih dijalan atau masih di gunung pasti aku jg bakal lebih parahh dari inii..  END

Cerita dikirim kepada @mountnesia, dari @lennynrm

Punya pengalaman mistis? Kirim ceritamu ke dm atau ke email mountnesia@gmail.com, sertakan id Instagram muπŸ‘


Cerita Tersesat di Gunung Sindoro via Kledung

Ini kejadian bulan desember 2018. Waktu itu saya sama satu temen ceritanya naik ke Sindoro. Pada awalnya biasa aja dan ahirnya kami putuskan istirahat di post 3 dan ngelanjutin summit di hari ke 2.


Kebetulan karena temanku lelah aku melanjutkan summit sendirian. Singkat cerita aku sampai puncak sekitar jam 11an dan dipuncak sudah tidak ada orang sama sekali. Setelah istirahat akupun kembali turun. Baru beberapa meter dari puncak tiba" Kabut datang, aku kehilangan arah dan ahrilnya tersesat.

Aku sadar bahwa jalur yang aku ambil ini salah, aku terlalu ke kiri, namun terlambat sepertinya aku sudah terlalu jauh dan melewati beberapa punggungan. Sebenarnya aku mau menetap dan behenti di daerah itu, namun karena hujan dan ada petir aku ahirnya melanjutkan perjalanan dengan mengikuti bekas aliran air yang aku yakini akan mengarah pemukiman.

Perbekalan yang aku bawa saat itu sangat terbatas hanya 2 sosis siap saji, 3 madu saset, korek api dan air akua tang tudak sampai 1/2 L. Aku berjalan menyusuri rumput ilalang yang cukup tinggi hingga kakiku lelah, mungkin karena otakku kurang bisa berfikir rasional ahirnya aku menuruni ilalang dengan cara prosotan. Keputusanku ini hampir membuatku kilangan nyawa, karena kurang dari 3 M di depanku adalah blank (jurang), ahirnya aku manggulingkan tubuhku ke kiri yang kutau itu adalah aliran air yang terjal. Aku berfikir paling tidak aku tidak akan mati, maksimal hanya terkilir sedikit. Ternyata keputusanku benar aku selamat. Karena hari samakin gelap ahirnya aku mencari tempat untuk istirahat di sekitar perbatasan hutan perdu dan alasalasl mati (hutan edelweiss yang barusan terbakar).

Malampun tiba dan aku berusaha tidur, saat aku hendak tidur tiba-aku mendengar suara nyaring yang tidak aku ketahui itu apa. Tiba-tiba saja ditengah malam berkabut ini ada cahaya biru seperti lampu di depanku seakan-akan memintaku untuk nengikutinya namun aku hiraukan dan kupaksakan diri untuk tidur.

Matahari terbit dan ahirnya hari ke 2 dimulai. Aku mulai memakan bekalku dan setelah bajuku kering karena hujan semalam aku melanjutkan perjalan menyusuri aliran air sambil mengisi botol air. Siang itu tak terjadi apa-apa sampai berlanjut petang lagi. Dan sekali lagi cahaya itu muncul lagi di depanku, yang kuyakini tepat di arah cahanya itu adalah blank (jurang) dan sekali laku aku hiraukan cahaya itu dan kupaksakan lagi diri ini untuk tidur.

Malam itu aku bermimpi diajak oleh seorang wanita yang sangat cantik yang aku tidak tau itu siapa. Aku diberipelihn antara ikut dengan dia atau ikut teman temanku. Aku memilih teman-temanku dan ahirnya akupun terbangun.

Lanjut hari ke 3.

Seperti hari sebelumnya, selelah mengeringkan baju, aku melanjutkan perjalanan lagi, kali ini krena bekalkubsudah tidak tersisa aku hanya mengi perutku dengan air yang aku ambil kemarin. Setelah berjalan cukup lama aku ada SMS masuk ke HPku, rupanya itu pesan dari BC kledung yang sedang mencariku. Karena sinyalku kurang bagus akupun melanjutkan perjalanan turun mencari sinyal untuk membalas pesannya.

Tambahan:

Sembelum turun ke BC kami mapir ustirahat ke warung mbah Kuat di post 3 (para pendaki sindoro pasti tau). Aku diberibtahu salah satu tim penyelamat bahwa mbak kuat ini adalah orang yang punyak kemampuan dan menjaga sindoro. Lalu aku ceritakan pengalamanku selama tersesat kepadanya. Biliaw berkata bahwa yang ad di mimpiki adalah danyang (penunggu Sindoro), katanya si danyang ini maungajak aku je dunianya makanya dituntun ke cahaya biru yang aku ceritain tadi. Mbah berkata " untung kamu gak ikut dia, kalu ikut, mungkin kmu udah gak di sini sekarang".

Sekitar jam 10 aku seperti ada orang memanggil-manggil namaku, lalu akupun menjawabnya dan mencari sumber suara tersebut. Ahirnya sekitar jam 11 aku bertemu dengan tim pencari dan ahirnya akupun bisa menulis cerita ini.

ini yg ngalamin saya sendiri. Sejak saat itu pula kalo saya main ke sindoro nama saya diganti oleh tim grasindo jadi Slamet Bejo Rahayu.





Mantabnya Trek Pasir Turun dari Puncak Rinjani

 






Pendakian di Gunung Rinjani sampai menggapai ke puncaknya merupakan salah satu objek wisata yang menjadi andalan yang ada di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Gunung Rinjani adalah gunung vulkanik yang masih aktif nomor 2 tertinggi di Indonesia. Puncaknya merupakan tujuan sebagian besar para pendaki, petualang dan pencinta alam yang mengunjungi kawasan ini, karena kalau sudah berhasil mencapai puncak itu merupakan suatu kebanggaan bagi mereka tersendiri.

Lalu, apakah kamu pernah menggapai puncak rinjani?

Foto diatas adalah trek kalau kamu abis summit naik dan turun dari Puncak Gunung Rinjani. Rasanya enak banget tinggal menginjakkan kaki dan otomatis ikut terseret oleh arus pasir. Kamu tinggal melangkahkan kakimu dengan santainya.

Nah kalau nanjaknya kebayang gak? Naik 3 langkah turun 2 langkah. Ya inilah summit puncak Gunung Rinjani. Jarak tempuh rata - rata yang bisa kamu capai dari camp area Plawangan Sembalun ke puncak, estimasinya bisa memakan waktu sekitar 6 sampai 7 jam.

Trek pendakian menuju puncak Rinjani ini adalah menanjak terus dan tidak ada bonus jalur landai sedikitpun. Medannya adalah trek berbatu pasir kerikil halus, yang kalau kita naik 1 langkah, kadang bisa merosot lagi ke bawah. Tapi kalau pas kita turun dari puncak ya bakalan menikmati sensasi yang begitu memanjakan tubuh ini.🀀

Perjalananmu yang begitu lelah bakal terbayarkan ketika kamu berada di puncak Rinjani dengan menikmati sunrise yang begitu indah. Mentari pagi dari Puncak Rinjani terasa sangat romantis dan sangat mengagumkan. Tentunya memberikan obat ajaib yang sangat mujarab, mata ini merasa segar lagi!

Lalu, ketika pas kita turun dari summin Puncak Rinjani juga bakal disuguhi pemandangan lautan awan yang sangat indah bila kamu beruntung. Makanya kamu perlu cek cuaca beberapa hari kedepan sebelum nanjak.

Namun kamu juga perlu waspada ya. Walau treknya ketika turun terasa menyenangkan, kamu jangan sampai lengah. Coba deh lihat samping kanan dan kiri jalur dari puncak rinjani ini. Ini sebenarnya banyak jalur yang cukup terlihat curam kanan kirinya. Maklum saja, karena Puncak Rinjani ini seperti tebing yang gugur bekas letusan mahadahsyat ribuan tahun silam mungkin ya!

Rinjani, Lombok, Indonesia

Dokumentasi by IG @nitra_rp





Bahaya Memasak di Dalam Tenda


 Apa kalian pernah Masak di dalam tenda dan mengalami kebakaran? Buat teman teman harus hati hati ya ketika ngecamp dan berada dalam tenda , walau keadaan sedang turun hujan sebisa mungkin untuk tidak memasak atau menyalakan kompor di dalam tenda.


Kita masih bisa memasak di area teras tenda , atau jika tenda kita tak ada terasnya maka bisa kita tambahakan dengan flesheet sebagai pelapis dan juga sebagai tempat masak (dapur). Pasanglah flysheet dengan agak tinggi dan beri tempat yang luang agar tidak mudah terbakar oleh jangkauan kompor.

Memasak didalam tenda sebenernya sangat tidak dianjurkan, dikarenakan memasak dalam tenda cukup berbahaya. Bila kita tidak sangat hati - hati, justru nyala api yang ada di kompornya akan membakar tenda itu sendiri.

Pengalaman yang pernah dialami ketika masak didalam tenda yaitu awalnya masak - masak sedikit, rencana mau matiin api kompor, eh ternyata malah ngegedein api kompornya. Otomatis apinya gede banget dan membakar bagian dalam tenda. Api semakin besar lagi karena kena minyak yang ada dalam wajan.

Keep safety juga ya teman ketika  kamu mendaki di musim hujan , cuaca sedang tak bersahabat . Banyak belajar dan rajinlah membaca artikel atau menonton youtube tentang pendakian yang bisa menambah wawasan kalian






Dataran Tinggi Heuser, Berayun diatas Lautan Awan

 Jika Anda mencari alam yang indah dan adrenalin yang nyata, Anda pasti harus menandai dataran tinggi Huser di peta. Dan rencanakan satu putaran di ayunan raksasa tepat di atas "lautan kabut" yang legendaris.





Dataran Tinggi Huser atau Heuser Plateu di Turki ini menawarkan keindahan pegunungan dan sensasi berayun di ketinggian dalam balutan lautan awan.

Dataran tinggi itu terletak di provinsi Laut Hitam Rize di distrik Camlihemsin. Wilayah pegunungan ini adalah poros penghubung ke Pegunungan Kackar dan dicirikan oleh alam yang belum tersentuh dan padang rumput pegunungan yang romantis. Daerah ini sangat bagus dikunjungi di musim gugur, ketika pepohonan bersinar dengan warna-warna terhangat dan menawarkan pemandangan yang menakjubkan.

Berayun di atas "lautan awan"


 

Salah satu atraksi utama yang sangat populer selama liburan adalah ayunan di dataran tinggi Huser. Ayunan ini ditempatkan sedemikian rupa sehingga Anda dapat berayun di atas jurang - dan mengalami aliran adrenalin yang unik saat Anda melakukannya. Karena kondisi yang ada cahaya matahari, kumpulan kabut terbentuk di jurang, yang memberi Anda perasaan sensasi mengambang di atas lautan awan.

Dataran tinggi Huser terletak sekitar 60 kilometer dari ibu kota provinsi Rize. Di sana Anda juga berkesempatan untuk memesan perjalanan sehari termasuk tur ayunan (sekitar lima menit). Biayanya sekitar 80-100 Lira (sekitar 12-12 euro), tergantung pada turnya, biayanya bisa sedikit lebih mahal. Mendaki ke ayunan memang tidak mudah, jadi pastikan Anda memakai sepatu yang kokoh. Jika Anda mengunjungi dataran tinggi saat liburan Turki, Anda harus bersiap untuk waktu tunggu yang lebih lama, terutama di sore hari.

Pulau Satonda Pulau Gunung Api Purba

Terkesan rasa eksotis dan penuh misteri. Begitulah mungkin pendapat kita saat pertama kali berkunjung di pulau ini. Hamparan pasir putih yang sangat bersih nan mempesona, danau ditengahnya pun masih terasa asin dengan rasa air laut.

Adalah Pulau Satonda yang merupakan gunung api purba  yang lokasinya berada di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Pulau ini mempunyai danau kaldera yang berair asin. Danau ditengahnya adalah Motitoi, berada di kalderanya berair asin memiliki salinitas tinggi dan memiliki stromatolit—struktur terumbu yang mirip dengan kehidupan laut purba.

Ada penelitian yang menduga  bahwa letusan gunung Tambora tahun 1815 mengakibatkan tsunami setinggi 27 meter dan membanjiri kaldera Satonda ini.

Pulau ini ada di lepas pantai utara Pulau Sumbawa, masuk kedalam wilayah Kabupaten Dompu, dengan jarak sekitar 3 kilometer dari Selat Sanggar di Laut Flores dan secara administratif lokasi Pulau Satonda berada di wilayah Desa Nangamiro di Kecamatan Pekat.


Keindahan dan Misteri Zaman Purba di Pulau Satonda

Terbentuk oleh letusan gunung api dari dasar laut jutaan tahun lalu, dengan danau air asin ini mengandung material purba jutaan taun lalu.

Pulau Satonda dan perairan yang berada di sekitarnya memiliki luas 2.600 hektar. Pulau ini terbentuk oleh letusan Gunung Satonda pada ribuan tahun lalu. Gunung berapi Satonda konon mempunyai usia yang lebih tua dari Gunung Tambora, yang mempunyai jarak sekitar 30 kilometer dari pulau ini.
walapun riwayat terbentuknya pulau ini terdengar sangat menakutkan, ternyata Pulau Satonda memiliki terumbu karang alami yang mempesona di perairannya.

Pada tahun 1999, Pulau Satonda ini ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam Laut (TWAL) dan telah diusulkan menjadi bagian dari Taman Nasional Moyo Satonda dengan Pulau Moyo di dekatnya.

Bagaimana Cara Menuju Pulau Satonda
Untuk menuju ke Pulau Satonda, salah satunya cara yang dilakukan adalah melakukan perjalanan dari Sumbawa Besar ke Desa Nangamiro dengan jarak yang ditempuh sekitar 8 jam. Atau dari Dompu dengan jarak tempuh sekitar 5 jam.

Setelah kita sampai di pelabuhan Nangamiro, lalu lanjut dengan menggunakan perahu ke Pulau Satonda sekitar 1 jam. Berapa tarifnya ya? Tarif untuk jasa transportasi perahu ternyata juga sangat bervariatif antara Rp 25 ribu hingga Rp. 100 ribu.

Pulau Satonda, Nusa Tenggara Barat.
__________________________
Foto epic oleh  @aliangger dan Indonesia Travel
#pendaki #PulauSatonda #DanauMoitoi #GunungTambora #Dompu

Mendaki Gunung Di Umur 60-an, Mbah Yuni Sangat Bersemangat


Simbah berusia lebih dari 65 tahun ini bernama mbah Yuni. Meski tak lagi muda tetapi mbah Yuni ini telah menggapai cukup banyak gunung di Indonesia lho guys.

Ceritanya ini lagi melakukan  Ekspedisi Latimojong. Seperti yang tertera dari foto @andi_afadlii.

Berawal dari keinginan di masa mudanya, mbah Yuni yang akrabnya sering dipanggil ‘Ibu Pendaki’ ini kemudian merealisasikan impiannya di usia senja. Ternyata beliau juga terkenal lho guys, beberapa waktu lalu juga sampai dipanggil oleh master Dedy ke acara Hitam Putih.

Dalam perjalanannya, Mbah Yuni tak mendaki sendiri, ia ditemani anak-anaknya saat mendaki, bahkan kadang juga bersama cucunya lho guys. Semangat beliau mendaki di usia 60 an membuat banyak netizen kagum.

Jadi intinya ya guys, mendaki gunung itu bisa dilakukan oleh siapa saja. Buktinya mbah Yuni melakukan keinginannya di usia yanh tak lagi muda. Tekad dan kemauanlah kuncinya. Siapa yang punya tekad, dia pasti akan menggapainya.

Dari hal yang dilakukan beliau juga mengajarkan rasanya mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan, memanfaatkan waktu di dunia ini dengan hal hal yang postifi, merawat lingkungan dan mencintai alam.

Kalian yang masih muda belum loyo buat muncak kan?
Setelah melihat mbah ini jadi semangat pengen muncak lagi nih 😁. Sehat selalu nggih mbah!
@mountnesia @mountnesia

Mistis Gunung Gede, Hipo dan Kesurupan Nenek Nenek


NENEK YG SAYANG PADA CUCUNYA*
Pagi itu hari sabtu 21 September 2019 kami berkumpul untuk melakukan persiapan pendakian dirumah saya, ada 5 orang (termasuk saya, 4 cowo 1 cewek) yang akan melakukan pendakian Gunung Gede via Putri. Mereka adalah Gese, Abef, Budi, dan Lutfia. Kami berencana melakukan pendakian pada sore hari karena menunggu Lutfia pulang kerja. Tapi ada 3 teman kami (Umar, Tunas, Lutfi) yang berasal dari jkt dan tangerang yg rencananya akan mendaki bareng rombogan kami, tetapi karena Tunas rentan kedinginan jd mereka memilih utk mendaki jam 10 siang dan menunggu di alun-alun timur Surken. Jam 2 siang kami berangkat dari rumah saya, butuh waktu 2 jam utk sampai ke BC.

Setelah sampai ke BC Abah anwar, kami shalat ashar dan makan utk mengisi tenaga.
Pada pukul 17:00 kami memulai pendakian dengan membaca doa. Kami berjalan perlahan hingga rehat di pos bayangan 1 sembari mendengarkan adzan magrib. Hari mulai gelap tanpa cahaya selain dari rombongan kami,  dan kamipun sampai di pos 1. Saat itu Lutfia beristirahat sambil memejamkan mata, dan sontak saya pun sedikit menegur dia utk tidak beristirahat sampai tertidur dan kalo lapar atau cape lebih baik istirahat jangan ngantep beuteung (nunda lapar). Dan dia pun nurut tp 'agak' ngeyel karena dia lumayan keras kepala.

 Kamipun melanjutkan perjalanan dan Melawati beberapa rombongan yg ada sebelum kami, tak ada yg aneh perjalanan dari pos 1-3. Tp ketika diantara pos 4 (50 meter sblm pos 4) keatas seperti ada yg mengikuti kami. Angin berhembus kencang, saat itu si Abef merasa ada yg berhembus cepat dari sisi kanannya dan dia pun meminta tim utk rehat sebentar, dan Lutfia duduk diantara akar2 pohon dan kembali sambil tertidur. Awalnya tak ada yg aneh, tp ketika akan melanjutkan perjalan kami mencoba membangunkan Lutfia tp tak ada respon apa2. Ternyata dia terkena gejala HIPOTERMIA.

Sayapun bergegas menyimpan carier saya dan lgsg memindahkan Lutfia ketempat yg agak landai. Gese dan Abef lgsg memasak air panas dan dimasukan ke botol utk menghangatkan tubuh Lutfia. Kondisi dia mulai mual mual, dan menangis. Saya bergegas membuka jaket yg dia kenakan dan menempel kan botol td ke tubuhnya sambil menunggu rombongan yg ada dibawah kami dan meminta bantuan karena blanket yg saya persiapkan dari rumah tidak terbawa.  Dan mereka membantu kami memberikan blanketnya utk Lutfia.  Setelah ada wanita dari rombongan lain yg bersedia utk metode skin to skin. Saya mencari lahan utk mendirikan tenda darurat namun tidak ada, terpaksa saya mendirikan tenda di jalur pendakian. Lalu dibawa lah Lutfia kedalam tenda utk diobati, ketika akan dilakukan skin to skin dia berontak dan menjerit-jerit. Dia mulai mual-mual dan berhalusinasi, setelah dia kembali tenang, wanita yg membantu kami mulai masukan blanket ke tubuhnya dan mengganti bajunya  tp dia malah ngamuk, teriak dan berontak. Tetapi kami ttp memaksa mengganti baju dia. Stelah diganti, dia tertawa layaknya nenek2. Dan ternyata dia mulai kerasukan.

Saya berusaha tetap tenang dan mendengarkan apa yg diomongkan nenek2 yg merasuki tubuhnya. Berikut percakapannya. *Aslinya bahasa Sunda lemes+kasar.
πŸ‘»: kalian mau apa kesini? Rame-rame ngeganggu emak. 
πŸ‘¦: ah nggk mak, kami cuma pngen main aja kesini nggk ada niat lain-lain. Dari bawah juga saya minta ijin utk kesini.
πŸ‘»: Asal kalian tau! Emak paling  gk suka sama orang yg pake baju merah, itu seperti nantangin emak. Emak liat tadi banyak orang yang pake baju merah yang lewat tapi saya biarin aja! Apalagi cewe yg pake baju merah berani2nya nandingin kecantikan emak! (Kebetulan budi dan dia memakai baju, jaket dan carier warna merah). Nah ini baju ini (sambil nunjuk Budi) buka! Emak gak suka ngeliatnya, masukin ke sana apa itu yg hitam (tas). *Padahal posisinya lg merem & gak sadar. Ko tau yah posisi tas sama warna baju org lain?

πŸ‘¦: Iya mak lgsg saya masukin ke tasnya.
πŸ‘»: Kalo kalian datang ke tempat emak itu harus sopan! 
πŸ‘¦: Iya mak kan dari awal juga minta izin. (karena sayapun  merasa tdk melakukan hal2 yg sembarangan).
πŸ‘»: Ini cucu emak cantik gini kalian biarin, kalian tega! cucu emak laper dan cape tadi bilang ke emak! 
πŸ‘¦: Iya mak maaf, tadi udh saya bilangin dari awal juga suruh bilang kalo ada apa2. Iya mak saya jagain terus Mak.
πŸ‘»: Jagain cucu emak, tega kalian! Yaudah, sekarang kalian pergi dari sini dari tempat saya, jangan ganggu saya! Saya mau istirahat!
πŸ‘¦: Iya mak mohon maaf sebelumnya. (Dan akhirnya dia keluar dari tubuh Lutfia).

Setelah Lutfia kembali sadar, Kamipun membongkar tenda dan sesegera mungkin melanjutkan perjalan sampai ke alun-alun Surya kencana. Tidak berhenti sampai disitu, stelah mendirikan tenda di alun2 Surken timur. Tenda kamipun masih diganggu, mulai dari pelemparan hingga gesek2an di samping tenda (yang ditempati Lutfia). Saya tetap berfikir positif kalo itu cuma angin. Pagi pun menjelang.

Dan kami mulai memasak dan melanjutkan ke puncak. Stelah turun dari alun2 saya kembali ke tempat dimana kejadian semalam utk kembali meminta maaf dan meminta agar dia tdk mengikuti sampai kerumah. Tapi, setelah keesokan harinya sesampainya dirumah, Lutfia cerita di grup kalo semalam dia mimpi buruk tentang di gunung gede dan tidurnya diganggu oleh mahluk itu hingga sesak nafas. Sekian~
*Lutfia tidak dalam keadaan haid
*Ternyata dia tdk meminta izin ortunya


Cerita dari @alvanwildan