Lautan Awan di Basecamp Bambangan yang Memesona

Mau kesini? Masjid diatas awan, Basecamp Bambangan, Gunung Slamet. Foto oleh instagram @yulie_setiya

Gunung Slamet, dengan Ketinggian 3.428 mdpl ini menjadi gunung yang paling tinggi atau tertingginya Provinsi Jawa Tengah. Gunung ini masuk kedapam wilayah administrasi beberapa kabupaten diantaranya adalah Purbalingga, kab. Purwokerto, kab. Brebes, dan kab. Tegal yang familiar kita kenal dengan wilayah bahasanya yaitu terkenal dengan Jawa Ngapak.

Jalur paling mainstream yang ada di gunung slamet dan difavoritkan pendaki adalah jalur Bambangan yang lokasinya ada di Kabupaten Purbalingga.


Pendakian Gunung Slamet Jalur Bambangan

Kalau ditanya kenapa sih kita harus pilih jalur Bambangan sebagai awal pendakian buat menuju ke puncak Gunung Slamet? Ya karena jalur inilah yang paling populer di kalangan para pendaki gunung. Untuk pertama kali melakukan pendakian di gunung yang belum pernah kita daki itu emang enaknya kalau pakai jalur yang paling rame dulu.

Menuju basecamp Bambangan sekarang makin gampang aja. Di Stasiun Purwokerto sudah ada angkutan yang khusus untuk pendaki yang mau ke basecamp.

Waktu tempuh dari Stasiun Purwokerto dan Basecamp Bambangan hanya sekitar satu jam perjalanan saja.

Dari basecamp bambangan ini sudah sangat fantastis juga pemandangannya.. seperti foto diatas. Lautan awan di sekitar masjid basecamp bambangan.

Buat kamu yang rindu gunung slamet dan tak sempat untuk mendaki kesana, cukup datang ke basecamp dan merasakan sensasi lautan samudera awan dari basecampnya.

Bahaya Ngopi Panas Dengan Gelas Botol Plastik Air Kemasan?



Ketika mendaki gunung, terkadang kita lupa untuk membawa gelas maupun piring. Akhirnya kita memanfaatkan botol plastik air mineral kemasan sebagai pengganti gelas dan piringnya. Apakah kamu belum tau bahayanya?

Sayangnya, menggunakan botol kemasan sebagai pengganti gelas dan piring ini sudah menjadi tradisi oleh kebanyakan pendaki gunung. Apalagi mereka menggunakannya untuk minuman dan makanan panas. Lantas, seperti apa bahayanya?

Minuman dalam botol plastik memberikan kesan simple, sederhana dan mudah dibawa kemana saja. Desain botol yang unik serta minimalis itu tidak jarang membuat para peminumnya menyimpan botol tersebut supaya kembali digunakan. Untuk menghilangkan aroma dan rasa yang ada pada botol itu, biasanya botol dicuci dahulu lalu kemudian digunakan hingga berulang-ulang kali.

Tanpa kita menyadarinya, ternyata kebiasaan menggunakan botol bekas ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan kita. Botol plastik bekas yang digunakan berulang-berulang ini bisa berpotensi menyebabkan penyakit. Lalu, penyakit apa saja ya? Mulai dari penurunan daya tahan tubuh sampai kanker payudara hingga prostat.

Perlu kita ketahui, d setiap botol kemasan memiliki tanda segitiga di bawah botol dan ada pula simbol di tengah segitiga. Ini adalah bentuk spesifikasi kegunaan dari botol. Biasanya pada botol air minum yang menggunakan kode PET (Polyethylene Terephthalate) adalah botol plastik jernih, transparan atau tembus pandang. Penggunaan dari botol plastik jenis ini direkomendasikan hanya digunakan sekali pakai, misal botol air mineral, botol jus dan lainnya. Jenis botol inilah yang biasa digunakan berulang kali sebagai wadah air minum.

Botol plastik berkode PET terbuat dari berbagai unsur sintetis/ kimia ini bisa mengeluarkan zat bernama bisphenol A (BPA). Zat ini bahan kimia industri yang telah digunakan dalam pembuatan plastik dan resin tertentu sejak 1960-an. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa BPA tersebut dapat meresap ke dalam makanan / minuman dari wadah yang dibuat dengan BPA itu.

Menurut penelitian para ahli University of Florida di negara Amerika Serikat, kebanyakan botol plastik yang dijual di pasaran tidak tahan panas. Setelah melakukan eksperimen dengan cara memanaskan air minum kemasan dari berbagai merek, hasionya diketahui bahwa kandungan antimon dan bisphenol A (juga dikenal dengan singkatan BPA) ternyata bisa lepas dari plastik dan tercampur dalam air minum.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), antimon ialah suatu zat kimia yang berpotensi sebagai karsinogen. Karsinogen sendiri adalah senyawa, zat, atau elemen yang dapat menyebabkan penyakit kanker dalam sel tubuh manusia. Namun, untuk zat antimon baru akan berdampak negatif pada tubuh manusia bila dikonsumsi dalam jumlah besar. Untuk antimon yang luruh dalam minuman kemasan kadarnya tak seberapa.

Sedangkan pada zat BPA sendiri sudah lama menimbulkan banyak kontroversi pada kalangan ilmuwan. Karena belum ada kesimpulan valid tentang bahaya BPA bagi tubuh. Sejauh ini bahaya dari BPA masih bisa dipastikan pada subjek eksperimen yaitu menggunakan tikus. Diketahui bahwa paparan BPA ini bisa menyebabkan tumbuhnya sel tumor. Namun, penelitian yang lebih lanjut masih dibutuhkan untuk mengukuhkan bahaya zat BPA bagi kesehatan manusia.

Dr Seema Singhal, seorang Asisten Profesor, Departemen Obstetri & Ginekologi, All India Institute of Medical Sciences (AIIMS) menyatakan Botol berkode PET memiliki konsekuensi kesehatan jangka panjang untuk perempuan, terutama pada kelompok usia produktif & anak-anak.

Dr Seema Singhal menambahkan, pelepasan BPA & aditif seperti di-ethylhexyl phthalate yang dapat berbaur dengan isi botol & menyebabkan masalah kesehatan seperti gangguan pada perkembangan,  meningkatkan tingkat keguguran, kelahiran prematur, kekebalan tubuh, dan berat lahir rendah. BPA bertindak sebagai faux-estrogen & bisa menyebabkan kelainan kromosom, cacat lahir & cacat perkembangan di dalam rahim & masa kanak-kanak.

Apalagi bila botol plastik tersebut dipakai untuk menampung air panas, maka bahayanya malah akan semakin bertambah.

Selain efek negatif diatas, penggunaan botol plastik yang berulang-ulang juga bisa menyebabkan sistem puber dini bagi anak perempuan, gula darah bermasalah, konsentrasi menurun, kegemukan, serta kanker payudara serta prostat.

Selain zat BPA, ada pula phthalates yang digunakan supaya plastik jadi lentur. Ini juga berbahaya, sebab dapat memicu kanker lever, menurunkan jumlah sperma, juga ada masalah reproduksi lain.

Jadi ada baiknya kita meminimalisir penggunaan minuman mineral botol & tidak menggunakannya sebagai pengganti gelas dan piring, apalagi untuk dituangkan pada minuman dan makanan panas. Bawalah piring dan gelas dari rumah ya guys.

Botol plastik akan lebih lama diurai oleh alam, & menjadi bagian dari masalah pencemaran lingkungan yang sekarang ini makin parah saja. Mengurangi pemakaian botol plastik ini akan jauh lebih aman & sehat.

Bagaimana hikers.. masih berniat menggunakan botol plastik bekas untuk minuman panas dan sebagai pengganti piring saat di gunung? Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi kamu dan partner tercinta. terimakasih sudah membaca. @mountnesia #mountnesia

Refrensi & sumber :

- Infoyunik.blogspot.com

- https://www.google.co.id/amp/s/m.liputan6.com/amp/2193453/bahaya-memakai-botol-plastik-bekas-air-kemasan

- https://www.google.co.id/amp/s/hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/minum-air-dari-botol-plastik-hangat/amp/

Survival Mencari Air dengan Daun

Sudah pernah terfikirkan untuk mencari air dengan memancaatkan kondensasi dari dedaunan pada tumbuhan ketika kamu mendaki gunung atau berada di alam bebas?

Sedikit cerita Oleh @ervinrivaldi yang telah di post di instagram @mountnesia :  Sekitar 14 jam air dalam kantong plastik ini bisa terkumpul dengan memanfaatkan kondensasi dari sebuah tumbuhan, walaupun sedikit setidaknya ini bisa membasahi tenggorokan dipergunakan disaat keadaan survival... Mumpung lagi di alam bebas waktu yg tepat untuk dipraktekkan.

Dari situ, dapat kita lihat, ternyata kita bisa mendapatan air walaupun hanya ari dedaunan dari tumbuhan. Bagaimana caranya?

Kita bisa melakukannya dengan cara menutupi dedaunan yang ada di pohon menggunakan plastik srperti gambar diatas. Carilah dedaunan yang agak rimbun dan pas dengan kapasitas plastik yang kamu bawa. Kemudian tutupi seperti pada gambar, tetapi jangan ditutup rapat, diberi sedikit ventilasi pada bagian atasnya.

Sebelum menutupnya dengan plastik, kamu juga perlu memilih kondisi daunnya.. pastikan itu bukan daun yang membuatmu gatal seperti daun yang ada bulunya. Pastikan juga bukan daun yang kering menguning ya. Artinya kamu harus menggunakan daun segar pada tumbuhan yang masih hidup.

Kamu bisa membuat sumber air dengan daun tersebut disekitar tempat camp atau pendirian tenda. Jika tiba di tempat camp pada sore hari, kamu bisa pangsung membuatnya. Pada keesokan harinya bisa kamu buka dan rasakan airnya walaupun hanya sedikit. Lumayan kan bisa menjadi tambahan pasokan air, apalagi ditempat camp itu tidak ada sumber air dan musim kemarau.

Pengalaman Mendaki Gunung Saat Hamil

Oleh @reiiiza : Ini cerita pengalaman pendakian Gunung Rinjani bersama Istri saya yg sedang hamil 6 bulan,
Bukan perkara mudah dengan keadaan hamil mendaki gunung tertinggi ke 3 di Indonesia.

Persiapan yang saya dan istri lakukan rutin cek kandungan ke Bidan untuk tau kesehatan kandungannya, Logistik kami usahakan yg bergizi (bukan instan), & vitamin, bahkan untuk tidur pun kami  membawa Kasur & bantal angin lengkap dengan kompa nya.
kami melalukan pendakian pada tanggal 22 Oktober 2017 bersama 4 teman2 saya.
Kami mendaki 6 orang start dari Sembalun jam 2 siang  dengan jalan santai, kami finish & camping di Pos 2 pukul 07:20 WITA.
Pagi hari setelah sarapan & beres2 kami lanjutkan pendakian, trek semakin sulit setelah melewati istirahat di pos 3.
Setelah itu kami  menuju plawangan melewati bukit penyesalan, di tambah lagi di bukit penyesalan kami kehabisan air, tapi beruntung kami di beri air oleh porter yg melintas & pendaki2 lain untuk istri saya yg sedang hamil.
Kami sempat istirahat  berkali kali di jalur ini karena medan yang terjal & menanjak tidak henti2.
Setiap langkah istri saya selalu menahan perut dengan tangannya agar tidak ada goncangan.
Wajah kelelahan sudah tampak jelas dan saya hanya berdoa semoga tidak terjadi apa2 terhadap istri dan calon anak saya, tak lama kemudaian kami di guyur hujan lebat di sekitar Bukit Penyesalan, air hujannya seperti air es, kami hanya berteduh mengunakan jas hujan dan plastik sampah yang kami kibarkan di atas kepala. Semua menggigil kedinginan, kami tidak bisa mendirikan tenda di Bukit ini karena kemiringan  & tempat yang tidak memadai, di benak saya hanya kecemasan melihat istri dan calon anak saya, kita di tengah hutan dan hujan lebat.
Setelah melewati guyuraan badai singkat cerita akhirnya kami sampai di Plawangan dengan sudah payah & badan bergetar  pukul 17:50 WITA, perjalanan kami kurang lebih 10 jam dari pos 2 ke Plawangan.. Allhamdulillah kami 6 orang sampai dengan selamat di Plawangan,
hanya sebentar kami melihat lihat keindahan Rinjani yg luar biasa , kami ber 6 pun Lanjut menuju Plawangan 4 untuk mendirikan tenda yg katanya dekat dengan sumber air. karena kamI kehabisan air.



kami pun berkemah di  tempat tersebut..
Dini hari pukul 02:00WITA kami ber 5 memutuskan untuk summit ke puncak 3726MDPL tanpa Istri saya yang sedang hamil karena bahaya sekali untuk wanita hamil melihat trek yang extream berbatu menuju puncak.

Keesokan harinya setelah summit kami berhasil. kami pun turun menuju Segara Anak.

Lagi lagi kami di suguhi jalur yang extream bebatuan & tebing jurang, dengan perlahan tapi pasti ditambah kecemasan saya, istri saya pun mampu melewatinya dengan tempo yang lambat & tanggan yang menahan perut.
Kurang lebih kamI menghabiskan waktu 4 jam dari plawangan menuju segara anak.

Kita pun berkemah semalam menikmati keindahan Segara Anak & teman2 saya memancing ikan untuk makan malam sebelum akhirnya kita turun via jalur Senaru keesokan harinya.
Esok harinya saya di sugguhkan pilihan serba salah ketika harus memutuskan turun via jalur mana. kita gak mungkin kembali lewat Sembalun karena trek ketika turun saja sudah exrtim gimana nanjaknya? Gak bisa bayangin saya bawa istri saya yg sedang hamil lewatin jalur kembali ke Plawangan Sembalun. Tapi beberapa porter juga melarang lewat Senaru karena lebih terjal katanya & katanya gak boleh Medirikan tenda di sepanjang jalur Senaru setelah pos 3 sampai gerbang kalo kemalaman, katanya sih mistis gitu deh.

Setelah pertimbangkan & ngobrol dengan teman2 saya.  akhirnya apa boleh buat saya ikut jalur Senaru dengan alsan lebih singkat waktu nya katanya. Kami pun melanjutkan perjalanan turun pukul 08:20 WITA.
Dan hasilnya. sumpah kacau jalurnya, lebih terjal bener kata porter. Tapi banyak yg membantu kami dari sumbangan logistic & air untuk istri saya sampai seseorang perempuan yg mau menuntun istri saya jalan setelah sempat terjatuh di terjal bebatuan. Kejadian yg membuat semua panic kerena istri saya terjatuh. Alhamdulilah tidak terjadi hal yg serius.
Dengan sangat berterima kasih kepada semua yg telah menolong kami, kami pun harus mempersilahkan mereka jalan lebih dulu setelah melewati jalur curam dan terjal, karena kami berjalan lambat . alhasil kami kemalamam di hutan Senaru dan kami terpisah dengan 2 teman kami yg lebih dulu turun.

Dengan berbekal senter dan makanan ringan kami lanjutkan perjalanan ber 4, hanya dzikir yg menenangkan istri dan calon anak saya di kegelapan hutan & dingin nya gunung.
Sempat berfikir kami yg terakhir lewati jalur ini tapi ketika kami sampai pos 2 Senaru tidak lama kemudian banyak teman2 pendaki yg sedang turun juga bahkan ada yg membawa anak Balita juga.

kami tertolong dengan ke ramahan mereka. Akhirnya kami bersama turun di gelap malam & dinginnya hutan Senaru.
Dan akhirnya dengan terseok seok & punggung yang sudah sangat pegal, Alhamdulillah kami ber 4 berhasil keluar pintu Senaru pukul 23:15 WITA. Hampir 15 jam kami berjalan.

Keberhailan kami bukan tolak ukur untuk pendaki wanita yang sedang hamil. Keberhasilan kami pun tidak lepas dari bantuan orang banyak yg menolong kami. Saran saya jangan nekat melakukan pendakian dengan keadaan hamil. Semua harus di persiapkan matang2 jika memang nekat ngidam ingin mendaki. Dari kesehatan, konsultasi ke Bidan, logistic yg bergizi dan mencukupi, sampai alas tidur yang nyaman untuk ibu hamil bukan sekedar tanah beralas matras. Dan sebagai suami saya kebagian carrier berat penuh isi hahahaha.

Hamil bukan berarti tidak bisa mendaki tapi lebih baik JANGAN MENDAKI.
Terima Kasih untuk semua yang sudah membantu kami di pendakian Gunung Rinjani tanggal 22-27 Oktober 2017…  See You Next Trip…

Papan Larangan di Sabana Cikasur Gunung Argopuro


Info oleh @dia.ncuk : Papan tulisan ini berada pada sabana luas cikasur. Letak papan terletak dibadan tiang bendera. Saat di lokasi saya bertanya "kenapa ada peringatan seperti ini, apakah arah tersebut merupakan daerah habitat spesies langka atau binatang buas"

Setelah sampai di Basecamp Bremi saya bertemu dengan Bp Arifin, beliau seorang relawan yang mengabdikan dirinya pada Gn Argopuro. Saya menyanyakan hal tersebut dan jawaban yang diterima sangat mengejutkan. Jalan yang ada papan tulisan itu ternyata jalur dari Jember, pertanyaannya "kenapa jika itu merupakan jalur harus diberikan papan tersebut, dan jika karena binatang buas atau melindungi spesies langka kenapa dibuat jalur tersebut sebagai jalur pendakian?". Ternyata menurut Pak Arifin itu karena pernah ada kejadian anggota pemerintah daerah yang tewas disana entah apa sebabnya tapi banyak yang menyangka bahwa tewas karena hewan buas, maka dibuat papan ini.

Menurut Pak Arifin tewasnya anggota saat berada diatas belom tentu disebabkan oleh hewan buas karena tidak ditemukan bekas serangan, dan nyatanya ada pendaki yang naik lewat jalur jember tersebut.

Stay like & follow, instagram @mountnesia #mountnesia

Mistis Pendakian Lawu, Pocong, Gendruwo dan Kuntilanak

Pengalaman dari @dyaah_dewi : Mau sedikit bercerita, Pernah ketika itu di Lawu 2007 usia saya masih ada 17th paling kecil dari rombongan kami, kami naik ber 7 dengan kakak kandung saya cewek yg baru saja menikah,  hanya kami berdua cewek.

5 orang yang lain adalah suami kakak dan 4 teman kakak, Naik dari cemoro kandang,  kami mulai berjalan dari jam 7 malam,  waktu itu ada bbrapa saja yg naik. . Saya tidak menjumpai tim yg lain saat diperjalanan.

Teman kakak saya tiba2 pusing dan mual muntah,  kemudian baru sadar yg di (maap)  muntahi itu "trebelo" (peti jenazah),, yang melihat temen kakak yg lain,  kemudian kami smpai dipos 3 ada batu tumpuk... ,tidur disana karena itu benar2 situasi tidak mendukung... dimalam itu, kami tidur,  banyak suara2 yg aneh... Tenda dibalang.... Kmudian kami melanjutkan perjalanan... sampai dipos 4 waktu itu jam 11 siang,hari  sudah gelap sekali. Hujan trn... suami kakak tiba2 menggigil kedinginan..Kemudian kami nyalakan api dan menyiapkan parafim dan menyeduh air panas untuk kakak minum.

kami istrahat sbntar, tiba2 angin datang kencang, dari atas pos 4 dilempari batu....sepertinya mereka mengganggu,...kami tetap teguh dan berdoa..waktu itu hujan angin badai pohon tumbang, ada bbrapa tanah yg diinjek longsor jadi kami harus smkin berhati2.

Hari semakin larut.. kami melanjutkan perjalanan... singkat waktu kami turun... tiba2 kakak hilang arah jalan... kakak dan temannya beda presepsi arah... sampe pada akhirnya mau jalan  sendiri (seperti kosong pandangannya) padahal kakak sudah sering mendaki,  dan sangat hapal dengan jalur pendakian...  kami tetap berdoa dan memuji Tuhan (kepercayaan)...Akhirnya kakak sadar. ,dan seperti sedia kala... Menjukkan arah yg benar untuk kami turun,  hari sudah malam waktu itu jam 00.10 kami tiba di bascamp. dan bermalam disana karena sdh larut untuk kami pulang, saya waktu itu mau kencing,  dan mengajak kakak cewek saya. saya tutup pintu kamar mandinya,  ketika baru jongkok,  pintunya didobrak... Dan saya terkejut.. jelas sekali,  tangannya putiih medog.. . Jarinya panjang2 item... Dan jubahnya putih panjang.... mukanya tertutup rambutnya yg panjang.... Saya reflek lgsg menyebut nama Tuhan saya. Dan Sosok itu pergi.... Saya kaget sekali waktu itu.... kakak saya jg...
Jelas sekali...
dan akhirnya saya tidur untuk menunggu hari esok tiba,
saya tidur pules waktu itu...
.
kakak saya tidak bisa tidur.
karena kata kakak saya,saya dengkur ndenginging (bahasa jawa)  , seperti menangis tidak jelas gitu...
saya ditungguin orang berbadan besar...tapi tidak mengganggu...
.
Ketika kami bisa kembali pulang kerumah,
Banyak cerita yang kami lontarkan masing2 menceritakan yg dilihat pada waktu itu tidak diceritakan karena takut menggoyahkan kami,  dan membhat takut diperjalanan...
.
.
Ada yang melihat trebelo (peti jenazah), pocong, suara2, orang tinggi besar,  dan saya sama kakak saya didatengi *mbak kunti* πŸ˜‚
.
Dan selama perjalanan dakian kami,
keluarga dirumah istri2 teman2 kakak menunggu,karena sampe 2 hari kami tidak pulang ...karena diberita waktu itu..
Badai di Lawu, dan juga di Salah satu desa disana ada yg mengalami longsor, mgkin namanya Jenawi. Desember 2007

pengalaman yang sungguh berharga
Waktu itu belum usum android.. Hehe jadi ambil poto2 seadanya...
tapi ya terbayar dengan lukisan Maha besar... Maha Agung...sungguh ciptaanNya yg Maha Mulia.

Sekian cerita saya
Salam Petualang, Pecinta Alam!

Bagikan kisah mistismu ke email mountnesia@gmail.com dengan isi : cerita mistis, foto dokumentasi pendakian & id instagram mu. Atau, kamu juga bisa berbagi perjalana  pengalaman pendakianmu (bukan cerita mistis.

Untuk mendukung kami berkarya, kamu bisa stay follow instagram @mountnesia #mountnesia. Terimakasih πŸ™ 

8 Jalur Pendakian Gunung Prau dan Waktu Tempuhnya

Ada 8 jalur pendakian, 6 untuk umum dan 2 masih digunakan untuk konservasi. Berikut sedikit ulasan 6 jalur pendakian Gunung Prau yang digunakan untuk umum, diringkas dari berbagai sumber

1. Gunung Prau via Jalur Patak Banteng

Jalur favorit pendaki, karena jarak tempuhnya pendek sekitar 1,5 sampai 3 jam pendakian, lokasinya juga berada di tepi jalan raya. Kalau kamu mau mendaki melalui jalur ini jangan weekend atau hari libur, akan sangat ramai bahkan harus antri

2. Gunung Prau via Jalur Dieng Wetan

Termasuk jalur pendakian favorit karena dekat dengan obyek wisata dieng, lokasi base camp berdekatan dengan penginapan Bu Djjono. Dengan jalur yang cukup landai dan tidak terlalu terjal, waktu pendakian adak lama, bisa 3 - 4 jam.

3. Gunung Prau via Dieng Kulon

Jalurnya ada di dekat dengan Candi Dwarawati. Kalau mau menuju basecamp ini, cara paling mudah yaitu dengan mencari lokasi tujuan wisata Candi Dwarawati. Lama pendakian sekitar 4 - 5 jam.

4. Gunung Prau via Jalur Kali Lembu

Jalur Pendakian ini nantinya bertemu dengan jalur Pendakian dari Dieng Kulon dan Dieng Wetan. Rutenya lebih landai daripada jalur Patak Banteng. Basecamp ini ada di Desa Kalilembu, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Lama pendakian 2 - 3 jam.

5. Gunung Prau via Jalur Wates

Jalur pendakian yang lumayan landai dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Lokasinya berada di Desa Wates, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung

6. Gunung Prau via Jalur Campurejo

Berada di Desa Campurejo, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung. Jalur ini masih jarang diketahui karena masih baru. Mungkin akan sulit menemukan lokasinya. Kamu bisa hubungi 0867 2649 5918.

TIPS : Buat kamu yang lagi butuh cari barengan daki gunung bisa cek di instagram @caribarengan_naikgunung

Ada koreksi dan tambahan?
Semoga Gunung Prau tetap indah dan tetap terjaga kelestariannya.

Tugas Leader dan Sweeper Pendaki Gunung

Ada Leader tentunya juga ada Sweeper. Leader mempunyai fungsi sebagai pemimpin dalam kawanan pendakian. Biasanya leader itu orang yang mempunyai sifat atusiasme dan semangatnya tinggi. Coba bayangin aja kalau leadernya letoy atau orangnya gampang nyerah dan gak semangat, pasti pendakian jadi kacau. Leader itu penting sebagai penyemangat ketika yang lainnya pada kendor, pastinya juga perlu tanggung jawab, nggak boleh asal mimpin ninggal kawan kawannya yang ada di belakang.

Peran Sweeper sendiri juga tak kalah penting dari Leader, Sweeper ini bertugas sebagai penyapu rombongan pendakian agar tidak ada barang maupun pendaki yang tertinggal dalam pendakian.

Biasanya sweeper ini orangnya teliti dan kuat fisiknya. Tau sendiri kan, biasanya yang paling belakang itu yang paling capek πŸ˜…. Kalo gak percaya coba saja.

Jika Sweeper bertugas dengan baik, tidak akan ada satu pun pendaki yang akan tertinggal dan hilang.

Maka dari itu biasanya Sweeper berada di posisi belakang dalam rombongan.
Kalo yang tertinggalnya kenangan gimana? Sweeper pun angkat tangan nyerah. ✌✌

Lokasi : Gunung Mandalawangi, Bandung.
Foto @primatatertawa

Diserbu Pacet Saat Mendaki Gunung Bukit Raya

Cerita dari @lellyfaizah :

Kalimantan Tak Terlupakan !

Beberapa waktu yang lalu, ada seseorang yang bertanya "perjalanan mana yang paling berkesan untuk mba lelly ?"

Setelah mencoba mengingat semua perjalanan yang pernah dilakukan, pendakian bukit raya di Katingan Kalimantan Tengah adalah jawabannya .

Biasanya, gw akan dengan senang hati untuk bermimpi akan kembali lagi ke sebuah lokasi yang pernah gw datengin, tapi gak untuk bukit raya !!

Setiap mendaki gunung, biasanya gw akan sangat "betah" berlama-lama dialam bebas, pokoknya kalo bisa gak usah pulang..tapi beda dengan bukit raya, gunung yang menjadi salah satu #sevensummit ini adalah satu-satunya gunung yang bikin gw nangis dan pengen cepet pulang πŸ˜…πŸ˜…

Bayangin, hutannya masih rapat banget dan ini bikin pendaki berkeringat sangat banyak dan selalu merasa dehidrasi , masalahnya sumber air disini terbatas ! Jadi kalo denger suara aliran air, bahagianya luar biasa !

Belum lagi, bukit raya ini adalah "kerajaan" pacet, lintah dan apalah itu keluarganya !
Setiap berhenti untuk istirahat, pasti kita disibukkan dengan "swipping" lintah yang nempel di sekujur badan sepanjang perjalanan, dan ada segerombol pacet di punggung gw !! 😭😭 tangan, leher, betis pada bengkak dicium lintah !





Belum lagi digigit nyamuk dan semut hutan yang ukurannya sejempol gw, dan gw sempet cidera betis juga yang bikin ritme perjalanan gw agak terganggu sampe puncak 😩

oh iya jalur menuju kesini juga jadi challenge tersendiri, kita sempet beberapa kali harus turun dari boat demi menghindari arus sungai yang deras..turun-tarik-dorong (repeat)

Beruntung perjalanan ini dilakukan bareng-bareng sama tim solid summitnicus.id , yang selalu mencoba well prepared sebelum pendakian , jadi segala rintangan dapat diatasi dengan baik, dan kita semua berhasil sampe puncak !

Yang pasti, bukit raya mengajarkan bahwa rumah dan keluarga adalah the real happiness !

Tapi tetep aja, gw akan pikir ulang beberapa kali kalo ada yg ngajak balik lagi ke bukit raya, bye ! (kecuali dibayarinπŸ˜‚)

#bukitraya #7summitsindonesia
#kalimantan #indonesia

Pendaki Melihat Kuntilanak Terbang di Gunung Gede Pangrango

Setelah sy (@ajirandisepta) menulis pengalaman sy 17 tahun yg lalu berjudul

"Bertemu 3 sosok misterius dijalur Putri dan tersasar disimpang Maleber gunung gede pangrango"
.
Yg sudah di repost oleh @mountnesia

Maka ini pengalaman pertama saya naik Gn.gede pangrango lg setelah 16tahun.. tepatnya kami naik Gn.Gede via Putri pada tgl 30september 2016

Team sy terdiri dari 10 orang.. saya Randi..Suzan(istri saya yg ngebet banget naik gn.gede padahal sy sering ceritain kisah sy nyasar berhari2 disana..tp sy jg sering menceritakan keindahan suryakencana..dan itu yg membuatnya kesemsem pengen ke surken via putri)

Ika(adik ipar sy..istri dari Ryan yg ada pada kisah kami tersasar disimpang maleber)

bastio(yg jg ikut ketika tersasar disimpang maleber..malah dia ini yg paling lama ngobrol dng 3sosok misterius itu).

selebihnya adalah anggota komunitas PALAD(PecintaAlamDukuhpinggir)TanahAbang(Anto..aly..bimbim..alung..papaw..ruby)

Inilah kisah kami

Kami sampai pos putri malam hari jam 02.00dinihari..kami langsung lapor ke pos(maksudnya mau numpang istirahat disana) tp ternyata kami boleh langsung naik malam itu padahal infonya sudah tdk boleh naik malam lg..sebelum mereka berubah fikiran kami langsung siap2 naik..tdk lupa berdoa bareng2 baru kami memulai pendakian.

Bimbim memimpin didepan..sy hanya menempel suzan dan ika krn mereka pendaki pemula gn.gede.

Blm lama kami berjalan ternyata bimbim salah ambil jalan..harusnya setelah ada genangan air kami harusnya ngambil kanan dan akan terus menanjak..tp bimbim malah ambil kiri dan menurun ke arah perkampungan.

ini mah kebanyakan Bonusnya(bonus itu jalan menurun atau rata disela2 tanjakan panjang) hehehehe

Kami berbalik arah ke arah jalur yg benar..tiba2 kayu dijembatan kecil yg kami lewati amblas sy injak..hingga 1 kaki sy masuk kedalam kali..semua reflek menolong sy(krn mereka tau kaki kiri sy pernah dioperasi bbrp tahun yg lalu)..tp ternyata kaki sy aman setelah masuk lubang itu..msh bisa jalan..kami lanjut ke atas.

tdk jauh ada hutan pinus..kami memutuskan break sambil menunggu matahari keluar dari peraduannya.

Jam 06.00 kami mulai mendaki sampai villa Jepang msh aman...sy terus menempel suzan dan ika yg msh semangat menikmati pendakian ini..sampai saat hujan sekira jam 02.30 kami sudah sampai dibuntut Lutung.

disini kami break lebih 1jam krn hujan lebat dan jg sy lihat stamina pendaki pemula ini mulai menurun.

setelah hujan mulai reda kami lanjut jalan kesimpang maleber..disini sy bernostalgia dng Bastio sambil melihat2 jalur dulu kami salah belok dan tersasar..

Team kami dsimpang maleber ini mulai terpisah..tenaga2 muda itu ngetrek mau sampai puncak duluan untuk buka tenda..sedang sy dan yg pemula tetap jalan santai asal sampai..hehehhe

Sampai ditanjakan terjal sebelum gerbang surken jam 05.40..sudah hampir gelap dan mulai sepi pendaki krn mungkin sudah banyak yg sampai.

Hanya tinggal saya..suzan..ika dan bastio.

Suzan sangat kelelahan..akhirnya daypack suzan dibawa oleh bastio..sampai diujung tanjakan terjal itu seperti terasa lega..krn tinggal beberpa meter lg kami akan sampai surken..gelap sudah datang..penerangan kami bertiga hanya dari lampu tongkatmendaki.

bastio tertinggal dibelakang krn harus membawa 2tas dan itu tepat jam 06.00

Suzan jalan paling depan sambil membawa senter tongkat..bbrp puluh meter suzan berjalan..tiba2 dia berhenti dan menyuruh sy yg jalan didepan..katanya dia merinding.

jalan sudah gelap total dan sy jalan didepan baru bbrp langkah sy berjalan..sy lihat ada umbul2 berwarna putih(bendera dengan tiang tinggi seperti ktk ada acara atau ktk 17agustusan)..umbul2 itu tinggi dan terus melambai2 dan seperti bersinar terang..sy pikir sdh deket surken mungkin ada acara komuntas besardan itu bendera penyambutan..sy terus berjalan..makin dekat sy makin merasa aneh..krn umbul2 itu makin terasa besar bersina dan tinggi sekali..sy pikir lg mungkin itu orang  dengan mukena dan pake engrang(bambu jalan yg tinggi)..masih berpikiran logis sy tetap berjalan..sy lihat 2 wanita dibelakang sy ini makin merapat ke sy.. Makin dekat makin jelaslah sosok itu..melayang dengan baju(sy lebih nelihat sebagai jubah)putih yg panjang..tp Rambut hitamnya lebih panjang dari bajunya..wajahnya hitam bercahaya..sekilas memandangi sy dan kemudian berkelebat memotong jalan yg gelap dan hilang di tengah rimbunnya pohon3 dipintu gerbang surken.

Sy merinding..terperangah..sy lihat suzan dan ika biasa saja raut mukanya..mungkin mereka tidak melihat penampakan itu..sy diam seribu bahasa..krn sy tdk mau bila sy bercerita akan membuat mereka ketakutan.

Sampailah kami di surken yg gelap hanya dibantu  oleh sinar bintang dilangit dan mulai mencari tenda team kami..ketka ketemu tendanya kita langsung beristirahat dan ngobrol2..sy msh tidak mau cerita tentang apa yg sy lihat.

Surken gelap..jd suzan dan ika tidak bisa melihat pemandanga surken ktk sampai..mereka tdk sabar menunggu pagi..

Malam itu diluar anto menggunakan HP berfoto2 disekitar tenda..dan dia berteriak bahwa ada penampakan putih di belakang tenda..bastio langsung melihat di HP..sosok itu tertangkap kamera HP....tp lama2 sosk itu memudar dari gambar dan menghilang..Alung merasa bahwa itu hanya untuk menakut2ti dia saja..sy msh blm mau cerita apa yg sy lihat digerbang surken tadi.

Saya..suzan dan ika tidur 1 tenda..akhirnya mulut ini tdk tahan untuk cerita dngan mereka..tp sy hanya bilang begini :gw lihat sesuatu..tapi besok pagi aje yehh ceritanya

Ika sambil langsung duduk berkata:emang lo lihat apaan??yg tadi digerbang yee?...yg terbang yeee?

Suzan jg langsung nyeletuk : apaan sihh itu tadi pak?yg digerbang?putih2..terbang?

Ternyata mereka lihat juga!!!!!..ya Allah..mudah2 gk bikin mereka ngedrop begitu doaku

Sy jawab:jadi kalian lihat semua..jadi yg tadi itu..penunggu gerbang..kayanya kunti..yaahh ambil positive nya aja..mungkin sosok td itu ingin menyambut kalian yg baru sampe pertamakali ke Surken.

Suzan ama ika langsung teriak2 hhiiiiiiiiii..masuk sleepingbag...langsung nyungsep sanpe pagi..dasar cewekkk wkwkwkwk

Pagi2 sy yg bangun pagi2..foto2 bentar dan bangunin suzan dan ika yg juga lansung selfie2 disurken..ditengah indahnya pohon edelweis...kelelahan mereka mendaki terbayar dengan pemandangan surken yg Indah..

Pagi kami lewati disurken dengan sendagurau dan cerita2 semalam..ternyata bukan hanya sy yg melihat sosok putih itu..ada yg melihatnya dibalik pohon edelweis sedang memandangi kearah tenda..ada yg lihat dibelakang tenda..dan yg terakhir ktk anto moto2 dengan HP itu..hmmmm masih ada aja ini gunung ya..setelah 16tahun tdk kesini sy pikir akan berubah..hehhehe

Perjalanan kami teruskan kepuncak dan pulang via cibodas.

Hujan membuat kami harus lebih hati2 melangkah dijalur naik kepuncak yg berbatu dan licin..disitu langkah sy mulai betat dan dada terasa sesak..mungkin krn dingin fikir saya.

sampai puncak pun kabut masih tebal jd kami tidak bisa menikmati indah pemandangan dari atas..tp kami tetap bersyukur bisa sampai keatas tanpa kendala berarti

Ketika turun sekira jam 04.30 kekandang badak sy baru merasakan perubahan pada stamina sy..sampai disatu titik setelah tanjakan setan sy terkilir pas didengkul sy yg pernah dioperasi..bastio dan aly yg terus menemani sy sampai kandang badak sekira jam 18.00...baru sampai kandang badak..bimbim dan rombongan yg sudah sampai daritadi malah ingin langsung jalan(lagi ...lagi ..saat magrib..hmmm) tidak mau kejadian simpangmaleber terulang lg..sy dan bastio memutuskan break dulu sambil sambil mengistirahatkan kaki sy yg mulai membengkak..bimbim terus berjalan bersama 7orang lainnya..(tapi menurut mereka saya dan bastio jg ikut jalan paling belakang...malah ktk bimbim salah jalan bastio berteriak dari belakang mengingatkan.) padahal saya dan bastio break sekitar 10menit dikandangbadak..tdk bareng mereka samasekali dan baru bertemu rombongan team dicibodas

Sy berjalan tertatih menahan sakit dikaki saya ditemani bastio..langkah sy terasa berat dan dada sy serasa ditekan oleh batu yg besar..susah.bernafas dan sesak(tanda2 Hipotermia sudah terasa) tp sy tetap teruskan perjalanan.

Cuma 1 yg sy pegang teguh ketika mendaki..kita boleh saja berteriak capek..lelah..takut..sakit..tp kita tdk boleh menyerah akan keadaan...putus asa bukan sifat kami..ditemani bastio yg memegang teguh solidaritas tanpa batas terhadap team yg kita bawa...you never walk alone no matter how when you hike as A team..gubrakkkk

Puluhan pendaki melewati kami..kami tertinggal paling belakang mungkin..sampai ketika hujan turun..sy merasa dibalik pohon2 itu bayangan putih..hitam terus mengikuti langkah kami dan bastio jg melihatnya dengan jelas..hanya ayat kursi senjata kami..tdk ada kuasa yg bisa melebihi kuasa ilahi.

Disatu titik setelah pos air panas kami msh bertemu pendaki.

kami berhenti dibatu besar memejamkan mata sebentar ketika teras dibelakang ada suara rombongan lain yg menyenter kearah kami..tetdengar jelas langkah kaki mereka dan suara mereka tertawa..kami senang..mungkin mereka punya sedikit air hangat untuk menghangatkan badan saya yg mulai ngedrop krn kedinginan..kami tunggu dan terus menunggu..tp rombongan dibelakang itu tdk jg sampai ke kami..ktk kami menoleh kebelakang hanya kegelapan yg ada..tdk ada cahaya senter yg menyorot kearah kami..hanya gelap gulita..bagaimana mereka bisa hilang tanpa melewati kami..sedangkan jalur turun hanya ini...sy dan bastio salingpandang tanpa berkata2..krn kami berdua sama2 mendengar langkah2 itu..akhirnya kami teruskan perjalanan sampai di rawadenok 2

Dirawadenok 2 kita bertemu pendaki yg sedang break..melihat jalan sy yg terpincang2 mereka bertanya akhirnya kami titip pesan kpd mrk bila bertemu rombongan dari TanahAbang bahwa kami sdh dirawa denok 2(terakhir kami baru tau bahwa mereka bertemu team kami di cibodas ktk team Evakuasi dari cibodas akan mencari kami)

sy paksakan langkah dan dada yg bertambah sesak untuk sampai ke Rawa denok 1..bayang2 hitam dan putih terus mengikuti bahkan sekarang mereka bergerak terbang dipohon2 mengeluarkan suara gemerisik yg menankutkan..kami terus berjalan melawan rasa takut ditengah hujan dan angin  krn kami tdk tau apa yg mereka inginkan?

Sampai Pos Rawadenok 1 tepat jam 02.00..bastio memaksa sy untuk break sampai pagi..krn melihat kondisi sy yg parah dan kaki sy yg tambah bengkak..

kami gelar sleepingbag dirawa denok..bastio mengumpulkan sampah2 yg ada dirawadenok1dan membakarnya..

dada sy sesak..badan sy terasa panas..kadang menjadi dingin sekali rasanya..nafas sy mulai tdk beraturan dan sy meracau tdk karuan disana..bahkan sy mengusir bastio untuk turun sj sendiri..dan sy akan menyusul bila matahari sudah terbit..tp bastio menolak..krn dia merasa sosok hitam putih itu masih mengawasi kami

sdh tdk ada 1 pun pendaki yg lewat..sy hampir merasa inilah ajal saya..fikiran sy mulai kacau..dingin ini menusuk tulang..sy hampir sdh tdk bisa bernapas..sy tau ini tanda2 hipo..bila hipo kita diusahakan tdk tertidur..tp lelah ini membuat sy memejamkan mata(kata bastio sy tidur sambil teriak2)

sy terbangun ketika seperti mendegar suara ramaiorang  berteriak2 memanggil nama kami.  :   Randi......Bastio......Tanah Abangggggggg... terus berulang2

Suara itu terus mendekat..sampai kami dihampiri oleh 3 orang memakai sarung diselempangkan dibadan...mereka membangunkan kami..sy masih tdk perduli..badan sy tidak bisa digerakkan sedilitpun.

bastio lansung bangun dan ngobrol dengan mereka..ternyata meteka team Ranger evakuasi dari cibodas

1 orang menghampiri sy..menyuruh sy duduk..dan memeriksa tanda2 vital sy..dia bertanya: masih kuat jalan..apa mau ditandu?

Sy type orang yg tdk mau menyusahkan orang..sy yakin masih bisa jalan walau akan sangat menguras tenaga dan waktu..sy pilih berjalan saja

Sy diberi madu dan obat herbal untuk menghangatkan badan..itu sekira jam 03.30..akhirnya 2 orang team evakuasi jalan duluan dengan membawa carrier kami..terasa lebih ringan langkah ini tanpa membawa carrier.

Kami diberitau bahwa team saya sudah sampai cibodas jam00.30 dan langsung lapor ke pos bila ada 2 anggota team yg masih tertinggal karena kakinya cidera..tp mereka tdk tau kalo sy terkena hipotermia jg

Akhirnya kami sampai cibodas jam 09.00 disambut isitri sy Suzan sengan wajah cemas.

Pelajaran yg bisa kita ambil dari sini..bahwa sesering apapun kita naik gunung..kita tidak akan tau apa yg akan terjadi selama pendakian..kita bisa punya peralatan lengkap..tp takdir Allah jg yg akan menentukan cerita hidup kita..maka berserahlah padaNYA tanpa keraguan...dan jangan mudah menyerah dalam kesusahan

kita jg harus tanamkan solidaritas yg tinggi terhadap teman perjalanan kita..apapun yg terjadi harus ada yg menemani teman yg sedang cidera atau tertinggal dibelakang..dan sebagian lg harus cepat ke pos bawah untuk melaporkan agar cepat  ada tindakan evakuasi pertolongan dari Ranger di pos utama..Salam Lestari

Team
PALAD
Pecinta Alam Dukuhpinggir
TanahAbang
SOLIDARITAS TANPA BATAS

Jika kamu punya pengalaman cerita mistis atau cerita pendakian lainnya. kamu bisa kirim ceritamu ke email mountnesia@gmail.com. kirim cerita, dokumentasi pendakianmu, dan id instagram.mu, lalu kirim ke email mountnesia@gmail.com. πŸ™ terimakasih

Stay follow, @mountnesia #mountnesia

Urusan Sampah, Pendaki Indonesia Sering Ngeyel

Sedikit percakapan dari @rezarahmadan_ -  Teringat di waktu itu ketika saya mengunjungi alam nya Gunung Rinjani, ga sengaja mendengar percakapan dua orang pendaki.

Sebut saja dia itu adalah si A pendaki yg mungkin sudah eksis di beberapa gunung di Indonesia dan si B pendaki yg lagi asik bersantai melepas lelah sejenak sambil menikmati sebungkus roti yg ada di saku nya.

A : Maaf bang itu tolong sampah nya jangan di buang sembarangan, kalo ga masukin kantong lagi.

B : Lah suka2 gw mau buang dimana, lagian gw ke sini bayar, beli tiket masuk juga, ntar juga ada yg ngebersihin yg penting gw happy.

Lalu si A pergi dengan wajah yg sedikit kesal.

Dan saya ikut berjalan sesekali menyapa si B, "duluan sedikit ya bang, sini bang sampah nya masukin ke trashbag saya aja", sapa saya ke si B.

Keesokan hari nya ga sengaja tenda si B berdekatan dengan tenda saya di danau Segara Anak, dan si B menyapa saya saat saya lagi menumpulkan kaleng gas kosong dan mengajukan sebuah pertanyaan.

B : buat apa bang kaleng kosong ?

Saya : mau di bawa turun bang, lumayan bang siapa tau bisa di isi ulang lagi, lagian kalo di diemin di sini buat apa juga cuma ngotor2in gunung doang bang, ga enak diliat nya.

B : oh gitu ya bang.

Saat itu emang ga mikir apa2, yg di pikirin cuma turun bawa sampah aja.

Setelah saya pikir2 lagi, ngasih edukasi sama orang ga bisa cuma dengan Teguran atau Teori tapi juga harus dengan sedikit contoh dan kesadaran dari diri sendiri karna yg di rubah bukan orang nya tapi pola pikir nya.

Ya gatau sih si B tadi bakal sadar atau enggak kalo Gunung itu Bukan Tempat Sampah, setidak nya dia penasaran dan bertanya apa yg saya lakuin dan dia juga nerapin prinsip Bawa Turun Sampahmu.

Bagaimana menurutmu?

Banyak Puntung Rokok di Gunung, Ulah Siapa?

@rinceptr :

Hasil panen puntung rokok dan kotoran lainnya di penanggungan kemaren. ini baru di sekitar camp gua doang dan gua nge-Camp juga gak di keramaian πŸ˜„ gimana ceritanya ya kalau di keramaian (Puncak bayangan)

Jenis terbanyak masih dipegang kaum puntung rokok diikuti oleh tissue basah dan posisi ketiga di pegang serpihan bungkus permen dan bumbu mie instan πŸ˜„. Sebenarnya ulah siapa sih?


NB(*) Sampah kalian jangan di tinggal gaes πŸ˜„ bukan alam aja yang kalian bikin susah, orang-orang yang peduli terus mungutin sisa sampah kalian juga jadi susah. Karena mungutin sampah kecil kaya bungkus permen sama puntung rokok itu gak gampang gaes πŸ˜„

Loc : Gunung Pawitra / Penanggungan via Tami ajeng.

sekilas sejarah
Gunung Penanggungan (dahulu bernama Gunung Pawitra) (1.653 m dpl) merupakan gunung berapi kerucut (istirahat) yang terletak di Jawa Timur, Indonesia. Posisinya di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Mojokerto (sisi barat) & Kabupaten Pasuruan (sisi timur), berjarak sekitar 55 km dari Surabaya. Gunung Penanggungan merupakan gunung kecil yg berada pada satu kluster dengan Gunung Arjuno & Gunung Welirang yang jauh lebih besar.

#gunungpenanggungan #jawatimur #tamiajeng #indonesia