Telaga Sarangan, Pesona di Balik Gunung Lawu

foto : Pesona Indonesia

Pernah ke Telaga sarangan guys? Berapa ya harga tiket telaga sarangan? Lalu, apasih mitos yang ada di telaga tersebut? Bagaimana jalanan, akses transportasi dan akomodasi hotel yang ada di sekitaran telaga sarangan tersebut sih? Yuk mari kita bahas disini.

Siapa sangka, ternyata di balik kabut yang menyelimuti jalur yang membelah Gunung Lawu, tepatnya berlokasi Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, ada keindahan tersembunyi. Tak lain ialah adanya pesona yang dipancarkan oleh Telaga Sarangan.
Hamparan air nan tenang ini disebut dengan Telaga Sarangan yang punya sebutan lain juga dan dikenal juga sebagai Telaga Pasir. Lokasinya ternyata tinggi juga ya, berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, tepatnya di Lereng Gunung Lawu, Plaosan.
Pict by IG  @ihsanoel976
Telaga sarangan


Tak hanya menikmati pemandangan yang sangat indah diteani dengan udara dingin. Kalian juga bisa bermain mengelilingi telaga pakai fasilitas speedboat yang disewakan, menunggangi kuda, atau menikmati beragam jajanan tradisional yang banyak dijajakan di sekitar Telaga Sarangan.

Bagaimana dengan fasilitas  fasilitas dan penginapannya?

Takut kemalaman di telaga tersebut? Tenang aja gusy, karena di sini telah  banyak tersedia penginapan seperti hotel ataupun villa. Liburan bersama ke telaga sarangan dengan keluarga bisa jadi pilihan yang tepat lho. Fasilitas yang bisa kamu nikmati di Telaga Sarangan adalah adanya lumayan banyak permainan, seperti permainan air atau dengan speed boat, menikmati pemandangan alam, adanya pusat oleh-oleh, pusat kuliner, naik kuda, ada pula kulineran makan sate kelinci dan masih banyak lain sebagainya.
IG @aolanaadhan
Telaga Sarangan, Magetan, Jawa Timur

Rute menuju Telaga Sarangan
ini rute versi google map, klik pada foto.
 https://goo.gl/maps/mHtnCBDD4Tpg5zHB7


Harga Tiket Masuk ke Telaga Sarangan

Tiket Masuk ke Telaga Sarangan. Harga tiket masuk yang ada di Telaga Sarangan per orang  adalah sekitar sebesar 15.000. Nah sekedar info buat kalian, saat kalian turun dari parkiran mobil atau parkiran bus, nanti biasanya kalian bakal ditawari naik angkutan dengan biaya 3.000. nah, kamu bisa terima tawaran tersebut bila kamu merasa capek, kamu bisa menolak tawaran tersebut karena jaraknya cukup dekat.

Mitos Telaga Sarangan
foto :IG @taufik.tau.13

1.      Adanya dua ular naga yang menunggu telaga sarangan ini dipercaya sebagai penyebab terjadinya atau terbentuknya telaga sarangan.

2.      Misteri adanya ritual Ngebleng. Adalah ritual yang dilakukan di setiap tahunnya untuk menghormati nyai dan kyai pasir penunggu yang ada di telaga tersebut. Setiap jumat kliwon, dibulan ruwah area sekitartelaga sarangan ini selalu ramai oleh para tetua adat dan penduduk asli Sarangan yang menebarkan sesaji di dalam telaga. Nah, pada saat itu kalua kalian kesana, maka bakal merasakan aura mistis yang begitu dalam. Serem yah guys!

3.      Mitos kabut misterius yang dipercaya sebagai penunggu telaga sarangan. Pada saat-saat tertentu, akan muncul kabut tebal  yang menyelimuti telaga sarangan bahkan juga kabutnya itu menyentuh air yang ada dalam telaga itu. Sangat misterius dan juga tentunya terlihat mengerikan. Namun banyak pengunjung yang takjub dan takut ketika fenomena ini terjadi lho guys. Ada yang menganggap kabut itu merupakan perwujudan dari penunggu telaga sarangan yang sedang keluar dari dalam sarangnya. Adapula yang menganggapnya fenomena alam biasa saja, mengingat ketinggian daratan telaga sarangan ini berada di dataran tinggi, dimana awan akan sangat mudah datang.

Yuk, ajak keluarga tercinta menikmati indahnya Telaga Sarangan!


Cantiknya Sunrise di Ranu Kumbolo, Gunung Semeru



Ranukumbolo, sebuah danau yanh berada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tepatnya di jalur pendakian Gunung Semeru ini memang menyajikan banyak nuansa yang sangat indah. Sunrise di Ranu Kumbolo sangat cantik dan mempesona. Warna cahaya mentari yang keemasan akan memantul di permukaan danau. Tak hanya itu, apakah kamu ingat bagaimana menggambar sunrise waktu masih anak-anak dulu? Ya, pasti gambaran sunrisenya adalah dengan matahari muncul dari tengah-tengah bukit. Di Ranu Kumbolo, pada bulan² tertentu, sunrisenya akan berada di tengah antara kedua bukit, seolah gambaran sunrise yang sering kamu bayangkan dari masa kecilmu dulu.
Foto @candrikusumaa_


Sunrise di ranukumbolo mulai muncul sekitar jam 5 hingga 6 pagi. Kalau kamu mau lihat sunrise yang bagus, pastikan untuk bangun pagi. Bagi kamu yang sedang memburu keindahan sunrise , kamu bisa mulai stay menyiapkan peralatan kamera terbaikmu sejak pagi jam 5, siapkan semuanya. Dari sekitaran jam itu, kamu bisa menikmati sunrise dari awal hingga akhir.

Memang, ranukumbolo sangatlah dingin, jadi kamu harus menyiapkan jaket super tebal, terutama untuk kegiatan malam hari dan pagi hari saat hendak menikmati sunrise. Kadang, jaket yang tebal pun juga bisa tembus karena suhunya bisa sampai minus derajas celcius lho. Makanya, kamu gak bakalan betah liat sunrise dari awal kalau nggak persiapkan peralatan pribadimu seperti jaket dan lainnya. Because very cold.
Foto @irawanwp_

Nah, kalau dirimu hendak berkunjung mendaki melakukan perjalanan kaki kesana. Pastikan sebelumnya persiapkan fisik dan perlengkapan lengkap. Serta siapkan juga kamera terbaikmu untuk mengabadikan sunrise di tempat ini. Sungguh, banyaknya untaian kata pun sangat sulit untuk menggambarkan sunrise yang ada di danau Ranu Kumbolo. Pengalaman tersebut, mungkin menjadi yang tidak akan terlupakan oleh dirimu seumur hidup.

Silakan kamu bisa berkunjung ke Ranu Kumbolo, Gn. Semeru dan menyaksikan salah satu sunrise yang terbaik di Pulau Jawa.

Foto pertama @azulfikarr
#ranukumbolo #semeru #gunungsemeru #mahameru

Asrinya Kebun Teh Kepahiang, Bengkulu


Berada Dataran tinggi Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, yang biasanya diselimuti oleh  pagi. Para pemetik teh yang rata-rata adalah para perempuan, tampak hilir-mudik, mengangkut bungkusan berisi daun teh.


Jarak Kebun Teh Kepahiang dari bengkulu
Jarak Tempuh kebun the dari Kota Bengkulu menuju lokasi yaitu sekitar 72 kilo meter, sekitar 62 kilo meter melakukan perjalanan dari Kota Bengkulu ke kota kepahiang dan disambung 10 kilo meter dari kota kepahiang ke lokasi yang memerlukan waktu sekitar 2 jam perjalanan dengan kendaraan mesin.

Dikutip dari Pesona Indonesia, “Teh dengan kualitas terbaik untuk dikirim ke luar negeri itu, mesti dipetik pagi hari. Sebelum matahari muncul,” kata Katmi, yang merupakan seorang pemetik teh. Perempuan yang  berusia 40 tahun itu ketika diwawancarai kemudian berlalu bersama Rakiah, Samini, dan banyak pekerja perempuan lainnya.

Silih berganti, hasil yang didapatkan  dari petikan mereka ditumpuk di pinggir jalan. Setelah the the tersebut ditimbang, Katmi dan pekerja lainnya bakal mengantongi sekitar kurang lebih sebesar dengan harga  Rp.700,-per kilogram sebagai upah memetik teh di Perkebunan The Kepahiang ini. Hari itu, Katmi memperoleh 45 kilogram hasil hasil petikan, dan truk datang untuk mengangkut hasil petikan oleh para perempuan tadi. Hasil petikan yang dilakukan oleh ribuan pekerja ini akan tiba di Pabrik Teh Kabawetan PT Sarana Mandiri Mukti.


Di Kepahiang, pagi dimulai dengan warna hijau pucuk-pucuk teh, kabut yang tiap sebentar turun, juga senyum perempuan-perempuan yang memetik teh. Panorama perkebunan teh seluas 1.911,7 hektar terhampar di dataran tinggi Bengkulu ini.

Sejarah Singkat Kebun The Kepahiang
Sejak berdirinya wilayah perkebunan the di tahun 1925 yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda, pada tahun 1933 dataran tinggi Kepahiang ditanami tanaman teh. Tahun 1942 -1945 Jepang  kemudian mengambil alih dan tahun 1945 menjadi milik Indonesia. Kemudian Pabrik pengolahan the dari PT Sarana Mandiri Mukti ini masih terus beroperasi di dalam bangunan tua luas yang cukup bersejarah, kini dilabeli  dan menjadi sebagai bangunan cagar budaya oleh pemerintah.


“Ini adalah desa kelahiran saya dan sangat bersejarah bagi saya. Kakek saya, bapak saya, sampai saya sendiri bekerja di perkebunan teh ini. Ini teh enak yang telah mengalami banyak patah tumbuh, tengelam dan bangkit lagi sejak zaman Belanda. Dari kecil saya juga sudah berada di sini, dan saya tidak pernah beranjak dari daerah Kepahiang ini,” kata Sukardi. Pada awalnya pabrik ini hanya menghasilkan teh hitam dan sekarang telah berganti meproduksi teh hijau, dan tak memproduksi the hitam lagi karena teh hitam pamornya kini telah menurun di luar negeri.

Kini kawasan berudara sejuk ini menjadi salah satu alternatif wisata alam dan budaya di Bengkulu, dan teh dengan kualitas terbaik mesti dipetik di pagi hari sebelum matahari muncul. Itu sebabnya di pagi hari, pemandangan petani teh yang hilir mudik bisa menjadi cerita istimewa saat kamu berkunjung ke Kepahiang.


Kapan Waktu yang Tepat untuk datang ke Kebun The Kepahiang?
Wisata kebun teh ini ternyata telah menjadi pilihan berlibur para wisatawan yang ada di sekitar daerah ini ataupun para pemudik, terutama adalah ketika dihari libur besar seperti Hari Raya Lebaran/Idul Fitri.

Wisatawan yang datang ke kebun the kepahiang ini memang kebanyakan berasal dari Bengkulu. Tetapi ada banyak juga dari luar daerah  Bengkulu, seperti dari Sumatera Selatan dan juga dari Lampung.

Bakalan asik banget kalau  berwisata ke kebun the kepahiang ini bersama keluarga, sahabat, di Bengkulu. Suasananya sangatlah asri dan udaranya segar dan sejuk.
Tertarik kesana? Ternyata disana adapula fasilitas warung – warung kecil dan tempat persinggahan untuk menikmati secangkir kopi atau teh ditemani udara pegunungan. Bakal sangat nikmat juga kalau beli makanan dan makan di pinggir jalanan di sepanjang kebun teh Sensasinya itu lho!

Ini Tips Persiapan Melakukan Lintas Jalur Pendakian Gunung

Apa yang harus dipersiapkan untuk melakukan perjalanan lintas Jalur dalam pendakian?

berikut yang dirangkum oleh @galbramantio

1. Persiapkan Fisik dan Stamina sebelum melakukan pendakian lintas jalur
berada di alam bebas yang pada dasarnya merupakan bukan habitat manusia pada umumnya, kegiatan mendaki gunung membutuhkan kondisi fisik yang baik atau prima. Kita sangat disarankan untuk melakukan latihan fisik, terutama latihan kekuatan (strength) dan daya tahan, paling tidak 2 (dua) bulan sebelum kamu melakukan pendakian. Jika gunung yang akan Anda daki memiliki ketinggian lebih dari 3.000 meter misalnya, kita sebaiknya latihan fisik lebih lama lagi ya.

2. Lakukan Riset Kondisi Keadaan di Seuruh Jalur yang akan kita lalui lintas jalur
Lakukan riset dan kumpulkan informasi serinci mungkin tentang kondisi trek atau jalur di gunung yang hendak kita daki, suhu dan cuaca terkini, status gunung (terutama jika itu adalah gunung berapi yang kondisinya masih aktif), lokasi posko SAR, dan lain-lain. Semakin banyak informasi yang Anda punya, maka malah akan semakin baik.


3. Persiapkan Alat Pendakian

Peralatan yang kita butuhkan  dalam pendakian lintas jalur ataupun pendakian biasa bukan hanya soal peralatan P3K, tapi juga peralatan dasar pribadi seperti jaket, sepatu gunung, pakaian, tenda, kompas, peta pendakian dll. Persiapkan semua peralatan dengan seefektif dan seefisien mungkin sebelum melakukan pendakian beberapa hari sebelumnya karena kita harus membawanya terus menerus dari naik sampai turun gunung nanti. 
4. Hitung Kebutuhan Logistik Dengan Cermat
Logistik atau bekal makanan harus dipersiapkan dengan baik dan cermat sesuai kebutuhan team dengan estimasi yang sudah direncanakan agar tidak ada kekurangan selama dalam perjalanan. Tapi bukan berarti kita harus berlebihan dalam membawa logistik. 
5. Melakukan Konfirmasi ke pihak basecamp
Mengapa mengontak atau melakukan konfirmasi ke Pihak Basecamp itu sangat penting? Hal ini sangat diperlukan agar tidak terjadi kekhawatiran dari pihak basecamp yang ingin kita jadikan start melakukan awal pendakian karena menunggu rombongan kita yang tak kunjung datang, dan agar para pihak basecamp yang hendak menjadi tujuan kita turun nanti juga mendapat informasi dari pihak basecamp start mendaki. .

nah, itu mungkin sekian seputar beberapa tips melakukan pendakian lintas jalur di gunung.
Kalau menurut kalian apa lagi? .
.
foto : Pendakian Gunung Sumbing Lintas Jalur (Banaran Temanggung-Mangli Magelang)

Pengalaman Melihat Pendaki Tersesat di Gn. Arjuno Welirang


Berikut pengalaman bertemu pendaki tersesat di Gn. Arjuno Welirang

Jadi waktu itu saya muncak ke welirang berempat, 2 cewek 2 cowok. Ketemu rombongan dari surabaya 4 0rang laki semua + 2 orang dari gresik sama jepara. terus pas kita turun dari pondokan. Dijalur pendakian tiba2 ada orang teriak2 dari semak. Akhirnya rombongan saya teriak juga.

Orang yang disemak tadi teriak lagi, minta tolong dan bilang nyasar habis hilang selama 2 hari. Akhirnya teman2 saya semuanya berhenti , biar orang di semak tadi bisa samperin rombongan kami.

Ditunggu2 orangnya ga datang. Akhirnya teman2 saya teriak lagi. Orang disemak tadi teriak juga "saya ga kuat mas" . Akhirnya teman2 dari rombongan saya sekitar 6 orang itu nyamperin mas2 yang disemak tadi. Mereka buka jalur disemak semak.

Akhirnya ketemu. Kondisi mas2 tsb lemes banget. Pake baju + celana pendek. Ga pake sepatu jaket atau apapun. Lah teman2 saya sempet nanya ke mas2 tadi disemak2 . Mas2 nya malah bilang "habis tarung sama genji". Temen2 saya juga pada bingung. Mungkin orang ini agak linglung juga.

Akhirnya mas2 yang nyasar tadi dibawa temen2 saya ke jalur pendakian yang benar , kita kasih air putih satu botol sama madurasa 2 sachet. Sambil minum rombongan saya semua pada nanyain. Gimana kok bisa nyasar.

Nah, baru mas2 yang nyasar itu bisa menceritakan detail. Bahwa dia habis dari arjuna ngecamp di lembah kidang. Kata mas yang nyasar tadi "saya pas dilembah kidang itu tiba2 ga ingat apa2 mas, lah kok tadi kedengeran suara orang turun akhirnya saya teriak. Terus pn sahuti itu. Berarti saya kesasar jauh ya mas, saya kira ini tadi daerah lembah kidang mas".

Kata teman saya " iya mas jauh pn itu. Pn ga ingat apa2 lagi gitu mas "

Mas yang nyasar bilang " saya sempet ngmog sama orang, terus diajak turun,. Tiba2 nyampek rumah saya "

Salah satu rombongan saya " wah dibawa kayaknya mas. Di sasarin pn"

Waktu temen2 saya nyari mas yang nyasar itu, ada rombongan mau naik nanya ke kita ,( anggap aja namanya panji)" ada apa mas?"

Danang ( nama temen saya dari sby)" ini mas ada orang nyasar, katanya uda nyasar 2 hari mas"

Panji "wah jangan2 mas yang hilang tadi. Soalnya kita tadi ketemu mas2 laki2 bawa barang banyak banget. Ketakutan juga ekspresinya bilang ke saya kalo nyari temennya. Pagi jam 6 bangun tidur di lembah kidang, tiba hilang temennya. Dia juga uda nyari ke pucuk welirang sama arjuna. Tapi ga ketemu.akhirya turun. Dia lapor ke pos perijinan"

Danang " iya mungkin , coba aja ditanyain"

Akhirnya pas kita tanyai emang betul. Yang dibawah tadi temenya mas yang nyasar. Oh iya min , mas yang nyasar itu asli orang prigen. Mas yang nyasar / tersesat tadi kita putuskan buat dibarengin ke mobil jeep yang turun habis ambil belerang.

Pas kita turun sekitar jam setengah 6 magrib. Kita tanya ke panitianya , katanya orang yang hilang udah pulang. Alhamdulillag lega sekali rasanya . Pertama kali min, kita bisa nolong orang nyasar didunia nyata. Soalnya kita cuma tau sebatas dari berita2 instagram aja min. / @annisa_zulfa11

Rute, Kemegahan dan Mitos Air Terjun Tumpak Sewu


Kemegahan air terjun ini kerap dijuluki sebagai 'Niagara-nya Indonesia'. Diberi nama Air Terjun Tumpak Sewu, lantaran air terjun ini disebut-sebut memiliki seribu aliran air yang bila diartikan ke dalam bahasa Jawa adalah 'sewu'.
foto : Pesona Indonesia


Air Terjun Tumpak Sewu atau yang biasa disebut juga dengan nama Coban Sewu adalah sebuah air terjun berketinggian sekitar  120 meter yang lokasinya berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Coban Sewu atau Air Terjun Tumpak Sewu ini merupakan air terjun terindah di Pulau Jawa dan Indonesia, karena mempunyai panorama yang sangat indah.

Hal unik sekaligus menakjubkan yang ada  di air terjun tumpak sewu sini ialah deretan aliran air yang jatuh dari ketinggian 120 meter dan menciptakan suara deru yang sangat kencang. Panorama panorama yang disajikan di sekitarnya juga tak kalah mengagumkan, pemandangan hijau membalut indah tebing-tebing dan bebatuan yang berada di sekitarnya.

Air Terjun Tumpak Sewu ini berlokasi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Apabila kalian ingin berkunjung ke air terjun sini, ingat! Akan ada 2 spot menarik untuk menikmati keindahannya, yakni Pos Panorama dan Lembah Air Terjun Tumpak Sewu.
Lokasi Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang. 

Dimanakah lokasi tepatnya ya?
Air terjun tumpak sewu ini lokasi tepatnya adalah berada di Desa Sidomulyo, Kec. Pronojiwo, Kab. Lumajang, Jawa Timur. Tempatnya bisa diakses baik dari arah lumajang kota ataupun dari Malang. Perjalanan untuk menuju air terjun tumpak sewu dapat kita tempuh dengan waktu selama sekitar 1 sampai dengan 2 jam.

Lalu, rutenya bagaimana?   Ini Rute Menuju Air Terjun Tumpak Sewu

Apabila kita berjalan dari kota malang, maka akan memerlukan waktu tempuh perjalanan yang kurang lebih 2 jam-an. Rutenya menuju ke air terjun tumpak sewu yaitu dari kota malang – bululawang – dampit - tirtomulyo - pronojiwo. Dengan kurang lebih 100 meter sesudah tugu perbatasan Malang &Lumajang , ada gang menurun yang di kanan jalan. Kamu bisa mengikuti jalan itu lalu akan sampai di lokasi coban tumpak sewu. Air Terjun Tumpak Sewu atau juga bisa disebut dengan Grojogan Sewu bisa di akses dengan kendaraan bermotor ataupun juga dengan kendaraan pribad.  Saat perjalanan menuju kesana, kalian di jamin tidak akan bosan menyaksikan pemandangan yang disajikan oleh alam belantara yang sangatlah indah pesona dan panoramanya. Mungkin Air Terjun Tumpak Sewu ini dapat menjadi reverensi liburan dan dolan kalian saat akhir pekan.

Adakah mitos mengenai Air Terjun Tumpak Sewu?

Air terjun ini ternyata juga mempunyai hal hal unik seputar wisatanya. Namun untuk mitos – mitos atau hal yang berbau mistis belum ditemukan. Bahkan di internet juga belum tersebar, hanya ada beberapa mitos yang muncul, tapi di wsata goa yang dekat dengan air terjun Tumpak Sewu ini, saaat kamu berkunjung ke Air Terjun Tumpak Sewu, janganlah sampai melewatkan wisata Goa Tetes. Apalagi kedua destinasi liburan ini mempunyai lokasinya berdekatan dan tentunya masih ada dalam satu wilayah.

Jika kamu kesini, maka kamu perlu menuruni tangga dengan panjangnya sekitar 800 meter. Kondisinya juga cukup curam dan mengikuti permukaan tanah. Nah mitos yang ada disini adalah salah satunya mengenai jodoh. Konon apabila seseorang yang mandi di bawah pancuran air terjun ini, maka mereka akan dimudahkan dalam mendapatkan pasangan. Percaya nggak kamu? Kalau nggak percaya ya bisa dicoba deh kesana. Tapi awas hati – hati, syirik lo ya :D. Nah kamu kalau mau kesana dan membuktikannya, datanglah berkunjung ke Goa Tetes. Di sini kamu bisa menyaksikan sausana goa yang dipenuhi dengan tetesan air yang kemudian mengalir hingga ke sungai di bawahnya. Bentukyang ada dari area tebing cukup unik juga menjadi daya tarik tersendiri dari wisata ini.

Oya,  seputar air terjun tumpak sewu, untuk mencapai air terjun yang gagah ini kalian butuh sedikit perjuangan, Sobat. Tapi sesampainya di sana, diri ini rasanya betah dan enggan tuk beranjak pulang. Akses ke dasar air terjunnya susah. Curam dan berbatu. Semoga pemda bisa memperbaiki aksesnya.

#PesonaWisataJawaTimur
#PesonaIndonesia
#WonderfulIndonesia
#Lumajang
#AirTerjunTumpakSewu

Mendaki ke Gunung Prau Solo Hiking? Jangan Deh!


[SOLO HIKING Mendaki ke Gunung Prau? SAYA RASA TIDAK]
Penulis : @allbahai


.
Awalnya sh @sigitwahyu_pamungkas tiba –tiba  ngajak backpackeran ke timur Jawa, tapi berhubungan saya belum berani (dari segi duit dan waktu) saya menawarkan untuk naik gunung aja, "Prau" karena pengin naik gunung yang santuy banget, tapi pemandangannya subhanallah hehehehe .
Ngajak @smrafly (yang pengin diajak kalo nanjak bulan Agustus) eh ternyata lagi sibuk dia, ngajak @faisulr_ terhalang oleh ijin orang tua, alhamdulillah @dhickyaz mau diajak ikut heheheh

Akhirnya kita bertiga bikin multichat, dan sepakat mau naik tanggal 30 Juli. Saya berangkat dari nangor, @sigitwahyu_pamungkas dari kebumen, @dhickyaz dari jogja


Eh pas h-5 @sigitwahyu_pamungkas tiba2 batal ikut karena ada acara mendadak, sukur nya @dhickyaz katanya ngajak 3 teman nya dari jogja, alhamdulillah lumayan rame

H-1 malem nya langsung caw Wonosobo naik bus budiman 100k dari rancaekek. Eh pas udah mau nyampe Wonosobo @dhickyaz sama temen nya batal ke prau, gara2 ada acara mendadak. Ya udah lah naik sendiri alias "Solo Hiking" aja toh gunung prau insyaallah ngga bakalan sepi kok kecuali pas tutup wkwkwkwk


Jam setengah 4 pagi nyampe di terminal mendolo Wonosobo, langsung caw ke toilet. Pas keluar toilet ada rombongan pendaki juga yang baru nyampe, pas nanya basa basi eh ternyata mereka juga mau nanjak ke prau. Saya pun akhirnya cerita juga perihal temen2 yang pada batal ikut hwehwehwe. Mungkin karena kasian, mereka ngajak saya untuk naik bareng rombongan mereka yang berjumlah 9 orang. Mereka mahasiswa teknik dari mercu buana bekasi (makasih banyak rombongan bang @alfianrmdhnn hehehe)

Akhirnya jam 8 pagi kita caw ke basecamp patak banteng naik minibus 3/4 20k/orang, dan nyampe jam setengah 10 pagi


Sarapan, packing ulang, MCK, registrasi 15k/orang, jam 11 siang kita mulai naik


Karena pengin nanjak santuy, saya memutuskan untuk jalan di rombongan belakang sambil nemenin temen yang lagi kecapean (mungkin badanya kaget, karena pertama kali naik gunung)
Nah, bagi temen2 yang mau naik gunung ada baiknya untuk menyiapkan beberapa hal berikut : pertama fisik biar badan ngga kaget pas naik gunung. Persiapan nya sendiri bisa dengan joging 1 atau 2 minggu sebelum naik gunung. Kedua dana, ya iyalah buat kendaraan, logistik dan temen2nya. Ketiga peralatan, peralatan buat naik gunung yang temen2 kaya sepatu, jaket, sleeping, tenda. Kalo ngga punya bisa rental kok di sekitar basecamp pendakian. Dan terakhir pengetahuan, tentang gunung, track, estimasi, tekhnik survival. Kalo saya pribadi sebelum naik gunung biasanya bakalan cari2 info tentang gunungnya, nyari tau gunung nya buka apa engga, persyaratan di akun ignya (sekarang hampir semua gunung punya akun IG kok), dan nyari tau track lewat vlog di yutub tau blog2 pendakian. Kalo hal2 tersebut udah disiapin, InsyaAllah bakal menurunkan resiko kejadian yang tidak diinginkan


Singkat cerita kita nyampe di puncak jam 3 sore. Sholat, masak2, makan2 minum2, bercanda2, eh ngga kerasa udah jam 10 malem, langsung bobo deh, biar besok bisa bangun buat menikmati sunrise + pemandangan indah khas gunung prau hehehe

Mantaps


Dear Pendaki, Ini 5 Alasan Kenapa Kamu Masih Jomblo



Jomblo? Ya itulah salah satu problem yang cukup selalu hangat dan taka da habisnya bila di bahas di kalangan pendaki gunung Indonesia jaman now. Jomblo pendaki termasuk salah satu penyakit akut dari hati yang dialami kebanyakan pendaki gunung.

Dear Pendaki, Ini 5 Alasan Kenapa Kamu sebgai seorang pendaki sampai sekarang ini masih mengalami hal miris yang dinamakan Jomblo :D

1. Kebanyakan Naik Gunung Bareng Temen
Mungkin saat ini kamu masih sering naik gunung sama sobat²mu, bukannya punya banyak kenalan pas di gunung, tapi kalian malah lebih asyik menghabiskan perjalanan dan obrolan sama sobat sendiri. Nyatanya memang ngobrol bareng temen itu lebih asyik pas di gunung. Kadang kamu mungkin sering berfikir ngobrol bareng pendaki lain yang tidak dikenal itu kurang asyik soalnya sekarang ini gunung – gunung ramai dan banyak pendaki pemula atau kawula muda yang kurang respect atau tak peduli dengan pendaki lainnya. Mungkin itulah salah satu hal yang membuatmu malas untuk berbicara dengan pendaki lainnya.


2. Kebanyakan Ngopi dan Begadang Bareng Sobat
Sebagai seseorang yang menjomblo menahun, dengan titel mahasiswa ataupun pekerja yang menghabiskan pagi sampai siang atau sore melakukan aktifitas individunya, mungkin kalian nggak sadar kalau ternyata  hampir tiap malam setelah bekerja dari pagi sampai sore kemudian ngopi dan begadang bareng temen di tongkrongan. Walaupun terkadang kalian juga membahas dan ngomongin seputar cewe yang kamu suka sudah bersama yang lain, tapi kamu tetep santuy.


3. Kurangnya bergaul dengan Pendaki Cantik

Mungkin ini juga menjadi salah satu problem kamu ya. Penyebabnya ya karane kalian mungkin kurang bergaul dengan teman lawan jenis dengan jobi yang sama. 
Sebenernya ini termasuk salah satu problem pendaki jomblo. Tapi sebenarnya mungkin juga bukannya kurang bergaul dengan lawan jenis, tapi rata² pendaki cantik itu biasanya udah pada punya gandengan.


4. Lebih Pilih Naik Gunung Ketimbang Do'i
Kadang pendaki mikirnya suka ngerasa ribet kalau punya pasangan yang ngelarang² berkegiatan alam seperti mendaki gunung. Entah karena bahaya lah, diterkam binatang buas kek, atau lainnya. Akhirnya pendaki lebih memilih putus dan pengen bebas berpetualang.


5. Emang Belum Jodohnya
Masalah jodoh telah tertulis di lauhul mahfudz. Namun, kenyataanya masih tetap ada saja yang masih bingung memikirkan perihal yang satu ini. Lalu, bagaimana cara menyikapi jodoh yang tak kunjung muncul kejelasannya?

Sebenarnya, berusaha atau tidak berusaha, jodoh itu sudah ditetapkan. Tapi masalahnya bukan itu. Bahwa kita tetaplah dianggap berbuat keliru kalau kita nggak berusaha. Yang dituntut oleh Tuhan dari kita adalah upaya, ikhtiar dan niat baik yang kita lakukan untuk mendapatkan do'i. Dengan upaya yang benar dan niat yang tulus bersih itulah, kita akan mendapatkan pahala. Hasilnya, Yang Maha Kuasa yang menentukan.

Nah itu, kamu termasuk yang nomor berapa guys?
Semangat ya guys!


Rute dan Harga Tiket Menuju Benteng Pendem Ambarawa (Fort Willem)


lagi cari tempat wisata buat piknik murah meriah aja nih guys?. Cukup dengan bawa kamera dan bawa diri yang happy kamu bisa datang ke tempat ini. Tempat paling pas untuk piknik murah meriah ini ada di Benteng Pendem Ambarawa, Kabupaten Semarang. Sudah siap untuk dapat foto-foto ciamik belum?

foto : Pesona Indonesia

Ambarawa ini merupakan salah satu wilayah yang berada di Indonesia yang kental dengan sejarah masa lalunya. Mulai dari adanya  legenda Rawa Pening hingga adanya sejarah dari era kolonial Belanda. Nama Kota Ambarawa juga kian dikenal masyarakat Tanah Air karena pernah meletus adanya pertempuran besar pascakemerdekaan Republik Indonesia, yakni perang Palagan Ambarawa antara pejuang Indonesia melawan para  tentara sekutu.

lokasi tempat Benteng Fort Willem atau  yang malah lebih dikenal dengan Benteng Pendem Ambarawa ini berada  di area kompleks tentara di Ambarawa. bagaimana rute menuju ke benteng pendem ambarawa fort Willem ini? Cara untuk menuju ke Benteng Pendem ini sangat mudah. Paling enaknya adalah dengan datang ke sini naik motor karena kita bisa melewati jalanan - jalanan kecil dan sempit yang dikelilingi sawah hijau dan udaranya super segar.

Benteng pendem ini dapat ditempuh hanya sekitar satu jam dari Kota Semarang dengan jarak tempuh kurang-lebih sekitar 40 kilometer. Akses jalan  menuju benteng salah satunya adalah melalui jalan kecil di sebelah timur RSUD Ambarawa.

Sejarah benteng
Pada tahun 1840-an saat VOC berkuasa di Jawa, Ambarawa menjadi  titik sumbu strategis antara Semarang dan kota Surakarta. Awal abad 18, VOC membangun benteng benteng  yang berada di sepanjang jalur Semarang – Oenarang (sekarang ini menjadi Ungaran) – Salatiga – Surakarta (Solo). Rancangan ini bertujuan  untuk pengembangan hubungan dengan Kerajaan Mataram. Kamp-kamp militer juga telah dibangun di kota kota yang akan dilalui, tak terkecuali kota Ambarawa. Di  masa kekuasaan Kolonel Hoorn, pada tahun 1827-1830, sempatjuga  ada barak militer dan penyimpanan logistik militer, pada tahun 1834 dibangunlah sebuah benteng modern di Ambarawa ,kemudian diberi nama Benteng Willem I yang pembangunannya berakhir tahun 1845.

Tahun 1853 hingga tahun 1927 digunakan menjadi  barak militer KNIL yang terhubung ke Magelang, Yogyakarta, dan kota Semarang melalui jalur kereta api. Umumnya benteng dibangun dengan prinsip defensif atau untuk pertahanan yang  kuat yang dimaksudkan untuk pertahanan dari serangan musuh. Sering dijumpai dibangun parit mengelilingi benteng guna memaksimalkan pertahanan. Namun Benteng Willem I ini ternyata juga memiliki desain berbeda. Dengan adanya banyak jendela, benteng ini ternyata bukan dirancang untuk pertahanan. Kemungkinan adalah diapakai untuk barak militer dan penyimpanan logistik para militer. Di bentengnya juga tidak dilengkapi bangunan yang digunakan sebagai pelindung atau sebagai tameng. Dan tidak ada pula bekas bekas lobang di puncak puncak dinding seperti halnya pada benteng benteng peninggalan Portugis yang dirancang untuk memasang meriam.

Bangunannya yang tinggi khas bangunan Belanda  terdiri dari jendela-jendela dan ruangan. Tiap sudutnya menarik untuk dijadikan latar belakang berfoto. Nggak heran kenapa makin banyak warga yang datang baik untuk sekedar piknik, mengambil foto suka-suka, atau bahkan foto pre wedding.

foto : Kompas.com


Harga Tiket / htm masuk benteng Pendem Ambarawa
Akses jalannya tidak terlalu luas sehingga paling pas untuk menuju kesana adalah dengan menggunakan sepeda motor, tidak usah pakai mobil atau bus yah! Nantinya kamu ikuti jalan itu saja, jalan itu akan sampai di pintu masuk kedalam benteng. Disana terdapat area fasilitas untuk memarkir kendaraan dengan tarif Rp 5.000.





Monumen Bajra Sandhi Dengan Sejarah, Keunikan dan Harga Tiketnya


Kalau di ibukota Jakarta punya Monas, Monumen Bajra Sandhi ini ibarat bagaikan Monas-nya Bali. Monumen ini begitu menawarkan wisata sejarah sekaligus edukasi untuk para wisatawan atau traveler yang berkunjung kesini. Pemandangan luarnya saja sudah sangat memikat, kamu pasti bakal penasaran pengin liat ke dalamnya kan!

foto : pesonaid_travel

Dimana tempat tepatnya alamat Monumen Bajra Sandhi ini?
Monumen Bajra Sandhi berlokasi di Jalan Raya Puputan, Denpasar, Bali, tepatnya di Lapangan Renon. Bangunannya yang penuh dengan arsitektur bentuk bentuk khas Bali yang sangat memanjakan mata. Di dalamnya ada museum tentang sejarah perjuangan rakyat Bali tempo dulu. Serunya lagi kalau kita bisa menikmati 33 diorama yang akan menggambarkan Bali dari masa ke masa. Jangan lupa singgah sebentar ke sebuah telaga cantik yang juga dihuni oleh banyak ikan!

Bukan hanya  monumen dan museum sejarah. Ada Museum 3D juga lho, letaknya di lantai dasar Monumen Bajra Sandhi! Namanya IAM BALI 3D Museum. Tempat paling pas kalau ingin berburu foto kece nan unik.

Saat pertama kali masuk ke kawasan monumen Bajra Sandhi, mata anda akan dimanjakan dengan arsitektur dan keunikan monument ini dengan khas Bali yang sarat dengan makna filosofi ajaran Hindu dan simbol kemerdekaan yang mempunyai keunikan tersendiri. Anak tangga yang berada di pintu utama Monumen Bajra Sandhi jumlhanya adalah 17. Juga terdapat sejumlah 8 buah tiang agung di dalam monumen yang mempunyai tinggi 45 meter. Bangunan tersebut inilah merupakan simbol tanggal kemerdekaan negara Republik Indonesia. Inilah keunikan monumen Bajra Sandhi yang juga memberikan makna dan filosofi tentang kemerdekaan Indonesia.

Di museum ini uga terdapat berbagai peninggalan koleksi foto-foto pendaratan tentara Belanda di pulau Bali dan foto-foto perjuangan laskar Puputan yang dipimpin I Gusti Ngurah Rai.

Kenapa dinamakan dengan museum Bajra Sandhi?

Dinamakan museum Bajra Sandhi karena jika dilihat dari bentuknya itu yang menyerupai bajra atau genta yang digunakan para Pendeta Hindu dalam mengucapkan Weda (mantra) pada saat melakukan upacara keagamaan.
 .
Bagaimana Sobat, udah cukup penasaran? Rencanakan perjalananmu ke Bali, yuk!
Tahukah kamu? Ternyata  banyak wisatawan domestik yang justru  tidak tahu akan kawasan Renon Denpasar. Malahan yang banyak mereka tahu tentang monumen Bajra Sandhi Renon adalah  para wisatawan asing. Seperti wisatawan dari Korea dan China. Pertanyaannya, Emang ada apa di kawasan Renon itu yah?

foto : pesonaid_travel

Sejarah dari Museum Bajra Sandhi
Pencetus ide yang melakukan pembangunan monument Museum Bajra Sandhi  ini adalah Prof Ida Bagus Matra saat itu menjabat sebagai Gubernur Bali tahun 1980. Arsitektur dari monumen ini Ir. Ida Bagus Gede Yadnya, beliau memenangkan kompetisi arsitektur monumen ini tahun 1981. Design arsitektur dari Ir. Ida Bagus Gede Yadnya yang memiliki arti hari kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945, dengan adanya design 17 gerbang pintu masuk, 8 pilar utama dan pada  ketinggian monumen  atau museum ini sekitar 45 meter.

Monumen Bajra Sandhi Renon, pada awal pembangunan di mulai tahun 1981 kemudian sempat terhenti dan dilanjutkan tahun 1987. Peresmian yang dilakukan untuk Monumen Bajra Sandhi dilakukan oleh Presiden menjabat saat itu, adalah Ibu Megawati Soekarno Putri, tanggal 14 Juni 2013. Nah, di depan Monumen Bajra Sandhi inilah diadakannya kegiatan parade pesta kesenian Bali setiap tahunnya, yang biasanya akan dibuka oleh Presiden Indonesia.

foto : pesonaid_travel


Berapa  Harga Tiket Masuk Monumen Bajra Sandhi ini?
Untuk biaya registrasi tiket masuk ke monumen Bajra Sandhi ini dapat anda lihat di bawah ini:

Orang Dewasa, Rp 25,000/orang.
Anak, TK & SD, sekira Rp 2,000/anak.
SMP, SMA & Mahasiswa, sekira Rp 5,000/orang.
Parkir mobil  skira Rp 5.000/mobil.
Parkir sepeda motor sekira Rp 2.000/sepeda motor.

Upacara di Puncak Gunung, Setuju atau Tidak?


Melakukan upacara di puncak Gunung setuju atau tidak?
Mendekati 17 Agustus, banyak masyarakat Indonesia yang bakal membahas seputar dunia pendakian dan upacara tentunya. Ada yang begitu semangat, ada pula yang malah justeru merasa rishi dengan kegiatan upacara di puncak gunung – gunung di Indonesia. Lalu gimana menurutmu sobat?



Berikut pendapat dari beberapa orang yang menyampaikan pendapatnya di komentar Instagram:


Menurut akun @ paqueena, dia awalnya tidak setuju dengan upacara di gunung, tapi setelah merenenungkan kembali, dia pun setuju, berikut yang ia katakana :
Hahaha... sudah salam damai para sahabat gunung 😃, menurut saya ide upacara bersama adalah ide baik, merapatkan barisan dan kecintaan kita terhadap negeri ini.


Kok pamer? iya pamer contoh yang baik, asal dapat menekan sombong akan keangkuhan (menurut saya). Kenapa di gunung?, ya karena idenya sahabat gunung, kan bukan anak pantai. (ingat alam ini di titipkan Allah bukan ke beberapa manusia, tapi semua manusia di bumi, ide ini dapat mengingatkan untuk menjaganya bersama). Nanti jamaah upacara merusak ekosistem!, tidak usah menunggu upacara, musim liburan lalu ajah gunung sudah seperti naik haji, mungkin upacara besok dpt menghimbau & menjadi sarana mengingatkan utk tdk merusak alam atau sadar sampah.
Tadinya saya tidak setuju, tapi Alhamdullilah setelah di renungkan, bisikan setan supaya egois, sombong, berasa senior, nyinyir, dll., jd hilang dan dpt berfikir secara positif., jadi saya SETUJU!

FYI: Pecinta alam itu sangat cinta dengan keindahan alam, tapi masa sih lupa & tidak hormat sama sang penciptanya Allah SWT. Jadi buat besok yg upacara jangan nyampah dan merusak gunungnya ya, titip di jagain!!!, Bismilla

Menurut @xylophiless_ dalam komentarnya mengatakan buat apa merayakan 17 agustus di puncak kalua masih banyak sepenuhnya belum merdeka. Berikut :
Kemerdekaan cuman diperingati tgl 17 agustus doang, sementara setiap harinya masih banyak orang yang ga sepenuhnya merdeka. Banyak orang yg digusur rumahnya demi pembangunan yg didanai investor asing untuk ruang komersialisasi, banyak orang yang kelaparan, petani digusur paksa lahannya buat pembangunan bandara yang jelas cacat prosedur, banyak anak-anak kecil harus berjuang diperempatan jalan dan tak bisa sekolah, rakyat papua yg tidak bersalah dibunuh dan dirampas kemerdakaannya, rakyat pekayon digusur rumahnya dan sudah 3 tahun hidup di posko yg seadanya tanpa ada perhatian dari pemerintahnya. Dan masih banyak perampasan kemerdekaan lainnya di sekitar kita. Lalu buat apa memperingati kemerdekaan di atas gunung hanya demi foto dan eksistensialisme lainnya kalo disekitar lingkungan kita aja masih banyak perampasan kemerdekaan pada sesama kita?


Karena setiap manusia mempunyai pendapatnya masing – masing, mari kita hadapi dan hargai pendapat mereka. Bagaimana dengan merayakan di Puncak Gunung. Tentunya bila kita ingin melakukan hal – hal yang berkaitan dengan kebaikan dan patriotism. Melihat dari sisi baik dan buruknya.
Bila kita mendaki gunung untuk merayakan dan melakukan upacara 17 Agustus dan melupakan esensi mendaki gunung, kalian malah buang sampah sembarangan, coret – coret di gunung dan melakukan hal yang merusak alam, maka sebaiknya kalian dirumah saja. Tak usah mendaki!
Jadi, ketika kita akan melakukan pendakian bersama untuk merayakan 17 Agustus, tanamkanlah jiwa patriotismu dan kebermanfaatanmu kepada gunung. Lakukan upacara dan bersih gunung, setidaknya.