Mendaki Gunung Di Umur 60-an, Mbah Yuni Sangat Bersemangat


Simbah berusia lebih dari 65 tahun ini bernama mbah Yuni. Meski tak lagi muda tetapi mbah Yuni ini telah menggapai cukup banyak gunung di Indonesia lho guys.

Ceritanya ini lagi melakukan  Ekspedisi Latimojong. Seperti yang tertera dari foto @andi_afadlii.

Berawal dari keinginan di masa mudanya, mbah Yuni yang akrabnya sering dipanggil ‘Ibu Pendaki’ ini kemudian merealisasikan impiannya di usia senja. Ternyata beliau juga terkenal lho guys, beberapa waktu lalu juga sampai dipanggil oleh master Dedy ke acara Hitam Putih.

Dalam perjalanannya, Mbah Yuni tak mendaki sendiri, ia ditemani anak-anaknya saat mendaki, bahkan kadang juga bersama cucunya lho guys. Semangat beliau mendaki di usia 60 an membuat banyak netizen kagum.

Jadi intinya ya guys, mendaki gunung itu bisa dilakukan oleh siapa saja. Buktinya mbah Yuni melakukan keinginannya di usia yanh tak lagi muda. Tekad dan kemauanlah kuncinya. Siapa yang punya tekad, dia pasti akan menggapainya.

Dari hal yang dilakukan beliau juga mengajarkan rasanya mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan, memanfaatkan waktu di dunia ini dengan hal hal yang postifi, merawat lingkungan dan mencintai alam.

Kalian yang masih muda belum loyo buat muncak kan?
Setelah melihat mbah ini jadi semangat pengen muncak lagi nih 😁. Sehat selalu nggih mbah!
@mountnesia @mountnesia

Mistis Gunung Gede, Hipo dan Kesurupan Nenek Nenek


NENEK YG SAYANG PADA CUCUNYA*
Pagi itu hari sabtu 21 September 2019 kami berkumpul untuk melakukan persiapan pendakian dirumah saya, ada 5 orang (termasuk saya, 4 cowo 1 cewek) yang akan melakukan pendakian Gunung Gede via Putri. Mereka adalah Gese, Abef, Budi, dan Lutfia. Kami berencana melakukan pendakian pada sore hari karena menunggu Lutfia pulang kerja. Tapi ada 3 teman kami (Umar, Tunas, Lutfi) yang berasal dari jkt dan tangerang yg rencananya akan mendaki bareng rombogan kami, tetapi karena Tunas rentan kedinginan jd mereka memilih utk mendaki jam 10 siang dan menunggu di alun-alun timur Surken. Jam 2 siang kami berangkat dari rumah saya, butuh waktu 2 jam utk sampai ke BC.

Setelah sampai ke BC Abah anwar, kami shalat ashar dan makan utk mengisi tenaga.
Pada pukul 17:00 kami memulai pendakian dengan membaca doa. Kami berjalan perlahan hingga rehat di pos bayangan 1 sembari mendengarkan adzan magrib. Hari mulai gelap tanpa cahaya selain dari rombongan kami,  dan kamipun sampai di pos 1. Saat itu Lutfia beristirahat sambil memejamkan mata, dan sontak saya pun sedikit menegur dia utk tidak beristirahat sampai tertidur dan kalo lapar atau cape lebih baik istirahat jangan ngantep beuteung (nunda lapar). Dan dia pun nurut tp 'agak' ngeyel karena dia lumayan keras kepala.

 Kamipun melanjutkan perjalanan dan Melawati beberapa rombongan yg ada sebelum kami, tak ada yg aneh perjalanan dari pos 1-3. Tp ketika diantara pos 4 (50 meter sblm pos 4) keatas seperti ada yg mengikuti kami. Angin berhembus kencang, saat itu si Abef merasa ada yg berhembus cepat dari sisi kanannya dan dia pun meminta tim utk rehat sebentar, dan Lutfia duduk diantara akar2 pohon dan kembali sambil tertidur. Awalnya tak ada yg aneh, tp ketika akan melanjutkan perjalan kami mencoba membangunkan Lutfia tp tak ada respon apa2. Ternyata dia terkena gejala HIPOTERMIA.

Sayapun bergegas menyimpan carier saya dan lgsg memindahkan Lutfia ketempat yg agak landai. Gese dan Abef lgsg memasak air panas dan dimasukan ke botol utk menghangatkan tubuh Lutfia. Kondisi dia mulai mual mual, dan menangis. Saya bergegas membuka jaket yg dia kenakan dan menempel kan botol td ke tubuhnya sambil menunggu rombongan yg ada dibawah kami dan meminta bantuan karena blanket yg saya persiapkan dari rumah tidak terbawa.  Dan mereka membantu kami memberikan blanketnya utk Lutfia.  Setelah ada wanita dari rombongan lain yg bersedia utk metode skin to skin. Saya mencari lahan utk mendirikan tenda darurat namun tidak ada, terpaksa saya mendirikan tenda di jalur pendakian. Lalu dibawa lah Lutfia kedalam tenda utk diobati, ketika akan dilakukan skin to skin dia berontak dan menjerit-jerit. Dia mulai mual-mual dan berhalusinasi, setelah dia kembali tenang, wanita yg membantu kami mulai masukan blanket ke tubuhnya dan mengganti bajunya  tp dia malah ngamuk, teriak dan berontak. Tetapi kami ttp memaksa mengganti baju dia. Stelah diganti, dia tertawa layaknya nenek2. Dan ternyata dia mulai kerasukan.

Saya berusaha tetap tenang dan mendengarkan apa yg diomongkan nenek2 yg merasuki tubuhnya. Berikut percakapannya. *Aslinya bahasa Sunda lemes+kasar.
👻: kalian mau apa kesini? Rame-rame ngeganggu emak. 
👦: ah nggk mak, kami cuma pngen main aja kesini nggk ada niat lain-lain. Dari bawah juga saya minta ijin utk kesini.
👻: Asal kalian tau! Emak paling  gk suka sama orang yg pake baju merah, itu seperti nantangin emak. Emak liat tadi banyak orang yang pake baju merah yang lewat tapi saya biarin aja! Apalagi cewe yg pake baju merah berani2nya nandingin kecantikan emak! (Kebetulan budi dan dia memakai baju, jaket dan carier warna merah). Nah ini baju ini (sambil nunjuk Budi) buka! Emak gak suka ngeliatnya, masukin ke sana apa itu yg hitam (tas). *Padahal posisinya lg merem & gak sadar. Ko tau yah posisi tas sama warna baju org lain?

👦: Iya mak lgsg saya masukin ke tasnya.
👻: Kalo kalian datang ke tempat emak itu harus sopan! 
👦: Iya mak kan dari awal juga minta izin. (karena sayapun  merasa tdk melakukan hal2 yg sembarangan).
👻: Ini cucu emak cantik gini kalian biarin, kalian tega! cucu emak laper dan cape tadi bilang ke emak! 
👦: Iya mak maaf, tadi udh saya bilangin dari awal juga suruh bilang kalo ada apa2. Iya mak saya jagain terus Mak.
👻: Jagain cucu emak, tega kalian! Yaudah, sekarang kalian pergi dari sini dari tempat saya, jangan ganggu saya! Saya mau istirahat!
👦: Iya mak mohon maaf sebelumnya. (Dan akhirnya dia keluar dari tubuh Lutfia).

Setelah Lutfia kembali sadar, Kamipun membongkar tenda dan sesegera mungkin melanjutkan perjalan sampai ke alun-alun Surya kencana. Tidak berhenti sampai disitu, stelah mendirikan tenda di alun2 Surken timur. Tenda kamipun masih diganggu, mulai dari pelemparan hingga gesek2an di samping tenda (yang ditempati Lutfia). Saya tetap berfikir positif kalo itu cuma angin. Pagi pun menjelang.

Dan kami mulai memasak dan melanjutkan ke puncak. Stelah turun dari alun2 saya kembali ke tempat dimana kejadian semalam utk kembali meminta maaf dan meminta agar dia tdk mengikuti sampai kerumah. Tapi, setelah keesokan harinya sesampainya dirumah, Lutfia cerita di grup kalo semalam dia mimpi buruk tentang di gunung gede dan tidurnya diganggu oleh mahluk itu hingga sesak nafas. Sekian~
*Lutfia tidak dalam keadaan haid
*Ternyata dia tdk meminta izin ortunya


Cerita dari @alvanwildan

Manfaat Tisu Magic Untuk Mendaki Gunung

Terlihat aneh memang mendengar tisu magic alias tisu sulap ini bila kita bawa saat pendakian. Tapi, ternyata benda yang aneh tersebut sangatlah berguna.


Ternyata Tissue magic sekarang tambah populer di tengah lingkungan orang dewasa yang sudah memiliki pasangan hidup. Ada sejumlah klaim dan anggapan yang mengatakan manfaat dari penggunaan tisu magic itu bisa memperkuat ereksi. Klaim atau anggapan lain juga menyebut bahwa ereksi bisa menjadi tahan lama sehingga Anda akan merasa puas, benarkah demikian? Dan katanya juga sering dipakai untuk mendaki gunung?

Lalu, Apa Itu Tisu Magic?

Tisu magic ini adalah sejenis tisu basah yang dianggap memiliki beberapa manfaat dan terutama terkait dengan aktivitas pada kegiatan seksual. Sebenarnya, tisu magic ini merupakan sejenis dengan obat kuat semacam hammer of thor tapi dalam bentuk berupa tisu basah.

Manfaatnya adalah membuat ereksi tahan lama, stamina bertambah, menghilamgkan aroma tak sedap, dll. Namun yg dibahas disini adalah manfaatnya untuk pendakian ya, yuk simak dibawah ini.


Nah, ternyata banyak manfaatnya guys dalam pendakian. Sebab, dapat digunakan sebagai alternatif pengganti balsem atau obat gosok supaya rasa sakit yang disebabkan ketika kamu mengalami kram bisa hilang sementara.

Pendaki juga boleh juga bawa tisu magic saat mendaki gunung, selain untuk berjaga-jaga kalau kalian mengalami kram atau pegal, tisu magic ini malah lebih ringkas dibawa dan bisa dimasukan dalam kotak P3K daripada balsem.

TAPI BUNGKUSNYA DISIMPAN YA, JANGAN DIBUANG SEMBARANGAN !!!!!
#mountnesia#pendakiindonesia#jakarta#surabaya#jogja#riau

Donggo Tabe Nae, Cinder Cone Gunung Tambora

Donggo Tabe Nae, adalah salah satu dari sebanyak 40 cinder cone yang ada dan tersebar di sekeliling Gunung Tambora. Berbentuk kerucut terpancung dengan tinggi puncaknya sekitar 800 Mdpl, bukit ini memiliki garis tengahnya terlebar 1.6 Km.

Apa itu Cinder cone?  Cinder cone adalah bukit berbentuk kerucut yang biasanya curam dan terbentuk di atas ventilasi magma gunung berapi. Cinder cone biasanya terbentuk oleh letusan gunung dengan sejenis Strombolian. Cinder cone ini dibangun dari lava fragmen-fragmen yang disebut abu vulkanik. Abu dan juga pecahan kecil batuan vulkanik menyebar ada di sekeliling gunung. Sebagian besar gunung jenis ini akan membentuk mangkuk di puncaknya dan cukup luas. Jarang ada yang tingginya di atas 500 meter dari tanah di sekitarnya. Contoh cinder cone : Gunung Paricutin di Meksiko, Gunung Rinjani di Nusa Tenggara dan di gunung Tambora. Bila dasar dan dinding corong kepundan tak dapat ditembus air maka akan terbentuk danau kawah, seperti yang ada pada G. Rinjani.

biasanya cinder cone memiliki bentuk mangkuk datar dan lebar di puncaknya. Diameter cinder cone rata-rata adalah  sekitar 800 meter (2600 ft) dan berkisar antara 250–2500 meter (820–8200 ft). Diameter kawah berkisar antara 50 hingga 600 meter (160–1970 ft).
Adapun untuk ketinggian dari kaki bukit 200-400 meter. Dibagian tengahnya terdapat lapangan dengan luas 7 hektar. Karena menampung banyak vegetasi, puncaknya juga dipercaya dapat menjadi habitat hewan rusa. Donggotabe Nae dapat dipandang dari jarak yang cukup jauh hingga belasan kilometer, sehingga banyak yang menyangka bukit ini adalah Gunung Tambora itu sendiri. Tempat ideal dan paling recommeded untuk memandang Donggotabe Nae adalah Selfi Point di Pos 3 Jalur Pendakian Piong. Dari sini Donggotabe Nae terlihat utuh dengan latar belakang laut Flores, sedangkan dibelakang kita terlihat puncak Tambora menjulang.
Kendati bisa dilihat kapanpun, tetapi waktu yang cocok dan paling instagenik adalah senja hari dibulan Apri - Agustus. Savana menjelang musim kemarau memberi warna yang dramatis.

Menarik bukan guys?





Basecamp Ranupani dan Sampah Pendaki Semeru


Ranupani adalah pintu masuk dan lokasi akhir pendakian ke Gunung Semeru. Meningkatnya minat untuk mendaki Gunung Semeru ini tidak diimbangi dengan kesadaran menjaga lingkungan. Sehingga setiap bulannya, terdapat dua ton sampah terkumpul yang berasal dari aktivitas warga Desa Ranupani dan aktivitas pendakian.

Tiga kelompok masyarakat yang terdiri dari Taruna Wisata, Kelompok Belajar Lingkungan Rukun Mandiri, dan Ikatan Peduli Lingkungan, akhirnya membentuk Kelompok Kebersihan Lingkungan (KKL) Desa Ranupani untuk mengatasai permasalahan sampah tersebut.

KKL didampingi oleh Sahabat Volunteer (SAVER) Semeru bergerak dalam bidang manajemen pemilahan dan pengolahan sampah pendaki di Tempat Pembuangan Sampah Pendakian yang ada pasa gambar. Mereka memberikan semangat edukasi untuk pendaki perihal kepedulian terhadap kondisi alam dan lingkungan Semeru, khususnya permasalahan sampah yang harus dibawa turun lagi dan edukasi informasi umum di Gunung Semeru.

Karena sebagaimana yang kita tahu, timbunan sampah di gunung sudah bukan menjadi rahasia lagi. Namun sudah menjadi permasalahan yang harus kita selesaikan bersama demi menjaga dan melestarikan ekosistem alam. /Sumber @sebumi.id

Pendakian ke gunung Semeru bisa dibilang adalah suatu perjalanan perasaan, pembentukan jati diri dan petualangan hebat dan mungkin tidak akan pernah ter lupakan. Banya kenangan yang bakal tersimpan rapih di dalam memori pikiran, entah saat melihat kejaiban danau Ranu Kumbolo, menyaksikan kemegahan puncak Mahameru atau saat merasakan kehangatan yang begitu erat tentang persaudaraan di tengah-tengah dinginnya malam.

Di Ranu Pane, kamu bisa menemukan ada beberapa warung yang menjual berbagai makanan dan beberapa perlengkapan untuk persiapan pendakian. Saat akan mendaki gunung Semeru, kamu bisa melengkapi logistik juga di basecamp Ranu Pane.

Jangan lupa juga sebelum mendaki untuk membawa KTP atau kartu identitas lainnya untuk mengurus perijinan. Buat yang rumahnya tinggal di luar kota, kamu perlu mengurus perijinan lewat booking online, mengingat bahwa batas kuota untuk pendaki gunung Semeru, hanya 500 orang per hari.

Awan Lenticuler Berbahaya Untuk Pendaki Gunung?



Sepertinya Lawu yang paling besar awan badainya kemarin (3/10/2019)
Video : https://www.instagram.com/p/B3LHoerJNNE/?igshid=1rlwezx6fhrbp

Dari video terlihat angin cukup kencang, padahal lokasinya  masih dibawah. Seorang netizen kemarin juga menceritakan bahwa dirinya sedang pulang pagi hari sekitar jam 8 melewati jalan lintas magetan - karanganyar, begitu melewati lereng lawu suasananya terasa gelap dan angin menjadi sangat kencang.
Diketahui bahwa awan tersebut adalah awan topi atau awan lenticuler. Awan Lenticular adalah awan yang biasanya mempunyai bentuk seperti piring raksasa yang biasa ditemukan di dekat gunung, bukit atau pegunungan. Awan ini terbentuk dari hasil pergerakan angin yang menabrak dinding penghalang besar seperti pegunungan yang akhirnya akan menimbulkan sebuah pusaran.
Dari jauh awan tersebut terlihat begitu padat padahal tidak demikian, terlihat padat karena aliran udara lembab yang terus mengaliri disekitar awan dan akan keluar lewat permukaan paling bawah sehingga awan ini bisa bertahan hingga berhari – hari.

Walaupun awan ini adalah fenomena alam yang indah, tapi awan ini sangat dihindari dan ditakuti oleh para awak pilot pesawat. Karena adanya awan ini dapat menyebabkan turbulensi untuk pesawat yang nekat memasuki awan atau hanya terbang di dekat awan Lenticular tersebut.

Turbulensi adalah gerakan udara yang tak beraturan yang disebabkan oleh perbedaan dari tekanan udara atau suhu. Fenomena semacam itu tentu sangat berbahaya bagi penerbangan.

Bagi pendaki gunung awan ini juga termasuk menakutkan, karena bila ada awan ini dapat menyebabkan terjadinya angin kencang dan bahkan hujan yang sangat deras di gunung yang diselimuti awan ini. Istilahnya disebut badai.
Celakanya lagi adalah apabila pendaki tak menyiapkan semuanya dengan matang, dapat menyebabkan hal² yang tak diinginkan bagi pendaki. Hipotermia adalah salah satu gejala yang banyak ditemukan dalam dunia pendakian.

Perjalanan Mendaki Kerinci Naik Motor

Sosial media mampu mempertemukan mu dengan siapa saja tanpa dugaan, membungkusnya dengan rapi dan membuat mu menjadi kasmaran.

Cerita perjalanan dari @andrey_chart - Bermotoran dari Provinsi Riau ber 5 orang dan 3 motor lalu singgah di provinsi tetangga, Sumatra Barat untuk menjemput 1 orang lagi.

Bermotoran bersama-sama dengan riang gembiranya, sebab ini adalah perjalanan ke salah satu Seven Summit Indonesia, Gunung Kerinci 3.805 mdpl yg terletak di Kayu Aro, Provinsi Jambi yg merupakan puncak tertinggi ke 2.

Pemandangan yg menakjubkan di hadiahi semesta menjadi penyemangat tenaga, sebab selama di motor kami selalu menghibur diri sendiri untuk menanggulangi rasa letih. Durasi perjalanan memakan waktu kurang lebih 12 jam dari Kota Padang.
Kebayang gimana syahdunya karena selama perjalanan kami sudah memeluk Carrier.

Susah senang sama-sama menjadi motto kami, saling melengkapi serta bahu membahu dengan tujuan pergi selamat dan pulang selamat.

Setibanya di Jambi tengah malam kami langsung disarankan nginap sama seorang.

Setibanya di Jambi tengah malam kami langsung disarankan nginap sama seorang teman di Basecamp Mak Jus, disana beliau tidak memilih siapapun dan mengecualikan siapapun, ia begitu ramah menyambut kedatangan siapa saja yg singgah.

Semoga beliau di beri kesehatan selalu sama sang Khalik, sebab masih ada orang sebaik beliau di tengah kemajuan negeri yg pesat ini.

Paginya, kami menikmati keindahan kaki gunung secara sederhana, bertamasya ke kebun teh yg tepat di kaki gunung Kerinci, seketika itu memperlihatkan ke elokan hakiki yg memanjakan mata, bak rumah gagah yg memiliki halaman luas, mengabadikan moment melalu saksi bisu, Foto dan Vidio untuk mendokumentasikannya kelak ke anak cucu, bahwa dulu aku pernah menjiwai apa itu makna Keluar dari zona nyaman yg sesungguhnya.

Loc. Kebun teh kayu aro, kerinci, jambi

@mountnesia @mountnesia

Telaga Sarangan, Pesona di Balik Gunung Lawu

foto : Pesona Indonesia

Pernah ke Telaga sarangan guys? Berapa ya harga tiket telaga sarangan? Lalu, apasih mitos yang ada di telaga tersebut? Bagaimana jalanan, akses transportasi dan akomodasi hotel yang ada di sekitaran telaga sarangan tersebut sih? Yuk mari kita bahas disini.

Siapa sangka, ternyata di balik kabut yang menyelimuti jalur yang membelah Gunung Lawu, tepatnya berlokasi Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, ada keindahan tersembunyi. Tak lain ialah adanya pesona yang dipancarkan oleh Telaga Sarangan.
Hamparan air nan tenang ini disebut dengan Telaga Sarangan yang punya sebutan lain juga dan dikenal juga sebagai Telaga Pasir. Lokasinya ternyata tinggi juga ya, berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, tepatnya di Lereng Gunung Lawu, Plaosan.
Pict by IG  @ihsanoel976
Telaga sarangan


Tak hanya menikmati pemandangan yang sangat indah diteani dengan udara dingin. Kalian juga bisa bermain mengelilingi telaga pakai fasilitas speedboat yang disewakan, menunggangi kuda, atau menikmati beragam jajanan tradisional yang banyak dijajakan di sekitar Telaga Sarangan.

Bagaimana dengan fasilitas  fasilitas dan penginapannya?

Takut kemalaman di telaga tersebut? Tenang aja gusy, karena di sini telah  banyak tersedia penginapan seperti hotel ataupun villa. Liburan bersama ke telaga sarangan dengan keluarga bisa jadi pilihan yang tepat lho. Fasilitas yang bisa kamu nikmati di Telaga Sarangan adalah adanya lumayan banyak permainan, seperti permainan air atau dengan speed boat, menikmati pemandangan alam, adanya pusat oleh-oleh, pusat kuliner, naik kuda, ada pula kulineran makan sate kelinci dan masih banyak lain sebagainya.
IG @aolanaadhan
Telaga Sarangan, Magetan, Jawa Timur

Rute menuju Telaga Sarangan
ini rute versi google map, klik pada foto.
 https://goo.gl/maps/mHtnCBDD4Tpg5zHB7


Harga Tiket Masuk ke Telaga Sarangan

Tiket Masuk ke Telaga Sarangan. Harga tiket masuk yang ada di Telaga Sarangan per orang  adalah sekitar sebesar 15.000. Nah sekedar info buat kalian, saat kalian turun dari parkiran mobil atau parkiran bus, nanti biasanya kalian bakal ditawari naik angkutan dengan biaya 3.000. nah, kamu bisa terima tawaran tersebut bila kamu merasa capek, kamu bisa menolak tawaran tersebut karena jaraknya cukup dekat.

Mitos Telaga Sarangan
foto :IG @taufik.tau.13

1.      Adanya dua ular naga yang menunggu telaga sarangan ini dipercaya sebagai penyebab terjadinya atau terbentuknya telaga sarangan.

2.      Misteri adanya ritual Ngebleng. Adalah ritual yang dilakukan di setiap tahunnya untuk menghormati nyai dan kyai pasir penunggu yang ada di telaga tersebut. Setiap jumat kliwon, dibulan ruwah area sekitartelaga sarangan ini selalu ramai oleh para tetua adat dan penduduk asli Sarangan yang menebarkan sesaji di dalam telaga. Nah, pada saat itu kalua kalian kesana, maka bakal merasakan aura mistis yang begitu dalam. Serem yah guys!

3.      Mitos kabut misterius yang dipercaya sebagai penunggu telaga sarangan. Pada saat-saat tertentu, akan muncul kabut tebal  yang menyelimuti telaga sarangan bahkan juga kabutnya itu menyentuh air yang ada dalam telaga itu. Sangat misterius dan juga tentunya terlihat mengerikan. Namun banyak pengunjung yang takjub dan takut ketika fenomena ini terjadi lho guys. Ada yang menganggap kabut itu merupakan perwujudan dari penunggu telaga sarangan yang sedang keluar dari dalam sarangnya. Adapula yang menganggapnya fenomena alam biasa saja, mengingat ketinggian daratan telaga sarangan ini berada di dataran tinggi, dimana awan akan sangat mudah datang.

Yuk, ajak keluarga tercinta menikmati indahnya Telaga Sarangan!


Cantiknya Sunrise di Ranu Kumbolo, Gunung Semeru



Ranukumbolo, sebuah danau yanh berada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tepatnya di jalur pendakian Gunung Semeru ini memang menyajikan banyak nuansa yang sangat indah. Sunrise di Ranu Kumbolo sangat cantik dan mempesona. Warna cahaya mentari yang keemasan akan memantul di permukaan danau. Tak hanya itu, apakah kamu ingat bagaimana menggambar sunrise waktu masih anak-anak dulu? Ya, pasti gambaran sunrisenya adalah dengan matahari muncul dari tengah-tengah bukit. Di Ranu Kumbolo, pada bulan² tertentu, sunrisenya akan berada di tengah antara kedua bukit, seolah gambaran sunrise yang sering kamu bayangkan dari masa kecilmu dulu.
Foto @candrikusumaa_


Sunrise di ranukumbolo mulai muncul sekitar jam 5 hingga 6 pagi. Kalau kamu mau lihat sunrise yang bagus, pastikan untuk bangun pagi. Bagi kamu yang sedang memburu keindahan sunrise , kamu bisa mulai stay menyiapkan peralatan kamera terbaikmu sejak pagi jam 5, siapkan semuanya. Dari sekitaran jam itu, kamu bisa menikmati sunrise dari awal hingga akhir.

Memang, ranukumbolo sangatlah dingin, jadi kamu harus menyiapkan jaket super tebal, terutama untuk kegiatan malam hari dan pagi hari saat hendak menikmati sunrise. Kadang, jaket yang tebal pun juga bisa tembus karena suhunya bisa sampai minus derajas celcius lho. Makanya, kamu gak bakalan betah liat sunrise dari awal kalau nggak persiapkan peralatan pribadimu seperti jaket dan lainnya. Because very cold.
Foto @irawanwp_

Nah, kalau dirimu hendak berkunjung mendaki melakukan perjalanan kaki kesana. Pastikan sebelumnya persiapkan fisik dan perlengkapan lengkap. Serta siapkan juga kamera terbaikmu untuk mengabadikan sunrise di tempat ini. Sungguh, banyaknya untaian kata pun sangat sulit untuk menggambarkan sunrise yang ada di danau Ranu Kumbolo. Pengalaman tersebut, mungkin menjadi yang tidak akan terlupakan oleh dirimu seumur hidup.

Silakan kamu bisa berkunjung ke Ranu Kumbolo, Gn. Semeru dan menyaksikan salah satu sunrise yang terbaik di Pulau Jawa.

Foto pertama @azulfikarr
#ranukumbolo #semeru #gunungsemeru #mahameru

Asrinya Kebun Teh Kepahiang, Bengkulu


Berada Dataran tinggi Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, yang biasanya diselimuti oleh  pagi. Para pemetik teh yang rata-rata adalah para perempuan, tampak hilir-mudik, mengangkut bungkusan berisi daun teh.


Jarak Kebun Teh Kepahiang dari bengkulu
Jarak Tempuh kebun the dari Kota Bengkulu menuju lokasi yaitu sekitar 72 kilo meter, sekitar 62 kilo meter melakukan perjalanan dari Kota Bengkulu ke kota kepahiang dan disambung 10 kilo meter dari kota kepahiang ke lokasi yang memerlukan waktu sekitar 2 jam perjalanan dengan kendaraan mesin.

Dikutip dari Pesona Indonesia, “Teh dengan kualitas terbaik untuk dikirim ke luar negeri itu, mesti dipetik pagi hari. Sebelum matahari muncul,” kata Katmi, yang merupakan seorang pemetik teh. Perempuan yang  berusia 40 tahun itu ketika diwawancarai kemudian berlalu bersama Rakiah, Samini, dan banyak pekerja perempuan lainnya.

Silih berganti, hasil yang didapatkan  dari petikan mereka ditumpuk di pinggir jalan. Setelah the the tersebut ditimbang, Katmi dan pekerja lainnya bakal mengantongi sekitar kurang lebih sebesar dengan harga  Rp.700,-per kilogram sebagai upah memetik teh di Perkebunan The Kepahiang ini. Hari itu, Katmi memperoleh 45 kilogram hasil hasil petikan, dan truk datang untuk mengangkut hasil petikan oleh para perempuan tadi. Hasil petikan yang dilakukan oleh ribuan pekerja ini akan tiba di Pabrik Teh Kabawetan PT Sarana Mandiri Mukti.


Di Kepahiang, pagi dimulai dengan warna hijau pucuk-pucuk teh, kabut yang tiap sebentar turun, juga senyum perempuan-perempuan yang memetik teh. Panorama perkebunan teh seluas 1.911,7 hektar terhampar di dataran tinggi Bengkulu ini.

Sejarah Singkat Kebun The Kepahiang
Sejak berdirinya wilayah perkebunan the di tahun 1925 yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda, pada tahun 1933 dataran tinggi Kepahiang ditanami tanaman teh. Tahun 1942 -1945 Jepang  kemudian mengambil alih dan tahun 1945 menjadi milik Indonesia. Kemudian Pabrik pengolahan the dari PT Sarana Mandiri Mukti ini masih terus beroperasi di dalam bangunan tua luas yang cukup bersejarah, kini dilabeli  dan menjadi sebagai bangunan cagar budaya oleh pemerintah.


“Ini adalah desa kelahiran saya dan sangat bersejarah bagi saya. Kakek saya, bapak saya, sampai saya sendiri bekerja di perkebunan teh ini. Ini teh enak yang telah mengalami banyak patah tumbuh, tengelam dan bangkit lagi sejak zaman Belanda. Dari kecil saya juga sudah berada di sini, dan saya tidak pernah beranjak dari daerah Kepahiang ini,” kata Sukardi. Pada awalnya pabrik ini hanya menghasilkan teh hitam dan sekarang telah berganti meproduksi teh hijau, dan tak memproduksi the hitam lagi karena teh hitam pamornya kini telah menurun di luar negeri.

Kini kawasan berudara sejuk ini menjadi salah satu alternatif wisata alam dan budaya di Bengkulu, dan teh dengan kualitas terbaik mesti dipetik di pagi hari sebelum matahari muncul. Itu sebabnya di pagi hari, pemandangan petani teh yang hilir mudik bisa menjadi cerita istimewa saat kamu berkunjung ke Kepahiang.


Kapan Waktu yang Tepat untuk datang ke Kebun The Kepahiang?
Wisata kebun teh ini ternyata telah menjadi pilihan berlibur para wisatawan yang ada di sekitar daerah ini ataupun para pemudik, terutama adalah ketika dihari libur besar seperti Hari Raya Lebaran/Idul Fitri.

Wisatawan yang datang ke kebun the kepahiang ini memang kebanyakan berasal dari Bengkulu. Tetapi ada banyak juga dari luar daerah  Bengkulu, seperti dari Sumatera Selatan dan juga dari Lampung.

Bakalan asik banget kalau  berwisata ke kebun the kepahiang ini bersama keluarga, sahabat, di Bengkulu. Suasananya sangatlah asri dan udaranya segar dan sejuk.
Tertarik kesana? Ternyata disana adapula fasilitas warung – warung kecil dan tempat persinggahan untuk menikmati secangkir kopi atau teh ditemani udara pegunungan. Bakal sangat nikmat juga kalau beli makanan dan makan di pinggir jalanan di sepanjang kebun teh Sensasinya itu lho!

Ini Tips Persiapan Melakukan Lintas Jalur Pendakian Gunung

Apa yang harus dipersiapkan untuk melakukan perjalanan lintas Jalur dalam pendakian?

berikut yang dirangkum oleh @galbramantio

1. Persiapkan Fisik dan Stamina sebelum melakukan pendakian lintas jalur
berada di alam bebas yang pada dasarnya merupakan bukan habitat manusia pada umumnya, kegiatan mendaki gunung membutuhkan kondisi fisik yang baik atau prima. Kita sangat disarankan untuk melakukan latihan fisik, terutama latihan kekuatan (strength) dan daya tahan, paling tidak 2 (dua) bulan sebelum kamu melakukan pendakian. Jika gunung yang akan Anda daki memiliki ketinggian lebih dari 3.000 meter misalnya, kita sebaiknya latihan fisik lebih lama lagi ya.

2. Lakukan Riset Kondisi Keadaan di Seuruh Jalur yang akan kita lalui lintas jalur
Lakukan riset dan kumpulkan informasi serinci mungkin tentang kondisi trek atau jalur di gunung yang hendak kita daki, suhu dan cuaca terkini, status gunung (terutama jika itu adalah gunung berapi yang kondisinya masih aktif), lokasi posko SAR, dan lain-lain. Semakin banyak informasi yang Anda punya, maka malah akan semakin baik.


3. Persiapkan Alat Pendakian

Peralatan yang kita butuhkan  dalam pendakian lintas jalur ataupun pendakian biasa bukan hanya soal peralatan P3K, tapi juga peralatan dasar pribadi seperti jaket, sepatu gunung, pakaian, tenda, kompas, peta pendakian dll. Persiapkan semua peralatan dengan seefektif dan seefisien mungkin sebelum melakukan pendakian beberapa hari sebelumnya karena kita harus membawanya terus menerus dari naik sampai turun gunung nanti. 
4. Hitung Kebutuhan Logistik Dengan Cermat
Logistik atau bekal makanan harus dipersiapkan dengan baik dan cermat sesuai kebutuhan team dengan estimasi yang sudah direncanakan agar tidak ada kekurangan selama dalam perjalanan. Tapi bukan berarti kita harus berlebihan dalam membawa logistik. 
5. Melakukan Konfirmasi ke pihak basecamp
Mengapa mengontak atau melakukan konfirmasi ke Pihak Basecamp itu sangat penting? Hal ini sangat diperlukan agar tidak terjadi kekhawatiran dari pihak basecamp yang ingin kita jadikan start melakukan awal pendakian karena menunggu rombongan kita yang tak kunjung datang, dan agar para pihak basecamp yang hendak menjadi tujuan kita turun nanti juga mendapat informasi dari pihak basecamp start mendaki. .

nah, itu mungkin sekian seputar beberapa tips melakukan pendakian lintas jalur di gunung.
Kalau menurut kalian apa lagi? .
.
foto : Pendakian Gunung Sumbing Lintas Jalur (Banaran Temanggung-Mangli Magelang)