Alternatif Pendakian Gunung Jawa Tengah

baru baru ini beberapa gunung di Jawa Tengah ditutup jalur pendakiannya. Adalah Sumbing Andong Merapi Merbabu dan (gn. Ungaran, sudah dibuka belum ya?)

Penutupan jalur tersebut juga mempunyai alasan tersendiri. Pasalnya beberapa gunung mengalami kebakaran bahkan hingga menyebabkan korban meninggal ketika  dalam misi pemadaman kebakaran gunung dan Gunung Merapi yang memiliki tanda tanda erupsi juga masih ditutup jalur pendakiannya.


Daripada menunggu jalur pendakiannya dibuka, yuk mending cari alternatif lainnya. Biarkan gunung gunung yang ditutup jalur pendakiannya tersebut beristirahat.


Berikut beberapa alternatif gunung di Jawa Tengah yang cocok dikunjungi untuk pendakian, tap tap dan geser foto <•>>


1. Gunung Prau

pastinya sobat sobat @mountnesia sudah tidak asing lagi dengan gunung yang satu ini. Walaupun ketinggiannya tak seberapa, tetapi Gunung Prau yang berada di dataran tinggi dieng ini mempunyai pesona pemandangan yang luar biasa. Dari gunung ini kita bisa melihat sunrise spesial dengan background gunung gunung di Jawa Tengah. Sindoro Sumbing Merapi Merbabu terlihat jelas dan gagah dari sini.


2. Gunung Kembang

Mungkin beberapa sobat @mountnesia masih belum familiar dengan gunung ini karena jalur pendakiannya masih baru dibuka. Gunung ini mempunyai view yang memesona. Gunung Kembang dengan ketinggian sekitar 2340 mdpl ini berada di sebelah barat gunung Sindoro, bersebalahan. Bila kita melihat view Gn. Sindoro dan melihat gunung kecil di sebelahnya, itulah gunung kembang. Beberapa orang berpendapat kalau gunung ini adalah anaknya gunung sindoro karena lokasinya yang berdekatan dan terlihat menempel disebelahnya. Jalur pendakiannya juga masih sangat bersih, bebas sampah. buat kamu yang mau kesini, harap jaga kebersihannya ya, jangan nyampah!!!


3. Gunung Sindoro

Adalah sebuah gunung volkano aktif yang terletak di Jawa Tengah, dengan Temanggung sebagai kota terdekat. Setelah ditutup beberapa waktu lalu karena kebakaran, Sindoro sudah aman dan dibuka kembali jalur pendakiannya. View gunung ini tentunya memberikan kesan tersendiri. Di sekitaran puncak sindoro kita bisa menikmati hamparan pemandangan yang menakjubkan, bila beruntung kita bisa melihat sunrise dan lautan awan yang begitu indah. kita juga dapat melihat kawah puncak yang masih aktif. jalur pendakian favoritnya adalah Kledung. basecamp kledung cukup mudah dijangkau  karena berada di pinggir jalan raya.


alternatif lainnya adalah Gunung Slamet dan Gunung Lawu. Namun dua Gunung ini tergolong masuk kategori medium atau termasuk hard dalam hal lama waktu pendakian dan medan yang dilalui.


itulah beberapa alternatif pendakian gunung di jawa tengah dengan kategori ringan dan medium.


jadi, mau nanjak yang mana nih?

Mistis Mimpi Bertemu Kakek Tua di Gunung Buthak

Disini aku mau ijin sharing pengalamanku naik ke gunung buthak😅

Waktu bulan april lalu kan aku dan teman - teman nanjak melakukan pendakian ke gunung buthak ya, nah pas itu yg pernah nanjak cuma sedikit, yang lain masih perdana. Kita mulai nanjak pukul 3 pagi, sampai di pos 5 sekitar pukul 1 siang. Kita ngecamp tuh disitu.

Nah waktu udah sore temenku pada ngelanjutin ke puncak, sedangkan yang 2 orang nekad turun lagi, padahal kalo di logika itu impossible nyampe bawah sebelum maghrib. Yaudah kita cuma doa aja kan.

Malamnya udah kerasa ngerinya, tendanya hilang satu pula. Kita ambil jalur sirah kencong blitar, sepi. Cuma ada kelompok kami, yg lain pada ambil jalur panderman. 

Sekitar pukul 7 malam kita buat api unggun, udara semakin dingin, anginnya juga kencang. Lalu kita putuskan buat tidur. Berhubung tendanya cuma satu, yg laki jadi tidur diluar. Nggak lama kemudian aku mimpi didatengin kakek - kakek sama perempuan gitu, mereka bilang kalo kami disuruh cepet turun, sama nggak boleh bicara kasar diatas. 

Yaudah habis itu aku kaget langsung bangun, langsung buka tenda buat nyuruh yg laki masuk, kita duduk - duduk di tenda. Pas itu waktunya kayak diperlama, rasanya udah semalaman disana, tapi pas liat jam masih pukul 9 malam. Siapa yg ga ngeri? Kami semua cuma bisa doa supaya bisa cepet pulang, juga cemas karna keinget temen kita yang turun duluan.

Paginya, kita bersih bersih area camp sama berdoa sebelum turun. Waktu perjalanan turun kita baru menjumpai beberapa pendaki yg naik. Sampai di wukir kita sharing tentang kejadian tadi malem, ternyata nggak cuma aku yg ngerasa aneh😂 yaudah habis itu kita pulang dengan selamat, alhamdulillah. 

Waktu udah nyampe rumah aku baru inget kalo ada yg pernah bilang, penjaga gunung buthak itu emang kakek kakek tua. Hmmm mungkin itu yg nyamperin aku dalam mimpi. 
Sekian.

Kiriman cerita pengalaman dari Ig @agns_ayu

Kamu punya cerita mistis atau perjalanan pendakian? Boleh di share disini, kirim cerita, dokumentasi pendakian dan id instagram mu ke email mountnesia@gmail.com

Bus Unik Lombok - Sumbawa yang Mengangkut Segalanya


Cerita dari @pencari.keringat  -  Ada yang lebih greget?

Di belakang ini adalah salah satu moda transportasi yang paling greget ketika kalian melakukan perjalanan dari Pelabuhan Kayangan Lombok menyebrangi selat Alas menuju Pelabuhan Poto Tano Sumbawa (Desa Pancasila Dompu dan Bima, Tambora) ataupun sebaliknya.

Yang bikin unik dari bus ini adalah bukan hanya manusia saja yang diangkut tapi segalanya. Apa isinya? Mulai dari karung beras, karung jagung, hewan ternak seperti ayam, bawang, cabe, sayur mayur kalau sapi 🐂 bisa masuk mungkin dimasukin juga. Belum lagi pada bagian luar bus juga ada motor yang di ikat dibelakang, terlihat karung ikan asin ratusan kilogram di bagian atas. Sepanjang perjalanan di iringi segala genre musik yang di play sopirnya tetapi yang paling sering diputer itu musik India yang kadang bisa bikin gue dan kawan-kawan nyanyi sambil nari ala ala Bollywood💃gitu.

Situasi kayak gitu yang gue alami ketika bukan pas momen mudik lebara loh ya😁, apalagi pas momen mudik lebaran ya😵

In frame: @aldani16
#sumbawa #lombok #tambora #rinjani #bima #dompu #mataram #travel #traveling #traveler #backpacker #blog #blogger #travelenthusiast  

Dua Pendaki Indonesia Tapaki Kilimanjaro, Gunung Tertinggi Benua Afrika


Semua Usaha Doa dan keyakinan yang menyatu tak akan mengkhianati hasil.

Alhamdulilah puji syukur kami haturkan kepada Allah SWT.

Setelah melakukan perjalan 5 Hari, Tim Mafesripala world seven summits xpedition Eureka,  Kilimanjaro series 2018, akhir nya sampai dipuncak tertinggi di Benua Afrika.

Tanggal 24 Mei 2018 ,Pukul 00.00 Waktu Tanzania, Tim Bangun dari Istirahat mereka & memulai persiapan untuk Summits menuju Uhuru Peak the  roof top of Mt Kilimanjaro.

Pukul 01.00 Waktu Tanzania Tim  memulai perjalanan dari Barafu Camp pada ketinggian 4600 MDPL , selama 30 Menit berjalan perjalanan mereka di iringi lebatnya salju yang turun, & akhir pada pukul 09.02 Waktu Tanzania , Alhamdulillah Tim Eureka Sriwijaya sampai dipuncak tujuan Uhuru Peak Kilimanjaro 5895 MDPL.

Semua ini berkat dukungan & doa kita semua. Semoga Teman teman di berikan kesehatan dan keselamatan hingga mereka sampai kembali di Indonesia.

Mereka tergabung dalam Mafesripala Universitas Sriwijaya(Unsri) Indralaya, Sumatera Selatan sukses mencapai Uhuru Peak, puncak tertinggi Gunung Kilimanjaro, gunung dengan ketinggian 5.895 meter di atas permukaan laut di Tanzania, Afrika.

Bagusnata (20) & Muhammad Razaq (21) menapaki puncak Kilimanjaro, Jumat (25/5/2018) dini hari waktu Indonesia.
.
"Kami bangga bisa bawa nama Unsri & Sumsel, mewakili Indonesia di kegiatan kali ini. Terlebih memasuki Asian Games. Ternyata sampai di Uhuru Peak tidak semudah seperti yang kita lihat di youtube. Cuaca berubah dan kabut jadi tantangan tersendiri," ujar M Razaq saat dihubungi melalui ponselnya, Jumat (25/5/2018)

Keinginan keduanya untuk mengibarkan bendera merah putih serta mengalungkan kain Jumputan khas Sumatera Selatan sebagai wujud syukur, juga terpenuhi meski diterpa rasa dingin yang hebat.

Sebelum dilakukan pendakian, Bagusnata & Muhammad Razaq lebih dulu melewati beberapa seleksi. Sebanyak 30 anggota dari Mafesripala sebelumnya mengikuti uji coba.

Dari total seluruhnya, Bagus & Razaq terpilih sebagai dua pendaki yang berangkat menggapai gunung yang masuk dalam jajaran seven summit dunia tersebut.

Selamat ya !

Foto & Info
suara.com @nuuaditya #pendaki #indonesia #kilimanjaro

Mendaki Gunung Balease, Trek Tersulit Sulawesi Selatan


Cerita dari @diary_azzam : MENDAKI GUNUNG TERSULIT SULAWESI SELATAN

Tolangi Balease. Gunungnya memang tidak setinggi gunung latimojong (selisih ketinggiannya sekitar 462 mdpl) sebagai salah satu gunung yang masuk  kedalam Indonesia seven summit. Tapi soal grade, balease dikenal tersulit di sulawesi selatan bersama gunung gandang dewata yang sekarang memisahkan diri menjadi provinsi sulawesi barat.


Banyak tantangan untuk mendaki buyu (gunung) tolangi balease. Pertama, titik start pendakiannya itu sangatlah rendah, hanya sekitar 25 mdpl saja. Akibatnya, suhu panas & kelembaban udaranya tinggi menjadi ancaman untuk para pendaki sering dehidrasi / haus / kekurangan air. Pendakian dua hari pertama dijamin kamu akan bermandi peluh.

Kedua, keterbatasan sumber air yang hanya tersedia di pos 3 dan lembah waru yang berada di antara puncak tolangi (3016 mdpl) dan puncak balease (2894 mdpl). Selain bekal, kami optimalkan tampungan air hujan pada botol2 bekas di beberapa pos. Pendaki, sebaiknya tidak mengandalkan tampungan botol ini karena tidak selalu ada, apalagi saat musim kemarau.


Ketiga, panjangnya jalur pendakian sejauh 50km PP, terbagi mempunyai menjadi 7 pos. Kami menghabiskan waktu 8 hari 7 malam untuk naik turun puncak tolangi. Di awal2 pendakian, medannya adalah kebun, sawah dan penyeberangan sungai besar hingga 4 kali. Sampai air terjun bantimurung di pintu rimba, medan berubah ke hutan lebat yg didominasi punggungan. Duri dan rotan bertebaran sepanjang jalur.


Bersiaplah menghadapi pacet di ketinggian 1000an mdpl. Pacetnya memang tak sebesar di bukit raya kalimantan, tapi jumlahnya banyak sekali dan ada satu jenis yg dijuluki pacet tentara, karena warnanya yang loreng2 loreng mirip baju militer.


Mendaki balease bisa dimulai dari dusun ulusalu, desa bantimurung, kecamatan bonebone, kabupaten luwu utara. Tolangi berada di rangkaian pegunungan korue, jantungnya sulawesi. Membujur di perbatasan sulsel-sulteng menjadikannya relatif tidak jauh dari danau poso.


Dari kota Makassar, naiklah bus jurusan luwu timur dan berhenti di bone-bone dengan tarif 150ribuan. Dari bone2, hanya sekitar 2 km berjalan kaki menuju dusun ulusalu. Pendaki hanya peru untuk melapor ke kepala desa & juru kunci bernama pak nasaruddin yg sgt baik hati. Tak ada perizinan & biaya khusus disini. Gratis, kita hanya wajib bawa sampah turun kembali tanpa diminta, karena gunung bukanlah tempat sampah

Cerita tentang Gunung Merapi Oleh Warga Sekitaran Lerengnya


Letusan freatik Gunung Merapi, adalah cara Merapi memproklamasikan tentang haknya. Pun saat Balai Penyelidikan & Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kemudian menganalisa letusan susulan & menyimpulkan bila ada unsur magmatik, itupun penegasan bahwa gn. Merapi memiliki hak hidup.
Warga dusun Keningar & Tutup Duwur di Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, setidaknya memperlakukan gn. Merapi dengan kedudukan yang sama dengan warga. Gunung Merapi memiliki hak untuk apapun, begitu pula warga juga memiliki hak untuk menyikapinya.
Kepala Dusun Tutup Duwur, Sumarjono menyebutkan bahwa Merapi memiliki hak untuk erupsi. Erupsi jenis apapun.
"Kalau mbah Rono menyebutkan Merapi berhak menyandang gelar Waspada / Siaga. Kami mengatakan gn. Merapi berhak memberi kesejahteraan kepada manusia melalui letusan apapun itu. Freatik, Efusif, ataupun Eksplosif sekalipun," kata mbah Jon, sapaan akrabnya.
Pagi hari di bawah kawah gn. Merapi dengan jarak kurang yang dari 5 km barangkali akan menggetarkan bagi orang luar. Bagi warga Keningar & Tutup nDuwur, ada mekanisme alam yang dapat dijadikan patokan ketika Merapi sudah dalam tahap yang membahayakan.
"Kami lahir, besar, juga tumbuh di tempat ini. Setiap pagi kami selalu naik mendekati puncak. Mencari rerumputan untuk ternak. Kami dihidupi oleh Merapi," kata Sumarjono.
Penghormatan kepada gunung Merapi adalah sebuah keniscayaan. Ini bukan soal mistik, juga bukan soal sirik. Ini harmoni hidup dengan alam.

Seorang petani dusun Tutup Duwur Kecamatan Dukun Magelang sedang membajak sawahnya di kaki Merapi dengan kerbaunya. (foto : Liputan6.com / edhie prayitno ige)Seorang petani dusun Tutup Duwur Kecamatan Dukun Magelang sedang membajak sawahnya di kaki Merapi dengan kerbaunya. (foto : Liputan6.com / edhie prayitno ige)
2 of 3

Jinak-jinak Merapi

Pagi hari selalu disambut warga kaki Merapi dengan giat bekerja, kabut tak menghalangi mereka. (foto : Liputan6.com / danu/ edhie prayitno ige)Pagi hari selalu disambut warga kaki Merapi dengan giat bekerja, kabut tak menghalangi mereka. (foto : Liputan6.com / danu/ edhie prayitno ige)
Pada pagi hari, warga dusun biasanya bangun sebelum matahari muncul. Mereka menikmati apapun yang disajikan Merapi & semesta yang melingkupinya. Ketika matahari terbit, suara binatang-binatang, gemuruh dari kawah, hingga komposisi asapnya dan awan yang mampu berubah warna menyesuaikan ketinggian matahari.
Bias cahaya oleh embun & juga air di sekitar puncak, tidak hanya menyajikan warna jingga sebagaimana pagi. Merapi itu menawarkan lebih. Ada ungu, ada biru, ada hitam, bermacam warna bercampur.
"Bagi warga, gunung Merapi tak pernah ingkar janji. Ia selalu memberi kode jika hendak memuntahkan isi perutnya. Tidak pernah Merapi mencelakai warga tanpa isyarat. Bahkan gunung Merapi memberi penghiburan dengan warna-warna yang unik," kata Sumarjono.
Letusan freatik yang mengawali heboh di Mei tahun 2018 ini, sebelumnya juga pernah terjadi pada tahun 1889, 1878, 1807. 1906, 1924, 1990. Kemudian beberapa kali di tahun 2012, 2013, 2014. Letusan Freatik dikenal juga sebagai letusan minor atau letusan abu.
Letusan lain yaitu letusan efusif. Pernah terjadi di tahun 1883, 1885, 1888, 1905, 1908, 1909, 1915, 1920, 1922, 1986 dan puluhan kali selama kurun waktu 1939-2006.  Letusan efusif disebabkan adanya pertumbuhan kubah lava. Kubah lava lama terdorong oleh tumbuhnya kubah lava baru dan longsor ke bawah. Longsoran ini menghasilkan awan panas.

Yang paling besar adalah saat letusan jenis eksplosif. Letusan yang disebabkan pergolakan magma dalam perut gunung. Tekanan besar menyebabkan keluarnya magma menjadi eksplosif. Terakhir letusan eksplosif terjadi pada tahun 2010.
"Nggak bisa kalau dibilang ada siklus letusan. Contohnya yang eksplosif itu, sebelumnya terjadi di tahun 1996, kemudian 2010. Padahal sepanjang tahun 1930-1933 juga meletus eksplosif hingga tiga kali. Yang jelas bagi kami Merapi tak pernah ingkar janji," kata Sumarjono.
Sementara itu, bagi Jatmiko aktivis Forum Merapi-Merbabu Hijau, erupsi Merapi tak mengurangi semangatnya menghijaukan lereng Merapi. Ia tak pernah merasa sia-sia jika tanamannya akan hangus oleh terjangan awan panas erupsi Merapi.
"Nggak ada kaitan antara letusan dan penghijauan yang kami lakukan. Kami semata-mata ingin menjaga alam Merapi dan Merbabu tetap hijau. Itu saja, sederhana. Jangan tanya manfaat atau motivasi lain," kata Jatmiko suatu hari.
Jinak-jinak Merapi. Barangkali frasa itu lebih pas. Merapi sangat jinak, bagi warga dan siapapun yang memang mengutamakan harmoni dengan lingkungan. Namun sejinak apapun, Merapi tetaplah Merapi yang memiliki hak untuk meletus.
Hak Merapi akan diimbangi dengan hak warga untuk menentukan apakah mereka perlu mengungsi ataukah tidak. Dua hak yang saling berpilin namun memiliki kemerdekaan sendiri-sendiri.
Sumber : liputan6.com/regional/read/3539782/jinak-jinak-merpati-gunung-merapi

Awal Mula Tanjakan Cinta Gunung Semeru


Cerita dari @gerrymgianna  baca yuk. foto ini di ambil di sebuah Tanjakan, namanya adalah Tanjakan Cinta, ya Tanjakan cinta merupakan sebuah jalan setapak menuju bukit, dengan kemiringannnya sekitar 45 derajat. Letaknya tepat berada setelah Ranu Kumbolo menuju ke Oro-oro Ombo. Saat melewati Tanjakan Cinta, para pendaki dihimbau agar tidak menoleh ke belakang. Kalau menoleh, konon Anda akan putus cinta dengan seseorang.

Legenda bermain di sini. Konon, dulu ada dua sejoli yang sudah bertunangan dan mendaki Gunung Semeru. Ketika lewat tanjakan ini, sang pria jalan lebih dulu lalu tiba di atas bukit tanpa menoleh sedikit pun ke belakang. Namun sang perempuannya keletihan, jatuh terguling, kemudian meninggal dunia. Innalilahi

Itulah kenapa, mitos yang sekarang beredar, pendaki yang memikirkan pasangannya lalu berhasil melewati Tanjakan Cinta tanpa menoleh ke belakang, akan berjodoh dan cintanya akan abadi. Sebaliknya, kalau di tengah jalan malah ia menoleh ke belakang, hubungan percintaan konon akan putus.

Percaya tak percaya, tapi banyak pendaki yang mencoba jurus ini untuk menguji ketahanan diri sendiri. Tanjakan Cinta ini memang cukup melelahkan, dan tampaknya sulit untuk tak menoleh ke belakang karena Ranu Kumbolo memang terbentang cantik di sana.

Namun begitu melewati Tanjakan Cinta dan tiba sampai diatas bukit, rasa penasaran dijamin terbayar sudah. Ranu Kumbolo terlihat terbentang sangat indah memesona memikat hati, tampak sangat jika dilihat dan dinikmati cantik dari ketinggian. Pepohonannya hijau yang mengelilinginya memang sangat menyejukkan mata.

Istirahatkanlah kaki Anda, dan berbaliklah ke arah berlawanan. Maka pnorama view fatastia Oro-oro Ombo langsung menyergap sudut mata mu. Padang ini dikelilingi oleh suatu perbukitan, pohon pinus yang tertanam di banyak tempat. Bagi pendaki yang sepanjang Tanjakan Cinta menahan diri untuk tak melihat ke belakang, panorama oro oro ombo ini adalah 'hadiah' yang paling luar biasa loh!!!! Untung saya ga punya pasangan jadi ga papa lah nengok kebelakang biar banyak dapet bonusnya. Heheh JOMBLO maknyus.

Mengerikan, Gunung Batutara Meletus tiap 20 Menit Sekali

Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mempunyai wisata yang unik, adalah di Gunung Api Batutara.

Batutara, merupaka gunung api aktif yang setiap 20 menit menyemburkan lahar panas yang menjadikannya gunung ini destinasi unik di Dunia. Gunung berapi ini berada di Pulau Komba, sebuah pulau yang sekaligus gunung, tepatnya di Laut Flores sebelah utara Pulau Lembata.

Baru baru ini pemerintah setempat melakukan promosi pariwisata melalui festival tiga gunung yaitu gunung Ile Lewotolok, Ile Batutara, dan Ile Werung. Festival tiga gunung tersebut mulai digelar pertama kali pada tahun 2018, berlangsung dari Maret hingga puncaknya di Oktober.

Aktivitas gunung batutara ini berlangsung sepanjang hari tanpa tiada henti. Paling indah disaksikan pada saat malam hari, terutama waktu mahgrib dan subuh.

Akses dan jarak tempuh menggunakan dengan kapal cepat dari Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata membutuhkan waktu sekitar 90 menit, sekitar satu jam setengah ya.

Gunung Ile Batutara ini merupakan salah satu dari tiga gunung di dunia dengan keunikan yang sama. Selain di Lembata, gunung unik berada di Sisilia juga di Atlantik.

Tanggal 20 Oktober tahun 2017, Gunung Ile Batutara dikunjungi oleh sebanyak 35 wisatawan asing dari Amerika Latin.

Apakah kamu tertarik untuk menikmati sensasi wisata gunung berapi ini? Kalau berani ya silakan berkunjung ke Gunung Batutara.

Lautan Awan di Basecamp Bambangan yang Memesona

Mau kesini? Masjid diatas awan, Basecamp Bambangan, Gunung Slamet. Foto oleh instagram @yulie_setiya

Gunung Slamet, dengan Ketinggian 3.428 mdpl ini menjadi gunung yang paling tinggi atau tertingginya Provinsi Jawa Tengah. Gunung ini masuk kedapam wilayah administrasi beberapa kabupaten diantaranya adalah Purbalingga, kab. Purwokerto, kab. Brebes, dan kab. Tegal yang familiar kita kenal dengan wilayah bahasanya yaitu terkenal dengan Jawa Ngapak.

Jalur paling mainstream yang ada di gunung slamet dan difavoritkan pendaki adalah jalur Bambangan yang lokasinya ada di Kabupaten Purbalingga.


Pendakian Gunung Slamet Jalur Bambangan

Kalau ditanya kenapa sih kita harus pilih jalur Bambangan sebagai awal pendakian buat menuju ke puncak Gunung Slamet? Ya karena jalur inilah yang paling populer di kalangan para pendaki gunung. Untuk pertama kali melakukan pendakian di gunung yang belum pernah kita daki itu emang enaknya kalau pakai jalur yang paling rame dulu.

Menuju basecamp Bambangan sekarang makin gampang aja. Di Stasiun Purwokerto sudah ada angkutan yang khusus untuk pendaki yang mau ke basecamp.

Waktu tempuh dari Stasiun Purwokerto dan Basecamp Bambangan hanya sekitar satu jam perjalanan saja.

Dari basecamp bambangan ini sudah sangat fantastis juga pemandangannya.. seperti foto diatas. Lautan awan di sekitar masjid basecamp bambangan.

Buat kamu yang rindu gunung slamet dan tak sempat untuk mendaki kesana, cukup datang ke basecamp dan merasakan sensasi lautan samudera awan dari basecampnya.

Bahaya Ngopi Panas Dengan Gelas Botol Plastik Air Kemasan?



Ketika mendaki gunung, terkadang kita lupa untuk membawa gelas maupun piring. Akhirnya kita memanfaatkan botol plastik air mineral kemasan sebagai pengganti gelas dan piringnya. Apakah kamu belum tau bahayanya?

Sayangnya, menggunakan botol kemasan sebagai pengganti gelas dan piring ini sudah menjadi tradisi oleh kebanyakan pendaki gunung. Apalagi mereka menggunakannya untuk minuman dan makanan panas. Lantas, seperti apa bahayanya?

Minuman dalam botol plastik memberikan kesan simple, sederhana dan mudah dibawa kemana saja. Desain botol yang unik serta minimalis itu tidak jarang membuat para peminumnya menyimpan botol tersebut supaya kembali digunakan. Untuk menghilangkan aroma dan rasa yang ada pada botol itu, biasanya botol dicuci dahulu lalu kemudian digunakan hingga berulang-ulang kali.

Tanpa kita menyadarinya, ternyata kebiasaan menggunakan botol bekas ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan kita. Botol plastik bekas yang digunakan berulang-berulang ini bisa berpotensi menyebabkan penyakit. Lalu, penyakit apa saja ya? Mulai dari penurunan daya tahan tubuh sampai kanker payudara hingga prostat.

Perlu kita ketahui, d setiap botol kemasan memiliki tanda segitiga di bawah botol dan ada pula simbol di tengah segitiga. Ini adalah bentuk spesifikasi kegunaan dari botol. Biasanya pada botol air minum yang menggunakan kode PET (Polyethylene Terephthalate) adalah botol plastik jernih, transparan atau tembus pandang. Penggunaan dari botol plastik jenis ini direkomendasikan hanya digunakan sekali pakai, misal botol air mineral, botol jus dan lainnya. Jenis botol inilah yang biasa digunakan berulang kali sebagai wadah air minum.

Botol plastik berkode PET terbuat dari berbagai unsur sintetis/ kimia ini bisa mengeluarkan zat bernama bisphenol A (BPA). Zat ini bahan kimia industri yang telah digunakan dalam pembuatan plastik dan resin tertentu sejak 1960-an. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa BPA tersebut dapat meresap ke dalam makanan / minuman dari wadah yang dibuat dengan BPA itu.

Menurut penelitian para ahli University of Florida di negara Amerika Serikat, kebanyakan botol plastik yang dijual di pasaran tidak tahan panas. Setelah melakukan eksperimen dengan cara memanaskan air minum kemasan dari berbagai merek, hasionya diketahui bahwa kandungan antimon dan bisphenol A (juga dikenal dengan singkatan BPA) ternyata bisa lepas dari plastik dan tercampur dalam air minum.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), antimon ialah suatu zat kimia yang berpotensi sebagai karsinogen. Karsinogen sendiri adalah senyawa, zat, atau elemen yang dapat menyebabkan penyakit kanker dalam sel tubuh manusia. Namun, untuk zat antimon baru akan berdampak negatif pada tubuh manusia bila dikonsumsi dalam jumlah besar. Untuk antimon yang luruh dalam minuman kemasan kadarnya tak seberapa.

Sedangkan pada zat BPA sendiri sudah lama menimbulkan banyak kontroversi pada kalangan ilmuwan. Karena belum ada kesimpulan valid tentang bahaya BPA bagi tubuh. Sejauh ini bahaya dari BPA masih bisa dipastikan pada subjek eksperimen yaitu menggunakan tikus. Diketahui bahwa paparan BPA ini bisa menyebabkan tumbuhnya sel tumor. Namun, penelitian yang lebih lanjut masih dibutuhkan untuk mengukuhkan bahaya zat BPA bagi kesehatan manusia.

Dr Seema Singhal, seorang Asisten Profesor, Departemen Obstetri & Ginekologi, All India Institute of Medical Sciences (AIIMS) menyatakan Botol berkode PET memiliki konsekuensi kesehatan jangka panjang untuk perempuan, terutama pada kelompok usia produktif & anak-anak.

Dr Seema Singhal menambahkan, pelepasan BPA & aditif seperti di-ethylhexyl phthalate yang dapat berbaur dengan isi botol & menyebabkan masalah kesehatan seperti gangguan pada perkembangan,  meningkatkan tingkat keguguran, kelahiran prematur, kekebalan tubuh, dan berat lahir rendah. BPA bertindak sebagai faux-estrogen & bisa menyebabkan kelainan kromosom, cacat lahir & cacat perkembangan di dalam rahim & masa kanak-kanak.

Apalagi bila botol plastik tersebut dipakai untuk menampung air panas, maka bahayanya malah akan semakin bertambah.

Selain efek negatif diatas, penggunaan botol plastik yang berulang-ulang juga bisa menyebabkan sistem puber dini bagi anak perempuan, gula darah bermasalah, konsentrasi menurun, kegemukan, serta kanker payudara serta prostat.

Selain zat BPA, ada pula phthalates yang digunakan supaya plastik jadi lentur. Ini juga berbahaya, sebab dapat memicu kanker lever, menurunkan jumlah sperma, juga ada masalah reproduksi lain.

Jadi ada baiknya kita meminimalisir penggunaan minuman mineral botol & tidak menggunakannya sebagai pengganti gelas dan piring, apalagi untuk dituangkan pada minuman dan makanan panas. Bawalah piring dan gelas dari rumah ya guys.

Botol plastik akan lebih lama diurai oleh alam, & menjadi bagian dari masalah pencemaran lingkungan yang sekarang ini makin parah saja. Mengurangi pemakaian botol plastik ini akan jauh lebih aman & sehat.

Bagaimana hikers.. masih berniat menggunakan botol plastik bekas untuk minuman panas dan sebagai pengganti piring saat di gunung? Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi kamu dan partner tercinta. terimakasih sudah membaca. @mountnesia #mountnesia

Refrensi & sumber :

- Infoyunik.blogspot.com

- https://www.google.co.id/amp/s/m.liputan6.com/amp/2193453/bahaya-memakai-botol-plastik-bekas-air-kemasan

- https://www.google.co.id/amp/s/hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/minum-air-dari-botol-plastik-hangat/amp/

Survival Mencari Air dengan Daun

Sudah pernah terfikirkan untuk mencari air dengan memancaatkan kondensasi dari dedaunan pada tumbuhan ketika kamu mendaki gunung atau berada di alam bebas?

Sedikit cerita Oleh @ervinrivaldi yang telah di post di instagram @mountnesia :  Sekitar 14 jam air dalam kantong plastik ini bisa terkumpul dengan memanfaatkan kondensasi dari sebuah tumbuhan, walaupun sedikit setidaknya ini bisa membasahi tenggorokan dipergunakan disaat keadaan survival... Mumpung lagi di alam bebas waktu yg tepat untuk dipraktekkan.

Dari situ, dapat kita lihat, ternyata kita bisa mendapatan air walaupun hanya ari dedaunan dari tumbuhan. Bagaimana caranya?

Kita bisa melakukannya dengan cara menutupi dedaunan yang ada di pohon menggunakan plastik srperti gambar diatas. Carilah dedaunan yang agak rimbun dan pas dengan kapasitas plastik yang kamu bawa. Kemudian tutupi seperti pada gambar, tetapi jangan ditutup rapat, diberi sedikit ventilasi pada bagian atasnya.

Sebelum menutupnya dengan plastik, kamu juga perlu memilih kondisi daunnya.. pastikan itu bukan daun yang membuatmu gatal seperti daun yang ada bulunya. Pastikan juga bukan daun yang kering menguning ya. Artinya kamu harus menggunakan daun segar pada tumbuhan yang masih hidup.

Kamu bisa membuat sumber air dengan daun tersebut disekitar tempat camp atau pendirian tenda. Jika tiba di tempat camp pada sore hari, kamu bisa pangsung membuatnya. Pada keesokan harinya bisa kamu buka dan rasakan airnya walaupun hanya sedikit. Lumayan kan bisa menjadi tambahan pasokan air, apalagi ditempat camp itu tidak ada sumber air dan musim kemarau.

Pengalaman Mendaki Gunung Saat Hamil

Oleh @reiiiza : Ini cerita pengalaman pendakian Gunung Rinjani bersama Istri saya yg sedang hamil 6 bulan,
Bukan perkara mudah dengan keadaan hamil mendaki gunung tertinggi ke 3 di Indonesia.

Persiapan yang saya dan istri lakukan rutin cek kandungan ke Bidan untuk tau kesehatan kandungannya, Logistik kami usahakan yg bergizi (bukan instan), & vitamin, bahkan untuk tidur pun kami  membawa Kasur & bantal angin lengkap dengan kompa nya.
kami melalukan pendakian pada tanggal 22 Oktober 2017 bersama 4 teman2 saya.
Kami mendaki 6 orang start dari Sembalun jam 2 siang  dengan jalan santai, kami finish & camping di Pos 2 pukul 07:20 WITA.
Pagi hari setelah sarapan & beres2 kami lanjutkan pendakian, trek semakin sulit setelah melewati istirahat di pos 3.
Setelah itu kami  menuju plawangan melewati bukit penyesalan, di tambah lagi di bukit penyesalan kami kehabisan air, tapi beruntung kami di beri air oleh porter yg melintas & pendaki2 lain untuk istri saya yg sedang hamil.
Kami sempat istirahat  berkali kali di jalur ini karena medan yang terjal & menanjak tidak henti2.
Setiap langkah istri saya selalu menahan perut dengan tangannya agar tidak ada goncangan.
Wajah kelelahan sudah tampak jelas dan saya hanya berdoa semoga tidak terjadi apa2 terhadap istri dan calon anak saya, tak lama kemudaian kami di guyur hujan lebat di sekitar Bukit Penyesalan, air hujannya seperti air es, kami hanya berteduh mengunakan jas hujan dan plastik sampah yang kami kibarkan di atas kepala. Semua menggigil kedinginan, kami tidak bisa mendirikan tenda di Bukit ini karena kemiringan  & tempat yang tidak memadai, di benak saya hanya kecemasan melihat istri dan calon anak saya, kita di tengah hutan dan hujan lebat.
Setelah melewati guyuraan badai singkat cerita akhirnya kami sampai di Plawangan dengan sudah payah & badan bergetar  pukul 17:50 WITA, perjalanan kami kurang lebih 10 jam dari pos 2 ke Plawangan.. Allhamdulillah kami 6 orang sampai dengan selamat di Plawangan,
hanya sebentar kami melihat lihat keindahan Rinjani yg luar biasa , kami ber 6 pun Lanjut menuju Plawangan 4 untuk mendirikan tenda yg katanya dekat dengan sumber air. karena kamI kehabisan air.



kami pun berkemah di  tempat tersebut..
Dini hari pukul 02:00WITA kami ber 5 memutuskan untuk summit ke puncak 3726MDPL tanpa Istri saya yang sedang hamil karena bahaya sekali untuk wanita hamil melihat trek yang extream berbatu menuju puncak.

Keesokan harinya setelah summit kami berhasil. kami pun turun menuju Segara Anak.

Lagi lagi kami di suguhi jalur yang extream bebatuan & tebing jurang, dengan perlahan tapi pasti ditambah kecemasan saya, istri saya pun mampu melewatinya dengan tempo yang lambat & tanggan yang menahan perut.
Kurang lebih kamI menghabiskan waktu 4 jam dari plawangan menuju segara anak.

Kita pun berkemah semalam menikmati keindahan Segara Anak & teman2 saya memancing ikan untuk makan malam sebelum akhirnya kita turun via jalur Senaru keesokan harinya.
Esok harinya saya di sugguhkan pilihan serba salah ketika harus memutuskan turun via jalur mana. kita gak mungkin kembali lewat Sembalun karena trek ketika turun saja sudah exrtim gimana nanjaknya? Gak bisa bayangin saya bawa istri saya yg sedang hamil lewatin jalur kembali ke Plawangan Sembalun. Tapi beberapa porter juga melarang lewat Senaru karena lebih terjal katanya & katanya gak boleh Medirikan tenda di sepanjang jalur Senaru setelah pos 3 sampai gerbang kalo kemalaman, katanya sih mistis gitu deh.

Setelah pertimbangkan & ngobrol dengan teman2 saya.  akhirnya apa boleh buat saya ikut jalur Senaru dengan alsan lebih singkat waktu nya katanya. Kami pun melanjutkan perjalanan turun pukul 08:20 WITA.
Dan hasilnya. sumpah kacau jalurnya, lebih terjal bener kata porter. Tapi banyak yg membantu kami dari sumbangan logistic & air untuk istri saya sampai seseorang perempuan yg mau menuntun istri saya jalan setelah sempat terjatuh di terjal bebatuan. Kejadian yg membuat semua panic kerena istri saya terjatuh. Alhamdulilah tidak terjadi hal yg serius.
Dengan sangat berterima kasih kepada semua yg telah menolong kami, kami pun harus mempersilahkan mereka jalan lebih dulu setelah melewati jalur curam dan terjal, karena kami berjalan lambat . alhasil kami kemalamam di hutan Senaru dan kami terpisah dengan 2 teman kami yg lebih dulu turun.

Dengan berbekal senter dan makanan ringan kami lanjutkan perjalanan ber 4, hanya dzikir yg menenangkan istri dan calon anak saya di kegelapan hutan & dingin nya gunung.
Sempat berfikir kami yg terakhir lewati jalur ini tapi ketika kami sampai pos 2 Senaru tidak lama kemudian banyak teman2 pendaki yg sedang turun juga bahkan ada yg membawa anak Balita juga.

kami tertolong dengan ke ramahan mereka. Akhirnya kami bersama turun di gelap malam & dinginnya hutan Senaru.
Dan akhirnya dengan terseok seok & punggung yang sudah sangat pegal, Alhamdulillah kami ber 4 berhasil keluar pintu Senaru pukul 23:15 WITA. Hampir 15 jam kami berjalan.

Keberhailan kami bukan tolak ukur untuk pendaki wanita yang sedang hamil. Keberhasilan kami pun tidak lepas dari bantuan orang banyak yg menolong kami. Saran saya jangan nekat melakukan pendakian dengan keadaan hamil. Semua harus di persiapkan matang2 jika memang nekat ngidam ingin mendaki. Dari kesehatan, konsultasi ke Bidan, logistic yg bergizi dan mencukupi, sampai alas tidur yang nyaman untuk ibu hamil bukan sekedar tanah beralas matras. Dan sebagai suami saya kebagian carrier berat penuh isi hahahaha.

Hamil bukan berarti tidak bisa mendaki tapi lebih baik JANGAN MENDAKI.
Terima Kasih untuk semua yang sudah membantu kami di pendakian Gunung Rinjani tanggal 22-27 Oktober 2017…  See You Next Trip…