Mistis Pendakian Lawu, Pocong, Gendruwo dan Kuntilanak

Pengalaman dari @dyaah_dewi : Mau sedikit bercerita, Pernah ketika itu di Lawu 2007 usia saya masih ada 17th paling kecil dari rombongan kami, kami naik ber 7 dengan kakak kandung saya cewek yg baru saja menikah,  hanya kami berdua cewek.

5 orang yang lain adalah suami kakak dan 4 teman kakak, Naik dari cemoro kandang,  kami mulai berjalan dari jam 7 malam,  waktu itu ada bbrapa saja yg naik. . Saya tidak menjumpai tim yg lain saat diperjalanan.

Teman kakak saya tiba2 pusing dan mual muntah,  kemudian baru sadar yg di (maap)  muntahi itu "trebelo" (peti jenazah),, yang melihat temen kakak yg lain,  kemudian kami smpai dipos 3 ada batu tumpuk... ,tidur disana karena itu benar2 situasi tidak mendukung... dimalam itu, kami tidur,  banyak suara2 yg aneh... Tenda dibalang.... Kmudian kami melanjutkan perjalanan... sampai dipos 4 waktu itu jam 11 siang,hari  sudah gelap sekali. Hujan trn... suami kakak tiba2 menggigil kedinginan..Kemudian kami nyalakan api dan menyiapkan parafim dan menyeduh air panas untuk kakak minum.

kami istrahat sbntar, tiba2 angin datang kencang, dari atas pos 4 dilempari batu....sepertinya mereka mengganggu,...kami tetap teguh dan berdoa..waktu itu hujan angin badai pohon tumbang, ada bbrapa tanah yg diinjek longsor jadi kami harus smkin berhati2.

Hari semakin larut.. kami melanjutkan perjalanan... singkat waktu kami turun... tiba2 kakak hilang arah jalan... kakak dan temannya beda presepsi arah... sampe pada akhirnya mau jalan  sendiri (seperti kosong pandangannya) padahal kakak sudah sering mendaki,  dan sangat hapal dengan jalur pendakian...  kami tetap berdoa dan memuji Tuhan (kepercayaan)...Akhirnya kakak sadar. ,dan seperti sedia kala... Menjukkan arah yg benar untuk kami turun,  hari sudah malam waktu itu jam 00.10 kami tiba di bascamp. dan bermalam disana karena sdh larut untuk kami pulang, saya waktu itu mau kencing,  dan mengajak kakak cewek saya. saya tutup pintu kamar mandinya,  ketika baru jongkok,  pintunya didobrak... Dan saya terkejut.. jelas sekali,  tangannya putiih medog.. . Jarinya panjang2 item... Dan jubahnya putih panjang.... mukanya tertutup rambutnya yg panjang.... Saya reflek lgsg menyebut nama Tuhan saya. Dan Sosok itu pergi.... Saya kaget sekali waktu itu.... kakak saya jg...
Jelas sekali...
dan akhirnya saya tidur untuk menunggu hari esok tiba,
saya tidur pules waktu itu...
.
kakak saya tidak bisa tidur.
karena kata kakak saya,saya dengkur ndenginging (bahasa jawa)  , seperti menangis tidak jelas gitu...
saya ditungguin orang berbadan besar...tapi tidak mengganggu...
.
Ketika kami bisa kembali pulang kerumah,
Banyak cerita yang kami lontarkan masing2 menceritakan yg dilihat pada waktu itu tidak diceritakan karena takut menggoyahkan kami,  dan membhat takut diperjalanan...
.
.
Ada yang melihat trebelo (peti jenazah), pocong, suara2, orang tinggi besar,  dan saya sama kakak saya didatengi *mbak kunti* ๐Ÿ˜‚
.
Dan selama perjalanan dakian kami,
keluarga dirumah istri2 teman2 kakak menunggu,karena sampe 2 hari kami tidak pulang ...karena diberita waktu itu..
Badai di Lawu, dan juga di Salah satu desa disana ada yg mengalami longsor, mgkin namanya Jenawi. Desember 2007

pengalaman yang sungguh berharga
Waktu itu belum usum android.. Hehe jadi ambil poto2 seadanya...
tapi ya terbayar dengan lukisan Maha besar... Maha Agung...sungguh ciptaanNya yg Maha Mulia.

Sekian cerita saya
Salam Petualang, Pecinta Alam!

Bagikan kisah mistismu ke email mountnesia@gmail.com dengan isi : cerita mistis, foto dokumentasi pendakian & id instagram mu. Atau, kamu juga bisa berbagi perjalana  pengalaman pendakianmu (bukan cerita mistis.

Untuk mendukung kami berkarya, kamu bisa stay follow instagram @mountnesia #mountnesia. Terimakasih ๐Ÿ™ 

8 Jalur Pendakian Gunung Prau dan Waktu Tempuhnya

Ada 8 jalur pendakian, 6 untuk umum dan 2 masih digunakan untuk konservasi. Berikut sedikit ulasan 6 jalur pendakian Gunung Prau yang digunakan untuk umum, diringkas dari berbagai sumber

1. Gunung Prau via Jalur Patak Banteng

Jalur favorit pendaki, karena jarak tempuhnya pendek sekitar 1,5 sampai 3 jam pendakian, lokasinya juga berada di tepi jalan raya. Kalau kamu mau mendaki melalui jalur ini jangan weekend atau hari libur, akan sangat ramai bahkan harus antri

2. Gunung Prau via Jalur Dieng Wetan

Termasuk jalur pendakian favorit karena dekat dengan obyek wisata dieng, lokasi base camp berdekatan dengan penginapan Bu Djjono. Dengan jalur yang cukup landai dan tidak terlalu terjal, waktu pendakian adak lama, bisa 3 - 4 jam.

3. Gunung Prau via Dieng Kulon

Jalurnya ada di dekat dengan Candi Dwarawati. Kalau mau menuju basecamp ini, cara paling mudah yaitu dengan mencari lokasi tujuan wisata Candi Dwarawati. Lama pendakian sekitar 4 - 5 jam.

4. Gunung Prau via Jalur Kali Lembu

Jalur Pendakian ini nantinya bertemu dengan jalur Pendakian dari Dieng Kulon dan Dieng Wetan. Rutenya lebih landai daripada jalur Patak Banteng. Basecamp ini ada di Desa Kalilembu, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Lama pendakian 2 - 3 jam.

5. Gunung Prau via Jalur Wates

Jalur pendakian yang lumayan landai dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Lokasinya berada di Desa Wates, Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung

6. Gunung Prau via Jalur Campurejo

Berada di Desa Campurejo, Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung. Jalur ini masih jarang diketahui karena masih baru. Mungkin akan sulit menemukan lokasinya. Kamu bisa hubungi 0867 2649 5918.

TIPS : Buat kamu yang lagi butuh cari barengan daki gunung bisa cek di instagram @caribarengan_naikgunung

Ada koreksi dan tambahan?
Semoga Gunung Prau tetap indah dan tetap terjaga kelestariannya.

Tugas Leader dan Sweeper Pendaki Gunung

Ada Leader tentunya juga ada Sweeper. Leader mempunyai fungsi sebagai pemimpin dalam kawanan pendakian. Biasanya leader itu orang yang mempunyai sifat atusiasme dan semangatnya tinggi. Coba bayangin aja kalau leadernya letoy atau orangnya gampang nyerah dan gak semangat, pasti pendakian jadi kacau. Leader itu penting sebagai penyemangat ketika yang lainnya pada kendor, pastinya juga perlu tanggung jawab, nggak boleh asal mimpin ninggal kawan kawannya yang ada di belakang.

Peran Sweeper sendiri juga tak kalah penting dari Leader, Sweeper ini bertugas sebagai penyapu rombongan pendakian agar tidak ada barang maupun pendaki yang tertinggal dalam pendakian.

Biasanya sweeper ini orangnya teliti dan kuat fisiknya. Tau sendiri kan, biasanya yang paling belakang itu yang paling capek ๐Ÿ˜…. Kalo gak percaya coba saja.

Jika Sweeper bertugas dengan baik, tidak akan ada satu pun pendaki yang akan tertinggal dan hilang.

Maka dari itu biasanya Sweeper berada di posisi belakang dalam rombongan.
Kalo yang tertinggalnya kenangan gimana? Sweeper pun angkat tangan nyerah. ✌✌

Lokasi : Gunung Mandalawangi, Bandung.
Foto @primatatertawa

Diserbu Pacet Saat Mendaki Gunung Bukit Raya

Cerita dari @lellyfaizah :

Kalimantan Tak Terlupakan !

Beberapa waktu yang lalu, ada seseorang yang bertanya "perjalanan mana yang paling berkesan untuk mba lelly ?"

Setelah mencoba mengingat semua perjalanan yang pernah dilakukan, pendakian bukit raya di Katingan Kalimantan Tengah adalah jawabannya .

Biasanya, gw akan dengan senang hati untuk bermimpi akan kembali lagi ke sebuah lokasi yang pernah gw datengin, tapi gak untuk bukit raya !!

Setiap mendaki gunung, biasanya gw akan sangat "betah" berlama-lama dialam bebas, pokoknya kalo bisa gak usah pulang..tapi beda dengan bukit raya, gunung yang menjadi salah satu #sevensummit ini adalah satu-satunya gunung yang bikin gw nangis dan pengen cepet pulang ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

Bayangin, hutannya masih rapat banget dan ini bikin pendaki berkeringat sangat banyak dan selalu merasa dehidrasi , masalahnya sumber air disini terbatas ! Jadi kalo denger suara aliran air, bahagianya luar biasa !

Belum lagi, bukit raya ini adalah "kerajaan" pacet, lintah dan apalah itu keluarganya !
Setiap berhenti untuk istirahat, pasti kita disibukkan dengan "swipping" lintah yang nempel di sekujur badan sepanjang perjalanan, dan ada segerombol pacet di punggung gw !! ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ tangan, leher, betis pada bengkak dicium lintah !





Belum lagi digigit nyamuk dan semut hutan yang ukurannya sejempol gw, dan gw sempet cidera betis juga yang bikin ritme perjalanan gw agak terganggu sampe puncak ๐Ÿ˜ฉ

oh iya jalur menuju kesini juga jadi challenge tersendiri, kita sempet beberapa kali harus turun dari boat demi menghindari arus sungai yang deras..turun-tarik-dorong (repeat)

Beruntung perjalanan ini dilakukan bareng-bareng sama tim solid summitnicus.id , yang selalu mencoba well prepared sebelum pendakian , jadi segala rintangan dapat diatasi dengan baik, dan kita semua berhasil sampe puncak !

Yang pasti, bukit raya mengajarkan bahwa rumah dan keluarga adalah the real happiness !

Tapi tetep aja, gw akan pikir ulang beberapa kali kalo ada yg ngajak balik lagi ke bukit raya, bye ! (kecuali dibayarin๐Ÿ˜‚)

#bukitraya #7summitsindonesia
#kalimantan #indonesia

Pendaki Melihat Kuntilanak Terbang di Gunung Gede Pangrango

Setelah sy (@ajirandisepta) menulis pengalaman sy 17 tahun yg lalu berjudul

"Bertemu 3 sosok misterius dijalur Putri dan tersasar disimpang Maleber gunung gede pangrango"
.
Yg sudah di repost oleh @mountnesia

Maka ini pengalaman pertama saya naik Gn.gede pangrango lg setelah 16tahun.. tepatnya kami naik Gn.Gede via Putri pada tgl 30september 2016

Team sy terdiri dari 10 orang.. saya Randi..Suzan(istri saya yg ngebet banget naik gn.gede padahal sy sering ceritain kisah sy nyasar berhari2 disana..tp sy jg sering menceritakan keindahan suryakencana..dan itu yg membuatnya kesemsem pengen ke surken via putri)

Ika(adik ipar sy..istri dari Ryan yg ada pada kisah kami tersasar disimpang maleber)

bastio(yg jg ikut ketika tersasar disimpang maleber..malah dia ini yg paling lama ngobrol dng 3sosok misterius itu).

selebihnya adalah anggota komunitas PALAD(PecintaAlamDukuhpinggir)TanahAbang(Anto..aly..bimbim..alung..papaw..ruby)

Inilah kisah kami

Kami sampai pos putri malam hari jam 02.00dinihari..kami langsung lapor ke pos(maksudnya mau numpang istirahat disana) tp ternyata kami boleh langsung naik malam itu padahal infonya sudah tdk boleh naik malam lg..sebelum mereka berubah fikiran kami langsung siap2 naik..tdk lupa berdoa bareng2 baru kami memulai pendakian.

Bimbim memimpin didepan..sy hanya menempel suzan dan ika krn mereka pendaki pemula gn.gede.

Blm lama kami berjalan ternyata bimbim salah ambil jalan..harusnya setelah ada genangan air kami harusnya ngambil kanan dan akan terus menanjak..tp bimbim malah ambil kiri dan menurun ke arah perkampungan.

ini mah kebanyakan Bonusnya(bonus itu jalan menurun atau rata disela2 tanjakan panjang) hehehehe

Kami berbalik arah ke arah jalur yg benar..tiba2 kayu dijembatan kecil yg kami lewati amblas sy injak..hingga 1 kaki sy masuk kedalam kali..semua reflek menolong sy(krn mereka tau kaki kiri sy pernah dioperasi bbrp tahun yg lalu)..tp ternyata kaki sy aman setelah masuk lubang itu..msh bisa jalan..kami lanjut ke atas.

tdk jauh ada hutan pinus..kami memutuskan break sambil menunggu matahari keluar dari peraduannya.

Jam 06.00 kami mulai mendaki sampai villa Jepang msh aman...sy terus menempel suzan dan ika yg msh semangat menikmati pendakian ini..sampai saat hujan sekira jam 02.30 kami sudah sampai dibuntut Lutung.

disini kami break lebih 1jam krn hujan lebat dan jg sy lihat stamina pendaki pemula ini mulai menurun.

setelah hujan mulai reda kami lanjut jalan kesimpang maleber..disini sy bernostalgia dng Bastio sambil melihat2 jalur dulu kami salah belok dan tersasar..

Team kami dsimpang maleber ini mulai terpisah..tenaga2 muda itu ngetrek mau sampai puncak duluan untuk buka tenda..sedang sy dan yg pemula tetap jalan santai asal sampai..hehehhe

Sampai ditanjakan terjal sebelum gerbang surken jam 05.40..sudah hampir gelap dan mulai sepi pendaki krn mungkin sudah banyak yg sampai.

Hanya tinggal saya..suzan..ika dan bastio.

Suzan sangat kelelahan..akhirnya daypack suzan dibawa oleh bastio..sampai diujung tanjakan terjal itu seperti terasa lega..krn tinggal beberpa meter lg kami akan sampai surken..gelap sudah datang..penerangan kami bertiga hanya dari lampu tongkatmendaki.

bastio tertinggal dibelakang krn harus membawa 2tas dan itu tepat jam 06.00

Suzan jalan paling depan sambil membawa senter tongkat..bbrp puluh meter suzan berjalan..tiba2 dia berhenti dan menyuruh sy yg jalan didepan..katanya dia merinding.

jalan sudah gelap total dan sy jalan didepan baru bbrp langkah sy berjalan..sy lihat ada umbul2 berwarna putih(bendera dengan tiang tinggi seperti ktk ada acara atau ktk 17agustusan)..umbul2 itu tinggi dan terus melambai2 dan seperti bersinar terang..sy pikir sdh deket surken mungkin ada acara komuntas besardan itu bendera penyambutan..sy terus berjalan..makin dekat sy makin merasa aneh..krn umbul2 itu makin terasa besar bersina dan tinggi sekali..sy pikir lg mungkin itu orang  dengan mukena dan pake engrang(bambu jalan yg tinggi)..masih berpikiran logis sy tetap berjalan..sy lihat 2 wanita dibelakang sy ini makin merapat ke sy.. Makin dekat makin jelaslah sosok itu..melayang dengan baju(sy lebih nelihat sebagai jubah)putih yg panjang..tp Rambut hitamnya lebih panjang dari bajunya..wajahnya hitam bercahaya..sekilas memandangi sy dan kemudian berkelebat memotong jalan yg gelap dan hilang di tengah rimbunnya pohon3 dipintu gerbang surken.

Sy merinding..terperangah..sy lihat suzan dan ika biasa saja raut mukanya..mungkin mereka tidak melihat penampakan itu..sy diam seribu bahasa..krn sy tdk mau bila sy bercerita akan membuat mereka ketakutan.

Sampailah kami di surken yg gelap hanya dibantu  oleh sinar bintang dilangit dan mulai mencari tenda team kami..ketka ketemu tendanya kita langsung beristirahat dan ngobrol2..sy msh tidak mau cerita tentang apa yg sy lihat.

Surken gelap..jd suzan dan ika tidak bisa melihat pemandanga surken ktk sampai..mereka tdk sabar menunggu pagi..

Malam itu diluar anto menggunakan HP berfoto2 disekitar tenda..dan dia berteriak bahwa ada penampakan putih di belakang tenda..bastio langsung melihat di HP..sosok itu tertangkap kamera HP....tp lama2 sosk itu memudar dari gambar dan menghilang..Alung merasa bahwa itu hanya untuk menakut2ti dia saja..sy msh blm mau cerita apa yg sy lihat digerbang surken tadi.

Saya..suzan dan ika tidur 1 tenda..akhirnya mulut ini tdk tahan untuk cerita dngan mereka..tp sy hanya bilang begini :gw lihat sesuatu..tapi besok pagi aje yehh ceritanya

Ika sambil langsung duduk berkata:emang lo lihat apaan??yg tadi digerbang yee?...yg terbang yeee?

Suzan jg langsung nyeletuk : apaan sihh itu tadi pak?yg digerbang?putih2..terbang?

Ternyata mereka lihat juga!!!!!..ya Allah..mudah2 gk bikin mereka ngedrop begitu doaku

Sy jawab:jadi kalian lihat semua..jadi yg tadi itu..penunggu gerbang..kayanya kunti..yaahh ambil positive nya aja..mungkin sosok td itu ingin menyambut kalian yg baru sampe pertamakali ke Surken.

Suzan ama ika langsung teriak2 hhiiiiiiiiii..masuk sleepingbag...langsung nyungsep sanpe pagi..dasar cewekkk wkwkwkwk

Pagi2 sy yg bangun pagi2..foto2 bentar dan bangunin suzan dan ika yg juga lansung selfie2 disurken..ditengah indahnya pohon edelweis...kelelahan mereka mendaki terbayar dengan pemandangan surken yg Indah..

Pagi kami lewati disurken dengan sendagurau dan cerita2 semalam..ternyata bukan hanya sy yg melihat sosok putih itu..ada yg melihatnya dibalik pohon edelweis sedang memandangi kearah tenda..ada yg lihat dibelakang tenda..dan yg terakhir ktk anto moto2 dengan HP itu..hmmmm masih ada aja ini gunung ya..setelah 16tahun tdk kesini sy pikir akan berubah..hehhehe

Perjalanan kami teruskan kepuncak dan pulang via cibodas.

Hujan membuat kami harus lebih hati2 melangkah dijalur naik kepuncak yg berbatu dan licin..disitu langkah sy mulai betat dan dada terasa sesak..mungkin krn dingin fikir saya.

sampai puncak pun kabut masih tebal jd kami tidak bisa menikmati indah pemandangan dari atas..tp kami tetap bersyukur bisa sampai keatas tanpa kendala berarti

Ketika turun sekira jam 04.30 kekandang badak sy baru merasakan perubahan pada stamina sy..sampai disatu titik setelah tanjakan setan sy terkilir pas didengkul sy yg pernah dioperasi..bastio dan aly yg terus menemani sy sampai kandang badak sekira jam 18.00...baru sampai kandang badak..bimbim dan rombongan yg sudah sampai daritadi malah ingin langsung jalan(lagi ...lagi ..saat magrib..hmmm) tidak mau kejadian simpangmaleber terulang lg..sy dan bastio memutuskan break dulu sambil sambil mengistirahatkan kaki sy yg mulai membengkak..bimbim terus berjalan bersama 7orang lainnya..(tapi menurut mereka saya dan bastio jg ikut jalan paling belakang...malah ktk bimbim salah jalan bastio berteriak dari belakang mengingatkan.) padahal saya dan bastio break sekitar 10menit dikandangbadak..tdk bareng mereka samasekali dan baru bertemu rombongan team dicibodas

Sy berjalan tertatih menahan sakit dikaki saya ditemani bastio..langkah sy terasa berat dan dada sy serasa ditekan oleh batu yg besar..susah.bernafas dan sesak(tanda2 Hipotermia sudah terasa) tp sy tetap teruskan perjalanan.

Cuma 1 yg sy pegang teguh ketika mendaki..kita boleh saja berteriak capek..lelah..takut..sakit..tp kita tdk boleh menyerah akan keadaan...putus asa bukan sifat kami..ditemani bastio yg memegang teguh solidaritas tanpa batas terhadap team yg kita bawa...you never walk alone no matter how when you hike as A team..gubrakkkk

Puluhan pendaki melewati kami..kami tertinggal paling belakang mungkin..sampai ketika hujan turun..sy merasa dibalik pohon2 itu bayangan putih..hitam terus mengikuti langkah kami dan bastio jg melihatnya dengan jelas..hanya ayat kursi senjata kami..tdk ada kuasa yg bisa melebihi kuasa ilahi.

Disatu titik setelah pos air panas kami msh bertemu pendaki.

kami berhenti dibatu besar memejamkan mata sebentar ketika teras dibelakang ada suara rombongan lain yg menyenter kearah kami..tetdengar jelas langkah kaki mereka dan suara mereka tertawa..kami senang..mungkin mereka punya sedikit air hangat untuk menghangatkan badan saya yg mulai ngedrop krn kedinginan..kami tunggu dan terus menunggu..tp rombongan dibelakang itu tdk jg sampai ke kami..ktk kami menoleh kebelakang hanya kegelapan yg ada..tdk ada cahaya senter yg menyorot kearah kami..hanya gelap gulita..bagaimana mereka bisa hilang tanpa melewati kami..sedangkan jalur turun hanya ini...sy dan bastio salingpandang tanpa berkata2..krn kami berdua sama2 mendengar langkah2 itu..akhirnya kami teruskan perjalanan sampai di rawadenok 2

Dirawadenok 2 kita bertemu pendaki yg sedang break..melihat jalan sy yg terpincang2 mereka bertanya akhirnya kami titip pesan kpd mrk bila bertemu rombongan dari TanahAbang bahwa kami sdh dirawa denok 2(terakhir kami baru tau bahwa mereka bertemu team kami di cibodas ktk team Evakuasi dari cibodas akan mencari kami)

sy paksakan langkah dan dada yg bertambah sesak untuk sampai ke Rawa denok 1..bayang2 hitam dan putih terus mengikuti bahkan sekarang mereka bergerak terbang dipohon2 mengeluarkan suara gemerisik yg menankutkan..kami terus berjalan melawan rasa takut ditengah hujan dan angin  krn kami tdk tau apa yg mereka inginkan?

Sampai Pos Rawadenok 1 tepat jam 02.00..bastio memaksa sy untuk break sampai pagi..krn melihat kondisi sy yg parah dan kaki sy yg tambah bengkak..

kami gelar sleepingbag dirawa denok..bastio mengumpulkan sampah2 yg ada dirawadenok1dan membakarnya..

dada sy sesak..badan sy terasa panas..kadang menjadi dingin sekali rasanya..nafas sy mulai tdk beraturan dan sy meracau tdk karuan disana..bahkan sy mengusir bastio untuk turun sj sendiri..dan sy akan menyusul bila matahari sudah terbit..tp bastio menolak..krn dia merasa sosok hitam putih itu masih mengawasi kami

sdh tdk ada 1 pun pendaki yg lewat..sy hampir merasa inilah ajal saya..fikiran sy mulai kacau..dingin ini menusuk tulang..sy hampir sdh tdk bisa bernapas..sy tau ini tanda2 hipo..bila hipo kita diusahakan tdk tertidur..tp lelah ini membuat sy memejamkan mata(kata bastio sy tidur sambil teriak2)

sy terbangun ketika seperti mendegar suara ramaiorang  berteriak2 memanggil nama kami.  :   Randi......Bastio......Tanah Abangggggggg... terus berulang2

Suara itu terus mendekat..sampai kami dihampiri oleh 3 orang memakai sarung diselempangkan dibadan...mereka membangunkan kami..sy masih tdk perduli..badan sy tidak bisa digerakkan sedilitpun.

bastio lansung bangun dan ngobrol dengan mereka..ternyata meteka team Ranger evakuasi dari cibodas

1 orang menghampiri sy..menyuruh sy duduk..dan memeriksa tanda2 vital sy..dia bertanya: masih kuat jalan..apa mau ditandu?

Sy type orang yg tdk mau menyusahkan orang..sy yakin masih bisa jalan walau akan sangat menguras tenaga dan waktu..sy pilih berjalan saja

Sy diberi madu dan obat herbal untuk menghangatkan badan..itu sekira jam 03.30..akhirnya 2 orang team evakuasi jalan duluan dengan membawa carrier kami..terasa lebih ringan langkah ini tanpa membawa carrier.

Kami diberitau bahwa team saya sudah sampai cibodas jam00.30 dan langsung lapor ke pos bila ada 2 anggota team yg masih tertinggal karena kakinya cidera..tp mereka tdk tau kalo sy terkena hipotermia jg

Akhirnya kami sampai cibodas jam 09.00 disambut isitri sy Suzan sengan wajah cemas.

Pelajaran yg bisa kita ambil dari sini..bahwa sesering apapun kita naik gunung..kita tidak akan tau apa yg akan terjadi selama pendakian..kita bisa punya peralatan lengkap..tp takdir Allah jg yg akan menentukan cerita hidup kita..maka berserahlah padaNYA tanpa keraguan...dan jangan mudah menyerah dalam kesusahan

kita jg harus tanamkan solidaritas yg tinggi terhadap teman perjalanan kita..apapun yg terjadi harus ada yg menemani teman yg sedang cidera atau tertinggal dibelakang..dan sebagian lg harus cepat ke pos bawah untuk melaporkan agar cepat  ada tindakan evakuasi pertolongan dari Ranger di pos utama..Salam Lestari

Team
PALAD
Pecinta Alam Dukuhpinggir
TanahAbang
SOLIDARITAS TANPA BATAS

Jika kamu punya pengalaman cerita mistis atau cerita pendakian lainnya. kamu bisa kirim ceritamu ke email mountnesia@gmail.com. kirim cerita, dokumentasi pendakianmu, dan id instagram.mu, lalu kirim ke email mountnesia@gmail.com. ๐Ÿ™ terimakasih

Stay follow, @mountnesia #mountnesia

Urusan Sampah, Pendaki Indonesia Sering Ngeyel

Sedikit percakapan dari @rezarahmadan_ -  Teringat di waktu itu ketika saya mengunjungi alam nya Gunung Rinjani, ga sengaja mendengar percakapan dua orang pendaki.

Sebut saja dia itu adalah si A pendaki yg mungkin sudah eksis di beberapa gunung di Indonesia dan si B pendaki yg lagi asik bersantai melepas lelah sejenak sambil menikmati sebungkus roti yg ada di saku nya.

A : Maaf bang itu tolong sampah nya jangan di buang sembarangan, kalo ga masukin kantong lagi.

B : Lah suka2 gw mau buang dimana, lagian gw ke sini bayar, beli tiket masuk juga, ntar juga ada yg ngebersihin yg penting gw happy.

Lalu si A pergi dengan wajah yg sedikit kesal.

Dan saya ikut berjalan sesekali menyapa si B, "duluan sedikit ya bang, sini bang sampah nya masukin ke trashbag saya aja", sapa saya ke si B.

Keesokan hari nya ga sengaja tenda si B berdekatan dengan tenda saya di danau Segara Anak, dan si B menyapa saya saat saya lagi menumpulkan kaleng gas kosong dan mengajukan sebuah pertanyaan.

B : buat apa bang kaleng kosong ?

Saya : mau di bawa turun bang, lumayan bang siapa tau bisa di isi ulang lagi, lagian kalo di diemin di sini buat apa juga cuma ngotor2in gunung doang bang, ga enak diliat nya.

B : oh gitu ya bang.

Saat itu emang ga mikir apa2, yg di pikirin cuma turun bawa sampah aja.

Setelah saya pikir2 lagi, ngasih edukasi sama orang ga bisa cuma dengan Teguran atau Teori tapi juga harus dengan sedikit contoh dan kesadaran dari diri sendiri karna yg di rubah bukan orang nya tapi pola pikir nya.

Ya gatau sih si B tadi bakal sadar atau enggak kalo Gunung itu Bukan Tempat Sampah, setidak nya dia penasaran dan bertanya apa yg saya lakuin dan dia juga nerapin prinsip Bawa Turun Sampahmu.

Bagaimana menurutmu?

Banyak Puntung Rokok di Gunung, Ulah Siapa?

@rinceptr :

Hasil panen puntung rokok dan kotoran lainnya di penanggungan kemaren. ini baru di sekitar camp gua doang dan gua nge-Camp juga gak di keramaian ๐Ÿ˜„ gimana ceritanya ya kalau di keramaian (Puncak bayangan)

Jenis terbanyak masih dipegang kaum puntung rokok diikuti oleh tissue basah dan posisi ketiga di pegang serpihan bungkus permen dan bumbu mie instan ๐Ÿ˜„. Sebenarnya ulah siapa sih?


NB(*) Sampah kalian jangan di tinggal gaes ๐Ÿ˜„ bukan alam aja yang kalian bikin susah, orang-orang yang peduli terus mungutin sisa sampah kalian juga jadi susah. Karena mungutin sampah kecil kaya bungkus permen sama puntung rokok itu gak gampang gaes ๐Ÿ˜„

Loc : Gunung Pawitra / Penanggungan via Tami ajeng.

sekilas sejarah
Gunung Penanggungan (dahulu bernama Gunung Pawitra) (1.653 m dpl) merupakan gunung berapi kerucut (istirahat) yang terletak di Jawa Timur, Indonesia. Posisinya di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Mojokerto (sisi barat) & Kabupaten Pasuruan (sisi timur), berjarak sekitar 55 km dari Surabaya. Gunung Penanggungan merupakan gunung kecil yg berada pada satu kluster dengan Gunung Arjuno & Gunung Welirang yang jauh lebih besar.

#gunungpenanggungan #jawatimur #tamiajeng #indonesia

Dari Ranukumbolo dan Hilang di Ngadas

Hai kakak admin aku mau share soal hampir hilangnya kami di ngadas, saya Yayang Islami

Sepulang dari ranu Kumbolo gunung semeru kita sampai ranu pani kira-kira pukul 18.00 kita mau lanjut pulaNg dan kerumahku di malang daerah pakis deket desa tumpang, 
Saya sama rombongan berjumlah 7 orang membawa sepeda motor meluncur turun, saya dengan guru saya paling dpn membawa matic belkang teman-teman saya, sama guru saya sudah di ingatkan kalau jlan pelan-pelan biar gak ketinggalan

Saat turun ada medan berbatu  2 kali melwati medan berbatu dan langit keadaan gelap stelah medan kedua kami melewati jalan aspal dan saya di ingatkan guru saya, "liat teman-teman ada gak" saya menjawab "ada pak" karna yang saya lihat teman belakang saya persih dan banyak lampu sepeda di belakang, semakin lama jalan semakin enak dan lancar turun dan berkelok ringan dan semkin menjauh ii desa lama sekali turun tiba-tiba rem sepeda yaNg saya tumpangi  blong bagian dpn nya, guru saya menepi dan teman di belakang saya, lalu saya tanya "lho anak-anak mana?" Di jawab "gak tau" karena di keadaan sendiri tanpa memboceng siapa pun 

Guru saya berkata "di tunggu aja paling beda diKit orang kita tdi pelan-pelan" kami bertiga menunggu cukup lama dan berbincang setelah itu kaMi memutuskan untuk kembali ke atas ke desa walau itu jauh, ke atas di pimpin teman saya, teman saya melihat makam dan di memBuNyikan klakson dan makan itu tdk jauh dari tempat kita berhenti tak lama kita sudah menemukan desa dan k anehnya rem nya kembali tdk jadi blong dan kawan-kawan disana semua  anehnya dari desa itu ke tempat saya berhenti tadi itu jauh seperti sudah melewati pos trisula  padhal belum melewatinya, setelah itu kita aman dan berhenti di pos trisula yang seakan-akan tadi sudah dilewati  sedangkan pos trisula belum kita lewati, entah jika kami tidak kembali apa jadi kita bertiga di sana, dan smapai di rumah saya kira" jam 11 malam

Itu sedikit cerita saya sepulang dari ranu kumbolo gunung semeru

Apakah Boleh Memakai Celana Jeans Saat Daki Gunung?

Boleh nggak sih? Memakai celana jeans ketika mendaki gunung?

Memakai celana jeans ketika mendaki tidak direkomendasikan. Loh.. hmm, kenapa? Berikut ini beberapa alasannya :
.
1. Bahan celana jeans lumayan berat pd saat dipacking masuk ke dalam keril, apalagi bila basah akan semakin berat dan susah kering. Berbeda dengan bahan celana quickdry / berbahan parasut.

2. Jika menggunakan celana jeans pada saat melakukan pendakian, resiko pangkal paha lecet akan lebih besar. Biasanya celana jeans yang kita pakai itu sempit & berbahan cukup kasar. Mau jalan ngangkang?

3. Pori - pori yang ada pada celana jeans cukup besar dibandingkan dengan celana gunung berbahan quickdry/parasut. Karena besar pori - porinya, jika dipakai pada saat malam, angin akan mudah masuk melewati celah pori - pori bahannya. Dingin kan jadinya.

4. Bila saat basah karena hujan, badan akan terasa dingin dan potensi kita terkena hypotermia akan lebih besar.

Celana jeans gak DIREKOMENDASIKAN buat pendakian. Alternatifnya kita bisa memakai celana dengan bahan yang mudah kering, enak ketika dipakai & juga ringan.

Ada tambahan atau koreksi?
Tag temenmu yang suka daki gunung, biar tau.

Stay follow, @mountnesia #mountnesia

Jembatan Setan Gunung Merbabu via Wekas

Catatan singkat Merbabu via Wekas.

"10 September, 2017" pict taken by @dewigunung our photographer and our lovely guide ๐Ÿ˜™

"Jembatan Setan...."
Saat melihatmu dari jauh... bisa ga yaaa bisa ga yaaa...??? "Itu lo puncak Kenteng Songo, dikit lagi" kata mbak guide kami ๐Ÿ˜

Dalam hati, "ini gimana dah sampai bawah puncak Syarif aja dah lega, diajak naik lagi ke Kenteng Songo.

Bismillah, mantep-mantep,  pelan-pelan sambil doa ๐Ÿ˜ค

Dilihat seksama foto yang kedua.. ketawa geli sendiri.. dari atas sama bawah temen-temen teriak sambil ngakak liat kelakuan sendiri jalan ngerangkak. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Mbak-mbak pendaki wanitaku tercinta kapan kita jalan-jalan lagi. Sungguh pengalaman dan pelajaran luar biasa ๐Ÿ˜„ (summit isinya cewek semua)

Lokasi foto  : Jembatan Setan, Gunung Merbabu via Wekas

Mendengar namanya membuat nyali bakalan langsung ciut. Rasa takut dan ngeri terus hinggap di fikiran. Dalam bayangan kebanyakan orang, kalau Jembatan Setan adalah sebuah jembatan yang menyeramkan, dipenuhi banyak roh halus yang bergentayangan mengganggu para pendaki dan juga bisa jadi sering memakan korban jiwa.

#gunungmerbabu #merbabuviawekas

Foto - Foto Indah Pasar Bubrah Gunung Merapi

Matahari mulai tenggelam menyembunyikan diri layaknya ditelan bumi. Rasa suntuk menyelimutiku malam itu. Terlintas dibenakku untuk melakukan perjalanan menjelajahi surga kecil di ketinggian. 
Sepinya suasana terpecahkan ketika teman ku berkata "Gimana kalo sekarang kita ndaki aja, nanti jam 7 berangkat, sekarang siap siap" . Itu yang masih ku ingat. Tanpa basa basi kita langsung bersiap- siap dan mulai melakukan perjalanan.

Sekitar 2 jam perjalanan menggunakan motor, tibalah kami ditempat para pendaki istirahat dan melakukan registrasi sebelum mulai pendakian, ya biasa di sebut "BASECAMP" .

Kami memulai perjalanan pukul 10 malam. Untuk mencapai tempat ini, membutuhkan waktu 4 jam berjalan kaki. 
Jalan menanjak tanpa memberi bonus sedikitpun kepada kami. Ya setelah sampai disini kami langsung mendirikan tenda, hanya untuk mengistirahatkan badan beberapa menit.

Tempat ini ialah "Pasar Bubrah" atau biasa disebut "Pasar Setan". Ya tempat ini adalah tempat camp terakhir sebelum puncak sekaligus tempat batas aman pendakian, dimana para pendaki dilarang keras melakukan pendakian sampai puncak. 
Malam menuju pagi kala ribuan bintang menemani kami. Kopi, lampu kota, hembusan angin, ribuan bintang serta celotehan yang keluar dari mulut menjadi momen yang luar biasa.

Angin yang berhembus membawa dingin pun seakan menyampaikan pesan bahwa kami harus masuk tenda dan mengistirahatkan beberapa jam.

Benar lah, baru 2 jam kami merebahkan badan, sudah terdengar suara para pendaki yang berteriak kegirangan, melihat mentari yang tak malu malu menampakan tubuhnya. 
Akupun bergegas keluar tenda, dan takjub melihat pemandangan dari atas sini. Tepat di belakangku, berdiri gunung yang sangat cantik bernama Gunung Merbabu. 
Dan tempat aku berdiri sekarang bernama Gunung Merapi. 
Oh tuhan, sungguh indah ciptaanmu. Dan inilah Indonesia, kepingan surga kecil tempat kita lahir, dan dibesarkan.
#sahabatpendaki #instapendaki #id_pendaki #pendakisantai #pendakikeren #pendakimerahputih #petualangsejati #pejalanselow #camerapendaki #explore_lokal #sukandaki #pendakicupu #pejalancupu #mdplindonesia #pendakitangguh #pendakikalem #pendakimuncukers #mendadakmuncak #naluripetualang #mountnesia

Kontributor: Dimas  Fazri




Cara Mencuci Tenda / Dome Setelah Mendaki Gunung


Dari @ach_nizam : CUCI TENDA setelah melakukan kegiatan outdoor. Ini jarang dilakukan khususnya para pendaki. Ya mungkin karena kebanyakan para pendaki sewa tenda. Jadinya usai digunakan camping langsung di balikin dalam keadaan kotor. Dan jarang pula si pemilik sewa membersihkan kembali tendanya, alhasil tenda kotor akan di sewakan kembali kepada pendaki lain yg baru menyewa. Ini jelas mengurangi kenyamanan dalam melakukan kegiatan outdoor apalagi kalo pas bawa "harem/wanita" ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ Nah bagi yg punya tenda sendiri anda harus sedikit merajinkan diri, ketika usai melakukan kegiatan outdoor khususnya pendakian. Udah cape, loyo, dengkul lina linu, eh pulang-pulang kita harus nyuci tenda๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ. Pas banget diluar tenda bekas noda lumpur dan tanah, di dalam tenda bekas debu, bekas kopi atau makanan tumpah๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข Nah terus bagaimana cara nyucinya?๐Ÿ˜ฎ. Ini sedikit aku kasih tau caraku nyuci tenda setelah sempat browsing2 google "cara cuci tenda". kalopun salah benerin ya.

1.dirikan tenda terlebih dahulu di halaman yg agak luas

2.cuci bagian luar tenda yg kotor dengan air

3.cuci juga bagian dalam tenda dengan memasukkan sedikit air

4.bersihkan dengan kanebo bagian dalam sampai kering

5.jangan lupa bersihkan pasak dan frame. Termasuk lubang frame yg kadang buntu dengan tanah liat

6.bagi tenda double layer, untuk layer paling luar di rendam dengan air (tanpa bahan pembersih/sabun apapun) sampai bekas debu dan tanah terangkat oleh air. Ganti air rendaman beberapa kali sampai di rasa layer telah bersih. Kemudian angkat dan jemur ditempat yg sejuk tidak terkena terik matahari.

Tenda udah bersih nyaman dan siap digunakan untuk kegiatan outdoor selanjutnya๐Ÿ˜Š pasti si eneng tercinta suka๐Ÿ˜…๐Ÿ˜†

#cucitenda #bersihkannoda #daridebu #jugakenangan