Estimasi Pendakian Gunung Latimojong

Dari @milan2707b  -  Gunung Latimojong termasuk merupakan 7 summit Indonesia . Gunung Latimojong adalah gunung yang tertinggi di pulau Sulawesi dengan ketinggiannya mencapai 3.478 m

Pegunungan Latimojong ini juga membentang dari selatan ke utara. Pada sebelah barat Gunung Latimojong ialah Kabupaten Enrekang, sedangkan sebelah utara merupakan Kabupaten Tana Toraja, sebelah selatan adalah daerah Kabupaten Sidenreng Rappang dan area sebelah timur seluruhnya wilayah Kabupaten Luwu sampai di pinggir pantai Teluk Bone.

Untuk jalur favorit pendakian gunung latimojong adalah melalui perjalanan dari dusun Karangan , kabupaten Enrekang

Perjalanan dari makassar menuju Enrekang bisa naik menggunakan tranportasi umum , lalu menuju Baraka . Dari Baraka bisa dilanjutkan menggunakan jeep atau truk untuk menuju Basecamp Karangan

Basecamp – Pos 1 (120 Menit)

Perjalanan pendakian latimojong menuju ke pos 1 akan melewati perkebunan kopi serta menyeberangi beberapa buah sungai kecil.


Pos 1 ke Pos 2 dengan waktu tempuh sekitar 45 Menit

Perjalanan menuju pos dua akan ditempuh melewati hutan yang cukup lebat . Di pos 2 terdapat sungai yang sangat deras dan  airnya yang sangat jernih


Pos 2 -  Pos 3 waktu tempuh pendakian 60 Menit

Perjalanan Menuju pos 3 latimojong ini melewati jalur yang sangat terjal. Inilah trek yang paling sadis.


Pos 3 ke pos 4 perjalanan pendakian sekitar 60 Menit

Menuju pos 4 jalan pendakian yang dilalui agak landai, tidak seterjal perjalanan menuju pos 3.



Pos 4 ke pos 5 (90 Menit)

Trek pos 4 ke pos 5 tak jauh berbeda dengan medan pendakian yang sebelumnya . Disini merupakan tempat yang paling strategis untuk mendirikan tenda karena arealnya cukup luas dan juga ada sumber air berupa sungai yang sangat jernih .

Pos 5 – Pos 6 (60 Menit)

Treknya lumayan menanjak sampai di pos 6 ,  tidak ada sumber air


Pos 6 ke Pos 7 waktu pendakian sekitar 60-90 Menit

Selepas dari pos 6 , jalur pendakiannya akan semakin menanjak . Kita akan menjumpai hutan lumut yang sangat eksotis lho. Jalur pendakian semakin terbuka . Pos 7 Kolong Buntu Latimojong ini merupakan areal berupa lapang yang terbuka , disini terdapat sumber air jernih berupa sungai kecil.


Pos 7 - Puncak Latimojong (90-120 Menit)

Pendakian simmit attack dari pos 7 menuju puncak jalannya sudah agak landai , karena banyak percabangan maka setiap pendaki gunung harus hati-hati dalam memilih jalur . Di Puncak gunung latimojong terdapat sebuah tugu yang menandakan puncak tertinggi gunung Latimojong yaitu Rante Mario.

#parapejalan  #nafaspendaki  #pendakikeren  #pendakikusam #mountnesia  #pendakigunung #pendakiindonesia 

TN Ciremai Akan Menerapkan Sistem Booking Online Untuk Pendakian

Balai Taman Nasional Gunung Ciremai akan menerapkan Sistem Booking Online untuk regustrasi pendakian Gunung Ciremai. Menurut pihak TN Ciremai, sistem booking online ini akan dilakukan uji coba pada akhir tahun 2018 ini.

Saat ini pos V atau biasa disebut Sanghyang Rangkah disediakan sebagai lokasi "Rest Area" bagi pendaki Apuy sebelum menggapai puncak.

MPGC Apuy telah menata pos ini dengan menyiapkan 74 plot tenda kapasitas empat orang. Disini tersedia sarana penunjang seperti Mushola dan Toilet. Personil MPGC pun "standby" 24 jam di Sanghyang Rangkah ini.

Penataan Pos V merupakan bagian dari sistem "booking online" pendakian gunung Ciremai yang saat ini sedang di godok Balai Taman Nasional Gunung Ciremai.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Pihak TN Ciremai, nantinya, calon pendaki harus daftar melalui aplikasi online yang bisa di akses menggunakan android atau smartphone.

Caranya amat mudah. Calon pendaki harus mengisi formulir online tersebut dan mengunggah foto dokumen persyaratan yang diminta seperti kartu identitas dan keterangan kesehatan dari dokter.

Jangan lupa memilih plot lokasi untuk kemping. Lalu bayarlah tarif pendakian dengan transfer bank atau pada konter "minimarket". Saat di pos tiket, oendaki hanya tinggal menunjukan "booking code" atau "barcode" kepada petugas.

 Gunung Ciremai yang menjadi atapnya Jawa Barat. Gunung setinggi 3.078 meter di atas permukaan laut ini adalah primadona para perindu puncak gunung di tingkat nasional.

Gunung Ciremai mempunyai empat jalur pendakian yakni Apuy di kabupaten Majalengka, sedangkan jalur Linggasana, Palutungan dan Linggajati ada di kabupaten Kuningan.

Jalur Apuy yang populer dan menjadi salah satu favorit bagi para pendaki. Selain jalur yang tidak terlalu panjang dan trek yang tidak terlalu ekstrim, panorama yang tersaji sepanjang trek juga sangat memanjakan mata.

Akses menuju jalur pendakian Apuy tidaklah sulit. Biasanya tempat yang pertama dituju yakni perempatan Kadipaten atau terminal Majalengka. Transportasi selanjutnya bisa naik Angkot, Minibus Elf atau angkutan lain menuju Pasar Maja. Dari situ dilanjutkan dengan kendaraan carteran yang tersedia.

Mitra Pendakian Gunung Ciremai (MPGC) Apuy mulai merintis dan membenahi serta mensosialisasikan peningkatan layanan pendakian sejak awal Oktober ini untuk persiapan dan peningkatan pelayanan booking online.

Apa pendapatmu?

Keren Banget!! Jembatan Gantung Situgunung

Jembatan Gantung Situ Gunung Sukabumi yang tepatnya berada dalam kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini menjadi salah satu wisata yang paling instagramable banget lho di Indonesia.

Jembatan yang berkontruksi besi dan tapakan kayu itu dibangun dengan panjang sekitar 240 meter dengan lebar 2 meter. Serta ketinggian dari permukaan tanah paling tinggi sekitar 146 meter. Jembatan ini menjadi destinasi utama wisatawan yang hendak datang berkunjung ke Situ gunung.

Jembatan ini hanya boleh dilewati oleh 40 pengunjung saja dalam sekali penyebrangan, jadi kemungkinan nggak bakal sesak lah ya kalau mau nyebrang kesini.

Foto @abie_bette

Selain Jembatan keren ini juga terdapat banyak destinasi indah lainya lho, seperti Curug Sawer dan wisata danau Situ Gunung.


Mimin mau jalan kalan kesini ah, katanya udah dibuka lagi untuk umum. Boleh deh di tag ke temen kalian yang mau diajak menyebrangi jembatan keren ini.


Foto @ariadisyukur

Jembatan situ gunung, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Resort Situgunung, Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit. 

Alternatif Pendakian Gunung Jawa Tengah

baru baru ini beberapa gunung di Jawa Tengah ditutup jalur pendakiannya. Adalah Sumbing Andong Merapi Merbabu dan (gn. Ungaran, sudah dibuka belum ya?)

Penutupan jalur tersebut juga mempunyai alasan tersendiri. Pasalnya beberapa gunung mengalami kebakaran bahkan hingga menyebabkan korban meninggal ketika  dalam misi pemadaman kebakaran gunung dan Gunung Merapi yang memiliki tanda tanda erupsi juga masih ditutup jalur pendakiannya.


Daripada menunggu jalur pendakiannya dibuka, yuk mending cari alternatif lainnya. Biarkan gunung gunung yang ditutup jalur pendakiannya tersebut beristirahat.


Berikut beberapa alternatif gunung di Jawa Tengah yang cocok dikunjungi untuk pendakian, tap tap dan geser foto <•>>


1. Gunung Prau

pastinya sobat sobat @mountnesia sudah tidak asing lagi dengan gunung yang satu ini. Walaupun ketinggiannya tak seberapa, tetapi Gunung Prau yang berada di dataran tinggi dieng ini mempunyai pesona pemandangan yang luar biasa. Dari gunung ini kita bisa melihat sunrise spesial dengan background gunung gunung di Jawa Tengah. Sindoro Sumbing Merapi Merbabu terlihat jelas dan gagah dari sini.


2. Gunung Kembang

Mungkin beberapa sobat @mountnesia masih belum familiar dengan gunung ini karena jalur pendakiannya masih baru dibuka. Gunung ini mempunyai view yang memesona. Gunung Kembang dengan ketinggian sekitar 2340 mdpl ini berada di sebelah barat gunung Sindoro, bersebalahan. Bila kita melihat view Gn. Sindoro dan melihat gunung kecil di sebelahnya, itulah gunung kembang. Beberapa orang berpendapat kalau gunung ini adalah anaknya gunung sindoro karena lokasinya yang berdekatan dan terlihat menempel disebelahnya. Jalur pendakiannya juga masih sangat bersih, bebas sampah. buat kamu yang mau kesini, harap jaga kebersihannya ya, jangan nyampah!!!


3. Gunung Sindoro

Adalah sebuah gunung volkano aktif yang terletak di Jawa Tengah, dengan Temanggung sebagai kota terdekat. Setelah ditutup beberapa waktu lalu karena kebakaran, Sindoro sudah aman dan dibuka kembali jalur pendakiannya. View gunung ini tentunya memberikan kesan tersendiri. Di sekitaran puncak sindoro kita bisa menikmati hamparan pemandangan yang menakjubkan, bila beruntung kita bisa melihat sunrise dan lautan awan yang begitu indah. kita juga dapat melihat kawah puncak yang masih aktif. jalur pendakian favoritnya adalah Kledung. basecamp kledung cukup mudah dijangkau  karena berada di pinggir jalan raya.


alternatif lainnya adalah Gunung Slamet dan Gunung Lawu. Namun dua Gunung ini tergolong masuk kategori medium atau termasuk hard dalam hal lama waktu pendakian dan medan yang dilalui.


itulah beberapa alternatif pendakian gunung di jawa tengah dengan kategori ringan dan medium.


jadi, mau nanjak yang mana nih?

Mistis Mimpi Bertemu Kakek Tua di Gunung Buthak

Disini aku mau ijin sharing pengalamanku naik ke gunung buthak😅

Waktu bulan april lalu kan aku dan teman - teman nanjak melakukan pendakian ke gunung buthak ya, nah pas itu yg pernah nanjak cuma sedikit, yang lain masih perdana. Kita mulai nanjak pukul 3 pagi, sampai di pos 5 sekitar pukul 1 siang. Kita ngecamp tuh disitu.

Nah waktu udah sore temenku pada ngelanjutin ke puncak, sedangkan yang 2 orang nekad turun lagi, padahal kalo di logika itu impossible nyampe bawah sebelum maghrib. Yaudah kita cuma doa aja kan.

Malamnya udah kerasa ngerinya, tendanya hilang satu pula. Kita ambil jalur sirah kencong blitar, sepi. Cuma ada kelompok kami, yg lain pada ambil jalur panderman. 

Sekitar pukul 7 malam kita buat api unggun, udara semakin dingin, anginnya juga kencang. Lalu kita putuskan buat tidur. Berhubung tendanya cuma satu, yg laki jadi tidur diluar. Nggak lama kemudian aku mimpi didatengin kakek - kakek sama perempuan gitu, mereka bilang kalo kami disuruh cepet turun, sama nggak boleh bicara kasar diatas. 

Yaudah habis itu aku kaget langsung bangun, langsung buka tenda buat nyuruh yg laki masuk, kita duduk - duduk di tenda. Pas itu waktunya kayak diperlama, rasanya udah semalaman disana, tapi pas liat jam masih pukul 9 malam. Siapa yg ga ngeri? Kami semua cuma bisa doa supaya bisa cepet pulang, juga cemas karna keinget temen kita yang turun duluan.

Paginya, kita bersih bersih area camp sama berdoa sebelum turun. Waktu perjalanan turun kita baru menjumpai beberapa pendaki yg naik. Sampai di wukir kita sharing tentang kejadian tadi malem, ternyata nggak cuma aku yg ngerasa aneh😂 yaudah habis itu kita pulang dengan selamat, alhamdulillah. 

Waktu udah nyampe rumah aku baru inget kalo ada yg pernah bilang, penjaga gunung buthak itu emang kakek kakek tua. Hmmm mungkin itu yg nyamperin aku dalam mimpi. 
Sekian.

Kiriman cerita pengalaman dari Ig @agns_ayu

Kamu punya cerita mistis atau perjalanan pendakian? Boleh di share disini, kirim cerita, dokumentasi pendakian dan id instagram mu ke email mountnesia@gmail.com

Bus Unik Lombok - Sumbawa yang Mengangkut Segalanya


Cerita dari @pencari.keringat  -  Ada yang lebih greget?

Di belakang ini adalah salah satu moda transportasi yang paling greget ketika kalian melakukan perjalanan dari Pelabuhan Kayangan Lombok menyebrangi selat Alas menuju Pelabuhan Poto Tano Sumbawa (Desa Pancasila Dompu dan Bima, Tambora) ataupun sebaliknya.

Yang bikin unik dari bus ini adalah bukan hanya manusia saja yang diangkut tapi segalanya. Apa isinya? Mulai dari karung beras, karung jagung, hewan ternak seperti ayam, bawang, cabe, sayur mayur kalau sapi 🐂 bisa masuk mungkin dimasukin juga. Belum lagi pada bagian luar bus juga ada motor yang di ikat dibelakang, terlihat karung ikan asin ratusan kilogram di bagian atas. Sepanjang perjalanan di iringi segala genre musik yang di play sopirnya tetapi yang paling sering diputer itu musik India yang kadang bisa bikin gue dan kawan-kawan nyanyi sambil nari ala ala Bollywood💃gitu.

Situasi kayak gitu yang gue alami ketika bukan pas momen mudik lebara loh ya😁, apalagi pas momen mudik lebaran ya😵

In frame: @aldani16
#sumbawa #lombok #tambora #rinjani #bima #dompu #mataram #travel #traveling #traveler #backpacker #blog #blogger #travelenthusiast  

Dua Pendaki Indonesia Tapaki Kilimanjaro, Gunung Tertinggi Benua Afrika


Semua Usaha Doa dan keyakinan yang menyatu tak akan mengkhianati hasil.

Alhamdulilah puji syukur kami haturkan kepada Allah SWT.

Setelah melakukan perjalan 5 Hari, Tim Mafesripala world seven summits xpedition Eureka,  Kilimanjaro series 2018, akhir nya sampai dipuncak tertinggi di Benua Afrika.

Tanggal 24 Mei 2018 ,Pukul 00.00 Waktu Tanzania, Tim Bangun dari Istirahat mereka & memulai persiapan untuk Summits menuju Uhuru Peak the  roof top of Mt Kilimanjaro.

Pukul 01.00 Waktu Tanzania Tim  memulai perjalanan dari Barafu Camp pada ketinggian 4600 MDPL , selama 30 Menit berjalan perjalanan mereka di iringi lebatnya salju yang turun, & akhir pada pukul 09.02 Waktu Tanzania , Alhamdulillah Tim Eureka Sriwijaya sampai dipuncak tujuan Uhuru Peak Kilimanjaro 5895 MDPL.

Semua ini berkat dukungan & doa kita semua. Semoga Teman teman di berikan kesehatan dan keselamatan hingga mereka sampai kembali di Indonesia.

Mereka tergabung dalam Mafesripala Universitas Sriwijaya(Unsri) Indralaya, Sumatera Selatan sukses mencapai Uhuru Peak, puncak tertinggi Gunung Kilimanjaro, gunung dengan ketinggian 5.895 meter di atas permukaan laut di Tanzania, Afrika.

Bagusnata (20) & Muhammad Razaq (21) menapaki puncak Kilimanjaro, Jumat (25/5/2018) dini hari waktu Indonesia.
.
"Kami bangga bisa bawa nama Unsri & Sumsel, mewakili Indonesia di kegiatan kali ini. Terlebih memasuki Asian Games. Ternyata sampai di Uhuru Peak tidak semudah seperti yang kita lihat di youtube. Cuaca berubah dan kabut jadi tantangan tersendiri," ujar M Razaq saat dihubungi melalui ponselnya, Jumat (25/5/2018)

Keinginan keduanya untuk mengibarkan bendera merah putih serta mengalungkan kain Jumputan khas Sumatera Selatan sebagai wujud syukur, juga terpenuhi meski diterpa rasa dingin yang hebat.

Sebelum dilakukan pendakian, Bagusnata & Muhammad Razaq lebih dulu melewati beberapa seleksi. Sebanyak 30 anggota dari Mafesripala sebelumnya mengikuti uji coba.

Dari total seluruhnya, Bagus & Razaq terpilih sebagai dua pendaki yang berangkat menggapai gunung yang masuk dalam jajaran seven summit dunia tersebut.

Selamat ya !

Foto & Info
suara.com @nuuaditya #pendaki #indonesia #kilimanjaro

Mendaki Gunung Balease, Trek Tersulit Sulawesi Selatan


Cerita dari @diary_azzam : MENDAKI GUNUNG TERSULIT SULAWESI SELATAN

Tolangi Balease. Gunungnya memang tidak setinggi gunung latimojong (selisih ketinggiannya sekitar 462 mdpl) sebagai salah satu gunung yang masuk  kedalam Indonesia seven summit. Tapi soal grade, balease dikenal tersulit di sulawesi selatan bersama gunung gandang dewata yang sekarang memisahkan diri menjadi provinsi sulawesi barat.


Banyak tantangan untuk mendaki buyu (gunung) tolangi balease. Pertama, titik start pendakiannya itu sangatlah rendah, hanya sekitar 25 mdpl saja. Akibatnya, suhu panas & kelembaban udaranya tinggi menjadi ancaman untuk para pendaki sering dehidrasi / haus / kekurangan air. Pendakian dua hari pertama dijamin kamu akan bermandi peluh.

Kedua, keterbatasan sumber air yang hanya tersedia di pos 3 dan lembah waru yang berada di antara puncak tolangi (3016 mdpl) dan puncak balease (2894 mdpl). Selain bekal, kami optimalkan tampungan air hujan pada botol2 bekas di beberapa pos. Pendaki, sebaiknya tidak mengandalkan tampungan botol ini karena tidak selalu ada, apalagi saat musim kemarau.


Ketiga, panjangnya jalur pendakian sejauh 50km PP, terbagi mempunyai menjadi 7 pos. Kami menghabiskan waktu 8 hari 7 malam untuk naik turun puncak tolangi. Di awal2 pendakian, medannya adalah kebun, sawah dan penyeberangan sungai besar hingga 4 kali. Sampai air terjun bantimurung di pintu rimba, medan berubah ke hutan lebat yg didominasi punggungan. Duri dan rotan bertebaran sepanjang jalur.


Bersiaplah menghadapi pacet di ketinggian 1000an mdpl. Pacetnya memang tak sebesar di bukit raya kalimantan, tapi jumlahnya banyak sekali dan ada satu jenis yg dijuluki pacet tentara, karena warnanya yang loreng2 loreng mirip baju militer.


Mendaki balease bisa dimulai dari dusun ulusalu, desa bantimurung, kecamatan bonebone, kabupaten luwu utara. Tolangi berada di rangkaian pegunungan korue, jantungnya sulawesi. Membujur di perbatasan sulsel-sulteng menjadikannya relatif tidak jauh dari danau poso.


Dari kota Makassar, naiklah bus jurusan luwu timur dan berhenti di bone-bone dengan tarif 150ribuan. Dari bone2, hanya sekitar 2 km berjalan kaki menuju dusun ulusalu. Pendaki hanya peru untuk melapor ke kepala desa & juru kunci bernama pak nasaruddin yg sgt baik hati. Tak ada perizinan & biaya khusus disini. Gratis, kita hanya wajib bawa sampah turun kembali tanpa diminta, karena gunung bukanlah tempat sampah

Cerita tentang Gunung Merapi Oleh Warga Sekitaran Lerengnya


Letusan freatik Gunung Merapi, adalah cara Merapi memproklamasikan tentang haknya. Pun saat Balai Penyelidikan & Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kemudian menganalisa letusan susulan & menyimpulkan bila ada unsur magmatik, itupun penegasan bahwa gn. Merapi memiliki hak hidup.
Warga dusun Keningar & Tutup Duwur di Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, setidaknya memperlakukan gn. Merapi dengan kedudukan yang sama dengan warga. Gunung Merapi memiliki hak untuk apapun, begitu pula warga juga memiliki hak untuk menyikapinya.
Kepala Dusun Tutup Duwur, Sumarjono menyebutkan bahwa Merapi memiliki hak untuk erupsi. Erupsi jenis apapun.
"Kalau mbah Rono menyebutkan Merapi berhak menyandang gelar Waspada / Siaga. Kami mengatakan gn. Merapi berhak memberi kesejahteraan kepada manusia melalui letusan apapun itu. Freatik, Efusif, ataupun Eksplosif sekalipun," kata mbah Jon, sapaan akrabnya.
Pagi hari di bawah kawah gn. Merapi dengan jarak kurang yang dari 5 km barangkali akan menggetarkan bagi orang luar. Bagi warga Keningar & Tutup nDuwur, ada mekanisme alam yang dapat dijadikan patokan ketika Merapi sudah dalam tahap yang membahayakan.
"Kami lahir, besar, juga tumbuh di tempat ini. Setiap pagi kami selalu naik mendekati puncak. Mencari rerumputan untuk ternak. Kami dihidupi oleh Merapi," kata Sumarjono.
Penghormatan kepada gunung Merapi adalah sebuah keniscayaan. Ini bukan soal mistik, juga bukan soal sirik. Ini harmoni hidup dengan alam.

Seorang petani dusun Tutup Duwur Kecamatan Dukun Magelang sedang membajak sawahnya di kaki Merapi dengan kerbaunya. (foto : Liputan6.com / edhie prayitno ige)Seorang petani dusun Tutup Duwur Kecamatan Dukun Magelang sedang membajak sawahnya di kaki Merapi dengan kerbaunya. (foto : Liputan6.com / edhie prayitno ige)
2 of 3

Jinak-jinak Merapi

Pagi hari selalu disambut warga kaki Merapi dengan giat bekerja, kabut tak menghalangi mereka. (foto : Liputan6.com / danu/ edhie prayitno ige)Pagi hari selalu disambut warga kaki Merapi dengan giat bekerja, kabut tak menghalangi mereka. (foto : Liputan6.com / danu/ edhie prayitno ige)
Pada pagi hari, warga dusun biasanya bangun sebelum matahari muncul. Mereka menikmati apapun yang disajikan Merapi & semesta yang melingkupinya. Ketika matahari terbit, suara binatang-binatang, gemuruh dari kawah, hingga komposisi asapnya dan awan yang mampu berubah warna menyesuaikan ketinggian matahari.
Bias cahaya oleh embun & juga air di sekitar puncak, tidak hanya menyajikan warna jingga sebagaimana pagi. Merapi itu menawarkan lebih. Ada ungu, ada biru, ada hitam, bermacam warna bercampur.
"Bagi warga, gunung Merapi tak pernah ingkar janji. Ia selalu memberi kode jika hendak memuntahkan isi perutnya. Tidak pernah Merapi mencelakai warga tanpa isyarat. Bahkan gunung Merapi memberi penghiburan dengan warna-warna yang unik," kata Sumarjono.
Letusan freatik yang mengawali heboh di Mei tahun 2018 ini, sebelumnya juga pernah terjadi pada tahun 1889, 1878, 1807. 1906, 1924, 1990. Kemudian beberapa kali di tahun 2012, 2013, 2014. Letusan Freatik dikenal juga sebagai letusan minor atau letusan abu.
Letusan lain yaitu letusan efusif. Pernah terjadi di tahun 1883, 1885, 1888, 1905, 1908, 1909, 1915, 1920, 1922, 1986 dan puluhan kali selama kurun waktu 1939-2006.  Letusan efusif disebabkan adanya pertumbuhan kubah lava. Kubah lava lama terdorong oleh tumbuhnya kubah lava baru dan longsor ke bawah. Longsoran ini menghasilkan awan panas.

Yang paling besar adalah saat letusan jenis eksplosif. Letusan yang disebabkan pergolakan magma dalam perut gunung. Tekanan besar menyebabkan keluarnya magma menjadi eksplosif. Terakhir letusan eksplosif terjadi pada tahun 2010.
"Nggak bisa kalau dibilang ada siklus letusan. Contohnya yang eksplosif itu, sebelumnya terjadi di tahun 1996, kemudian 2010. Padahal sepanjang tahun 1930-1933 juga meletus eksplosif hingga tiga kali. Yang jelas bagi kami Merapi tak pernah ingkar janji," kata Sumarjono.
Sementara itu, bagi Jatmiko aktivis Forum Merapi-Merbabu Hijau, erupsi Merapi tak mengurangi semangatnya menghijaukan lereng Merapi. Ia tak pernah merasa sia-sia jika tanamannya akan hangus oleh terjangan awan panas erupsi Merapi.
"Nggak ada kaitan antara letusan dan penghijauan yang kami lakukan. Kami semata-mata ingin menjaga alam Merapi dan Merbabu tetap hijau. Itu saja, sederhana. Jangan tanya manfaat atau motivasi lain," kata Jatmiko suatu hari.
Jinak-jinak Merapi. Barangkali frasa itu lebih pas. Merapi sangat jinak, bagi warga dan siapapun yang memang mengutamakan harmoni dengan lingkungan. Namun sejinak apapun, Merapi tetaplah Merapi yang memiliki hak untuk meletus.
Hak Merapi akan diimbangi dengan hak warga untuk menentukan apakah mereka perlu mengungsi ataukah tidak. Dua hak yang saling berpilin namun memiliki kemerdekaan sendiri-sendiri.
Sumber : liputan6.com/regional/read/3539782/jinak-jinak-merpati-gunung-merapi

Awal Mula Tanjakan Cinta Gunung Semeru


Cerita dari @gerrymgianna  baca yuk. foto ini di ambil di sebuah Tanjakan, namanya adalah Tanjakan Cinta, ya Tanjakan cinta merupakan sebuah jalan setapak menuju bukit, dengan kemiringannnya sekitar 45 derajat. Letaknya tepat berada setelah Ranu Kumbolo menuju ke Oro-oro Ombo. Saat melewati Tanjakan Cinta, para pendaki dihimbau agar tidak menoleh ke belakang. Kalau menoleh, konon Anda akan putus cinta dengan seseorang.

Legenda bermain di sini. Konon, dulu ada dua sejoli yang sudah bertunangan dan mendaki Gunung Semeru. Ketika lewat tanjakan ini, sang pria jalan lebih dulu lalu tiba di atas bukit tanpa menoleh sedikit pun ke belakang. Namun sang perempuannya keletihan, jatuh terguling, kemudian meninggal dunia. Innalilahi

Itulah kenapa, mitos yang sekarang beredar, pendaki yang memikirkan pasangannya lalu berhasil melewati Tanjakan Cinta tanpa menoleh ke belakang, akan berjodoh dan cintanya akan abadi. Sebaliknya, kalau di tengah jalan malah ia menoleh ke belakang, hubungan percintaan konon akan putus.

Percaya tak percaya, tapi banyak pendaki yang mencoba jurus ini untuk menguji ketahanan diri sendiri. Tanjakan Cinta ini memang cukup melelahkan, dan tampaknya sulit untuk tak menoleh ke belakang karena Ranu Kumbolo memang terbentang cantik di sana.

Namun begitu melewati Tanjakan Cinta dan tiba sampai diatas bukit, rasa penasaran dijamin terbayar sudah. Ranu Kumbolo terlihat terbentang sangat indah memesona memikat hati, tampak sangat jika dilihat dan dinikmati cantik dari ketinggian. Pepohonannya hijau yang mengelilinginya memang sangat menyejukkan mata.

Istirahatkanlah kaki Anda, dan berbaliklah ke arah berlawanan. Maka pnorama view fatastia Oro-oro Ombo langsung menyergap sudut mata mu. Padang ini dikelilingi oleh suatu perbukitan, pohon pinus yang tertanam di banyak tempat. Bagi pendaki yang sepanjang Tanjakan Cinta menahan diri untuk tak melihat ke belakang, panorama oro oro ombo ini adalah 'hadiah' yang paling luar biasa loh!!!! Untung saya ga punya pasangan jadi ga papa lah nengok kebelakang biar banyak dapet bonusnya. Heheh JOMBLO maknyus.

Mengerikan, Gunung Batutara Meletus tiap 20 Menit Sekali

Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mempunyai wisata yang unik, adalah di Gunung Api Batutara.

Batutara, merupaka gunung api aktif yang setiap 20 menit menyemburkan lahar panas yang menjadikannya gunung ini destinasi unik di Dunia. Gunung berapi ini berada di Pulau Komba, sebuah pulau yang sekaligus gunung, tepatnya di Laut Flores sebelah utara Pulau Lembata.

Baru baru ini pemerintah setempat melakukan promosi pariwisata melalui festival tiga gunung yaitu gunung Ile Lewotolok, Ile Batutara, dan Ile Werung. Festival tiga gunung tersebut mulai digelar pertama kali pada tahun 2018, berlangsung dari Maret hingga puncaknya di Oktober.

Aktivitas gunung batutara ini berlangsung sepanjang hari tanpa tiada henti. Paling indah disaksikan pada saat malam hari, terutama waktu mahgrib dan subuh.

Akses dan jarak tempuh menggunakan dengan kapal cepat dari Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata membutuhkan waktu sekitar 90 menit, sekitar satu jam setengah ya.

Gunung Ile Batutara ini merupakan salah satu dari tiga gunung di dunia dengan keunikan yang sama. Selain di Lembata, gunung unik berada di Sisilia juga di Atlantik.

Tanggal 20 Oktober tahun 2017, Gunung Ile Batutara dikunjungi oleh sebanyak 35 wisatawan asing dari Amerika Latin.

Apakah kamu tertarik untuk menikmati sensasi wisata gunung berapi ini? Kalau berani ya silakan berkunjung ke Gunung Batutara.

Lautan Awan di Basecamp Bambangan yang Memesona

Mau kesini? Masjid diatas awan, Basecamp Bambangan, Gunung Slamet. Foto oleh instagram @yulie_setiya

Gunung Slamet, dengan Ketinggian 3.428 mdpl ini menjadi gunung yang paling tinggi atau tertingginya Provinsi Jawa Tengah. Gunung ini masuk kedapam wilayah administrasi beberapa kabupaten diantaranya adalah Purbalingga, kab. Purwokerto, kab. Brebes, dan kab. Tegal yang familiar kita kenal dengan wilayah bahasanya yaitu terkenal dengan Jawa Ngapak.

Jalur paling mainstream yang ada di gunung slamet dan difavoritkan pendaki adalah jalur Bambangan yang lokasinya ada di Kabupaten Purbalingga.


Pendakian Gunung Slamet Jalur Bambangan

Kalau ditanya kenapa sih kita harus pilih jalur Bambangan sebagai awal pendakian buat menuju ke puncak Gunung Slamet? Ya karena jalur inilah yang paling populer di kalangan para pendaki gunung. Untuk pertama kali melakukan pendakian di gunung yang belum pernah kita daki itu emang enaknya kalau pakai jalur yang paling rame dulu.

Menuju basecamp Bambangan sekarang makin gampang aja. Di Stasiun Purwokerto sudah ada angkutan yang khusus untuk pendaki yang mau ke basecamp.

Waktu tempuh dari Stasiun Purwokerto dan Basecamp Bambangan hanya sekitar satu jam perjalanan saja.

Dari basecamp bambangan ini sudah sangat fantastis juga pemandangannya.. seperti foto diatas. Lautan awan di sekitar masjid basecamp bambangan.

Buat kamu yang rindu gunung slamet dan tak sempat untuk mendaki kesana, cukup datang ke basecamp dan merasakan sensasi lautan samudera awan dari basecampnya.