Apa itu Heat Stroke? bagaimana cara penanganannya?

FOLLOW official instagram pendaki gunung >>> @MOUNTNESIA


Kalian suka mendaki gunung di siang hari yang saat itu benar - benar panas karena sinar matahari? Atau kalian juga hobi berpetualang menjelajahi pantai? Kali ini kami perkenalkan penyakit yang cukup berbahaya yang terjadi pada suhu tinggi yaitu HEAT STROKE.

Ini adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh paparan sinar matahari berlebih dalam waktu yang lama, apalagi saat benar - benar panasnya matahari. Jadi, ini akan menyebabkan tubuh kita kehilangan banyak cairan melalui keringat. Kemudian suhu tubuh akan menjadi sangat tinggi hingga lebih dari 40 derajat.

Mengenal Tanda Head Stroke
Bagaiaman tanda - tandanya dari gejala penyakit ini? Tandanua ini hampir mirip dengan kejadian pingsan ketika upacara bendera pas sekolah dulu (memori masa lalu) hehe, tetapi hal ini malah sebenarnya jauh lebih parah ketimbang pingsan, berikut:

1. Merasa pusing
2. Pandangan menjadi kabur, kadang dibarengi mual juga hingga muntah
3. Terjadi kram dan nyeri pada anggota gerak
4. Merasa nyeri di kepala yang hebat sebelum hilang kesadaran
5. kulitnya akan memerah, kering, terasa panas, dan keringat sangat sedikit,
6. Kesadaran korban mulai terganggu dan akan mengigau, bicaranya tidak jelas, bahkan  kadang menjadi benar - benar tidak sadar,
7. Pada nafas akan cepat dan dangkal. Nadinya menjadi cepat lebih dari 100 kali / menit.

Penanganan dan Pencegahan 
Untuk pertolongan pertama dan pencegahannya perlu kita ketahui. Pertolongan pertama pada penderita Heat Stroke prinsipnya adalah untuk menurunkan suhu tubuh korban terlebih dahulu, yaitu dengan cara :

1. Cari tempat seperti di bawah pohon atau tempat maupun ruangan yang sirkulasi udaranya baik. Lalu bawa korban ke tempat tersebut.

2. Setelah itu, baringkan korban dengan kaki yang ditinggikan 15 hingga 30 cm dengan penyangga tas/batu/tubuh teman, atau lainnya yang bisa.

3. Bukalah semua pakaian korban terkecuali untuk lawan jenis cukup sisakan pakaian dalamnya saja.

4. Kipasi seluruh badan korban menggunakan apapun yang bisa menghasilkan angin.

5. Di seluruh tubuh korban juga  di percikkan air.

6. Siapkan handuk basah atau kain dan tempatkan pada area leher, ketiak, bagian perut, paha, selangkangan, dan bagian betis.

7. Atau jika kalian menemukan sungai, maka kalian bisa merendam korban ke sungai sekitar 10 sampai 20 menit dan tetap jaga agar korban tidak tenggelam.

8. Apabila korban mulai tersadar penuh, maka  berikanlah minuman yang banyak. Lalu istirahatkan korban.


Sedangkan untuk pencegahan dari penyakit ini cukup mudah, yaitu:

1. Pastikan untuk rutin istirahat ketika berjalan melakukan pendakian disiang bolong, terutama saat terik matahari

2. Dalam memilih jalur pendakian maupun perjalanan kaki, pilih jalur yang teduh dan pastikan asupan air minum yang kalian bawa itu cukup selama melakukan perjalanan

3. Dalam pemilihan pakaian, gunakan pakaian panjang tetapi longgar agar sirkulasi udaranya baik

4. Apabila di dekat camp terdapat sumber air, perbanyaklah minum tetapi dengan jeda (jangan langsung minum banyak dalam sekali minum saja), banyak minum ini agar mengembalikan cairan tubuh yang hilang setelah perjalanan dan untuk menormalkan kembali suhu tubuh.


Sumber dan refrensi
1. Weiss EA. 2005. A Comprehensive guide to wilderness and travel medicine 3rd edition
2. St.John first aid fact sheet on heat exhaustion and heat stroke.
3. wikipedia.co.id

Penulis:
By instagram : dokter petualang
Ditulis ulang oleh Tim VIApendaki, official ig @mountnesia

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon