Arjuno Via Jalur Tretes, Pasuruan,Trek Paling Susah

Tags
FOLLOW official instagram pendaki gunung >>> @MOUNTNESIA



Assalamu’alaikum mountaineers, kali ini saya akan sedikit bercerita mengenai pendakian saya dan rekan-rekan menuju Gunung Arjuno. Gunung Arjuno merupakan salah satu gunung yang berada di Kabupaten Malang, Jawa Timur dan bersebelahan dengan Gunung Welirang. Jalur pendakian menuju gunung Arjuno bisa melalui beberapa jalur yaitu jalur via Tretes Pasuruan, Purwosari Malang dan Lawang Malang. 

Gunung Arjuno dikenal dengan kemistiskannya dan juga jalur pendakian yang lumayan berat. Pendakian melalui jalur Tretes merupakan pendakian dengan trek paling sulit. Karena jalan pendakiannya terdiri dari bebatuan. Namun jalur Tretes lebih banyak dipilih oleh para pendaki karena sekalian mendaki ke Gunung Welirang.  

Untuk tiket masuknya pendaki harus membayar tiket sebesar Rp 8500/orang. Pendakian dari bascamp menuju pos 1 atau dinamakan Pet Bocor memerlukan waktu sekitar 45 menit. Karena masih diawal pendakian kaki masih perlu pemanasan jadi biasanya diperjalanan awal ini mudah merasa lelah. Di pos 1 terdapat sebuah warung kecil, nah kalau pas beruntung warung tersebut dibuka dan menjual makanan-makanan kecil serta air minum. (waktu pendakian saya, warung tersebut tutup jadi hanya beristirahat disana.)

Dari pos 1 menuju pos 2 atau kop-kopan diperlukan waktu sekitar 4 jam. Karena jalurnya merupakan jalan bebatuan para pendaki sering merasa lelah dan lebih sering beristirahat. Sepanjang perjalanan pendaki akan disuguhi dengan aroma bunga edelweiss. Sampai di kop-kopan kita bisa beristirahat dan mendirikan tenda disana. Di pos 2 ini juga terdapat aliran air yang cukup besar jadi bisa untuk minum atau masak. Pemandangannya sangat bagus karena adanya tenda berwarna-warni milik para pendaki dan dipagi harinya kita akan disambut sang mentari.





Setelah bermalam di pos 2, melanjutkan perjalanan menuju pos 3 atau pondokan yang memerlukan waktu sekitar 4 jam. Jalur disini terasa lebih berat karena jalurnya menanjak dan jalannya bebatuan makadam. Ada cerita lucu ketika pendakian sama dan rekan-rekan, setelah 2 jam kami mendaki kami mendengar suara mesin mobil. Awalnya kami mengira bahwa itu hanyalah suara pesawat. Namun ternyata suara tersebut benar-benar suara mobil jeep milik abang-abang pengangkut belerang.





Sampai di pos 3 atau pondokan, kita akan menjumpai pondok-pondok yang menyimpan belerang. Disana juga ada bapak-bapak yang sangat baik hati yang membuka warung. Ada banyak cemilan kecil dan juga minuman serta mie instan yang bisa kita nikmati sembari melepas lelah. Disana juga terdapat sumber air yang cukup besar. Para pendaki juga bisa mendirikan tenda di pos 3 ini karena lahannya cukup luas.






Dari pondokan ke Lembah Kidang hanya diperlukan waktu sekitar 15 menit. Nah, Lembah kidang ini biasanya digunakan para pendaki untuk beristirahat sebelum sumit. Kita bisa bermalam dan mendirikan tenda. Di Lembah Kidang juga terdapat air terjun kecil yang bisa digunakan untuk air minum. Didekat Lembah Kidang terdapat sabana yang sangat luas dengan rerumputan hijaunya. Untuk rekan-rekan yang senang berfoto, sabana ini bisa dijadikan sebagai spot foto karena pemandangannya sangat indah.





Dari Lembah Kidang menuju puncak diperlukan waktu sekitar 4 jam. Sekedar info, untuk sumit lakukanlah apabila sang mentari sudah muncul atau sudah terang sehingga jalurnya dapat terlihat dengan jelas. Untuk sampai dipuncak harus melewati beberapa bukit dan dengan jalur yang terus menanjak. Puncak Gunung Arjuno merupakan tumpukan bebatuan besar yang dinamakan Puncak Ogal-Agil. Dinamakan Ogal-Agil karena batuan tersebut akan nampak jatuh apabila tertiup angin.
Nah untuk perjalanan turun memang terasa lebih lama karena kita sudah merasa lelah sehingga jalannya terasa jauh. Selamat melakukan pendakian menuju Gunung Arjuno, semoga selamat sampai puncak hehe. Tapi ingat bahwa puncak hanyalah bonus kembali kerumah dengan selamat adalah tujuan utama.
Terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membacanya. Wasalamu’alaikum wr.wb.

Info lebih bisa tanya jawab di instagram @rizha_nf

Penulis:
Rizha Nur Frisanti, 19 thn || Instagram @rizha_nf

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon