Cara Mengatasi Bibir Pecah - Pecah Setelah Pendakian Gunung

FOLLOW official instagram pendaki gunung >>> @MOUNTNESIA


Bibir pecah - pecah seusai melakukan pendakian gunung terkadang menjadi masalah yang sering dialami oleh para pendaki. Panas di puncak gunung terkadang tidak terasa karena adanya hawa dingin. Akantetapi efeknya tetap akan berdampak kepada kita. Jika mengalami bibir pecah - pecah, ini disebabkan karena bibir kita terkena oleh paparan sinar matahari berlebih, ditambah lagi oleh konsumsi air yang kurang. Berikut ini cara mempercepat penyembuhan bibir pecah - pecah setelah pendakian gunung.

1. Ambil gula pasir 1 sdm, lalu campurkan dengan 1/2 sdm madu dan kemudian aduk hingga merata. Jika sudah merata kemudian oleskan di area bibir yang pecah - pecah. Diamkan sekitar 30 sampai 60 menit. Ulangi hingga 2-3 kali sehari. Bisa dilakukan kurang lebih 5-7 hari atau sampai bibir kalian merasa lebih baik.

2. Atau bibir kering kalian juga bisa di oleskan dengan madu saja tidak apa - apa. Selain dapat melembabkan mulut yang kering, madu juga baik sebagai penyembuh luka. Alternatif selain madu, kita dapat menggunakan minyak olive oil dan coconut oil.

3. Cobalah untuk menghindari makan makanan yang pedas dan asam. Makanan pedas dan pedas bisa membuat iritasi jaringan bibir yang pecah - pecah. Hal ini akan membuat prosess penyembuhannya semakin lama.

4.Banyak - banyak meminum air putih sekitar 2 - 2,5 liter setiap harinya.

5. Jika ada jaringan bibir yang mulai mengering, jangan diprotol atau dicopot menggunakan tangan. Jika kalian mencopotnya bisa menyebabkan jaringan bibir yang lainnya ikut tertarik. Akibatnya akan luka lagi.

6. Jika kalian ingin berpetualang atau melakukan pendakian lagi di kemudian hari, kalian dapat membawa lipbalm / pelembab bibir dan gunakan saat berjalan. Pastikan kalian juga membawa air yang cukup, untuk menghindari bibir - pecah - pecah setelah pendakian.

Itulah beberapa tips untuk menyebuhkahkan bibir pecah - pecah karena kekeringan dan kepanasan di pendakian gunung. Semoga bermanfaat.

Salam lestari!
By instagram : dokter petualang
Ditulis ulang oleh Tim VIApendaki, official ig @mountnesia

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon