Pendakian Merbabu Via Wekas, dari Bandung

Tags
FOLLOW official instagram pendaki gunung >>> @MOUNTNESIA

Bertepatan tanggal 03 MEI 2016 kami ber-5 meninggalkan Bandung untuk pendakian Taman nasional gunung merbabu via wekas.
Kami di bagi menjadi dua kelompok dengan berbeda rute transportasi, tiga orang naik kereta dengan keberangkatan dari stasiun kiaracondong, Bandung jam delapan malam menuju stasiun lempuyangan, Yogyakarta tiba jam 5.00 pagi pada tanggal 04 Mei 2016, sedangkan dua orang naik bus diterminal cicaheum, Bandung dengan keberangkatan jam 6 sore menuju terminal magelang tiba pada tanggal 04 mei 2016 jam 4 pagi.

Sebenarnya naik kereta itu harusnya berempat, cuman ada yang gabung susulan 1 orang.
Terpaksa teman kami korbankan tiket kereta untuk menemani 1 orang menuju terminal magelang.
Setelah tiba di stasiun lempuyangan Yogyakarta, kami bertiga melanjutkan perjalanan pada pukul 06.00 pagi dari stasiun lempuyangan menuju terminal jombor untuk menumpangi bus jurusan magelang-Semarang untuk menemui 2 orang teman kami di terminal magelang.
Telah tiba di terminal magelang pada pukul 07.00, kami bertemu kembali bersama tim pendakian merbabu via wekas.
Dan Kami berlima menumpang kembali dengan kendaraan yang jarang di temui di daerah Bandung, Nama kendaraannya pun masih misterius.
Di sebut bus bukan,apalagi ELF.
Kendaraan seperempat mirip dengan bus,tarifnya pun murah RP.7000 lumayan jauh jarak tempuhnya.
Alhamdulilah jam 9.00 pagi kami sampai di daerah wekas.

Setelah itu para pengojek dengan tujuan kampung kedakan (basecamp merbabu via wekas) menawari jasanya dengan Rp. 25000/per-orang.
Basecamp telah tiba, kami beristirahat sejenak dengan membugarkan kembali rasa semangat untuk perjalanan menuju puncak.
Dan mulai mendaftar sikmasi dengan tarif Rp.5000 per-orang untuk pendakian jalur via wekas.

Jam 10.30 kami berdoa sebelum melakukan perjalanan.
Berdoa selesai, kami pun melanjutkan perjalanan untuk pendakian melihat ke atas langit sedikit menghitam awannya, Berharap hujan tidak turun.
Sedikit demi sedikit melangkah menguras banyak keringat.
Kami pun istirahat sejenak dengan menyapa para pendaki lain, Biar akrab sesama saudara walaupun berbeda tempat tinggal.
Selama perjalanan kami pun ketakutan melihat dengan penghuni hutan merbabu (monyet), tetapi tidak menganggu manusia.
Seolah-olah unik penghuni yang ramah terhadap tamu, rasanya ingin menyapa dengan dekat.
Tetapi cuman di atas pohon dan tidak di bisa dokumentasikan.

Perjalanan pun menuju puncak terhenti jam 2.30 di pos 2 (camping ground), karena perjalanan masih jauh menuju top merbabu (puncak kenteng songo).
Kami semua terpaksa mulai mendirikan tempat berteduh dan istirahat atau tenda.
Untuk menyimpan sisa-sisa stamina, energi
dan membugarkan kembali tubuh dengan bermalam di pos 2.

pada Pukul Jam 3.00 sore kami semua sibuk memasak dengan seadaanya, untuk mengurusi perut yang terkuras selama perjalanan.


Tempat Mendirikan tenda di bawah pohon Rindang POS 2 merbabu via wekas.






Dokumentasi di pos 2 dengan kilauan senja yang menaburkan kerinduan dan seakan-akan ingin kembali ke tempat yang sudah berlalu untuk menjadi sebuah cerita.


Malam sudah berlalu bersama dinginnya munusuk hingga ke tulang dengan angin malam, walaupun selama semalam istirahat pun tidak begitu nyaman dan tidak tertidur pulas dikarena ramainya para pendaki saling berdatangan dan suara kicauan tentangga sebelah.Tetapi tidak masalah, malam itu sudah lewat.
Waktunya menghangatkan tubuh dengan beberapa gelas untuk hidangan minuman seperti teh, kopi, susu, dll.
Pada Pukul jam 8.00 pagi tanggal 05 Mei kami pun semua mulai bersiap-siap kembali melanjutkan perjalanan menuju puncak dan menghirup udara pagi yang sejuk tanpa polusi, begitu nikmat di hidung.

Sebelum melanjutkan perjalanan melihat indahnya sindoro-sumbing dengan jarak pandang yang sangat jauh.


Pada pukul jam 9.00 di pos 2, langkah kaki mulai mengerakan kembali dengan sabar melangkah tetapi memaknai dan memahami selama perjalanan.

Perjalanan dari pos 2 ke G.kukusan
,jalannya pun mulai berbatuan untuk di lalui.


Kami semua dengan senang hati bersabar dan penuh canda tawa dengan ceria walau sedikit luka dipundak.

Suasana mulai ramai oleh para pendaki yang turun sehabis dari puncak sambil sapa menyapa.Setelah itu kami istirahat sejenak, sembari kopi dan cemilan untuk memulihkan kembali energi.

Selama istirahat tiba-tiba pendaki lain dengan jumlah empat orang yang mau melanjutkan perjalanan naik,berbicara bahasa sunda dan kami pun tersenyum dan saling sapa menyapa.
Sesama suku sunda,Sambil menawari snack dan menanyakan tempat tinggal.
Dan ternyata ke-4 orang itu, berasal dari kuningan, ciamis, banjar, dan pangandaran.
Lanjut kembali perjalanan menuju watu belah.


Tempat batas kabupaten antara magelang dan boyolali.


Kami semua melanjutkan kembali perjalanan dan di barengi dengan ke 4 orang ikut bergabung dengan team kami.
Jalur pun mulai menantang dan memanjat berbatuan dengan sedikit licin dan menanjak.
Dan begitu parahnya kabut menutupi jarak pandang.


Perjalanan pun terhenti di jalur pendakian G.kukusan menuju jembatan setan.
Tiba-tiba datang segerombolan monyet gunung merbabu yang menghampiri dengan ramah tanpa sedikit menganggu.
Akhirnya telah terdokumentasi untuk penghuni hewan merbabu yang sempat panik dari perjalanan sebelum nya.




Lapar yang tidak bisa menahan dari pagi dengan asupan cemilan dan air pun tidak cukup untuk perut,terpaksa kami pun mulai memasak dengan mie instan.
Dan sambil melakukan ibadah islam yang wajib untuk di laksanakan walaupun tempatnya terbatas.


Ini ke-orang 4 yang saya ceritakan sebelumnya dengan membawa bendera KOMPAS(komunitas pencinta alam Swadharma)

Karena bersaudara lebih indah,walau kita belum pernah bertemu dan bersama sebelumnya.

Pemandangan hijau yang asri


Hijau lahanNYA memberikan kesejukan tenang dalan jiwa, biru langitNYA dan putih AwanNYA memberikan warna-warni kehidupan dalam gelap.

Tepatnya pada pukul jam 14.00 kami semua bergegas kembali melanjutkan perjalanan, menuju puncak kenteng songo dengan perjalanan sedikit bonus lalu menantang kembali jalur yang begitu sempit di lalui.

Jalur bonus menuju jalur menantang.⤵


Jalur menantang jembatan setan.
Add caption

Tidak usah takut dan panik berkunjung ke tempat ini (merbabu mountain), karena indah atas ciptaanNYA itu butuh proses perjuangan dan tidak begitu instan untuk di dapat. Dan puncak bukan untuk ditaklukan tetapi tetap syukuri atas anugrah keindahan-keindahanNYA. Karena tak satu pun manusia memilih hidup dalam kesepian,meski sesekali harus menyepi menepi dari riuh keramaian.

Lanjut kembali ceritanya.
Jembatan setan sudah di lalui dan berjalan dengan waktu 15 menit menuju puncak kentheng songo dengan ketinggian 3142mdpl.
Puncak pun Telah tiba selama berjam-jam berjalan bersama beban dari  pos 2.
Ucapan syukur pun terucap dalam hati kami semua.

dokumentasi di puncak kenteng songo:





perjalanan menuju puncak membutuh beberapa jam tetapi setelah puncak cukup dengan satu jam saja untuk mendokumentasi.
Karena puncak dan keindahan hanyalah bonus, tetap ambil makna,arti dan pengalaman dalam perjalanannya.

Setelah beres di puncak pada pukul 16.00 kami semua  bersiap-siap kembali untuk turun jalur selo.
Butuh pikiran jernih yang bisa untuk berpikir walau sedikit membeku otak dengan dinginnya suasana,dan ketelitian berjalan dalam turun karena jalur selo dengan tanah yang lumayan licin di lalui.




Setelah sampai pos 3 via selo.
Perjalanan kami pun di lanjut kembali menuju basecamp selo


Habis terbit mentari pun terbenam senja, dan langit pun mulai gelap untuk bertukar cahaya dengan terangnya bulan.
Kami semua mulai mempersiapkan headlamp, untuk perjalanan munuju pulang begitu ramai setiap sabana atau pos pun penuh dengan tenda.
Mungkin tanggal 5 itu  hari merah pasti banyak pendaki berdatangan yang tiada habis nya,tidak seperti tanggal 4 masih sepi pendaki via wekas.
Perjalanan sedikit demi sedikit terhenti karena banyak pendaki yang naik menuju puncak sampai ratusan orang berdatangan perjalanan pun sedikit macet.
Tiada henti terus berjalan menuju base camp selo.Hati kecil pun mulai berkata,rasa lelah,letih dan lesu untuk tetap semangat  tanpa harus mengeluh.



Sesampai pos 2 mulai lah keramai dengan germelap lampu dan di penuhi tenda seperti pasar lilin.
Merbabu jalur selo begitu jauh perjalanan saat turun apalagi naik.


Turun dari jam 16.00 tiba jam 22.30,rasanya pun lega sesudah sampai base camp untuk beristirahat walau sedikit luka di pundak dan kaki.
Tetap di pahami tentang arti perjalanan dan pengalaman.

Sekian dan terima kasih cerita kami dipendakian merbabu via wekas turun selo.
Salam lestari!

Dan mohon maaf sekurang" nya cerita ini.
Dari alur bahasa, dan kata" yang tidak 
berkenan.

Dan kami pun bukan sastrawan yang pandai merangkai kata setiap isinya.☺

Apabila teman - teman ingin bertanya lagi tentang pendakian merbabu via wekas dan turun via selo, bisa bertanya kepada penulis via instagram.

Wassalam


Penulis : Alan Suherlan
Instagram @alansuherlan012

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon