Tips Melatih Anak Mendaki Gunung, Sejak Balita

FOLLOW official instagram pendaki gunung >>> @MOUNTNESIA


Ketika mendengar kata mendaki, tentunya telinga sudah tidak asing lagi mencerna. Olahraga outdoor yang sedang trend di kalangan masyarakat ini makin dikenal seiring mencuatnya film yang bertema pendakian. Namun ketika Anda mendengar seseorang mendaki bersama si kecil? Akan muncul berbagai reaksi di masyarakat. Pro kontra mengenai usia yang terlalu dini, persiapan pendakian, logistik dan sebagainya. Nah, berikut mari kita bahas tips dan cara mendaki bersama si kecil yang aman.

Apa untungnya mendaki bersama si kecil? Sebenarnya itu hanya point plus saja bagi orang tua ketika memiliki anak dengan daya tahan diatas rata-rata normalnya balita. Namun tidak ada patokan Anda harus membawa anak Anda mendaki karena orangtua juga pendaki. Karena itu juga bukan sebuah keharusan mengingat setiap anak memiliki imunitas yang berbeda. Yang perlu digaris bawahi oleh orang tua, jangan memaksakan jika memang anak tidak mampu.

Berdasar sedikit pengalaman yang ada, saya ingin sharing mengenai apa saja yang perlu dipersiapkan untuk mengenalkan si kecil pada alam, khususnya gunung.

Ajarkan si kecil untuk mengenal alam 
Pertama kali saya berani mengenalkan anak saya mengenal hawa pegunungan diusianya yang ke
5 bulan. Saya dan keluarga membawanya ke lereng gunung yang suhunya lumayan dingin untuk anak seusianya. Perlu diingat, tidak ada batasan usia kapan kita harus membawa si kecil
mengenal alam tetapi alangkah baiknya, tunggu hingga si kecil benar-benar siap. Mengingat
cuaca gunung yang tidak bisa ditebak, kita sebagai orang tua juga harus bijak pula
mempertimbangkan.
Kenalkan anak kepada alam
Lokasi : Air Terjun Nungnung, Bali


Jangan lupakan bahwa ia masih dibawah umur! Si kecil cenderung moody, kadang semangat, kadang rewel, ya memang itulah adanya anak-anak. Tugas orang tua adalah mengerti keinginannya. Jangan lupa terus awasi ya?
Loc : Gunung Bromo



Lepaskan dia bermain

Jika menurut saya, playground area adalah simulasi anak untuk bermain di alam bebas. Sama halnya di gunung, ia akan menemukan tanjakan, turunan, hanya saja kali ini lebih real dan keamanannya perlu diwaspadai. Pentingnya peran orang tua untuk terus mengawasi anaknya sangat dibutuhkan. Mereka juga perlu dituntun menemukan jalan yang benar dan aman.



Persiapkan dengan matang segala kebutuhan pendakian si kecil 

Bisa jadi sangat panas, bisa jadi hujan lebat, bisa jadi sangat dingin, bisa jadi terkena badai.
Banyak kemungkinan yang terjadi ketika kita berada di alam bebas. Perlengkapan perlu jadi catatan penting bagi orang tua yang membawa si kecil ke tempat dengan tingkat keekstreeman sedemikian. Siapkan jaket dan setelan tebal si anak. Orang tua perlu menyiapkan baju lebih terutama jika dimusim hujan. Jangan lupakan jas hujan, sleeping bag dan jika perlu, Anda bisa membawa helm untuk pengaman kepala. Si kecil harus punya peralatannya sendiri.  Bahkan hal-hal kecil seperti kaos kaki, sarung tangan, Anda perlu mempersiapkan cadangan.
Gn Ciremai

Gn Slamet

Obat-obatan! Satu hal yang wajib dibawa. Bahkan kemanapun kita pergi. Mungkin yang perlu ditambahkan adalah obat-obat ringan si kecil.

Jangan lupakan makanan si kecil. Jangan heran jika carrier Anda penuh dengan makanan favorit kecil, makanan sehat, susu dan lain-lain. Memang ribet! Rasa-rasanya seperti supermarket pindah, tapi jangan lupakan asupan gizi si kecil ketika berada digunung ya? Perlunya memanage menu makanan itu jadi tugas penting orang tua. Mix menu makanannya, jangan sampai ia bosan selama berhari-hari di gunung dan membuat selera makannya berkurang. Secara otomatis memang Anda harus menyiapkan carrier lebih untuk logistic yang semakin berat. Jika Anda sudah menjadi orang tua, pastinya tau barang siapa yang paling banyak dibawa. Si kecil atau kita? Hihi..
Gn. Salak


Mempelajari medan pendakian

Point penting dalam sebuah pendakian adalah mempelajari bagaimana medan yang akan dilalui
nanti. Apalagi jika Anda membawa si kecil terlibat dalam pendakian tersebut. Dari sana kita tau apa saja persiapan yang perlu dibawa demi keamanan si kecil.
Trek Gn Penanggungan


Temukan tim terbaik

Jika si kecil sudah siap, peralatan pun sudah lengkap, maka kali ini ia harus mencari teman
terbaiknya dalam pendakian. Karena tidak semua orang mau bersabar dan telaten menemani si kecil naik turun bukit. Belum lagi jika si kecil rewel minta jajan, obrak abrik tenda mencari mainan, otak atik isi carrier mencari susu, tentu jadi tugas tambahan kan? Namun jika bersama keluarga saja sudah menjadi tim yang solid, kenapa tidak?
Gn. Arjuno


Yang paling penting adalah ajarkan etika ketika naik gunung. Selain si kecil bisa belajar
bersosialisasi dengan pendaki lain, tanamkan kedisiplinan sejak kecil. Ajarkan ia untuk membuang sampah pada tempatnya, tidak merusak tanaman, itu merupakan pendidikan tanggung jawab sejak dini. Jangan takut untuk mengenal alam, karena alam tidak mengenal usia.

Berikut beberapa dokumentasi di Puncak dan pendakian





Gn. Abang

Gn. Panderman

Gn. Buthak

Gn. Ijen

Salam lestari!


  • Masih penasaran lagi cara mengajari si kecil anda untuk diajak mendaki gunung?



Tanya jawab lebih lanjut bersama
Penulis : ig @adyawafi
Editor   : viapendaki, official ig @mountnesia


Artikel Terkait


EmoticonEmoticon