Apa itu Mountain Sickness (Penyakit Gunung)?

FOLLOW official instagram pendaki gunung >>> @MOUNTNESIA


Buat kalian para penggemar ketinggian, tentunya kalian pernah mendengar yang namanya istilah "mountain sickness" kan? Lalu apa sebenarnya mountain sickness itu?

Acute Mountain sickness (AMS) atau yang juga biasa disebut dengan altitude sickness atau dalam bahasa Indonesianya yang disebut penyakit gunung ini adalah suatu  kumpulan gejala yang muncul secara tiba - tiba yang disebabkan karena tubuh kita mengalami kekurangan asupan oksigen. Ini karena tekanan / jumlah oksigen di pegunungan itu rendah. Gejala ini biasanya akan muncul ketika berada diatas ketinggian sekitar 8000 ft. (2500)mdpl. Coba bandingkan dengan ketinggian gunung sumbing 3371mdpl, merapi, sindoro, merbabu, semeru dan gunung - gunung lainnya. Berarti kalian jika mendaki kesana akan berpotensi terkena penyakit ini jika tidak tahu cara mencegahnya.

Ketika seseorang melakukan pendakian di atas ketinggian 2.500 mdpl dalam jangka waktu yang terlalu cepat dan tanpa ada proses adaptasi tubuh yang cukup, orang tersebut tidak mampu menerima suhu dan tingkat tekanan oksigen yang semakin menipis, maka bisa terkena penyakit mountain sickness tersebut. Gejala penyakit ini dapat berdampak semakin parah jika berada di ketinggian yang lebih tinggi lagi.

Penyakit ini juga bisa muncul ketika mulai berada di ketinggian 2000mdpl dengan gejala ringan. Untuk gejala sendiri dapat terjadi 6 - 10 jam setelah melakukan pendakian dan akan menurun setelah 1 - 2 hari. Dalam pendakian, ada istilah kebut gunung atau mendaki dengan cepat. Sebaiknya di hindari saja, apalagi untuk pemula. Perlu kalian ingat, beberapa kasus AMS ini dapat berakibat fatal.



Penyebab Mountain Sickness (penyakit ketinggian)

-Ketinggian yang dicapai
-Melakukan pendakian yang  terlalu cepat
-Kelelahan
-Kekurangan cairan
-kepekaan individu terhadap suhu & tekanan oksigen

Gejala Awal
Untuk gejala mountain sickness sendiri timbulnya beragam, karena berpengaruh terhadap otot kita, paru - paru dan juga jantung. Berikut gejala ringan-sedang dari AMS:
1. Terasa pusing dan mual - mual bahkan hingga menyebabkan muntah
2. Terjadi nyeri di kepala
3.  Merasa kelelahan dan nafsu makan menghilang
4. Pernafasan pendek, terengah - engah dan detak jantung akan terasa cepat.
5. Insomnia atau sulit untuk tidur.
6. Denyut nadi meningkat. Lebih dari 90x / menit.
7. Bengkak pada badan, kaki / tangan / muka.


Gejala Lanjutan
Jika gejala diatas dibiarkan terus menerus tanpa penanganan, maka gejalanya akan semakin berat, yang dapat mengakibatkan gejala lanjutan seperti :


  • Penimbunan cairan di perut dengan tanda:

1. Warna kulit menjadi kebiruan
2. Terasa sesak nafas, dada akan seperti terikat dan menyebabkan usah untuk bernafas walaupun dalam posisi beristirahat tanpa aktifitas.
3. Terjadi batuk keras hingga menyebabkan keluarnya darah,


  • Pembengkakan di otak

1. Sakit kepala yang tetap sakit walaupun sudah diberi obat anti nyeri
2. Muntah yang semakin lama semakin sering
3. Kesadaran menurun, mulai mengigau dan penderita tidak bisa diajak untuk berkomunikasi
4. Tidak dapat berjalan lurus.
5. Akan terasa lemas dan akhirnya dapat menyebabkan  kehilangan kesadaran.


Lalu bagaimana untuk penanganannya?

1. Penanganan yang paling penting adalah dengan membawa korban turun ke tempat yang lebih rendah dari sebelumnya, ini agar kita mendapatkan oksigen yang lebih banyak.

2. Jika kalian membawa oksigen, maka berikan oksigen tersebut secara optimal. Sebelumnya persiapkan posisi pasien dalam keadaan duduk dan sedikit menunduk. Kemudian suruh penderita untuk menghirup oksigen secara dalam dan perlahan.

3. Jika korban sudah sadar, maka berikan minuman hangat. Namun jika penderita masih belum sadar, jangan diberikan apa - apa terlebih dahulu.

4. Penderita mountain sickness sangat tidak dianjurkan, bisa wajib bahkan haram hukumnya untuk melanjutkan perjalanan atau petualangan ke tempat yang lebih tinggi. Pastikan untuk memberi semangat, bujuklah penderita agar menghentikan perjalanannya. Ini demi keselamatannya.

Untuk kasus ringan penyakit ini, dapat disembuhkan dengan cara beristirahat yang cukup hingga beradaptasi dengan kadar oksigen rendah di ketinggian. Atau diberi oksigen untuk memulihkan kondisi korban.


Pencegahan Mountain Sickness :

- Lakukan pendakian dengan perlahan, supaya tubuh dapat beradaptasi dengan ketinggian

- Jangan tergesa - gesa dalam pendakian. Jangan sampai terlalu lelah.

- Minum air yang cukup


Kasus Berat Lanjutan AMS

Gejala yang paling serius diakibatkan oleh edema atau penimbunan cairan di jaringan. Di ketinggian bisa terjadi yang namanya high altitude pulmonary edema (HAPE), atau juga biasa disebut dengan high altitude cerebral edema (HACE). Penyakit HACE ini diperkirakan karena diakibatkan oleh melebarnya pembuluh darah lokal di otak yang dipicu karena kita kekurangan oksigen (hipoksia). Hal ini akan menyebabkan terjadinya  peningkatan aliran darah menuju otak sehingga dapat menyebabkan peningkatan tekanan kapiler. Untuk HAPE sendiri diakibatkan karena vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah) yang ada di paru.  Karena kekurangan oksigen, maka akan mengakibatkan gangguan pada ventilasi dan perfusi di kapiler paru. Kemudian akhirnya dapat meningkatkan tekanan kapiler.

Pada penyakit HAPE  terdapat insiden sekitar 2% di ketinggian 10,000 feet = 70 kPa (3.000mdpl) atau lebih. Penyakit ini sering diawali dengan gejala berup batuk awal yang kering lalu berubah menjadi batuk berdahak dengan warna merah muda disertai ada buih.

Penyakit HACE dapat memperberat bahkan sampai membuat korban koma atau fatalnya menimbulkan kematian. Dilaporkan, untuk 1% penderita penyakit ini di ketinggian  2.700 m (9.000 feet = 73 kPa). Gejala yang dirasakan dapat diawali dengan rasa sakit kepala, terjadi gangguan penglihatan, fatigue, gangguan saluran kemih dan saluran cerna, sampai kelumpuhan di satu sisi, dan kebingungan atau mengigau.

Kedua penyakit HAPE dan HACE ini dapat berkurang jika kita segera turun ke ketinggian yang lebih rendah. Jika gejala ini timbul, sebaiknya secepat mungkin untuk turun ke tempat yang lebih rendah.

Karena jika timbul gejala tanda - tanda penyakit Altitude sickness, dalam waktu singkat dapat terjadi gangguan kesadaran dan koordinasi.

Demikianlah sedikit pembahasan tentang mountain sickness. Itu juga yang menjadi alasan mengapa para pendaki di gunung - gunung tinggi dunia seperti everest selalu membawa tabung oksigen juga rutin melakukan aklimatisasi, ini dilakukan untuk mencegah terjadinya gejala mountain sickness yang sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kematian pada penderita.

Ingatlah!
//Karena rumah dan keluarga adalah tujuan utama, bukan puncak!//

Sumber :
-wikipedia.com
-home.spotdokter.com
-torch.id
-penyakitdalam-internis.blogspot.com, Dr. Heru Wiyono Sp,PD

Penulis :
Tim viapendaki, ig official @mountnesia

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon