Cara Mengatasi Keseleo / Engkel Kecetit di Pendakian

FOLLOW official instagram pendaki gunung >>> @MOUNTNESIA



Ankle Sprain, atau yang biasa  kita kenal sebagai keseleo engkel / engkel kecetit. Pasti kita semua pernah melihat atau mengalaminya kan? Lalu bagaimana  cara untuk penanganannya?

Dalam  penanganan ankle sprain atau keseleo ini adalah mudah, kita cukup ingat dengan "RICE". Bukan nasi di warung Mbok Yem ya, hehe. Ini adalah singkatan untu melakukan prosedur penanganan keseleo. Oke berikut penjelasannya :

R: Rest, yaitu dengan mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera / keseleo tadi dan jangan paksakan untuk melanjutkan perjalanan pendakian ataupun aktifitas yang menggunakan bagian keseleo tersebut. Bagian tubuh yang keseleo harus diistirahatkan dan tidak boleh melakukan banyak aktifitas. Melakukan banyak aktifitas dengan bagian tubuh yang cedera akan semakin memperparah luka tersebut. Jika dalam pendakian sudah tidak memungkinkan, sebaiknya cari tempat datar, stirahat dan dirikan tenda. Jangan lanjutkan perjalanan.

I: Ice, yaitu dengan memberikan kompres es batu. Tujuan pengompresan ini adalah untuk mengecilkan bagian pembuluh darah di bagian yang cedera agar mengurangi pembengkakan. Tahapan ini dilakukan jika tersedia es batu, jika tidak ada, kita dapat melanjutkan ke ketahapan selanjutnya


C: Compression, berikan tekanan pada area yang cedera, yang bertujuan untuk mengurangi pergerakan dan mencegah cedera lebih parah.

E: Elevation, yaitu dengan membaringkan pasien, kemudian tinggikan bagian yang cedera sekitar 20-30 cm diatas permukaan tanah. Tujuan elevation ini adalah  untuk mengurangi suplai darah ke area cedera, ini berfungsi untuk mengurangi pembengkakan pada area cedera.

Gampang kan? Hal mudah dan simpel seperti ini sering kita lupakan tapi manfaatnya penting. So, inget - inget aja ya guys.


By instagram : dokter petualang
Ditulis ulang oleh Tim VIApendaki, official ig @mountnesia

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon