Kerokan, Obat Alternatif Masuk Angin di Pendakian

FOLLOW official instagram pendaki gunung >>> @MOUNTNESIA


Masuk angin di pendakian? Nggak bawa obat? Kalau begitu kalian bisa melakukan metode alternatif penyembuhan masuk angin yang disebut KEROKAN.

Kerokan sendiri ialah terapi pengobatan alternatif untuk masuk angin. Dilakukan dengan cara menggaruk sambil menekan bagian permukaan kulit menggunakan minyak dan benda tumpul seperti uang logam atau benda lainnya seperti koin, batu giok, potongan jahe, bawang merah dan benda tumpul lainnya yang dapat digunakan sebagai alat pengerok. Maka akan terbentuk guratan merah di kulit. Kerokan akan menggunakan cairan yang licin seperti olive oil, minyak kelapa, minyak telon atau lotion. Pengunaan minyak ini untuk mengurangi iritasi akibat dikerok menggunakan uang logam. Jika menggunakan bawang merah biasanya tidak ditambah minyak karena sudah ada cairannya. Tindakan dari kerokan ini akan membuat angin keliar dari dalam tubuh karena dengan kerokan akan menghangatkan permukaan kuliat yang dikeroki sehingga membuat peredaran darah meningkat dan menjadi lancar.

Terapi kerokan juga berkembang di negara-negara lainnya seperti Kamboja menyebut goh kyol  Vietnam yang menyebut kerokan sebagai cao giodi dan China yang menyebutnya dengan sebutan gua sua.


Mengapa Kerokan bisa Menyembuhkan Masuk Angin?

Proses penyembuhan masuk anhin dengan cara  kerokan  cukuplah sederhana. Dengan melakukan kerokan maka akan membuat sebuah radang yang mengakibatkan pelebaran pada pembuluh darah (reaksi inflamasi). Hal ini akan membuat aliran darah kita menjadi lancar. Ketika aliran darah kita lancar maka oksigen ataupun nutrisi yang masuk ke jaringan otot akan lebih banyak. Zat-zat penyeb rasa pegal pada tubuh akan segera dibawa oleh aliran darah, entah dibuang atau untuk dinetralkan. Juga terjadi rangsangan pada keratinosit dan endotel yang akan bereaksi dengan munculnya propiomelanokortin (POMC). Zat ini adalah zat polipeptida yang kemudian akan dipecah sehingga muncul yaitu beta endorfin sebagai salah satu bentuk dari hasil akhir.

Diperoleh peningkatan Clq, IL-1 beta, dan beta endorfin, ini ketika pasca kerokan. Sedangkan untuk kadar C3 dan PGE2 justru turun. Penyebab rasa nyeri ialah PGE2. Jika kandungan PGE2 menurun, maka nyeri otot akan berkurang, sehingga badan kita akan terasa nyaman dan segar. Kadar endorfin setelah melakukan kerokan akan naik secara signifikan. Peningkatan endorfin ini yang akan membuat mereka menjadi  nyaman, lebih segar, rasa sakitnya menghilang dan lebih bersemangat. Selain meredakan nyeri otot, inflamasi yang timbul juga memicu reaksi kardiovaskuler. Yaitu dengan meningkatnya temperatur tubuh secara rperlahan, antara 0,5-1oC. Interleukin menggambarkan adanya reaksi peradangan tidak signifikan. Karena itu setelah melakukan kerokan, badan akan menjadi terasa lebih hangat. Kadar prostaglandin (penyebab nyeri) menjadi turun sehingga badan menjadi berkurang rasa nyerinya.

Prinsip dari kerokan ini  tidak beda jauh dengan proses akupuntur yang dilakukan dengan cara menancapkan jarum dalam tubuh. Prinsip kerokan yaitu untuk meningkatkan temperatur dan energi yang ada pada tubuh dengan cara dikerok. Peningkatan energi ini dilakukan melalui metode perangsang bagian kulit pada tubuh bagian luar, sehingga saraf penerima rangsang yang ada di otak akan menyampaikan rangsangan. Rangsangan ini akan menimbulkan efek untuk memperbaiki organ yang ada pada titik-titik meridian tubuh. Selanjutnya, arus darah di tubuh kita yang lancar akan mengakibatkan pertahanan tubuh juga meningkat.



Bagaimana langkah - langkah melakukan kerokan?

1. Siapkan terlebihdahulu benda yang bisa dipegang menggunakan dua jari dan tidak tajam. Misalnya uang logam.

2. Persiapkan minyak, lotion atau cairan lainnya yang licin. Sebelum dikerok, maka lapisi dulu tubuh yang akan dikerok dengan minyak tersebut.

3. Cermatlah untuk memilih bagian yang akan dikerok. Rabalah bagian di samping tulang, lalu diberi dengan minyak. Kerokan ini dilakukan di bagian sendi-sendi yang dekat dengan tulang, bukan di atas tulang.

4. Jika sudah dilapisi minyak, maka mulailah melakukan kerokan dengan arah kerokan dari atas ke bawah. Jangan mengerok bolak balik, satu arah saja dari atas ke bawah.

5. Jangan melakukan pengerokan bagian tulang punggung karena dapat membuat tulang terasa sakit dan tentunya membahayakan kesehatan kita.

6. Jika mengerok  punggung saja dirasa masih kurang, kita bisa tambah mengerok di bagian lain seperti leher, dada perut, lengan dan sekitar kaki.

7. Jika sudah selesai, bagian punggung bisa diusap lagi dengan minyak angin agar badan terasa lebih hangat.

8. Setelah kerokan, maka jangan langsung mandi dulu. Mandilah setelah suhu badan kita kembali normal atau jika sudah terasa nyaman,

Jika mau mandi, berilah jarak setelah kerokan sekitar 1/5 atau sehari kemudian. Ini karena tubuh kita masih dalam keadaan panas setelah melakukan pengobatan alternatif tersebut.



Efek samping melakukan kerokan

-Kerokan sendiri tidaklah berbahaya jika dilakukan tidak terlalu sering dan hati - hati. Jika dilakukan secara terus-terus, dapat mengakibatkan pembuluh darah kecil dan halus banyak yang pecah.

-Pengobatan tradisional kerokan ini juga dapat membuat kecanduan karena ada efek dari hormon endorfin yang dikeluarkan ketika melakukan kerokan.

-Ahli penyakit jantung memaparkan bahwa kebiasaan kerokan dapat berpotensi untuk terkena penyakit stroke jika terjadi syaraf rusak pada kerokan yang dialakukan pada sekitar leher. Sebaiknya hati - hati saat mengerok bagian leher

-Pelebaran pembuluh darah dapat menyebabkan masuknya bakteri atau penyebab infeksi jika alat pengeroknya tidak steril


Kerokan tidak akan merusak pori-pori kulit maupun menyebabkan pembuluh darah kecil dan halus pecah jika kita melakukan kerokan dengan cara yang tepat. Jadi aman - aman saja.

Kerokan ini bisa dijadikan alternatif penyembuhan masuk angin di pendakian. Karena msuk angin dapat membuat tubuh terasa nyeri, pegal-pegal, dan mual, tentunya akan berakibat buruk ketika melakukan pendakian. Sebaiknya segera lakukan kerokan, selain dengan obat masuk angin.

Namun, kerokan masih menjadi pro dan kontradi kalangan pendaki gunung. Alangkah baiknnya apabila Anda berkonsultasi lebih lanjut kepada ahli kesehatan, tentang kerokan di pendakian gunung.


Penulis :
Tim viapendaki, ig official @mountnesia

Kami menulis berdasar fakta yang bersumber pada website refrensi kami.

Sumber dan refrensi :
wikipedia.com
disehat.com
klikdokter.com

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon