Mencegah Kaki Berjamur Saat Pendakian di Musim Hujan

FOLLOW official instagram pendaki gunung >>> @MOUNTNESIA


Suka menyusuri lembah, sungai, rawa, hutan dan gunung? Tentunya kalian pasti pernah mengalami jamuran di kaki kan. Dalam medis, gejala ini disebut sebagai kelainan dermatophytes yaitu infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur.

Gambar tersebut menunjukan jenis infeksi yang biasa disebut sebagai tinea pedis/athlete's foot.

Jamur ini muncul disebabkan karena oleh kondisi kaki  yang lembab dan kurang bersih saat melakukan petualangan seperti pendakian di musim hujan, petualangan ke rawa, tempat lembab dan berair lainnya, sehingga membuat kaki mudah ditumbuhi jamur.


Bagaimana cara mencegahnya?

1. Bawalah kaos kaki cadangan. Gantilah kaos kaki tersebut jika sudah basah dan kotor.

2. Gunakanlah sepatu hiking / sepatu pendakian yang anti air (waterproof) untuk meminimalisir masuknya air ke kaki. Jika tidak punya sepatu, pakailah sendal gunung.

3. Saat kalian melakukan istirahat seperti makan, minum / mendirikan tenda, atau dengan waktu yang cukup lama sekitar kurang lebih 30 menit, sebaiknya bukalah sepatumu dan mulai jemurlah di terik matahari agar kering.

Intinya, jamur  suka tumbuh di tempat - tempat lembab dan kotor. Untuk pencegahan utama jamur  adalah dengan menjaga kaki kamu agar tetap bersih dan juga kering. Jangan sampai terlalu lama memakai kaos kaki yang basah dan kotor. Jika sudah terlanjur terkena jamur, kamu bisa ke apotek untuk membeli salep / krim ketoconazole 2% atau miconazole 2% dan oleskan di area yang  terinfeksi oleh jamur sekitar 3-4x / hari selama 7 hari.

Karena kaki  adalah bagian tubuh terpenting buat petualang seperti kita, dan sering terlihat,  jadi harus kita jaga kesehatannya.


Tim VIApendaki, ig official @mountnesia

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon