Mengatasi Pingsan di Pendakian Gunung

FOLLOW official instagram pendaki gunung >>> @MOUNTNESIA


Pasti kalian pernah melihat orang pingsan kan? Baik ketika zaman upacara disekolah dulu ataupun saat melakukan pendakian / petualangan di alam.
Pingsan dalam bahasa medis biasa disebut dengan "syncope", yaitu suatu keadaan dimana seseorang kehilangan kesadarannya dengan tiba - tiba. Pingsan disebabkan oleh kurangnya asupan oksigen dan glukosa (gula) yang menjadi nutrisi utama untuk sel-sel yang ada di otak kita, terutama pada area batang otak.


Kita perlu waspada, berikut ini adalah gejala awal yang sering dirasakan oleh seseorang sebelum mengalami pingsan.

  • Penglihatan kabur,
  • berkunang-kunang, 
  • bahkan gelap, 
  • bibir pucat, 
  • keringat dingin, hingga lemas seluruh badan. 




Lalu bagaimana cara menanganinya? Caranya cukup mudah, berikut ini adalah langkah-langkahnya:

1. Yang pertama janganlah panik ataupun mengambil tindakan gegabah, coba untuk tenangkan orang - orang yang berada di sekitar korban pingsan. Segera bantu, sisakan 2 orang yang membantu dan cobalah beri instruksi kepada mereka untuk menjauh dari korban. Cukup 2 orang saja yang menolong korban.

2. Kemudian tempatkan korban di tempat datar, teduh, dan terlindung dari sinar matahari langsung.

3. Mulai baringkan korban pingsan, kemudian periksa nadi yang (denyutan nadi di leher), dan pernafasan korban, caranya kaya di film - film itu lho, pernah liat kan? Oke, lalu jika nadi tak teraba / tak terasa dan nafas tersengap - sengap serta korban memegang dadanya, lakukan RJP,  itu disebabkan oleh penyakit jantung. Jika nadi bisa teraba dan nafasnya normal, maka segera tinggikan kaki korban seperti pada gambar, sekitar 30-50cm. Gunakan tas/carier atau apapun yang ada.

4. Selanjutnya segera longgarkan semua pakaian korban, mulai selimuti korban, dan jika ada oksigen tabung, berikan oksigen. Apabila tidak ada oksigen, kalian bisa mengipasi kearah wajah korban. Ini bertujuan agar korban mendapat udara segar yang cukup.

5. Jangan berikan makanan atau minuman jika korban belum tersadar penuh. Jika korban sudah bisa diajak berkomunikasi dengan benar ( beri isyarat), maka berikan minuman manis hangat sedikit demi sedikit seperti teh manis / susu ataupun air gula.

6. Selanjutnya korban dapat diberikan minyak kayu putih / minyak telon selama ia beristirahat.


Cukup mudah kan cara penanganannya, yang penting kita jangan panik ketika melihat orang pingsan.


Untuk pencegahannya,
Lakukanlah olahraga yang teratur serta mengatur pola makan yang baik. Ini dapat menghindarkan kamu dari kondisi pingsan seperti hal diatas.

By instagram : dokter petualang
Ditulis kembali oleh Tim VIApendaki, ig official @mountnesia

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon