Pentingnya Check Up Sebelum Mendaki Gunung

FOLLOW official instagram pendaki gunung >>> @MOUNTNESIA

Apakah penting melakukan cek kesehatan sebelum mendaki gunung?

instagram.com/mountnesia

Disebabkan demam pendakian, sekarang sering terjadi kecelakaan pendakian yang mengakibatkan tidak tertolongnya nyawa. Baru - baru ini ada pendaki yang meninggal karena diduga terkena serangan jantung, selain itu sebelumnya juga ada yang mengalami hipotermia.

Kita ketahui, melakukan kegiatan outdoor seperti mendaki gunung termasuk kegiatan berat yang sangat dekat dengan kematian jika kita tidak pintar mengatasinya atau mengerti panduan melakukan kegiatan berat. Cek kesehatan sebelum melakukan kegiatan berat seperti mendaki gunung itu sangat penting. Kita perlu mengetahui status kesehatan kita sebelum sebelum melakukan pendakian  gunung. Itulah mengapa sebelum melakukan pendakian gunung, beberapa basecamp di gunung - gunung tinggi seperti Gunung Semeru dan Rinjani dengan waktu tempuh pendakian yang cukup lama hingga beberapa hari, akan mewajibkan calon pendakinya untuk cek kesehatan terlebih dahulu dan memiliki surat sehat yang digunakan sebagai syarat melakukan pendakian. Bukan hanya syarat, ini untuk mengetahui keadaan fisik calon pendaki. Jika fisik tidak memungkinkan, maka ia akan dilarang untuk melakukan pendakian.

Ketika akan melakukan pendakian dan di kelompok kalian ada yang mempunyai  riwayat penyakit jantung, kolesterol tinggi, riwayat tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, maupun berat badan berlebih atau mengalami obesitas, maka suruh mereka untuk pergi ke pelayanan kesehatan untuk melakukan pemeriksaan status kesehatan mereka atau jika kamu sendiri yang mengalaminya, pastikan untuk cek kesehatan juga.

Cek Kesehatan yang Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah

Males pergi ke dokter / pelayanan kesehatan?
Berikut beberapa cek kesehatan sederhana bisa dilakukan sendiri di rumah.

Cek kesehatan atau medical check up ini sangat penting untuk dapat mendeteksi penyakit sendiri. Namun, secara lengkapnya, cek kesehatan harus dilakukan di rumah sakit, tapi beberapa tes sederhana yang bisa kita lakukan sendiri di rumah. Diambil dari detik.com, berikut adalah tes kesehatan yang bisa kita lakukan dirumah.


  • Tes detak jantung

Detak jantung adalah ukuran ketika jantung berdetak dan memompa darah melalui tubuh kita. Detak jantung menjadi indikator langsung seberapa keras atau intens jantung bekerja dalam memasok tubuh dengan darah yang diperlukan untuk melakukan suatu aktivitas.

Cara mengukur detak jantung di rumah, kita hanya memeriksa denyut nadi saja, yaitu dengan meletakkan dua jari di sisi ibu jari pergelangan tangan atau tempatkan telunjuk dan jari tengah pada leher di sisi tenggorokan.

Hitung berapa detak yang terjadi dalam 20 detik menggunakan jam. Kemudian kalikan jumlah detak jantung tersebut dengan tiga. Hasilnya adalah detak jantungmu saat ini.

Kriteria Sehat
Pada orang dewasa, denyut nadi istirahat normal adalah 60-85 denyut setiap menitnya (untuk atlet bisa lebih rendah sekitar 40 sampai 60 denyut tiap menit), sedangkan untuk pulsa istirahat pada anak cenderung lebih tinggi. Jika denyut nadi kalian tidak teratur atau abnormal cepat atau lambat, bisa jadi ini adalah tanda penyakit.


  • Tes kekurangan zat besi dirumah

Kekurangan zat besi biasanya akan menyebabkan anemia, yaitu suatu kondisi di mana darah kekurangan sel darah merah yang membawa oksigen ke sel-sel di seluruh tubuh dan memberikan energi serta warna untuk kulit sehat.

Kekurangan zat besi dapat membuat badan lemah, pucat dan lelah, ini disebabkan karena tubuh tidak dapat menghasilkan  hemoglobin yang cukup, yaitu suatu zat dalam sel darah merah yang memungkinkannya untuk membawa oksigen.

Untuk melakukan tes zat besi ini, periksa apakah warna kulitmu pucat atau kekuningan biasa (terutama pada lipatan telapak tangan), lihat warna gusi, warna kuku ataupun dengan cara mendengarkan detak jantung yang cepat atau tidak teratur. Kamu juga bisa mendengarkan paru-paru, apakah pada pernapasan terjadi cepat atau tidak rata.



  • Melakukan Tes mengi atau suara tinggi saat bernapas

Mengi adalah suatu bunyi abnormal yang terjadi saat bernapas. Ini dapat digambarkan seperti suara bersiul yang melengking tinggi. Mengi ini dapat disebabkan karena saluran udara yang menyempit di paru-paru yang biasanya berupa akibat dari penyakit, seperti asma, bronkitis, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), bronkiolitis ataupun penyakit pneumonia.

Pemeriksaan ini bisa kita lihat dari dahak. Apabila dahak berwarna kehijauan, kekuningan, atau kecoklatan, bisa jadi ini menunjukkan suatu infeksi dari bakteri. Lalu dahak yang cerah namun sangat lengket (berlendir) merupakan karakteristik dari penyakit asma. Jika kamu sering mengi dan sesak napas saat berolahraga, mungkin jadi menderita asma. Mintalah lebih lanjut ke dokter untuk memeriksa kamu untuk penanganan atau cek asma.


  • Tes gula darah

Pengujian reguler gula darah bisa membantu kita untuk mengurangi risiko kamu memiliki komplikasi jangka panjang dari penyakit diabetes.

Seseorang akan memiliki risiko diabetes lebih tinggi saat berusia di atas 45 tahun, tidak aktif secara fisik, kegemukan, dan memiliki anggota keluarga diabetes (orang tua,  adik atau kakak).

Jika sebagian besar faktor risiko tersebut berlaku pada dirimu, maka kamu berisiko tinggi untuk terkena diabetes dan tes gula darah harus dilakukan secara teratur. Dapat dilakukan di rumah dengan menggunakan bantuan glukosa meter.

Pada umumnya adalah dengan cara menusukan ujung jari menggunakan jarum steril untuk mendapatkan setetes darah dan menempatkannya di uji strip. Lalu masukkan strip uji ke dalam meteran glukosa untuk memperoleh bacaan angka. Kadar glukosa normal  adalah antara 70 sampai 99 mg per dL (bila tes inj dilakukan pagi hari sebelum makan apa-apa).


  • Tes Mengukur lingkar pinggang

Meski kamu tidak kelebihan berat badan, perut buncit atau lemak visceral dapat menambah risiko tinggi berupa banyak masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, penyakit jantung ataupun stroke. Mengukur lingkar pinggang atau berapa lebar pinggang adalah cara yang mudah untuk menentukan apakah kamu memiliki kelebihan lemak di daerah perut.

Caranya dengan berdiri tegak dan buat rileks otot-otot perut. Kemudian lingkarkan pita pengukur sepenuhnya di pinggang dengan mulai dari pusar. Bernapas minimal dan pastikan tidak menarik pita pengukur begitu ketat sehingga menekan kulit.

Untuk pria adalah 37 inci (94 cm) akan meningkatkan risiko dan apabila pengukuran lebih besar dari 40 inci akan menempatkan kamu pada kategori risiko tinggi terserang berbagai penyakit.

Untuk wanita, ukuran lingkar pinggang adalah 32 inci (80 cm) dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes dan lingkar pinggang yang lebih besar dari 35 inci bisa dianggap risiko tinggi.
Jadi lingkar pinggang ideal adalah di bawah angka-angka tersebut.

Dalam pendakian gunung itu perlu keadaan fisik yang sehat dan prima serta pengetahuan tentang pertolongan pertama, adalah wajib dimiliki oleh semua petualang agar tidak mengalami kejadian yang fatal. Jangan mendaki gunung kalau kondisi kalian sedang tidak fit, semisal sedang mengalami detak jantung abnormal maupun anemia juga tidak dianjurkan mendaki gunung.

Nah, di gunung juga ada aturannya. Semua aturan di gunung itu adalah bertujuan untuk menjaga para pendaki agar tetap aman, jadi jangan gegabah dan patuhilah. Jika diberi saran untuk tidak mendaki, sebaiknya patuhi. Yuk cermat dan tetap utamakan keselamatan, supaya masih bisa melihat hari esok dengan keadaan yang baik!

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon