Berjualan Di Puncak Gunung Lawu Mbok Yem Bisa Punya Rumah Mewah

Tags
FOLLOW official instagram pendaki gunung >>> @MOUNTNESIA

Foto bersama Mbok Yem, Penghuni Legendaris Gunung Lawu

Mbok Yem adalah penjual dan sekaligus penghuni gunung Lawu yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur yang mempunyai ketinggian gunung 3.265 mdpl. Mbok yem mempunyai nama asli yaitu Wakiyem. Beliau telah tinggal atau menetap di Gunung Lawu sejak dari tahun 1980-an.



Tempat tinggal mbok yem bukanlah bangunan mewah yang berada dilereng ataupun kaki gunung lawu, melainkan Ia tinggal di sebuah pondok / gubug / warung yang terletak beberapa meter dari Puncak Hargo Dumilah, adalah Puncak tertinggi Gunung Lawu. Di gubug yang cukup luas bisa menampung 100 pendaki lebih itu, Mbok Yem juga berjualan makanan dan minuman bagi  para pendaki gunung lawu. Karena gunung lawu bukan hanya untuk pendaki saja, tetapi juga cukup banyak peziarah yang mendaki untuk ziarah dan sering mampir kesana.



Menurut Mbok Yem yang dituturkan kepada wartawan TravelTribun.com, Ia telah menetap di Gunung Lawu dan jualan pecel, gorengan dan minuman sejak tahun 80-an, saat beliau ditemui di Pondoknya di Gunung Lawu. Walaupun kondisinya yang kini sudah tidak fit seperti dulu lagi, tetapi Mbok Yem masih bisa menjawab pertanyaan yang diajukan wartawan TravelTribun.com, walaupun terkadang juga terdengar ketus. Hanya saja pada waktu ditanya usinya berapa, Mbok Yem harus berpikir keras.



Gunung lawu yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur ini memang menyediakan semuanya dan menjadi ladang mengais rezeki bagi Mbok Yem dan beberapa pedagang lainnya yang mengikuti jejak beliau untuk berjualan di pos - pos pendakian lawu via Cemoro Sewu. Untuk penghasilan sendiri Mbo Yem sekarang telah mempunyai rumah mewah yang berada di Kecamatan poncol, Kabupaten Magetan.



Berikut tutur beliau, “Orang mengira saya hanya punya gubuk reyot ini. Tapi dibawah (Kecamatan Poncol, Magetan) saya punya rumah mewah. Semua itu adalah dari hasil jualan dagangan di sini”



Setelah beliau ditinggal suaminya meninggal, Mbok Yem berusaha keras dan akhirnya telah sukses menjadi Ibu bagi empat orang anaknya. Anak - anaknya juga telah sukses menjadi "Wong" atau istilahnya menjadi orang tetpandang. Salah satu anak mbok yem telah ada yang jadi lurah di daerah Gresik dan serta dua anak Mbok Yem yang lainnya telah menjadi pengusaha di Boyolali dan Solo. Sementara anaknya yang satunya, Saelan memilih menemani Mbok Yem berdagang di Gunung Lawu,



Anak-anak Mbok Yem yang sekarang sudah pada menjadi orang semua itu adalah berkat usaha dan doa dari Mbok Yem. Bahkan anaknya Saelan (cucu Mbok Yem, sudah ada yang manjadi seorang sarjana). Total cucu dari Mbok Yem, beliau mempunyai 12 cucu.


Ternyata, Mbok Yem ini memang benar-benar berdomisili atau tinggal mrnetap di pondoknya / gubug yang berdekatan dengan Puncak Tertinggi  Lawu, yaitu Puncak Hargo Dumilah.

Tentunya ini bukan perkara mudah.

Tutur mbok yem, "Dalam setahun, saya hanya turun gunung tiga kali. Saat Idulfitri dan ada keluarga yang sedang punya hajat atau hari-hari besar. Biasanya kalau turun gunung paling lama cuma sepuluh hari,"

Gunung Lawu memang menyediakan semuanya dan telah menjadi ladang mengais rezeki untuk Mbok Yem.

Berapa penghasilan warung Mbok Yem?
Walaupun dibilang harga makanan di warung mbok yem ini yang cukup terjangkau, penghasilan dari hasil jualan dagangan di dekat puncak gunung Lawu yang dilakukan oleh Mbok Yem ini pastinya sangat besar. Kita patut salut dan menjadikan ini sebagai inspirasi kita untuk berusaha. Usaha keras akan menghasilkan hasil yang besar, seperti yang dilakukan Mbok Yem.

Apakah Anda terinspirasi dengan Mbok Yem?

Jangan lupa Share ya!

Sumber :
traveltribun.com
sarangpenyamun.worpress.com

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon