Penanganan Jika Terkena Ulat Bulu di Pendakian Gunung

FOLLOW official instagram pendaki gunung >>> @MOUNTNESIA


Melakukan pendakian ataupun melakukan aktifitas di alam terbuka membuat kita perlu untuk berhati-hati dengan keadaan sekitar dan juga dengan hewan-hewan kecil yang kadang membuat perjalanan maupun kegiatan outdoor kita menjadi tidak nyaman. Salah satunya adalah adalah jika terkena serangan Ulat Bulu (caterpillar) yang sering kali kita temui di alam Indonesia tercinta ini.

Walaupun tidak mengancam nyawa kita, tapi sengatan ulat bulu dapat mengganggu perjalanan kita dan juga membuat kulit bengkak, sangat gatal, kemerahan, perih, dan panas. Bahkan jika ada beberapa orang yang memiliki riwayat sangat sensitif terhadap serangga dan sejenisnya, maka akan menimbulkan gejala seperti mual muntah, demam, nyeri kepala, bahkan hingga terjadi pada penurunan kesadaran juga dapat terjadi.

Lalu bagaimana penanganan jika kita terkena ulat bulu? 

1. Jika kalian punya selotip atau lakban ataupun plester gulung, maka segera ambil dan tempelkanlah pada area yang terkena ulat bulu.

2. Setelah lakban tertempel, maka kemudian lepas lagi selotip/lakban/plester dengan cepat / tiba-tiba. Tujuan dari perlakuan ini adalah untuk menghilangkan bekas bulu-bulu halus dari ulat bulu yang masih menempel di kulit.

3. Kemudian cuci bagian yang terkena bulu ulat tadi menggunakan sabun dan air bersih.

4. Apabila pada bagian yang terkena kemudian timbul rasa gatal dan perih, oleskan obat krim hydrocortisone 0.5% pada area yang gatal. Dan juga minumlah dengan obat cetirizine 1 tablet.

5. Apabila muncul tanda-tanda seperti kemerahan ataupun rasa gatal yang sangat luas, nyeri kepala hebat, muntah-muntah, dan adanya penurunan kesadaran, maka segera bawa korban ke pelayanan kesehatan atau rumah sakit.

Itulah penjelasan penanganan singkat mengenai sengatan ulat bulu yang terjadi saat melakukan pendakian gunung ataupun kegiatan outdoor. Untuk pencegahannya, kita dapat menggunakan pakaian lengan panjang dan celana panjang agar  terhindar dari sengatan ulat bulu maupun hewan lainnya.



Sumber refrensi:
1) Weiss EA. 2005. A Comprehensive guide to wilderness and travel medicine 3rd edition.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon