Ritual Gunung Kemukus

FOLLOW official instagram pendaki gunung >>> @MOUNTNESIA



Pesugihan gunung kemukusadalah  salah satu dari lima tempat pesugihan paling terkenal dan laku di Indonesia. Anehnya tentang simpang siur dan perbedaan pendapat masyarakat tentang hal itu menjadikan ritual di gunung kemukus semakin misterius untuk diketahui. Bahkan ada juga berita  menghebohkan bahwa pemerintahan setempat mengaku kuwalahan dan tidak mampu menuntaskan kasus prostitusi di wilayah tersebut. Ritual pesugihan di wilayah gunung kemukus konon katanya harus dilakukan dengan syarat melakukan perbuatan tidak terpuji seperti kasus diatas. Tak heran jika para wanita tuna susila banyak yang menjadikan hal ini sebagai ladang penghasilan mereka. Masih penasaran dengan ritual dan sesaji dan juga syarat yang dilakukan oleh para pelaku pesugihan gunung kemukus? Mari lihat uraian singkat di bawah ini.

Lokasi Gunung Kemukus
Dimana sih lokasinya? Gunung kemukus adalah salah satu pegunungan yang berada di wilayah kabupaten sragen provinsi jawa tengah. Selain mempunyai pemandangan alam pegunungan yang rimbun dengan adanya pepohonan dan hawa sejuk yang ada di lokasi ini juga terkenal sebagai tempat mencari pesugihan. Yang memghebohkan lagi syarat dan ketentuan yang berlaku untuk para pelaku pesugihan adalah dengan cara berbuat tidak semestinya dengan pasangan yang bukan suami istri. Tidak heran apabila wikipedia menyebutnya sebagai salah satu gunung yang sangat menyeramkan.

Di atas gunung tersebut ada sebuah bangunan kuil/ wihara tua yang sangat dihormati penduduk setempat khususnya untuk mereka yang beragama budha.  Konon bangunan ini dibangun oleh Pangeran Samudra yang merupakan salah satu keturunan raja jawa.



Seperti apa sejarah pesugihannya? 

  • Sejarah Pesugihan Gunung Kemukus

Cerita pertama. Asal usul ritual  pesugihan di gunung kemukus ini tak terhindar dari banyaknya dikaitkan dengan sejarah yang terjadi saat ratusan tahun silam. Yaitu pada saat Majapahit mengalami kekalahan dan memgalami keruntuhan. Pada waktu itu seluruh keluarga keraton dan para abdi dalemnya berhamburan untuk melarikan diri dari serangan musuh dan berusaha mencari tempat aman di seberang pulau. Di sisi lain ada salah satu keturunan dari kerajaan majapahit yang memutuskan tidak ikut serta saat pelarian keluarganya. Yaitu Pangeran Samudro, adalah salah satu keturunan dari raja terakhir kerajaan majapahit yang memutuskan ikut sultan demak dan tinggal di wilayah Demak Bintara.

Setelah ia cukup mendapat ajaran agama Islam dari Sunan Kalijaga yang ada di Demak, kemudian Pangeran Samudro kemudian diperintahkan untuk menuntut ilmu agama dari seorang Kiai yang berada di wilayah lereng gunung lawu yaitu kyai Ageng Gugur, merupakan saudara tua dari Pangeran Samudro, lain itu, Samudro tidak mengetahui jika beliau ialah kakaknya sendiri dan Kiai Ageng Gugur baru menceritakan siapa sebenarnya dirinya, kepada Samudro sesaat sebelum dirinya hendak meninggalkan tempat Kiai Ageng.

Untuk melanjutkan hidup dan hendak menyebarkan islam di wilayah lain, maka Pangeran Samudro meninggalkan Kiai Ageng dan berkelana untuk mencari pemukiman-pemukiman baru sebagai tempat meyebarkan ajaran islam. Namun sayang, karena takdir berkehendak lain, beliau wafat ketika dalam perjalanannya untuk penyebaran agama. Dari petunjuk dan amanah Sultan Demak, maka jasad beliau kemudian dimakamkan di atas bukit yang tidak jauh dari tempat meninggalnya beliau. Adapun bukit tersebut kemudian banyak disebut gunung kemukus. Dengan adanya makam Pangeran Samudro yang kemudian dikeramatkan oleh banyak orang dan dijadikan sebagai tempat berziarah dan malah ada pula yang menyalah gunakan sebagai tempat untuk mencari pesugihan di tempat ini.


Cerita kedua.
Asal usul dari gunung kemukus yang dijadikan sebagai tempat para palaku spiritual sesat untuk mendapatkan pesugihan ini memang tak dapat dilepaskan dari Pangeran Samudro, hanya saja isi dalam cerita kedua ini mengatakan bahwa Pangeran Samudro adalah keturunan raja terakhir kerajaan Mataram Kuno yang melarikan diri dari serangan musuh bersama selir ayahandanya bernama Nyai Ontrowulan yang kemudian bersembunyi di wilayah Gunung kemukus.

Dari cerita yang tidak banyak menyebutkan sumber ini telah dikisahkan bahwa keduanya melakukan hubungan yang dilarang agama manapun, terlebih adalah dengan ibu tirinya sendiri. Kemusian dari kisah tersebut beredar di kalangan masyarakat bahwa siapa saja yang melakukan hubungan yang lebih keji atau lebih memalukan dari hal diatas di tempat tersebut (gn kemukus) maka mereka akan mendapatkan berkah atau keberhasilan baik berupa harta  kedudukan, kekayaan,dan jabatan, maupun jodoh.

Adanya kepercayaan ini yang kemudian berkembang pesat di masyarakat , menyebar di seluruh pelosok Indonesia hingga kini dan menjadikan tempat tersebut sebagai tempat laku ritual pesugihan yang sangat terkenal dengan sebutan sebagai pesugihan gunung kemukus. Tidak tahu menahu dari kedua cerita tersebut manakah yang benar. Hanyalah Yang Maha Mengetahui yang dapat memastikan kebenaran cerita tersebut.



Lalu seperti apa sih ritual pesugihan di gunung kemukus itu?


  • Ritual Pesugihan Gunung Kemukus

Du awal kedatangan biasanya para pelaku akan menemui juru kunci untuk membeberkan atau menceritakan maksud dan tujuan kedatangannya di tempat tersebut. Saat setelah mereka selesai konon para pelakunya akan dipersilahkan masuk kedalam beranda makam dan kemudian melakukan ritual sesuai dengan petunjuk dari juru kunci (itu tidak jelas apakah memang juru kunci beneran atau jadi-jadian, maksudnya yaitu orang yang mengaku sebagai juru kunci dan memanfaatkan situasi tersebut sebagai lahan penghasilan bagi mereka).

Setelah mereka selesai melakukan ritual sebagaimana disebutkan oleh pemandu tentang syarat berikutnya yang harus dilakukan pelaku pencari pesugihan adalah dengan berbuat tidak semestinya di tempat itu. Konon untuk menyempurnakan perlakuan sesat tersebut, para pelaku harus melakukan perbuatan yang melanggar norma agama maupun norma hukum yaitu dengan orang yang sama setiap selapan sekali atau setiap 40 hari sekali. Mengetahui hal ini, kemudian banyak dijadikan sebagai tempat naungan para wanita malam untuk mendapatkan rezeki dari jalan yang haram. Tidak heran jika mereka sangat betah, rupanya para pelanggan mereka pasti akan menghubunginya.



Lalu apa saja resiko melakukan pesugihan di gunung kemukus itu?


  • Resiko Melakukan Ritual Pesugihan Gunung Kemukus

Sebagaimana kita tahu, hukum akibat  ditimbulkan oleh suatu sebab. Jika melakukan ritual pesugihan gunung kemukus tentunya akan beresiko bagi para pelaku, para masyarakat setempat, dan lainnya. Resiko melakukan ritual pesugihan gunung kemukus bagi para pelakunya kurang lebih yaitu sebagai berikut:

  • Mereka akan hilangnya keimanan karena telah menyekutukan Allah, sang pencipta
  • Dosa besar karena melakukan syirik dan tidak dapat diampuni
  • Mengidap penyakit yang sangat berbahaya
  • Rusaknya moral diri karena berharap jalan pintas untuk mendapatkan sesuatu
  • Ketidakharmonisan dalam berumah tangga
  • Mendapat harta yang kurang barokah dan masih dipertanyakan kehalalannya

Belum lagi kalau kena razia pol. PP dan masuk berita di media televisi

Demikianlah sedikit ulasan tentangritual pesugihan gunung kemukus dan resiko bagi para pelakunya. Diharapkan memberikan sedikit gambaran tentang adanya sesatnya ritual yang dilakukan dengan cara-cara tersebut.

Sumber : ceritapesugihannyata.com

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon