Backpacking Ke Pulau Sumba, Kota Zaman Batu dan 17 Pantai Terbaik Dunia

FOLLOW official instagram pendaki gunung >>> @MOUNTNESIA


Sumba adalah sebuah pulau yang menyajikan warna lebih memikat daripada sekadar tangkapan dari lensa kamera. Ini adalah sebuah tempat bagi Anda untuk melihat lanskap alam berupa sabana dengan kuda liar yang berlarian bebas. Jangan lupakan pula kalau disana juga ada atraksi perang lembing sambil berkuda (Disebut Pasola) yang memukau. Lebih dari itu pun pulau ini menyajikan banyak rentetan rumah adat tradisional, kubur batu, dan agama Marapu yang seolah tak terjangkau perubahan zaman dan terasa kembali ke zaman batu.

Lokasi Pulau Sumba berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur berdekatan dengan Pulau Komodo dan Flores. Pulaunya sendiri tidak bisa dibilang kecil untuk dijelajahi selama seminggu. Pulau Sumba terdiri dari empat kabupaten, yaitu Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Sumba Timur. Hebatnya seluruh kabupaten tersebut memiliki keidahan alam yang serupa indahnya dan merata.

Pulau ini mempunyai luas 10.710 km², masih mempertahankan diri dengan rumah adat tradisional hampir di seluruh belahan daratannya, bahkan di jantung ibu kota. Beberapa yang populer dan sudah terbiasa menerima kunjungan wisatawan adalah Kampung Tarung dan Waitabar, Kampung Elu, Kampung Bodo Ede, dan Kampung Paletelolu. Disana banyak rumah tradisional Sumba mirip seperti yang ada di Flores memiliki tiga lantai, paling dasar berupa kandang ternak (kuda, ayam dan babi). Pada bagian lantai dua untuk berkumpul keluarga, tempat tidur dan perapian persis di bagian tengah. Sedangkan bagian ketiga berupa menara sebagai gudang menyimpan persediaan pangan.

Separuh warga pulau Sumba masih bertahan dengan agama nenek moyang mereka, yaitu Marapu. Meski sebagian sudah memeluk agama Kristen, Protestan, Islam, tetapi ritual adat warisan Marapu masih tetap berjalan di dalam upacara - upacara seperti kelahiran, perkawinan, kematian, dan lainnya. Bahkan, di beberapa kota besar seperti Waikabubak, para warganya merayakan wula podu (bulan suci selama satu bulan) pada Oktober dan November setiap tahunnya.

Marapu adalah agama asli orang Sumba yang berdasarkan pada pemujaan arwah leluhur. Dalam bahasa Sumba arwah leluhur disebut dengan marapu atau berarti ‘yang dipertuan’ atau ‘yang dimuliakan’. Pemujaan tersebut bukan semata-mata kepada arwah para leluhur itu sendiri tetapi kepada Mawulu Tau-Majii Tau (Pencipta dan Pembuat Manusia), Tuhan Yang Maha Esa. Para marapu (arwah) dianggap sebagai media atau perantara yang dapat menghubungkan manusia dengan Sang Pencipta.

Selain rumah adat dan agama marapu, di pulau ini Anda juga dapat menemukan banyak kerbau dan kuda. Kerbau biasanya digunakan dalam pelaksanaan upacara adat dan menggarap tanah pertanian. Sementara untuk kuda adalah kendaraan sehari-hari warganya, tetapi kini semakin berkurang jumlahnya karena hewan ini banyak dijual ke luar pulau. Meski demikian, tradisi menunggang kuda masih dipertahankan termasuk oleh anak-anak kecil yang terbiasa berkeliaran menunggang kuda di jalanan.


Transportasi Menuju Sumba

Pulau Sumba berada di bawah Pulau Komodo dan Flores. Untuk kesana, dapat melakukan penerbangan ke Pulau Sumba digerbangi oleh Bandar udara Tambolaka di Sumba Barat dan Bandar Udara Umbu Mehang Kunda di Sumba Timur. Beberapa maskapai penerbangan yang tersedia adalah Lion, Aviastar, Transnusa, Garuda Indonesia, dan Wings Air. Alternatif lain adalah melalui jalur laut, Pulau Sumba bisa dicapai melalui Pelabuhan Sape di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat dan juga dari Pelabuhan Kupang di Nusa Tenggara Timur.

Kota terbesar yang ada di Pulau Sumba adalah Waingapu dan Waikabubak. Dari kedua kota tersebut Anda dapat menyewa kendaraan atau memanfaatkan angkutan umum. Kendaraan umum yang biasa digunakan wisatawan adalah kendaraan sewa yang bisa ditemui di Bandara Tambaloka. Harga sewa kendaraan berupa minivan umumnya dipatok tarif Rp500.000,- hingga Rp700.000,- per hari dan sudah termasuk supir dan bensin. Untuk ojek tidak banyak tersedia di pulau ini, tetapi kendaraan angkutan kota dan pedesaan lebih banyak ditemui yang menjadi pilihan lain, dengan tarif mulai Rp10.000,-. Hingga Rp30.000,- Pilihan yang lebih ideal untuk petualangan Anda adalah dengan menyewa motor dari hotel tempat Anda menginap dengan tarif mulai dari Rp200.000,- per harinya.

Berkeliling Pulau Sumba dengan menyewa motor atau mobil akan lebih mengasyikkan. Sejumlah ruas jalan licin bekilap meliuk-liuk di bawah perbukitan dan pegunungan meski tidak begitu lebar tetapi cukup baik kondisinya bahkan saat musim penghujan. Sisi jalanan memang banyak disisipi dengan tanaman liar yang sanggup menutupi beberapa titik tujuan wisata (terutama ke arah pantai) tetapi selebihnya baik dan memadai.

Saat Anda menyambangi pulau ini sebelumnya aturlah tujuan wisata sebaik mungkin karena Sumba memiliki begitu banyak tujuan wisata yang masih sangat alami dan belum banyak disentuh oleh para penanam modal industri pariwisata. Beberapa lokasi tujuan wisata berada di satu kawasan sehingga perlu perencanaan agar Anda dapat menyambanginya sekaligus.



Kegiatan Dan Wisata

Ada begitu banyak pesona budaya zaman batu di Pulau Sumba. Begitu pula dengan keindahan alamnya yang tidak ramai oleh wisatawan. Turis asing yang berkunjung, terutama asal Eropa sudah mulai banyak yang terpikat oleh keindahan Sumba dan berupaya mengembangkan potensi industri wisata yang ada di pulau ini. Pesisir Sumba memiliki banyak pantai berpasir putih, air terjun, taman nasional, dan tentunya kampung tradisional yang siap menyambut tamunya.

Saat waktu luang Anda tersedia maka dengan pagi hari sekali, maka mulailah memantau keindahan pantainya untuk menyambut mentari pagi (sunrise) atau di sore hari mengantarkannya ke peraduan. Apabila Anda penggiat selancar maka ada Pantai Wanakaka dan Pantai Rua yang terkenal dengan gelombang lautnya. Pilhan serupa ada Pantai Marosi dan pantai Gaura dimana ada bonus berupa batu kubur tua.

Pantai Pero dan Pantai Ratenggaro juga memiliki ombak yang cukup cocok untuk bermain selancar. Bahkan di Ratenggaro, tepat ada kubur batu Raja Kodi pertama, rumah adat, dan beberapanya berada di pinggir pantainya. Di Pantai Mandorak ada sebuah pemandangan karang terjal begitu indah terpampang bersama ujung tebing dihiasi pasir putih yang indah.
   
Di Waitabula yang lokasinya tidak seberapa jauh dari Tambolaka airport ada Pantai Oro dan Pantai Newa yang berpasir putih panjang dengan air laut tenang, cocok untuk berenang dan bermain air. Pantai serupa ada Pantai Mamboro di utara Sumba Barat. Sepanjang perjalanan menuju pantai ini pemandangan alamnya sangat memukau.

Untuk Anda yang ingin menjelajah hutan Sumba, maka pastikan untuk mengunjungi Taman Nasional Tanah Deru yang didalamnya dihuni oleh beragam jenis burung dan habitat lainnya. Di hutan ini terdapat pula Air Terjun Lapopu yang bertingkat tinggi dan ditumbuhi pepohonan di batu cadasnya. Perjalanan ke air terjun memang tidak mudah tetapi itu sepadan dengan apa yang akan Anda lihat dan nikmati.

Air Terjun Dikira bisa menjadi sebuah pilihan lainnya yang berada sekitar 30 km dari Wewewa Timur. Meski air terjun ini digunakan PLN sebagai PLTA tetapi keindahannya begitu menawan. Pabeti Lakera juga menarik untuk disambangi berlokasi di Kecamatan Wewewa Selatan. Air terjunnya memiliki tinggi sampai 30 meter dan tidak kalah indahnya unutk ditangkap kamera.

Keindahan memukau lainnya yang dimiliki Pulau Sumba, yaitu Danau Weekuri yang merupakan danau air asin di pinggir laut. Lokasinya berada di Kodi Utara atau sekira 60 km dari pusat ibu kota Kabupaten Sumba Barat Daya. Selain berair asin, danau ini juga memilliki suasana alam yang indah dan sejuk. 

Sumba juga memiliki sebuah pantai istimewa, adalah Pantai Nihiwatu di Sumba Barat. Pantai ini masuk dan berada di posisi ke-17 dari 100 pantai terbaik di dunia (100 World”s Best Beaches) serta menjadi satu-satunya pantai di Indonesia yang terpilih menjadi pantai terbaik di Asia. Pantai ini dilapisi dengan pasir putih dan garis pantainya sangat cocok untuk surfing namun dibatasi maksimal 10 peselancar demi menjaga keamanan dan keselamatan mereka. Resort yang ada di pantai ini memang cukup mahal harga per malamnya dan beberapa artis Hollywood pernah menginap di resort Nihiwatu mulai dari musisi Rolling Stones, Pink dan suaminya Carey Hart, serta Chris Hemsworth (pemeran film ‘Thor”) yang menikahi istrinya Elsa Pataky di pantai ini.

Pantai Nihiwatu


Kuliner Laut, Adakah?

Meski memilki banyak pantai - pantai yang indah, tetapi mayoritas warga pulau Sumba bukan bermata pencaharian nelayan. Oleh karena itu, apabila Anda mencari berbagai ragam kuliner olahan ikan bukan di sini tempatnya meski masih ada penjual makanan laut.

Kuliner yang ada di Sumba adalah umumnya hampir mirip seperti yang ada di Flores. Pilihan tempat makan beragam salah satunya ada di Waikabubak, yaitu berupa rumah makan berikut ini.


RM Arista
Alamat : Jalan Ahmad Yani, Waikabubak

Gloria
Alamat : Jalan Bhayangkara, Waikabubak

RM Ande Ate
Alamat : Jalan Gajah Mada, Waikabubak

RM Pondok Salero
Alamat : Jalan Ahmad Yani, Waikabubak


Di Tambaloka juga tersedia beragam tempat makan berikut ini pilihannya:

RM Anggrek
Alamat : Jalan Katedral, Waitabula

Valentine Restaurant

Alamat : Jalan Bandar udara Tambaloka

Oro Bungalow
Alamat : Jlana Rada Mata, Tambaloka

RM Richard
Alamat : Jalan Karitas, Waitabula


Akomodasi

Beberapa kabupaten di Pulau Sumba sudah berbenah memajukan daerah mereka masing-masing. Hotel dan penginapan terus muncul satu-per satu seiring mulai banyaknya wisatawan yang terpikat dengan kealamian pulau ini.

Sumba Barat menyediakan pilihan beragam akomodasi mulai dari penginapan hinggga resort. Berikut ini pilihannya. Khusus resort pribadi maka pemesanan perlu jauh hari sebelumnya.

Nihi Watu Resort
Web : www.nihiwatu.com

Sumba Nautil Hotels
Web : www.sumbanautilresort.com

Hotel Monalisa
Alamat : Jalan Adhyaksa KM 2, Waikabubak
0387 21364

Hotel Pelita
Alamat : Jalan Ahmad Yani No. 2, Waikabubak
0387 21392

Hotel Ronita
Alamat : Jalan Basuki Rahmat, Waikabubak
0387 21460


Hotel Aloha
Alamat : Jalan Sudirman, Waikabubak
0387 21245

Hotel Karanu
Alamat : Jalan Basuki Rahmat, Waikabubak
0387 21197

Hotel Artha
Alamat : Jalan Veteran, Waikabubak
0387 21112




Berbelanja oleh - oleh khas

Pilihan terbaik untuk berbelanja cenderamata khas dari Pulau Sumba adalah kain tenunnya terutama dari Sumba Timur dengan motif yang lebih beragam dan dibuat dengan menggunakan cara yang masih tradisional. Apabila Anda berkunjung ke  beberapa desa tradisional maka selain kain tenun ikat yang bisa dibeli adalah ukuran kayu, gitar sumba, tanduk kerbau, serta kalung dan gelang tradisional khas Sumba.

Apabila Anda membayangkan oleh-oleh berupa susu kuda liar sumba maka itu dipastikan sulit dan memang tidak ada penjualnya secara umum. Lebih mudah untuk ditemukan kacang mete untuk dibeli sebagai oleh-oleh seperti di Waikabubak dan Waitabula. Pusat oleh-oleh khas Sumba juga tersedia di Waingapu, Sumba Timur, yaitu Toko Utama yang menjual beragam peganan berupa kacang, kue, dan kopi sumba.



Tips Liburan ke Sumba

Sumba adalah pulau yang bisa membuat Anda membayangkan masa dari zaman batu. Budayanya yang tradisional masih terasa bahkan di tengah kota sekalipun. Agama adatnya adalah Marapu meski bukan mayoritas tetapi sejatinya kuat tertanam jauh dalam kehidupan keseharian masyarakatnya. Oleh karena itu, perhatikan sikap santun Anda terhadap penduduk lokal dan patuhi larangan yang sudah ditetapkan oleh adatnya.

Masing-masing wilayah di Sumba besar memiliki bahasanya sendiri sehingga disarankan Anda memiliki seorang pemandu apabila ingin berkeliling hingga ke desa tradisional. Meski demikian Bahasa Indonesia umum digunakan dalam keseharian dan Anda selayaknya menggunakannya dengan baik.

Saat Anda melakukan petualangan di Pulau Sumba maka pastikan telah menentukan tujuannya karena jarak dari satu tujuan wisata dengan yang lainnya ada yang berdekatan sehingga bisa dilakukan dalam satu hari. Peta akan sangat membantu Anda menjelajah titik-titik menarik keindahan Sumba yang masih sangat alami dan belum banyak dikenali oleh riuh ramai wisatawan.

Apabila Anda ingin menyaksikan Pasola maka siapkan waktu pada bulan Februari hingga Maret. Beberapa lokasi yang perlu ditandai dan senantiasa menggelar acara Pasola adalah: Wanokaka, Lamboya, Gaura, Ratenggaro, Kodi Bangedo, dan Kodi Besar. Secara khusus Pasola dilaksanakan di Hobba Kalla, Lamboya setiap Februari, Kamaradena di Kecamatan Wanokaka setiap Maret, dan Gaura di Lamboya Barat setiap Maret. Penentuan tanggal Pasola sendiri bergantung dari pilihan hari oleh pemuka adat Marapu (irato) sehingga hampir sulit diketahui waktu pastinya dekatnya kecuali sebulan atau bahkan dua minggu sebelumnya.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon