Pendakian Carstensz Pyramid, Papua

Tags
FOLLOW official instagram pendaki gunung >>> @MOUNTNESIA


Banyak pendaki senior yang bercerita tentang perjalanannya di pendakian cartenz. Sebenarnya berapa sih biaya pendakian cartenz pyramid yang merupakan termasuk salah satu pendakian ke seven summit?

Instagram @aswantotiranda  -  Harga diri itu seperti ini. Saat kau tau bahwa kau sedang disakiti, yang pantas kau lakukan adalah menyelamatkan diri bukan membalas. Karena kau sadar bahwa membalas juga berarti menyakiti. Memang sangat sulit, jika kau mampu melakukannya maka harga dirimu akan jauh lebih berharga.
🗻 Pegunungan Jaya Wijaya.
Puncak Soekarno 4862 Mdpl.
CARSTENSZ - PAPUA.

Ketinggian Cartenz 4.884 Mdpl yang menjadikan gunung carstensz termasuk dalam 7 gunung tertinggi dunia juga tak lepas tentang banyaknya sejarah di carstensz pyramid. Adapun tujuh puncak tertinggi di lempengan benua yang pertama yakni Gunung Everest, di Asia; Kilimanjaro yang berada di Afrika dengan ketinggian 5.885 mdpl; Gunung Elbrus di Eropa yang mempunyai ketinggian 5.642 mdpl; Aconcagua di Amerika Selatan dengan ketinggian 6.962 mpdl; Gunung McKinley di Amerika Utara yang berketinggian 6.670 mdpl, dan Gunung Vinson Massif di Antartika dengan ketinggian 5.535 mdpl dengan gunung Cartensz di urutan seven summit terakhir berketinggian 4884 mdpl.

jalur pendakian carstensz pyramid adalah jalur pendakian yang paling sulit dan memakan waktu lama untuk mencapai puncaknya dan rute pendakian carstensz pyramid juga sangatlah susah apabila kita tidak menyewa pemandu atau jasa porter dan paket tour pendakian. Mendaki carstensz pyramid bukanlah ditujukan untuk pendaki pemula. Mereka yang akan mendaki memerlukan persiapan yang matang dari berbulan - bulan sebelum melakukan pendakian. Perizinan cartenz sendiri akan menentukan apakah kita dapat menaikinya atau tidak.

Beberapa catatan perjalanan gunung cartenz menceritakan jika biaya pendakian cartenz ini adalah pendakian gunung termahal di dunia.

Gunung Carstensz Bukan Untuk Pendaki Pemula, dibawah Inilah Alasannya

Gunung Carstensz Pyramid di Papua yang mempunyai ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl) adalah termasuk ke dalam tujuh puncak gunung tertinggi di dunia. Gunung Carstensz sendiri sekarang menjadi impian banyak pendaki gunung Indonesia untuk mencapai puncaknya.

Untuk menuju kesana dan impian untuk bisa mencapai puncaknya tentunya tidak akan semudah seperti yang kita bayangkan, dikarenakan tidak sembarang pendaki dapat kesana, apalagi pendaki pemula, tentunya tidak bisa menjejakkan kaki di Puncak Carstensz.

"Gunung bukan untuk pemula. Ini gunung yang membutuhkan kemampuan teknik mendaki gunung. Beberapa kali ketemu pendaki seven summits dunia. Mereka bilang Gunung Carstensz ini lebih susah daripada mendaki Everest. Karena dari tujuh puncak dunia, hanya Carstensz yang perlu kemampuan teknik memanjat saat hendak mencapai puncaknya, "kata Pemilik sekaligus pemandu pendakian dari Patagonia Adventure Travel, Fandhi Achmad kepada saat ditemui acara "Re-Opening Patagonia Outdoor Store & Sharing Experience Carstensz Pyramid" di Jakarta, Minggu (25/9/2016) malam.

Rute dan Jalur Pendakian Cartensz
Menurut Fandhi Achmad, pendaki akan mulai memanjat tebing dari mulai titik Lembah Kuning menuju ke Puncak Gunung Carstensz. Ia juga menyebutkan bahwa rute pendakian Gunung Carstensz yang terbilang berat bagi pendaki pemula.

"Apalagi kalau trekkingnya lewat Jalur Sugapa, maka rute trekkingnya berat. Kemudian curah hujannya yang membuat berat karena hampir setiap hari disana hujan, "jelas fandhi yang telah berhasil mencapai puncak Carstensz lebih dari lima kali ini.

Beratnya medan pendakian akan dirasakan pendaki hampir di selama perjalanan. Fandhi menceritakan, dalam keadaan hujan, disana mental pendaki akan diuji. Belum lagi ditambah dengan menyusuri sungai di beberapa hari pertama.

"Sampai pada hari ke empat kita akan ketemu sungai dan menyeberang sungai-sungai tersebut. Jalan di akar-akar pohon yang licin, "sebutnya.

Seorang pendaki gunung dari tim Adventure & Rescue Team, Surveyor Indonesia, Leny Surya Martina juga mengakui kesulitan saat mendaki Gunung Carstensz. Ia mengaku, dirinya ini adalah orang yang hanya gemar mengikuti ajakan teman untuk mendaki gunung.

"Saya bukan pencinta alam sejati. Kita banyak menyeberang sungai dari pohon. Mulai dari jalan hari kedua itu jembatannya bentuknya pohon melintang. Kita kadang melewati longsoran tanah baru longsor. Itu yang berat bagi mental. Itu takutnya longsor lagi, "cerita Leny.

Selain itu bagi Leny yang sudah lama tidak mendaki gunung, menyeberangi sungai tanpa menggunakan tali adalah hal yang sangat menguras mental menurutnya. Tidak hanya itu, berpijak pada tanah-tanah yang longsor itu terbilang cukup mengerikan.

"Dari Lembah Danau-Danau, kita akan melakukan ascending (menaiki) dandescending (menuruni) tebing di New Zealand Pass. Itu memanjat 80 derajat tegak lurus, baru sekarang akan merasa takut, "jelasnya.

PENDAKIANmenuju puncak (summit attack) di Carstensz Pyramid (4.884 m) saya mulai dari lembah Danau-Danau (4.200 m) pada pukul 02.00 WIT. Dari dasar dinding Carstensz, dengan menggunakan teknik jumaring (mendaki pakai ascender pada sebuah tali) sekitar 4 bagian, sampai ke teras besar di ketinggian 4.600 m.

Terasa sangat menantang, saat salah satu bagian menuntut keandalan air jumaring (jumaring tanpa menapak bumi), meski jaraknya hanya 50 m.

Sesudahnya, kita seperti mendapatkan bonus; medan gigir atas atau Carstensz Ridge yang bisa dicapai dengan trekking. Dari sini, jarak menuju puncak dapat dicapai dalam 3-4 jam, tergantung dari ritme perjalanan. Di Ridge kini telah dipasang tali tetap hingga patahan tebing. Sayalah yang pertama kali memasangnya pada 1994, bersama almarhum Rob Hall (telah wafat dalam tragedi ‘Everest Disaster’, 1996).

Melintas patahan itu sendiri adalah bagian paling menegangkan dari seluruh pendakian ke Puncak Carstensz. Ini karena pendaki dituntut untuk melakukan tyrolean traverse menyeberang menggantung pada seutas tali sepanjang 50 m. Butuh adrenalin yang tinggi untuk melakukan hal ini, utamanya jika cuaca cerah, karena jurang sedalam kira-kira 600 meter menganga di bawah.

Saya sendiri juga membantu pembuatan tyrolean traverse saat pertama kali dibuat di tahun 1995 oleh Adventures Consultant, perusahaan pemanduan pendakian global berbasis di New Zealand (di mana Rob Hall bergabung dan tahun 2007 tyrolean traverse dibuat oleh Franky Kowaas dan teman-teman pemandu pendakian dari Manado.

Selepas dari kawasan menegangkan tadi, maka akan terlihat Puncak Carstensz yang ditandai dengan Prasasti Hartono Basuki, adalah pendaki dari Mapala UI yang meninggal saat cuaca buruk dalam ekspedisi tahun 1982. Apabila cuaca bagus, dapat dilihat Laut Arafuru, dataran tinggi Zenggilorong, Ideburg, Gresberg,  Tembagapura dan Timika. Dan saat itu, para pendaki yang berdiri di puncak es tanah Papua ini akan menjadi orang tertinggi di lempeng benua Australia.

Ketika para pendaki Indonesia pertama kali mendaki Puncak Carstensz Pyramid, posisi pegunungan es kebanggaan Tanah Air kita ini belumlah sekondang sekarang. Kini ia telah menjadi salah satu idaman para pendaki dunia, ini karena Cartensz termasuk dalam rangkaian The Seven Summits. Tujuh puncak tertinggi di lempengan benua, bersama dengan Mount Everest di Asia, Kilimanjaro di Afrika,  Elbrus di Eropa, Aconcagua di Amerika Selatan, Mckinley di Amerika Utara, dan Vinson Massif di Antartika.

Lalu,
Apakah Penting adanya Pemandu Pendakian Saat Mendaki Gunung Carstensz di Papua?

"Kalau mendaki di Gunung Carstensz ini problemnya adalah faktor keamanan. Itu yang membuat bikin biayanya mahal," jelas Fandhi ketika ditemui saat acara "Re-Opening Patagonia Outdoor Store & Sharing Experience Carstensz Pyramid" di Jakarta, Minggu (25/9/2016) malam.

Lalu seberapakah penting penggunaan jasa operator pendakian untuk menuju Gunung Carstensz, Papua?  Leny Surya Martina menceritakan pengalamannya ketika mendaki Carstensz menggunakan operator.

"Para pemandu itu membimbing kami dengan sabar, sewaktu lewat akar-akar, sungai. Berguna sekali melakukan negosiasi dengan masyarakat di sana. Kan mereka setiap harinya kadang minta harga naik, "jelas Leny ketika ditemui acara "Re-Opening Patagonia Outdoor Store & Sharing Experience Carstensz Pyramid" di Jakarta, Minggu (25/9/2016) malam.

Ia mengatakan, operator pendakian juga menjadi pembimbing latihan fisik dan juga teknik mendaki gunung. Menurutnya, Gunung Carstensz sendiri adalah tipe gunung yang membutuhkan kemampuan khusus dalam melakukan mendaki gunung.

"Gunung Carstenz itu adalah pendakian yang sulit bagi saya. Makanya ada latihan. Sulit  itu juga teknikal. Kita dapat ilmunya baru sebulan terakhir (dari pemandu pendakian), "jelasnya.

Pendakian di Gunung Carstensz sendiri memang menawarkan tantangan secara teknis maupun non-teknis pendakian. Aspek teknis seperti ketika mendaki gunung, sementara itu non-teknis yakni seperti perizinan untuk mendaki gunung.

"Kalau ke sana gak pakai operator pendakian, pilihannya ada dua. Satu gagal dan rugi. Beberapa kelompok pencinta alam, ada yang mencoba pergi ke sana langsung. Beberapa ada yang gagal. Dan lainnya, biayanya malah lebih besar. Maka, kemampuan dalam bernegosiasi pada saat seperti itu sangatlah perlu, apalagi mereka termasuk keras. Begitu diminta uang puluhan juta, mereka (pendaki) kasih aja karena gak mengerti, "tambahnya lagi.

Ia juga menceritakan, berdasarkan pengalamannya sekitar beberapa kali mengajak orang-orang yang pertama kali ke Papua, rata-rata mereka mengalami ketakutan. Hal itu lantaran mereka tak terbiasa melihat orang-orang yang membawa panah atau parang.

"Kalau di kita (Jakarta) kan jarang melihat orang bawa panah ataupun parang. Dan disini mereka takut akhirnya kemudian biasanya dikasih aja tanpa negosiasi. Penting itu kalau negosiasi dengan warga lokal," ungkap Fandhi.

Salah satu jalur pendakian Gunung Carstensz adalah melewati Desa Sugapa di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Seberapa Mahal Pendakian Gunung Carstensz di Papua?

Anggapan Gunung Cartensz sebagai gunung yang membutuhkan biaya mahal untuk mendaki memang masih lekat di mata pendaki Indonesia dan dunia. Sejumlah pendaki mengaku pendakian menuju Gunung Carstensz masih sebatas impian belaka saja.

Lalu seberapa mahal pendakian menuju Gunung Carstensz ini? Seorang pendaki gunung dari Adventure & Rescue Team, Surveyor Indonesia, Leny Surya Martina dan operator pendakian dari Patagonia Adventure Travel serta Indonesia Expeditions berbagi cerita tentang mahalnya pendakian Gunung Carstensz.

Leny mengatakan kelompoknya yang beranggota lima orang menghabiskan biaya sekitar 55 juta per orang untuk mendaki Gunung Carstensz. Ia menceritakan, biaya transportasi menuju ke Papua dan ditambahnya dengan sewa pesawat dari Nabire ke Desa Sugapa, Kecamatan Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

"Ada kultur-kultur masyarakat di sana yang belum teredukasi. Kalau sudah terorganisasi mungkin akan murah. Resiko-resiko yang tidak terduga juga jadi alasan, "kata Leny yang pada bulan Mei 2016 berhasil menapaki puncak Gunung Cartensz bersama dengan empat pendaki Adventure & Rescue Team, Surveyor Indonesia saat ditemui acara "Re-Opening Patagonia Outdoor Store & Sharing Experience Carstensz Pyramid" di Jakarta, hari Minggu (25/9/2016) malam.

Fandhi Achmad juga menyebutkan, mahalnya biaya pendakian Gunung Carstensz lantaran letak gunung tersebut yang cukup sulit dijangkau. Misalnya jika dari Jakarta, lanjutnya, pendaki mesti menggunakan pesawat untuk menuju Nabire, Papua selama enam jam.

"Setelah itu dari Nabire akan menyambung dengan pesawat kecil ke Desa Sugapa di Kabupaten Intan Jaya. Yang murah itu adalah yang tarifnya subsidi. Tapi Itu hanya diberikan untuk orang Papua saja. Kita gak dapat subsidi," jelas Fandhi.

Lewat Patagonia Adventure Travel, ia membanderol paket pendakian Gunung Carstensz dengan harga Rp 55 juta per orang. Harga tersebut sudah termasuk transportasi pergi pulang (PP) Jakarta - Nabire, pesawat Nabire-Sugapa, untuk biaya porter dan pemandu selama dua minggu pendakian, serta peralatan pendakian kelompok, makanan, dan minuman.

"Kalau disana ada konflik, itu lebih mahal biayanya. Kalau di Gunung Carstensz ini problemnya adalah faktor keamanan. Itu yang membuat bikin pendakian jadi mahal. Jadi seperti keamanan juga terhadap porter. Biaya tidak terduga itu di pendakian Gunung Carstensz bisa banyak. Kadang-kadang bisa naik hingga 100 persen, "jelas Fandhi.

Menurut Fandhi, belum adanya sistem pemberian gaji porter yang jelas, menjadi alasan mahalnya pendakian Gunung Carstensz. Selain itu, juga belum teredukasinya porter-porter menambah mahalnya biaya pendakian kesana.

"Mereka bisa aja nuntut dengan biaya lebih. Kalau gak dikasih, maka dia mau pulang. Nah, itu kalau dalam situasi bawa tamu atau ekspedisi. mau gak mau kita harus turutin. Kalau gak, kita bisa rugi. Ongkosnya jadi besar. Itu yang bikin mahal. Tarif porternya mahal. Biaya tak terduganya jadi banyak, "jelas Fandhi.

Sementara itu, menurut Marketing Staff dari operator pendakian Indonesia Expeditions, Alvin Egie Perdana yang menambahkan, harga porter untuk sekali perjalanan pendakian Gunung Carstensz berkisar Rp 7 sampai 8 juta. Sementara, untuk satu orang membutuhkan dua porter.

"Yang buat mahal itu aksesnya sulit. Mesti pakai pesawat ke Desa Sugapa. Di sana biaya hidupnya belum pasti. Beda kalau seperti Nepal, "jelas Fandhi.

Fandhi menyebutkan, rata-rata operator pendakian menawarkan paket perjalanan pendakian Gunung Carstensz di harga Rp 55 sampai 65 juta per orang. Menurutnya, rata-rata calon pembeli menganggap harga pendakian Gunung Carstensz tersebut mahal.


Sumber :
Nationalgeographic
Kompas.com

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon