Trek Pendakian Arjuno Via Purwosari

Tags
FOLLOW official instagram pendaki gunung >>> @MOUNTNESIA

Dari semua jalur pendakian gunung Arjuno, inilah jalur Purwosari, adalah jalur yang paling terkenal tentang kisah - kisah mistisnya. Mengapa  begitu? karena sepanjang perjalanan menuju puncak Arjuno, kita akan melihat berbagai macam jejak - jejak petilasan dan tempat persemedian seperti batu, arca, bekas semedi, dupa, dan tempat-tempat yang jika dilihat sekejap oleh orang akan berpikir  kalau ini adalah empat sakral.

Jalur pendakian gunung Arjuno via Purwosari lokasinya berada di Dusun Tambak watu, Kecamatan Purwosari, Kota Malang, Jawa Tengah.

TRANSPORTASI KE BASECAMP
Apabila dari Jakarta/arah barat: bila naik kereta, kita bisa turun di stasiun Malang untuk lanjut naik angkutan menuju terminal Arjosari Malang. Apabila naik bis, kamu bisa turun di terminal Arjosari langsung. Selanjutnya untuk menuju Pasar Purwosari dapat dengan menggunakan angkutan umum lagi. Lalu menuju ke pos perijinan di Dusun Tambak Watu.

Arah Surabaya/arah timur: Rutenya menuju kesana sama, bila naik kereta, kita bisa turun di stasiun Malang terlebih dahulu dan seterusnya sama seperti di penjelasan di atas. Atau jika naik bis juga sama.

PETA JALUR PENDAKIAN VIA PURWOSARI




MEMULAI PENDAKIAN

Basecamp ke Pos I Guo Ontoboego 
Pendakian ditempuh sekitar 1 jam. Jalur nya berupa hutan rimbun. Pos 1 adalah tempat untuk ziarah. Pos 1 ini jalanannya masih landai dengan pepohonan kopi di sekitar. Banyak juga persimpangan di jalur  - jalur untuk menuju pos 1, kamu bisa mengikuti pipa air yang ada. Apabila tersesat jangan ragu untuk bertanya
kepada penduduk sekitar yang  tengah melintas atau bermalam saja sampai menunggu pagi.
Pos 1 mempunyai ketinggian 1.300 mdpl.


Pos 1 Guo Ontoboego

Pos I –ke Pos II Tampuono
Akan ditempuh dengan waktu sekitar 1jam. Di perjalanan menuju Pos 2 terdapat sebuah sendang atau mata air yang disebut dengan “Sendang Dewi Kunti”. Sedangkan Pos 2  adalah berupa bangunan semacam warung atau gubuk.
Dalam perjalanan menuju pos 2 masih berupa tanah padat berkelok dan menanjak.
 Jalurnya juga sudah mulai memasuki hutan dengan pepohonan besar yang rapat. Adanya warung di pos 2 ini biasanya digunakan untuk
melepas lelah dan beberapa gubuk yang biasa digunakan oleh para peziarah.

Sedangkan gubuk yang berada tepat di pos 2 adalah petilasan Eyang Sekutrem. Untuk Sendang Dewi Kunti untuk mengisi perbekalan air. Rute menuju ke Sendang Dewi Kunti dapat mengikuti
jalan paving ke arah kiri dimana disana ada bangunan lagi sebagai tempat melakukan pemujaan dan juga
gubuk yang digunakan oleh para paziarah.



Sendang Dewi Kunthi

Pos II ke Pos III Eyang Sakri
Ditempuh dengan waktu sekitar 15menit. Tempatnya berbentuk seperti tempat keramat. Di sepanjang perjalanan kita akan menjumpai shelter yang lagi-lagi terasa hawa mistisnya.
Jarak dari pos 2 menuju pos 3 tidak jauh, cukup jalan menanjak santai, maka akan membawa sampai ke pos
 3. Disana terdapat papan berisi petunjuk jalan yang ada di pertigaan ketika hampir sampai di pos 3, ikutilah jalan ke arah
jalur pendakian Gunung Arjuno. Terdapat satu shelter di pos 3, yakni petilasan Hyang Sakri.


Pos 3 Eyang Sakri

Pos III ke Pos IV Eyang Semar  ditempuh sekitar 1jam

Selepas dari pos 3,  maka medan pendakian mulai menanjak. Dari trek berupa tanah, kemudian menjadi bebatuan dengan view pemandangan alam pegunungan yang cukup indah. Di medan berbatu ini, keadaan pohon-pohon besar mulai jarang. Sesampainya di atas, jalanan mulai landai dan kembali masuk ke hutan dengan pepohonan yang rindang di sekitar jalan setapak.
Trek landai di pos 4

Di Pos 4 terdapat tiga bangunan permanen. Tidak jauh di tengah hutan ada sebuah gubuk bernama "Rahayu" yang ditulis dalam bentuk aksara jawa.

Meski hanya sebagai tempat untuk pemujaan para peziarah, gubuk ini juha cocok untuk tempat beristirahat karena lokasinya yang cukup teduh, sunyi, dan sejuk. Setelah melewati gubuk, jalur pendakian tetap menanjak dengan trek berupa tanah padat yang didominasi oleh akar-akar pepohonan dan batu-batu besar. Disini akan sangat menguras tenaga hingga akhirnya menemukan pos 4 dengan beberapa gubuk mirip di pos 2. Di tempat ini juga terdapat sumber air. Disana ada Pondok Konservasi Treppa dan juga gubuk-gubuk lain yang dapat digunakan untuk
beristirahat. Di bagian atas ada patung Eyang Semar dan tempat pemujaan dengan
beberapa dupa yang masih tertancap di dekat patung Eyang Semar.




Pos 4 Eyang Semar & petilasan pemujaan eyang semar

Pos IV ke Pos V Makhutoromo  ditempuh sekitar 30menit
Perjalanan dari pos 4 menuju ke pos 5 tidak cukup jauh, medannya berupa trek tanah menanjak dan berbelok - belok hingga bertemu dengan bangunan candi yang besar ada punden berundak di bawahnya yang disebut Mangkutoromo, itu adalah tempat camp favorit di pendakian Gunung Arjuno via Jalur Purwosari. Selain disana ada sumber air, tempatnya sangat luas dan ada gubuk untuk bermalam, beberapa tanaman disana dapat dimasak seperti paku-pakuan, jamur, dan lain sebagainya.
Mangkuturomo

Disana ada seorang penjaga. Jangan ragu untuk bertanya, berbincang ataupun meminta bantuan kepada penjaga hutan Mangkutoromo yaitu Pak Parto yang tinggal di gubuk sebelah kiri petilasan. Disana juga ada beberapa anjing di sekitar Mangkutoromo. Tenang saja, anjing jinak ini adalah peliharaan Pak Parto.


Ada beberapa larangan dan mitosnya sebelum melanjutkan pendakian ke puncak gunung Arjuno, adalah jika jumlah pendakinya ganjil maka haruslah membawa tongkat, kita dianjurkan sebaiknya tidak menggunakan pakaian yang
berwarna merah dan untuk wanita yang sedang mengalami datang bulan / berhalangan (menstruasi) lebih baik tidak melanjutkan perjalanan. Sebelum kita melanjutkan perjalanan,  perlu untuk mencukupkan perbekalan air karena sumber air terakhir hanya ada di Mangkutoromo.


Pos 5 Makhutoromo


Pos V ke Pos VI Candi Sepilar ditempuh sekitar 15menit

Selepas dari Mangkutoromo, treknya berupa punden berundak yang lumayan tinggi. Sampai diatas, kita akan menjumpai Candi Sepilar yang bentuknya mirip dengan petilasan Mangkutoromo tetapi bentuknya lebih kecil. Tumpukan batu semacam candi “Candi Sepilar”


Pos VI ke Pos VII Jawa Dipa ditempuh kurang lebih 5jam
Di Pos 7 ini biasanya para pendaki akan mendirikan tenda dan bermalam.
Medan pendakian mulai menanjak di tengah hutan yang didominasi oleh pohon pinus. Tidak ada tempat datar di sepanjang jalur pendakian sampai Pos 7. Ini adalah lokasi camp favorit setelah Mangkutoromo. Meski disana tidak ada sumber air, lokasi ini cukup luas untuk membuat
4 sampai 5 tenda. Siapkan stamina di pos Jawa Dipa ini karena selepas Jawa Dipa, treknya akan membutuhkan tenaga yang sangat ekstra.

 Trek menuju bukit penyesalan 

Semacam batu penanda


Pos 7 Jawa Dipa

Pos VII  ke Plawangan, ke Puncak Arjuno Ogal-Agil ditempuh sekitar 5jam

Selepas pos Jawa Dipa ini tidak akan ada ampun untuk trek yang akan dilalui menuju Plawangan. Trek yang sangat menanjak tanpa bonus di tengah hutan pinus yang akan sangat melelahkan. Trek tanahnya yang padat sesekali akan menjadi trek bebatuan dengan kemiringan tinggi. Ini adalah trek paling panjang yang dinamai dengan bukit penyesalan dimana ketika sampai di atas, maka akan ada bukit yang harus didaki lagi. Semakin dekat menuju Plawangan, maka medan jalur pendakian akan landai dan tinggal mengikuti jalur ke arah kiri memutar bukit hingga sampai di Plawangan.
Plawangan
Plawangan ini adalah pertigaan dimana ada petunjuk arah untuk menuju puncak Gunung Arjuno dan pendakian via  jalur Lawang. Disini ada beberapa tempat datar yang dapat digunakan sebagai tempat beristirahat atau membuat tenda kecil maupun shelter, lokasinya ada di sekitar jalur ke arah puncak. Dari Plawangan ke Puncak Gunung Arjuno, jalurnya masih menanjak dengan dihiasi oleh pepohonan cantigi yang mulai mendominasi area. Ada beberapa tikungan dan ikuti jalur ke kanan, ke arah puncak. Tidak dibutuhkan waktu lama, ketika sampai pada daerah bebatuan, puncak Ogal Agil sudah terlihat dan hanya dibutuhkan waktu sekitar 10 menit  saja untuk mendaki bebatuan menuju ke Puncak Gunung Arjuno. Di puncak akan terlihat pemandangan berupa Gunung Welirang dan juga Gunung Semeru. Indah bukan?
Puncak Arjuno Ogal-Agil

Sunset Arjuno

Apabila kita kalkulasikan semua perjalanan;

  • Basecamp ke Pos I Goa Ontoboego (1jam)
  • Pos I ke Pos II Tampuono (1jam)
  • Pos II ke Pos III Eyang Sakri (15menit)
  • Pos III  ke Pos IV Eyang Semar (1jam)
  • Pos IV  ke Pos V Makhutoromo (30menit)
  • Pos V ke Pos VI Candi Sepilar (15menit)
  • Pos VI  ke Pos VII Jawa Dipa (1,5jam)
  • Pos VII ke Puncak Arjuno Ogal-Agil (5jam)

TOTAL Pendakian sampai puncak = 10,5jam. Untuk perjalanan turun bisa kita kurangi sepertiganya menjadi sekitar 6-7jam

INFORMASI GUNUNG ARJUNO

  • Nama: Gunung Arjuno
  • Lokasi: Malang, Jawa Timur.
  • Ketinggian: 3.339 mdpl
  • Letusan terakhir: 1952
  • Tipe: Gunung berapi strato
  • Kondisi: udara dingin, kabut, sabana,  bebatuan, situs sejarah, makam, sumber air


Spot alam dan hewan:

  • Fauna: berbagai macam hewan dan burung
  • Flora: edelweis, kasia, cemara, lavender,  pinus
  • Puncak: Puncak Ogal-agil Puncak Arjuno, 
  • Hutan: hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung
  • View dengan pemandangan gunung lain dari puncak: Semeru, Welirang, Gn. Raung


Artikel Terkait


EmoticonEmoticon