Mengajak Istri Mendaki Semeru, Semangat Nafas Tua!

FOLLOW official instagram pendaki gunung >>> @MOUNTNESIA


Duduk-duduk bareng istri menikmati keindahan pemandangan Oro-Oro Ombo dan sejuknya udara Semeru.

PENDAKIAN PALING "WAS-WAS" BAGI SAYA

Dulu, ketika masih single, salah satu impian saya adalah pengen membawa istri untuk mendaki gunung. Di bayangan saya, pasti sangatlah seru mendaki bareng istri. Dan, impian itu akhirnya kesampaian, dalam sebuah pendakian ke Gunung Semeru.

Berbekal pengalaman dua kali mendaki Semeru sebelumnya, saya yakin bisa bawa istri sampai ke Danau Ranukumbolo. Saya memang cuma membatasi sampai Danau Ranukumbolo dengan beberapa pertimbangan.

Pendakian ini adalah pendakian yang membuat saya was-was. Was-was karena kali ini saya membawa istri. Mendaki bareng teman saja kita tetap harus bertanggung jawab atas keselamatan teman, apalagi bawa istri! Beban & tanggung jawabnya lebih besar. Maklumlah, belahan jiwa  soalnya. Apalagi yang namanya suami adalah pemimpin, jadi kita mesti tanggung jawab dengan keselamatan istri. Ditambah istri memang selama ini tidak hobby untuk mendaki gunung.
Demi menjaga tanggung jawab sebagai suami & fokus menjaga istri selama pendakian, akhirnya saya memutuskan untuk menyewa porter supaya membawa barang - barang bawaan (*Alasan klise sebenarnya. Padahal memang udah gak kuat bawa keril. Maklum udah berumur..ha..ha.. :D ) .

Pendakian ternyata tidak berjalan semulus seperti yang saya perkirakan. Niat awal saya ingin memulai pendakian sepagi mungkin agar bisa santai. Tapi karena berbagai hal, jadilah kami baru memulai pendakian sekitar pukul 15.00. Kondisi semakin menantang ketika kacamata saya hilang di Musholla Ranu Pane. Persis sbelum saya & istri memulai pendakian. Ini juga salah satu faktor yang membuat pendakian menjadi molor. Dengan mata minus, tentu akan smakin challenging.

Akhirnya setelah mempertimbangkan berbagai hal, saya memutuskan untuk melanjutkan pendakian.

Alhamdulillah, meskipun memakan waktu lama, saya & istri sampai juga di danau Ranukumbolo. Dan salutnya istri saya ternyata kuat selama dalam perjalanan. Bahkan jarang sekali minum. Ini diluar dugaan saya, karena prediksi saya, istri pasti akan banyak minum karena belum terbiasa melakukan pendakian.

Mimpi saya yang selanjutnya adalah ingin membawa istri saya untuk mendaki Rinjani. Semoga bisa kesampaian.

Penulis :
Instagram @niko7l

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon