Trek Pendakian Ciremai via Linggarjati

FOLLOW official instagram pendaki gunung >>> @MOUNTNESIA

Instagram.com/arynov

Pendakian Gunung Ciremai via Linggarjati.

Gunung Ciremai adalah gunung berapi aktif berbentuk kerucut dengan tipe strato dengan kawah ganda di puncaknya. Kawasan Gunung Ciremai ini telah menjadi Taman Nasional dan dengan tinggi 3.078, Gunung Ciremai ialah sebagai gunung tertinggi di Jawa Barat.

Bagaimana pendakian ciremai?
Gunung ini menawarkan jalur pendakian yang cukup berat disebabkan sulitnya air dan medan terjal yang ada di sepanjang jalur pendakian.

Secara administratif, Gunung Ciremai masuk di wilayah Kabupaten Kuningan, Cirebon dan Majalengka.

Terdapat 4 jalur pendakian Gunung Ciremai:

  • Jalur pendakian ciremai via Palutungan
  • Jalur pendakian ciremai via Padabeunghar
  • Jalur pendakian ciremai via Apuy
  • Jalur pendakian ciremai via Linggarjati



Jika dibanding jalur Palutungan dan Apuy, pendakian Gunung Ciremai via jalur Linggarjati adalah jalur yang paling pendek, tetapi jalur yang paling berat karena medannya terjal dan sulitnya air yang akan membuat perjalanan menjadi sangat lama dan malah melelahkan. Namun dengan jalur yang jelas, pendakian Gunung Ciremai via Linggarjati ini adalah jalur pendakian  Ciremai yang paling diminati para pendaki.

Estimasi waktu Pendakian Gunung Ciremai via Linggarjati 


  • Basecamp ke  Pos Cibunar : 50 menit
  • Pos Cibunar ke Leuweung Datar : 1 jam 
  • Leuweung Datar ke Pos Kondang Amis : 20 menit
  • Pos Kondang Amis ke Kuburan Kuda : 2 jam 30 menit
  • Kuburan Kuda ke Pangalap : 1 jam 20 menit
  • Pangalap ke Tanjakan Seruni : 1 jam 30 menit
  • Tanjakan Seruni ke Bapa Tere : 2 jam
  • Bapa Tere ke Batu Lingga : 1 jam
  • Batu Lingga ke Sanggabuana 1 : 2 jam
  • Sanggabuana 1 ke Sanggabuana 2 : 15 menit
  • Sanggabuana 2 ke Pangasinan : 40 menit
  • Pangasinan ke Puncak : 45 menit


Rute dan akses menuju Jalur Linggarjati

Untuk menuju ke Linggarjati, kita bisa menaiki kereta api tujuan Cirebon (prujakan) dan dilanjutkan dengan bus tujuan Kuningan atau bisa carter angkot untuk langsung menuju menuju basecamp dengan waktu tempuh sekitar 1 hingga 1,5 jam perjalanan.

Sebelum memulai pendakian Gunung Ciremai, pastikan untuk persiapkan logistik dengan matang karena di sepanjang medan pendakian via jalur Linggarjati ini tergolong berat dan menempuh waktu lama, tidak ada sumber air kecuali pada saat musim hujan.

Basecamp ke Pos Cibunar

Dari basecamp awal pendakian adalah berupa jalan aspal dengan melewati ladang dan rumah penduduk sampai setelah melewati vila, maka jalan aspal akan sangat menanjak dan kembali landai lagi hingga sampai di Cibunar. Perjalanan dari basecamp hingga Cibunar dapat dipercepat naik ojek dengan tarif Rp. 15.000 (sesuai negoisasi).

Cibunar dengan ketinggian 850 mdpl adalah tempat akhir dimana kekurangan logistik bisa dilengkapi. di Pos Cibunar terdapat warung, toko aksesoris, kamar mandi serta ada pangkalan ojek. Selain sebagai persiapan pendakian, Cibunar juga tempat yang cocok untuk  camping ceria dengan mengajak keluarga maupun teman.



Pendakian dari Pos Cibunar ke Leuweung Datar

Perjalanan dari Cibunar berupa pendakian melewati hutan pinus yang sangat teduh dengan medannya adalah jalur batuan padat yang menanjak. Pada awal hutan pinus il akan ditemui juga warung untuk beristirahat, sejenak bisa makan - makan di warung. Setelah melewati hutan pinus, jalur akan mulai terbuka. Jalur akan mulai sempit menanjak hingga ke Pos Leuweung Datar.
Leuweung Datar mempunyai ketinggian 1.225 mdpl, lokasinya berada di tengah hutan tropis Gunung Ciremai. Adalah tempat datar yang tidak cukup luas tetapi cocok untuk beristirahat. Di lokasi pos ini bisa mendirikan sekitar 3 tenda dengan kapasitas 4 orang.


Pendakian dari Pos Leuweung Datar ke Pos Kondang Amis

Dari Leuweung Datar, pendakian dilanjutkan dengan menyusuri jalur tanah padat yang sempit dengan medan tanjakan. Tidak dibutuhkan waktu lama untuk sampai di Pos Kondang Amis yang berada di ketinggian 1.250 mdpl dengan tempat luas, datar dan cukup untuk mendirikan beberapa tenda. Ada sebuah shelter untuk berteduh. Dengan lokasi yang teduh, Kondang Amis sangat nyaman untuk beristirahat dalam jangka waktu lama.





Pendakian dari Pos Kondang Amis ke Pos Kuburan Kuda

Menuju ke Pos Kuburan Kuda, jalurnya semakin sempit, rimbun dan masih menanjak. Di tengah perjalanan akan melewati daerah yang datar dan cukup luas untuk beristirahat atau mendirikan tenda jika tidak cukup mendirikan camp di Pos Kondang Amis. Trek ke Pos Kuburan Kuda lumayan jauh dan lama. Jalur tanah padat dan akar pepohonan mulai mendominasi sepanjang trek pendakian. Pos Kuburan kuda tetletak pada ketinggian 1.450 mdpl, berupa tempat datar seperti Leuweung Datar yang cocok untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan pendakian Ciremai.




Pendakian dari Pos Kuburan Kuda ke Pos Pangalap

Trek pendakian Gunung Ciremai setelah Kuburan Kuda masih sama, berupa trek tanah padat yang menanjak. Pos Pangalap berada di ketinggian 1.650 mdpl dan cukup luas untuk mendirikan beberapa tenda di sekitar jalurnya.



Pendakian dari Pos Pangalap ke Pos Tanjakan Seruni

Medan pendakian Gunung Ciremai ini mulai lebar dan tetap dengan trek tanah yang padat dengan adanya akar pepohonan. Keadaan medannya semakin curam dengan beberapa tanjakan diantaranya adalah yang dikenal dengan Tanjakan Bin-Bin dan masih terus menanjak hingga ke Tanjakan Seruni yang berada pada ketinggian 1.825 mdpl dengan tempatnya yang tidak terlalu luas tapi bisa untuk mendirikan sekitar 3 tenda kapasitas 4 orang.



Tanjakan Seruni ke Bapa Tere

Setelah mendaki melewati trek  Tanjakan Seruni, maka medan selanjutnya akan semakin menanjak dan berat. Bahkan di pertengahan jalan, jalur yang dilalui cukup miring sehingga perlu memanjat dan juga berpegangan pada akar pohon untuk sampai ke atasnya. Harus kalian tahu bahwa hampir tidak ada lokasi datar untuk membuat tenda kecuali membuat tenda darurat ataupun membuka lokasi camp di rerimbunan pohon.

Tanjakan Bapa Tere yang berketinggian 2.025 mdpl adalah sebuah tanjakan yang harus dilalui dengan cara memanjat. Tanjakan ini adalah trek yang paling susah di sepanjang jalur pendakian Linggarjati, Bapa Tere juga termasuk tanjakan yang sangat terkenal di Gunung Ciremai. Disana ada kain yang dipasang untuk membantu para pendaki naik ke atas. Apabila ingin lebih mudah, lewatlah jalur yang ada di sebelah kiri tanjakan Bapa Tere. Bukan Tanjakan Bapa Tere saja yang terkenal di kalangan pendaki di Pulau Jawa.

Tanjakan Bapa Tere ke Batu Lingga

Setelah Bapa Tere, medan pendakiannya masih tetap menanjak di tanah padat hingga ke Batu Lingga. Batu Lingga dengan ketinggian 2.200 mdpl adalah berupa lahan datar yang muat untuk mendirikan sekitar 3 hingga 4 tenda.




Batu Lingga ke Sanggabuana 1 & 2

Setelah dari Batu Lingga, pendakian ciremai via linggarjati ini masih tetap dengan trek menanjak hingga di daerah Sanggabuana. Sanggabuana ini adalah sebuah tempat peristirahatan sebelum kita summit ke puncak dan biasanya banyak para pendaki yang mendirikan camp di Sanggabuana hanya untuk menunggu sunrise. Sanggabuana 1 berada di ketinggian 2.400 mdpl, sedangkan Sanggabuana 2 di ketinggian 2.450 mdpl yang lokasinya berdekatan.



Trek Dari Sanggabuana ke Pos Pangasinan

Selepas Sanggabuana, medannya menjadi jalur tanah padat yang berbatu. Jalur ini sudah cukup lebar dan ada beberapa tempat yang dapat digunakan sebagai tempat membuat tenda. Sampai ke lereng Gunung Ciremai, treknya melebar dan semakin terbuka. Pepohonan disana semakin jarang dan pemandangan alam sekitarnya tampak menawan. Medannya berbatu terjal yang bercampur dengan tanah padat berlanjut hingga ke Pangasinan yang  berada pada ketinggian 2.800 mdpl adalah sebuah tempat yang luas untuk camps ekaligus menjadi pos terakhir dan juga sebagai batas vegetasi. Pepohonan disini jarang tumbuh yang membuat lokasi ini rawan badai dan angin gunung yang dingin.



Trek Pangasinan ke Puncak Ciremai

Sesampainya di Pangasinan, Puncak Gunung Ciremai sudah tampak jelas. Trek pendakiannya masih tetap menanjak dengan menyusuri lereng gunung dan berupa jalur sempit. Batuan terjal akan menemani saat hampir sampi ke puncak Gunung Ciremai.





Puncak Gunung Ciremai yang mempunyai tinggi 3.078 mdpl ini memiliki dua kawah yang indah dan lebar dengan puncaknya yang berupa bibir kawah landai dan cukup lebar. Dari puncak gunung Ciremai akan nampak pemandangan puncak Gunung Slamet, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, dan juga laut Cirebon. Sebelum siang hari, kadang kabut akanturun menutupi kawah dan itu merupakan sebagai alarm pertanda agar para pendaki turun setelah menyaksikan keindahan puncak Gunung Ciremai, sebagai atapnya Jawa Barat.



Artikel Terkait


EmoticonEmoticon