Pendakian Gunung Talamau, Menembus Rimbunnya Jalur Pendakian

FOLLOW official instagram pendaki gunung >>> @MOUNTNESIA

video

Kiriman dari @dedyblee
Berawal dari ajakan teman untuk mendaki gunung Talamau,rasa penasaran bercampur ragu saat menerima ajakan tersebut karena setelah saya Googling gn Talamau adalah gunung yang masih alami dan jarang sekali pendaki yang kesana terlebih lagi cerita mistisnya dan juga serangan binatang mungilnya (Pacet)

Akhirnya saya memutuskan untuk ikut dikarenakan rasa penasaran saya telah mengalahkan rasa ragu dalam diri saya

Sesampainya saya di Padang ber 4 membuat janji dengan teman disana yang sebelumnya sudah mendaki gunung Talamau dan bersedia untuk mengantar kami.Setelah kami bertemu, lalu kami berangkat menuju pos pendakian yang terletak di desa pinaga

Hari 1 Setibanya di desa pinaga kami kemudian mendaftarkan diri kepada petugas pos untuk melakukan pendakian.lalu setelah identitas kami didata ternya logistik kami pun perlu didata karena tidak boleh meninggalkan sampah dikarenakan kondisi gunung ini masih alami

Setelah melakukan registrasi kamipun bersiap untuk memulai pendakian. Kemudian setelah semuanya sudah siap kami pun mulai melakukan pendakian yang sebelumnya kami awali dengan berdoa dan melakukan sesi Poto bersama.

Diawali dengan melewati Medan berbatu dan kanan kiri ditumbuhi perkebunan sawit dan sawah milik warga, dan akhirnya kami melewati bukit pertama yang cukup terjal dan licin.setelah melewati bukit itu, kami pun segera tiba ditempat camp pertama,dikarenakan waktu sudah sore dan kami pun dilarang melakukan pendakian pada malam hari dengan alasan keselamatan maka kami putuskan untuk mendirikan tenda lalu istirahat

Hari 2 di esok harinya setelah selesai sarapan dan packing ulang kami melanjutkan perjalanan dengan diawali doa bersama. Lalu, trek yang kami lalu menurun dengan kondisi jalan tanah dan sedikit licin.tiba tiba langkah kami terhenti saat berada disebuah sungai dan jembatan yang ingin kami pakai untuk melewati sungai sedang rusak karena hanya sebuah kayu besar yang sudah lapuk dan berlumut, dikarenakan takut hal yang tidak diinginkan kami putuskan untuk menyebrang sungai tanpa mengunakan jembatan tersebut. Setelah kami semua menyebrang kami lanjutkan perjalanan

Kemudian kami tiba disebuah lahan yang tadinya hutan.warga sekitar membuka lahan dengan menebang pohon di hutan tersebut untuk dijadikan perkebunan sawit (miris dengernya)

Kemudian setelah selesai istirahat kami melanjutkan perjalanan,lalu medan yang kami lalui hutan yang cukup rimbun dan lembab,karena rimbunnya hutan teman kami yang sebelumnya sudah mendaki gunung Talamau harus membuka jalur karena sudah mulai tertutup rimbunnya hutan

Saya pribadi merasa kagum dengan kaasrian hutannya yang masih alami mungkin jarang sekali orang yang mendaki gunung talamau.tanpa rasa yang agak was was dan berpikir negatif karena bersama kami ada orang yang sudah berpengalaman dengan gunung Talamau akan tetapi langkah kami yerhenti,setelah saya tanya kata teman kami yang mengantar kita salah jalur (nah) untungnya kami semua tidak panik dan sabar lalu kami putuskan untuk istirahat dan makan siang sambil teman kami mencari jalur yang benar
Kabar baik pun datang akhirnya teman kami menemukan jalur pendakian yang benar.Dan akhirnya kami pun disambut dengan hujan yang cukup deras dan setelah kami semua makan siang kami melanjutkan perjalanan dengan penuh semangat. Diperjalanan kita mulai ditemani dengan mahluk kecil menyeramkan, apa itu? Ya, dia adalah penghisap darah. guyuran hujan yang tak kunjung berhenti saat istirahat tangan dan mata kami disibukan dengan serangan mahluk mungil tersebut. Menjelang sore kami tiba di camp bumi Sarasah dan kami putuskan untuk istirahat dan ngecamp, kamipun segera untuk mendirikan tenda dan sebagian lagi membuat teh untuk menghangatkan badan. Setelah hujan mulai reda kami pun mengati pakaian dengan yang lebih kering sambil seterilisasi badan kami dari mahluk haus darah (kan gak lucu tidur bareng Pacet)😁 heheheh

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon