Pengalaman Mistis Pendakian Gunung Welirang

FOLLOW official instagram pendaki gunung >>> @MOUNTNESIA

Cerita mistis di balik keindahan welirang, dari  @wahyurizalpanca dan @andrew_hanggara

Sekitar rabu bulan juli tahun 2016 kami berencana berangkat 14 anak tapi 1 anak mendadak membatalkan dengan alasan yang agak aneh. Akhirnya mau tidak mau kita tetap berangkat dengan beranggotakan ganjil dengan 11 cowok dan 2 cewek.kami berangkat dri bojonegoro sekitar pukul 7 malam setelah shalat isya di perjalanan kita sudah mengalami masalah seperti ada yang tabrakan tapi Alhamdulillah tidak parah dan hanya luka ringan,salah jalur yang awalnya kita di rumah sudah menentukan rute perjalanan dengan lewat kota Jombang namun di pertigaan arah jombang dan lamongan entah kenapa dari rombongan kita tidak ada yang mengingatkan seakan-akan lupa.Setelah sampai gresik kita baru menyadari kalau kita salah jalur terlalu jauh dan akhirnya kita memutar lebih jauh dan sampai di basecamp gunung arjuno-welirang via tretes sekitar pukul kamis jam 3 dini hari.kami ada yang tidur namun saya,andre,muzaki dan bima tetap berjaga sampai pagi dan setelah shalat shubuh saya membangunkan teman-teman dan melakukan persiapan untuk memulai pendakian namun di perijinan belom ada petugas yg berjaga akhirnya kita menunggu sambil sarapan.kita melakukan jam 7 pagi,perjalanan dari basecamp ke pos 2  cuaca masih mendukung namun di pos 2 tiba-tiba mendung dan hujan pun turun kita pun berteduh sambil menunggu hujan reda di pos 2 atau pet bocor.setelah hujan agak reda saya (rizal) dan teman-teman melanjutkan perjalanan kecuali andre dan aldi karena andre mengantuk.Ditengah perjalanan menuju pos 3 hujan kembali turun dan dengan spontan saya mengambil flysheet untk berteduh sembari menunggu aldi dan andre datang.setlah menunggu lama rouf,Iqbal,muzaki turun untuk menjmput andre dan aldi dan akhirnya kami berkumpul dan melakukan pendakian malam dan waktu itu kita masih enjoy dan di tengah perjalanan kita bertemu dengan 2 pendaki asal Surabaya yang sedang menaata carrier dan akhirnya kita mengajak mereka untuk bergabung.sekitar pukul 9 malam kita sudah mulai kelelahan,kedinginan dan mulai mengantuk kita memutuskan kan untuk mendirikan tenda ditengah perjalanan dan beristirahat.Saat semua sudah tertidur saya (rizal) mendadak terbangun karena lapar dan ingin merokok saya pun membuka sedikit pintu tenda agar asap rokok bisa keluar tiba-tiba ada seperti benda besar jatuh di belakang tenda dan saya pun kaget dan sedikit takut akhirnya sya mematikan rokok dan berusaha kembali tidur tapi saya tidak bisa tidur alhasil saya melamun dan mendengar suara gamelan jawa saya pun bertanya kepada teman satu tenda saya tentang apakah dia mendengar suara gamelan atau tidak dan ternyata dia tidak mendengar dan menyuruh saya untuk menghiraukan dan bergegas tidur.pagi pun datang kita pun menyiapakan sarapan dan ada satu teman sya yang sakit dan tidak bisa melanjutkan perjalan mungkin karena kurang persiapan dan dia baru pertama kali mendaki .kami pun melanjutkan menuju puncak Alhamdulillah bsa menginjakkan kaki di puncak welirang pada saat itu cuaca yangg juga sangat cerah sampai di puncak sekitar pukul 12 andre yang membawa beban yang paling berat pun mempunyai cerita lucu yaitu sampai mengemis makanan dan minuman kepada pendaki lain karena logistic  kami diberikan kepada rafly teman kami yang lagi sakit.Disini kejadian aneh mulai bermunculan teman saya yng bernama valentina mengalami keseleo di bagian lutut alhasil kita berjalan sangat pelan dan sampai tenda kami pukul 6 sore.kami pun langsung memasak sisa logistic yang ada dan melakukan persiapan untuk melakukan perjalanan turun pukul 8 malam.Disini andre berjalan di posisi paling belakang dan mengalami hal yang aneh dia seperti mendegar langkah kaki dari belkang namun saat di tengok tidak ada seseorang dia pun juga melihat satu dahan pohon bergerak padahal pohon lainnya tetap diam dan anginpun tidak berhembus kencang disitu andre mulai merinding.tiba-tiba terdengar lolongan anjing sontak pun suara itu menambah ketakutan kami disusul dengan teman kami Iqbal pundak nya merasa sangat berat padahal saat itu dia hanya membawa daypack dan teman kami pun berusaha menyembuhkan dengan ilmu seadanya .Rombongan kami pun di pisah menjadi dua kelompok,kelompok 1 terdiri 7 orang yang berangkat lebih dulu karena ingin cepat sampai di pos 1 dikeranakan mengantuk,saya pun berada di kelompok 2 bersama andre,muzaki,yunus,valentina,putri kami pun melakukan perjalanan dikarenakan valentina dalam keadaan keseleo tepat pukul jam 12malam kami memutuskan untuk berhenti karena menurut sepengetahuan kami jam 12 malam itu waktu nya makhluk gaib beraktifitas.disaat kita berhenti kita mematikan senter untuk menghemat baterai.Sambil istirahat saya pun memegang tangan putri untuk menenangkan putri namun saya kaget memang itu benar atau hanya halusinasi,saya merasa tangan putri seperti tidak seperti biasanya seperti tangan nenek-nenek dan rambutnya pun kasar tidak seperti biasanya tiba-tiba kami mendegar suara gamelan kami pun merasa takut namun kami berusaha tenang dengan membaca ayat Al-Quran.tidak hanya mendegar gamelan tapi di balik pekatnya malam kita mendengar suara tapak kaki yang berasal dari semak-semak.setelah suara gamelan itu hilang kurang lebih 30 menit kami pun melanjutkan perjalanan turun dan tiba di pos 1 bertemu dengan kelompok 1 yang sedang duduk di warung kopi.Sontak mereka kaget melihat kedatangan kami karena mereka pikir kita tertinggal jauh di belakang.padahal mereka tidak istirahat namun mereka merasa berputar ditempat yang sama.kami pun beristirahat di warung menunggu pagi karena kami masih merasa takut dengan kejadian tadi malam.karena saya ingin shalat saya pun berwudhu dan menuju di gubuk kecil belakang warung yang mereka sebut mushola namun saat saya masuk ternyata tempat itu tidak seperti mushola karena berantakan dan didalam nya sudah ada aldi yang sedang tidur,saya pun shalat tapi ditengah shalat sya mendengar aldi berlari dari mushola dan sya tetap melanjutkan shalat.setelah itu sya tidur sendiri di dalam musholla,saya tidur dengan keadaan capek namun saya merasa ada  yg menyentil dan meniup telinga saya,saya langsung membaca ayat kursi dan kembali tidur.sekitar setengah  5 kami pun meneruskan perjalanan turun dan sampai di basecamp pukul 7 dan kami lgsung beristirahat,shalat dan sarapan.ditengah sarapan saya dan andre bertemu seorang kakek yang sedang mengambil botol bekas dan kami pun bercerita tentang kejadian yang kami alami,kakek tua itu pun memberi petuah kepada kita kalau kita mendaki di hari yang salah karena kita melakukan pendakian malam jumat legi dan turun jumat legi Karena itu adalah saat nya orang –orang jawa untuk melakukan istigiosah.

Sekian itu pengalaman pendakian yang kami alami di gunung welirang.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon