Kisah Lain Dibalik Tragedi Gunung Slamet 2001

FOLLOW official instagram pendaki gunung >>> @MOUNTNESIA

Baca langsung dari sumbernya di link dibawah ini, ada 3 part.

Part 1 (start) => bit.ly/slamet1
Part 2.           => bit.ly/slamet2
Part 3 (end) => bit.ly/slamet3

Pada bln februari 2001, kelompok pendaki di Purwokerto dan sekitarnya disibukkan dengan kegiatan pencarian pendaki dari UGM yang jumlahnya tak tanggung2.  Lebih dari 25 orang dari 4 kelompok pendakian terjebak badai di atas puncak Slamet tnpa bisa turun ke Plawangan Bambangan.  Satu org berhasil turun dengan perjuangan yang sangat menguras tenaga dan mental, melalui kawasan Gunung Malang yang penuh dengan lorong jbakan bentukan alam, untuk mengabarkan kpada msyarakat umum tentang keberadaan mereka. Sbagian besar berhasil dievakuasi dengan selamat, dan menyisakan 5 orang pendaki tewas di tempat yang terpisah-pisah dalam upaya mereka mencari jalan turun.

Lebih dari satu dasa warsa stelah tragedi Pebruari 2001 yg memakan korban, dan yang luput dari perhatian publik bahwa kami ada di depan para pendaki Mapagama dan mungkin hanya beberapa menit hingga perjumpaan yg tidak pernah terjadi, saya baru berani mengemukakan hal ini.

Perasaan bersalah yg muncul bukan dari kesalahan saya telah mencuri hampir separuh energi berfikir selama lebih dari dua tahun setelah tragedi itu.

Sya selalu berfikir, seandainya kmi bertemu dengan para pendaki dari Mapagama tersebut,  maka kami akan dpat memberikan informasi yang akurat dan mutakhir tntang mulut badai yg menerjang Puncak Slamet dan kemungkinan akan berlangsung dalam waktu yg lama, mungkin akan membuat mereka berpindah kepada rencana kedua jika mereka memiliknya.

Seandainya stiap keterlambatan telah diantisipasi sebelumnya & diakui dengan bijaksana, mka meskipun sebuah perjalanan menjadi tidak populer menurut ukuran umum, ttapi proses yg aman dan terukur serta dapat diikuti oleh setiap masing-masing pendaki, akan menghasilkan keluaran yang secara kualitas akan merata dan adil.

Sya meminta maaf kpada seluruh teman yang mendaki bersama saya pada pendakian tersebut, juga kepada kelompok pendaki jalur Baturraden karena sedikit banyak keputusan yang saya ambil saat itu turut membawa mereka pada kondisi yang tidak direncanakan.

Baca artikel cerita perjalanan di slamet yang aslinya dibawah ini, sangat panjang

Part 1 (start) => bit.ly/slamet1
Part 2.           => bit.ly/slamet2
Part 3 (end) => bit.ly/slamet3

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon