Diikuti Sosok Mistis saat Mendaki Merbabu via Suwanting

FOLLOW official instagram pendaki gunung >>> @MOUNTNESIA

Participant:
@ipoeldelongue saya
@tunjung.st (pemimpin rombongan saat pertama kali)
@fitrianhanifah
@inkadfs (temen yang lagi haid)
@titikmindarti (temen yang sakit perutnya)
dan yang satunya gak tau ignya :D (sweapernya)

Saya mau coba share pengalaman pendakian kami pada tanggal 16-17 Agustus 2017 bulan kemarin.

Seperti biasanya ketika ada hari libur pastilah kami sesama temen2 yang suka melakukan pendakian kabar2 satu sama lain dan akhirnya terbentuklah suatu acara pendakian ke merbabu yang disepakati oleh 6 orang peserta. Kita semua berenam berangkat dari solo jam 7 malam dikarenakan saya dan beberapa teman lainnya baru bisa pulang dari kerja di jam tersebut. Saya sebenarnya pengen banget lewat suwanting tapi dari beberapa teman pengen banget lewat selo, nah waktu itu saya disuruh memimpin perjalanan naik sepeda karena dinginnya malam itu dan kurang fokus entah kenapa saya lupa jalan menuju selo dan sampe keblabasan menuju jalan di magelang hehehehe. semua teman2 marah2 dan nyalahin saya, sampai diputuskan musyawarah lagi bahwa kalo mau melanjutkan pendakian lewat merbabu kita harus lewat suwanting. pada akhirnya kita semua setuju untuk lewat suwanting dan sampai di suwanting kalo gak salah jam 12 malam. 

Ketika pertama kali saya sampai di basecamp suwanting melihat sekitar sepi dan sunyi, mana pendaki lainya..... sempat bertanya-tanya pada diri sendiri apakah ini bener jalur pendakiannya lalu saya melihat tulisan di basecamp tersebut "selamat datang di basecamp via suwanting". Kami memutuskan untuk istirahat dan ada teman saya cewek yang mengurus regristrasi. Saya melihat dari jauh kok lama banget ngurusnya lalu saya putuskan untuk mendekat dan bertanya pada petugas nya bayar berapa mas, banyak yang ndaki gak mas, rame gak mas. setelah petugas dai bc tersebut menjawab dan kami bayar sesuai besaran yang ditentukan masnya dari bc tersebut ngomong sama kami "mau di briefing dulu gak mas?" saya berpikir, di briefing untuk apaan? biasanya kita gak pernah di briefing kalo lewat jalur gunung lain. karena saya ingin tahu apa isi briefing tersebut maka saya mendengarkan penjelasan dari petugas tersebut. sambil membawa peta pendakian masnya bilang gini "dari jalur ini sampai ini harus uluk salam, daerah sini sampai sini gak boleh ngomong kotor dan harus berpikiran positif, dari daerah sini kalian gak boleh ngecamp. kalo mau ngecamp saran saya daerah sini aja. karena daerah sini itu biasanya banyak yang kesurupan, yang penting kalian semua pikiran positif aja. mbak2nya ini gak ada yang haid kan?", lalu temen saya yang ngurusin registrasi tadi bilang saya lagi haid mas. Mendengar hal tersebut saya langsung mak deg mak tratap... nanti kalo ada apa2 gimana. soalnya yang biasanya kerasukan itu cewek yang biasanya lagi haid. setelah itu masnya bc menyuruh kita untuk berdiskusi bersama tentang pendakian tersebut. akhirnya saya berdiskusi dengan teman saya yang udah banyak pengalaman dan udah 6 kali mendaki di merbabu sedangkan saya baru 2 kali ini hahaha. temen saya bilang siap dengan apapun resikonya dan dia menyusun formasi 1 cowok di depan 3 cewek di tengah dan 2 cowok di belakang dan yang paling belakang sendiri teman saya tadi. 

Setelah kita rasa waktu istirahat cukup akhirnya kami berenam memutuskan untuk gas pendakian. Saya selalu bilang sama mas2nya di bc, "mas jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan tolong standby terus nanti langsung sya telepon. karena masnya bc bilang jika masih ada sinyal sampai dengan pos 3." Akhirnya kami berjalan setapak demi setapak meninggalkan bc, lalu kami berhenti sejenak untuk berdoa bersama, seperti biasanya hal tersebut adalah hal yang tidak pernah kami lewatkan. Karena doa adalah pelindung bagi kami semua agar dapat selamat dari perjalanan ke merbabu ini sampai dengan rumah. Setelah selesai berdoa bersama kami lanjut meninggalkan bc semakin menjauh pada waktu itu saya melihat ke arah jam tangan saya menunjukan pukul 01.00 wib. Setelah berjalan dan melewati pos ojek. teman saya merasa seperti diikuti oleh seseorang dibelakangnya tetapi teman saya menghiraukannya. kami terus berjalan dan akhirnya sampai di pos 1 terdapat beberapa tenda disana kalau tidak salah 3 tenda yang berdiri kokoh disana. kami kembali melanjutkan perjalanan dan akhirnya sampai di lembah gosong. kami sempat break sebentar disana dan teman saya yang berada paling depan sendiri meminta saya untuk bertukar posisi. jadi posisi depan sendiri pemimpin perjalanan saya, disusul ketiga temen2 cewek berada di belakang sya, lalu temen saya yang beberapa waktu tadi sempet di barisan paling depan dan teman saya yang jadi sweaper di belakang.

Kami kembali melanjutkan perjalanan, dan merasakan hal berbeda ketika berada di tempat paling depan. diantara lembah gosong menuju lembah cemoro saya merasakan mendengar suara cewek tertawa tapi sebentar ilang "hihi'' seperti itulah yang saya dengarkan dan terjadi secara berulang. Saya tak menghiraukan suara tersebut padahal dari awal kami start pendakian saya selalu berdzikir dan membaca doa yang saya masih aja diganggu oleh suara yang tidak jelas sumber suaranya. Saya terus berdoa supaya kami berenam tidak mendapati suatu hambatan apapun itu sambil terus berjalan menapaki medan pendakian. 
Akhirnya kami sampai di lembah cemoro dan break disana. Saya pun tidak menceritakan apa yang saya dengar tadi. karena takutnya malah membuat teman2 jadi down n ketakutan. akhirnya setelah break kami melanjutkan perjalanan. dan selang beberapa saat dari lembah cemoro menuju lembah ngrijan saya merasakan ngantuk yang sangat dahsyat. ini sangatlah aneh menurut saya. karena di beberapa kali pendakian saya tak pernah merasakan kantuk yang membuat saya sulit untuk membuka. akhirnya saya meminta temen2 untuk break sesaat karena saya mau mengatasi masalah kantuk saya ini. saya membuka botol air minum kemudian membaca doa dan menyiramkannya di mata saya dan juga berdoa tanpa sepengetahuan teman2 semua jika saya merasakan hal tersebut. akhirnya saya lap mata saya tetapi pandangan saya menjadi blur selama kurang lebih 15 detik saya meminta untuk berjalan slow kepada semua teman karena penglihatan saya berkurang ketajamannya. setalah beberapa saat akhirnya mata saya bisa kembali melihat lagi dengan jelas dan anehnya saya tidak merasakan ngantuk lagi sedikitpun setelah meninggalkan tempat tadi. Kamipun kembali berjalan lagi sejenak teman saya yang cewek ada yang perutnya tiba2 sakit entah kenapa saya pun tak tahu. padahal teman saya yang lagi hadi aja segar bugar tetapi teman saya yang gak lagi haid tau2 perutnya sakit. kita semua sempet bingung dan akhirnya break sebentar agar sakitnya hilang. Tetapi sakit diperut tersebut tidaklah hilang dan kemudian dia menyuruh untuk melanjutkan perjalanan dengan pelan2. Kemudian temen saya yang paling belakang sendiri yang menjadi sweaper tadi mengusulkan untuk mencari tempat yang datar untuk membuat tenda dan istirahat disana agar bisa dilanjutkan kembali besuk pagi. Kami berenampun kembali berjalan melintasi jalan dengan perlahan dan pada akhirnya kami menemukan tempat yang agak datar dan setelah kami survey tempat tersebut bisa untuk digunakan mendirikan 2 tenda. saat sampai ditempat tersebut entah kenapa sya merasa aneh' dan merasakan suatu hal yang entah apa itu saat saya melihat papan petunjuk 'Lembah Ngrijan". saya sempat berpikir ngrijan "ngeri". tapi setelah itu saya melupakan pemikiran tersebut dan membantu membuat tenda agar bisa digunakan untuk teman2 cewek beristirahat. setelah tenda berdiri ditempat tersebut kami pun mulai untuk memasak air dan menggoreng cemilan nugget dan sosis untuk mengganjal perut teman2 yang lapar. saat itu yang memasak dan menggoreng saya dan teman saya yang lagi haid, saya diluar tenda sedangkan teman saya yang lagi haid tersebut di dalam tenda dan disampingnya temennya yang perutnya sakit tadi dan temen saya yang satunya lagi sedang tidur. setelah selesai memasak saya merasakan banyak bayangan putih yang lewat secara cepat di jalur menuju tempat camp tersebut, dengan otomatis sya secara reflek langsung mengemasi dan merapikan perlatan masak tadi dan juga menutupkan tenda untuk ketiga cewek. dan saya pun kembali ke tenda cowok yang berisi 1 temen saya yang jadi sweaper tadi yang sudah tertidur pulas dan temen saya satunya yang ngajak tukar tempat di depan waktu perjalanan. saya dan dia pun masih terjaga dan sempat ngobrol2 kecil sambil ngrokok di dalam tenda. saya pun mulai menutup tenda tersebut dan tak lama kemudian saya dan teman saya tersebut mendengarkan suara langkah kaki yangberjalan seperti diseret entah dari mana. kami berdua mengira ada pendaki lain yang sedang lewat ditempat tersebut. tetapi anehnya dari rokok saya utuh sampai habis suara tersebut tak hilang2 dari pendengaran kami berdua.saya pun membuang rokok saya di asbak dan mengambil sb langsung menutup sb rapat2 dan berdoa. Teman saya tadi menyuruh saya untuk mengambil lampu yang ditaruh diluar tenda tapi saya tak menghiraukannya. akhirnya lampu tersebut diambilnya sendiri dengan posisi setengah badan di dalam tenda dan tangannya meraih2 lampu tersebut diluar tenda setelah sekitar 10 detik akhirnya tangannya dapat meraih senter dan memasukan dalam tenda dan kembali menutup tendanya dan tidur di samping saya sambil mendengarkan backsound di daerah sekitar tenda suara dari orang yang berjalan tapi terus diseret di tanah. waktu itu saya sempat melihat jam tangan dan waktu menunjukan pukul 03.15 wib. setelah itu saya mencoba menutup mata lagi dan tidur.

Akhirnya pagipun tiba, kami bangun dan memasak air dan membuat sarapan dari nasi yang kita masak. setelah selesai makan dan beres2 tenda kami berenam berdiskusi dan membuat keputusan untuk tidak melanjutkan perjalanan yang diantaranya perut salah satu teman kami masih sakit. kami semua memutuskan untuk turun. setelah sampai basecamp kami melihat banyak orang yang berkumpul di basecamp yaitu warga sekitar basecamp. mereka menanyakan keadaan kami semua karena ternyata mereka selalu kawatir dengan keadaan kami karena salah satu dari temen cewek ada yang sedang haid. karena kami semua sehat dan sampai di bc akhirnya para warga sekitar senang. salah seorang warga menanyakan kami tadi malam gimana, ngecamp dimana...? kami menjawab camp di ngrijan dan kami menceritakan jika saya dan salah seorang teman saya di tenda mendengarkan suara langkah kaki di daerah tersebut. ternyata teman saya yang di tenda cewek ada juga yang mendengar suara tersebut. kemudian warga tersebut menjelaskan " NGRIJAN... Ngrijan itu adalah kerajaan, kerajaan di situ. tapi kalian gpp kan? nanti kalian akan melewati dua jalan ada yang datar dan ada yang ngetrek jalan yang ngetrek itulah yang aman dan yang jalan datar itu akan besar gangguannya. di pos 1 kalian melihat sesuatu apa gak atau ditemeni sesuatu apa gak? disitu ada yang jaga rambutnya panjang sampai kaki, tapi sekarang rambutnya jadi pendek." begitulah penjelasan dari salah seorang warga. ow jadi begitu ya pertanyaan2 yang belum terjawab tadi malam. akhirnya kami pun berpamitan pulang kepada para warga yang baik2 di tempat basecamp tersebut akhirnya kami semua bisa smpai dirumah dengan keadaan sehat dan alhamdulilah baik2 saja.

setelah beberapa hari dari pendakian merbabu via suwanting, saya bertemu dengan teman saya yang sama2 mendengar langkah kaki di tenda itu. dia bercerita pada saat pendakian kalau didepan memimpin jalan pendaki itu dia sempat melihat beberapa skelebatan putih di depannya dan akhirnya dia meminta bertukar posisi dengan saya. Dia juga menceritakan jika temen saya yang jadi sweaper itu atau yang paling belakang sendiri waktu pendakian kemarin itu banyak sekali diganggu. dia menceritakan detailnya dari pos ojek dibuntuti entah siapa itu karena dibelakang rombongan kami gak ada pendaki lain, lalu di saat di lembah gosong itu tasnya terasa sangat berat dari barang bawaanya, karena dia merasa seberat2nya bawwanya itu tak pernah seberat ini. lalu saat dia berjalan dan mematikan senter dan berjalan seperti melihat hewan berjalan di depannya tetapi ketika dilangkahi dan dihidupkan senternya tak ada apa2 di tempat tersebut. lalu ketika saya tau2 mengantuk banget di tengah perjalanan, ternyata dia juga merasakan hal yang sama yaitu mengantuk sangat di daerah tersebut. berarti yang melewati tempat tadi bagian paling depan sendiri dan paling belakang dengan serentak merasakan kantuk yang berat. Kemudian yang paling terkhir adalah dia dibuntuti sampai dengan rumah entah apa itu. Kemudian mahkluk yang membuntutinya menampakan dirinya lewat mimpi teman saya tersebut, dia adalah sosok orang tua berjubah putih. orang tua tersebut bertanya kepada teman saya tersebut "kamu diganggu sesuatu apa tidak waktu mendaki kemaren?' seperti itulah yang dialami teman2 saya dan juga saya pribadi di tempat jalur pendakian yang baru pertama kali kami lewati. semoga menjadi pelajaran yang berarti bagi kita semua.

nama teman2 di dalam cerita memang tidak saya beri inisial agar teman2 di dalam cerita tersebut tidak merasa saya hakimi :D. sebagian besar cerita ini sudah mendapat ijin dari yang bersangkutan untuk publish. 

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon