Mistis 3 sosok misterius Gunung Gede via Jalur Putri

FOLLOW official instagram pendaki gunung >>> @MOUNTNESIA

Bertemu 3 sosok misterius dijalur Putri dan tersasar di simpang Maleber

Mengenang pendakian kami pada 1 Mashi tahun 2000
Kami naik Gunung gede pangrango untuk memperingati 1 Muharram di tahun 2000(saya masih ABG waktu itu)

Rencana kami naik lewat jalur cibodas dan turun lewat jalur putri..
Kami ber 8..saya Randi..adik saya Ryan
.bastio..adi jayen..jeme'..zainal..Andi..Uwi
Nama terakhir ini yg akan merubah petualangan menjadi begitu Horor
Jumat malam kami mulai pendakian jam 19.00(waktu itu masih boleh nanjak malam di gn.Gede..sekarang sudah gk boleh)sampai kandang badak sekira jam 02.00 kami ngecamp sebentar untuk makan..

Jam 03.00 kami lanjut untuk mengejar sunrise dipuncak..tp badai datang dan kami tertahan di tanjakan setan.hingga kami sampai dipuncak agak siang krn hujan badai akhirnya kami ngecamp dipuncak sampai sore..baru kami turun ke Suryakencana..sampai surken hampir magrib..ada sebagian dari kami ingin bermalam lg disurken dan besok baru turun ke putri..tp saya dan sebagian lg memutuskan untuk terus turun lewat putri malam itu jg..suara kami terpecah .akhirnya kami memutuskan turun saat itu jg...

Langkah kami berbarengan dng adzan magrib yg terdengar dari salahsatu tenda yg berart kami mulai turun swkira jam 18.00..bastio menyuruh kami berhenti tp kami tetap jalan walau sedang adzan.baru beberapa langkah sy lihat adik sy Ryan terpeleset dan jatuh..tp kami waktu itu hanya tertawa tanpa sadar itu adalah pertanda buruk..


Kami lanjut turun lewat jalur putri dimalam itu..dengan penerangan seadanya kami turun..berharap bisa cepat sampai bawah dan beristirahat.
Blm jauh perjalanan turun ..sy merasa ada yg janggal..krn kami tidak bertemu orang naik sama sekali...

Tiba di satu titik..kami bertemu 3 orang pendaki...yg 1 jongkok dengan kepala tertunduk..1 orang yg memakai ikat kepala dan seperti sedang makan..dan yg paling aneh 1 orang lg sedang merangkak ditanah. mereka seperi berada di pos yg beratap dan berdinding tanah dibelakang mereka (setelah beberapa tahun kemudian kami kembali tapi tidak ada atap dan dinding tanah itu..hanya ada hutan dan jurang didaerah kami bertemu mereka itu). walau merasa aneh kami tetap sempat berbincang...saya bertanya mereka darimana..mereka jawab dari BEKASI..dan sy jawab  kami dari Tanah Abang..bastio yg ngobrol banyak dengan mereka..dan yg paling aneh kami merasa wajah mereka bercahaya tp kami tetap tdk bisa melihat jelas wajah mereka...ternyata tidak semua dari kami bisa melihat mereka (pengakuan 3 teman sy mrk tidak melihat 3orang itu..tp seperti melihat kami ngobrol sendiri)
uwi berjalan paling depan tiba2 bilang :"jalan kekiri kok ditutup?"

Seingat sy jalur turun putri itu ngambil jalan kekanan terus kalo dari atas..tp kami melihat kekanan itu seperti lubang besar yg berisi sampah dan tidak bisa dilewati..kami seperti diarahkan untuk belok kekiri..
Adi jayen bilang ke uwi: ...jalannya bisa diterabas gak yg kiri??
Uwi:...bisa cuma ada palang..bisa dibuka nihh..

Uwi membuka palang yg terpasang dijalur itu ditengah gelap kami tidak bisa melihat apa yg tertulis dipalang itu Akhirnya kami ambil jalan kekiri itu..krn kami fikir mungkin itu jalur baru krn jalur yg kanan tidak biaa dilewati..pada akhirnya jalur itu akan bertemu jalur utama gn.putri
dan ketika hendak jalan kami pamit pada 3 orang pendaki misterius itu..
2 orang tetap menunduk dan diam saja dalam kemisteriusan..tp salah satu berkata :
"Hati hati dijalan baaannnngggggggggg..."
Kami terus lanjut jalan..tp sepertinya kata2 orang itu terus terdengar ditelinga kami tanpa henti2..terus terngiang sepanjang perjalanan..(semua dari kami terus mendengar suara itu kecuali 3 orang yg tdk melihat sosok itu)

Kami terus ambil kiri..turunan yg bertanah licin khas jalur putri tidak kami temui..kami malah melewati jalananan yg dipenuhi tumpukan daun2 kering yg menjadi pertanda jalur itu tidak pernah dilewati orang..
Kami mulai saling pandang..merasa tidak yakin..tapi kami terus berjalan..

Sampai disatu titik pada pukul 22.00 kami berhenti karena tidak jg menemukan pos dan akhirnya kami  mengambil keputusan..naik kembali keatas atau terus turun dijalur yg sy yakin bukan jalur menuju pos Putri..
Itu malam yang begitu mencekam..sepertinya diatas kami..dibalik pohon2 itu ada mahluk2 yg memandangi kami..

Kami putuskan terus turun..tapi bila sampai jam 00.00 blm bertemu pos kami akan ngecamp pada jam itu
Tepat jam 00.00 kami berhenti dan mempersiapkan tenda..dengan logistik yg mulai menipis kami makanmalam dan bersiap untuk tidur..1 tenda dipenuhi oleh 8orang..diluar badai kembali datang..tenda kami dibuat goyang oleh hempasan angin..saat itulah terdengar seperti suara auman dari luar tenda..tidak ada dari kami yg berani keluar tenda malam itu.
Dipagi hari kami terbangun oleh dinginnya udara dan tenda yg terbuka sendiri..ketika keluar tenda kami baru tau..kalau kami ada persis dipinggir jurang yg sangat dalam..bila kami teruskan perjalanan kami malam itu mungkin ceritanya akan berakhir tragis..

Kami teruskan perjalanan melewati jurang dengan meniti pohon Besar yg rubuh ditengah2nya..(benar2 seperti film2 petualangan) kami naik turun bukit yg kami tidak tau dimana kami berada..sebentar seperti mendengar suara sungai..tp sungai tak pernah kami temukan..
Ada kalanya kami seperti mendengar suara motor..tp suara2 itu seperti hanya hayalan tp kami semua mendengarnya.

Tak berputus asa..kami tetap naik turun susuri bukit2 yg ada untuk mencari perkampungan..kami menemukan pohon2 markisa hutan yg mana markisa ini menjadi pelepas lapar dan dahaga kami..
sampai saat kami menemukan aliran sungai yg pasti akan menuju kebawah..kami ikuti aliran sungai..melewati sarang ular..lelah..takut menjadi satu..tapi putus asa itu bukan sifat kami..

Setelah 3hari kami tersasar tanpa perbekalan akhirnya kami menemukan perkampungan diseberang sungai..dan orang2 kampung yg melihat kami langsung melambaikan tangan dan berteriak agar kami menyebrang kearah mereka..mereka memberi tanda agar kami jangan jalan terus..mereka seperti orang2 panik yg berkumpul berteriak2 pada kami agar menyebrang.

Akhirnya dng sisa tenaga kami menyebrangi sungai berarus deras itu..orang2 kampung melihat kami seperti keanehan..takjub..dan seperti bersyukur jg krn kami bisa selamat Kami diberimakan dan minum oleh mereka..

setelah itu mereka bertanya:
Kalian jumlahnya berapa orang?
Kami menjawab:8 orang pak
Orang kampung:kalian yakin cuma ber8 Kami menjawab(sambil berhitung dan meyakinkan lagi bahwa kami memang ber8):iya pak yakin..kami ber8 Pertanyaan yg sama ditanyakan sampai 3x...aneh menurut saya.

Akhirnya sang bapak bercerita bahwa beberpa tahun yg lalu ada pendaki yg tersasar dijalur yg sama dengan kami..mereka ber4..mereka melewati kampung itu juga...mereka ditanya dan mereka yakin cuma ber4..tp selang beberapa hari kemudian keluarga pendaki yg tersasar itu datang..mereka mecari teman2 pendaki yg berjumlah 3orang...krn mereka jalan ber7 tp hanya kembali 4 orang..dan ke4 orang ini seperti dibuat linglung dan lupa akan ke3 teman mereka.itulah mengapa bapak ini bertanya berkali2 kpd kami berapa jumlah kami..

Apakah ke3 orang yg hilang itu adalah 3pendaki mistrius yg kami temukan sebelum kami tersasar kejalur ini..
Apakah mereka ingin membuat kami nyasar kejalur itu..atau malah ingin memperingati kami agar tidak menerabas palang yg terpasang dijalur itu.

Waallahualam Allah masih melindungi kami semua pada pendakian kami di 1 muharram 2000 ini..dan kami tidak akan melupakan perjalanan ini..ini menjadi pelajaran untuk kami..

Terimakasih untuk penduduk kampung Maleber yg telah menunjukan kami jalan kembali..desa dengan perkebunan teh dan sayuran yg begitu subur..

Narasumber: Instagram @ajirandisepta

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon