Mistis Pendakian Lawu, Pocong, Gendruwo dan Kuntilanak

Tags
FOLLOW official instagram pendaki gunung >>> @MOUNTNESIA

Pengalaman dari @dyaah_dewi : Mau sedikit bercerita, Pernah ketika itu di Lawu 2007 usia saya masih ada 17th paling kecil dari rombongan kami, kami naik ber 7 dengan kakak kandung saya cewek yg baru saja menikah,  hanya kami berdua cewek.

5 orang yang lain adalah suami kakak dan 4 teman kakak, Naik dari cemoro kandang,  kami mulai berjalan dari jam 7 malam,  waktu itu ada bbrapa saja yg naik. . Saya tidak menjumpai tim yg lain saat diperjalanan.

Teman kakak saya tiba2 pusing dan mual muntah,  kemudian baru sadar yg di (maap)  muntahi itu "trebelo" (peti jenazah),, yang melihat temen kakak yg lain,  kemudian kami smpai dipos 3 ada batu tumpuk... ,tidur disana karena itu benar2 situasi tidak mendukung... dimalam itu, kami tidur,  banyak suara2 yg aneh... Tenda dibalang.... Kmudian kami melanjutkan perjalanan... sampai dipos 4 waktu itu jam 11 siang,hari  sudah gelap sekali. Hujan trn... suami kakak tiba2 menggigil kedinginan..Kemudian kami nyalakan api dan menyiapkan parafim dan menyeduh air panas untuk kakak minum.

kami istrahat sbntar, tiba2 angin datang kencang, dari atas pos 4 dilempari batu....sepertinya mereka mengganggu,...kami tetap teguh dan berdoa..waktu itu hujan angin badai pohon tumbang, ada bbrapa tanah yg diinjek longsor jadi kami harus smkin berhati2.

Hari semakin larut.. kami melanjutkan perjalanan... singkat waktu kami turun... tiba2 kakak hilang arah jalan... kakak dan temannya beda presepsi arah... sampe pada akhirnya mau jalan  sendiri (seperti kosong pandangannya) padahal kakak sudah sering mendaki,  dan sangat hapal dengan jalur pendakian...  kami tetap berdoa dan memuji Tuhan (kepercayaan)...Akhirnya kakak sadar. ,dan seperti sedia kala... Menjukkan arah yg benar untuk kami turun,  hari sudah malam waktu itu jam 00.10 kami tiba di bascamp. dan bermalam disana karena sdh larut untuk kami pulang, saya waktu itu mau kencing,  dan mengajak kakak cewek saya. saya tutup pintu kamar mandinya,  ketika baru jongkok,  pintunya didobrak... Dan saya terkejut.. jelas sekali,  tangannya putiih medog.. . Jarinya panjang2 item... Dan jubahnya putih panjang.... mukanya tertutup rambutnya yg panjang.... Saya reflek lgsg menyebut nama Tuhan saya. Dan Sosok itu pergi.... Saya kaget sekali waktu itu.... kakak saya jg...
Jelas sekali...
dan akhirnya saya tidur untuk menunggu hari esok tiba,
saya tidur pules waktu itu...
.
kakak saya tidak bisa tidur.
karena kata kakak saya,saya dengkur ndenginging (bahasa jawa)  , seperti menangis tidak jelas gitu...
saya ditungguin orang berbadan besar...tapi tidak mengganggu...
.
Ketika kami bisa kembali pulang kerumah,
Banyak cerita yang kami lontarkan masing2 menceritakan yg dilihat pada waktu itu tidak diceritakan karena takut menggoyahkan kami,  dan membhat takut diperjalanan...
.
.
Ada yang melihat trebelo (peti jenazah), pocong, suara2, orang tinggi besar,  dan saya sama kakak saya didatengi *mbak kunti* 😂
.
Dan selama perjalanan dakian kami,
keluarga dirumah istri2 teman2 kakak menunggu,karena sampe 2 hari kami tidak pulang ...karena diberita waktu itu..
Badai di Lawu, dan juga di Salah satu desa disana ada yg mengalami longsor, mgkin namanya Jenawi. Desember 2007

pengalaman yang sungguh berharga
Waktu itu belum usum android.. Hehe jadi ambil poto2 seadanya...
tapi ya terbayar dengan lukisan Maha besar... Maha Agung...sungguh ciptaanNya yg Maha Mulia.

Sekian cerita saya
Salam Petualang, Pecinta Alam!

Bagikan kisah mistismu ke email mountnesia@gmail.com dengan isi : cerita mistis, foto dokumentasi pendakian & id instagram mu. Atau, kamu juga bisa berbagi perjalana  pengalaman pendakianmu (bukan cerita mistis.

Untuk mendukung kami berkarya, kamu bisa stay follow instagram @mountnesia #mountnesia. Terimakasih 🙏 

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon