Bahaya Ngopi Panas Dengan Gelas Botol Plastik Air Kemasan?

FOLLOW official instagram pendaki gunung >>> @MOUNTNESIA



Ketika mendaki gunung, terkadang kita lupa untuk membawa gelas maupun piring. Akhirnya kita memanfaatkan botol plastik air mineral kemasan sebagai pengganti gelas dan piringnya. Apakah kamu belum tau bahayanya?

Sayangnya, menggunakan botol kemasan sebagai pengganti gelas dan piring ini sudah menjadi tradisi oleh kebanyakan pendaki gunung. Apalagi mereka menggunakannya untuk minuman dan makanan panas. Lantas, seperti apa bahayanya?

Minuman dalam botol plastik memberikan kesan simple, sederhana dan mudah dibawa kemana saja. Desain botol yang unik serta minimalis itu tidak jarang membuat para peminumnya menyimpan botol tersebut supaya kembali digunakan. Untuk menghilangkan aroma dan rasa yang ada pada botol itu, biasanya botol dicuci dahulu lalu kemudian digunakan hingga berulang-ulang kali.

Tanpa kita menyadarinya, ternyata kebiasaan menggunakan botol bekas ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan kita. Botol plastik bekas yang digunakan berulang-berulang ini bisa berpotensi menyebabkan penyakit. Lalu, penyakit apa saja ya? Mulai dari penurunan daya tahan tubuh sampai kanker payudara hingga prostat.

Perlu kita ketahui, d setiap botol kemasan memiliki tanda segitiga di bawah botol dan ada pula simbol di tengah segitiga. Ini adalah bentuk spesifikasi kegunaan dari botol. Biasanya pada botol air minum yang menggunakan kode PET (Polyethylene Terephthalate) adalah botol plastik jernih, transparan atau tembus pandang. Penggunaan dari botol plastik jenis ini direkomendasikan hanya digunakan sekali pakai, misal botol air mineral, botol jus dan lainnya. Jenis botol inilah yang biasa digunakan berulang kali sebagai wadah air minum.

Botol plastik berkode PET terbuat dari berbagai unsur sintetis/ kimia ini bisa mengeluarkan zat bernama bisphenol A (BPA). Zat ini bahan kimia industri yang telah digunakan dalam pembuatan plastik dan resin tertentu sejak 1960-an. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa BPA tersebut dapat meresap ke dalam makanan / minuman dari wadah yang dibuat dengan BPA itu.

Menurut penelitian para ahli University of Florida di negara Amerika Serikat, kebanyakan botol plastik yang dijual di pasaran tidak tahan panas. Setelah melakukan eksperimen dengan cara memanaskan air minum kemasan dari berbagai merek, hasionya diketahui bahwa kandungan antimon dan bisphenol A (juga dikenal dengan singkatan BPA) ternyata bisa lepas dari plastik dan tercampur dalam air minum.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), antimon ialah suatu zat kimia yang berpotensi sebagai karsinogen. Karsinogen sendiri adalah senyawa, zat, atau elemen yang dapat menyebabkan penyakit kanker dalam sel tubuh manusia. Namun, untuk zat antimon baru akan berdampak negatif pada tubuh manusia bila dikonsumsi dalam jumlah besar. Untuk antimon yang luruh dalam minuman kemasan kadarnya tak seberapa.

Sedangkan pada zat BPA sendiri sudah lama menimbulkan banyak kontroversi pada kalangan ilmuwan. Karena belum ada kesimpulan valid tentang bahaya BPA bagi tubuh. Sejauh ini bahaya dari BPA masih bisa dipastikan pada subjek eksperimen yaitu menggunakan tikus. Diketahui bahwa paparan BPA ini bisa menyebabkan tumbuhnya sel tumor. Namun, penelitian yang lebih lanjut masih dibutuhkan untuk mengukuhkan bahaya zat BPA bagi kesehatan manusia.

Dr Seema Singhal, seorang Asisten Profesor, Departemen Obstetri & Ginekologi, All India Institute of Medical Sciences (AIIMS) menyatakan Botol berkode PET memiliki konsekuensi kesehatan jangka panjang untuk perempuan, terutama pada kelompok usia produktif & anak-anak.

Dr Seema Singhal menambahkan, pelepasan BPA & aditif seperti di-ethylhexyl phthalate yang dapat berbaur dengan isi botol & menyebabkan masalah kesehatan seperti gangguan pada perkembangan,  meningkatkan tingkat keguguran, kelahiran prematur, kekebalan tubuh, dan berat lahir rendah. BPA bertindak sebagai faux-estrogen & bisa menyebabkan kelainan kromosom, cacat lahir & cacat perkembangan di dalam rahim & masa kanak-kanak.

Apalagi bila botol plastik tersebut dipakai untuk menampung air panas, maka bahayanya malah akan semakin bertambah.

Selain efek negatif diatas, penggunaan botol plastik yang berulang-ulang juga bisa menyebabkan sistem puber dini bagi anak perempuan, gula darah bermasalah, konsentrasi menurun, kegemukan, serta kanker payudara serta prostat.

Selain zat BPA, ada pula phthalates yang digunakan supaya plastik jadi lentur. Ini juga berbahaya, sebab dapat memicu kanker lever, menurunkan jumlah sperma, juga ada masalah reproduksi lain.

Jadi ada baiknya kita meminimalisir penggunaan minuman mineral botol & tidak menggunakannya sebagai pengganti gelas dan piring, apalagi untuk dituangkan pada minuman dan makanan panas. Bawalah piring dan gelas dari rumah ya guys.

Botol plastik akan lebih lama diurai oleh alam, & menjadi bagian dari masalah pencemaran lingkungan yang sekarang ini makin parah saja. Mengurangi pemakaian botol plastik ini akan jauh lebih aman & sehat.

Bagaimana hikers.. masih berniat menggunakan botol plastik bekas untuk minuman panas dan sebagai pengganti piring saat di gunung? Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi kamu dan partner tercinta. terimakasih sudah membaca. @mountnesia #mountnesia

Refrensi & sumber :

- Infoyunik.blogspot.com

- https://www.google.co.id/amp/s/m.liputan6.com/amp/2193453/bahaya-memakai-botol-plastik-bekas-air-kemasan

- https://www.google.co.id/amp/s/hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/minum-air-dari-botol-plastik-hangat/amp/

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon