Kecelakaan Pendakian di Atas kalimati Gunung Semeru Tak dapat Asuransi

FOLLOW official instagram pendaki gunung >>> @MOUNTNESIA


Kecelakaan yang terjadi terhadap salah satu pendaki Gunung Semeru, Jawa Timur pada Minggu, 28 Juli 2019. Pendaki tersebut adalah Galuh Cahya Rabani, pendaki gunung yang terjatuh di sekitaran lereng Cemoro Tunggal dalam perjalanan sehabis mendaki menggapai puncak menuruni puncak gunung tertinggi Pulau Jawa tersebut.


Kronologi kejadiannya bermula pada Sabtu, 27 Juli 2019. Korban awalnya mendaki gunung semeru bersama 4 rekannya berangkat dari base camp Ranu Pani sekitar pukul 09.40 WIB ke puncak Semeru. Sempat beristirahat sejenak di Ranu Kumbolo pukul 15.00 WIB, Lalu ke-5 orang ini kembali melanjutkan perjalanan pendakian pukul 17.00 WIB.

Rombongan kemudian sampai di Pos Kalimati 20.30 WIB. Namun, ketika berada di pos tersebut 3 orang memilih untuk mendirikan tenda dan sisanya ingin melanjutkan perjalanan lagi. Korban pun kembali melanjutkan perjalanan bersama rekan-nya, yaitu Fathur Rozi.

Di tengah perjalanan, ternyata Rozi tidak kuat dan memilih kembali ke Kalimati, korban lalu melanjutkan perjalanan sendirian.

Pada hari Minggu, 28 Juli 2019, rombongannya mendapatkan kabar bahwa rekan nya Galuh terjatuh di lereng sekitaran Cemoro Tunggal ketika melakukan perjalanan turun dari puncak Mahameru, Gunung Semeru. 2 orang rekan nya pun turun ke Pos Ranu Pani meminta bantuan, dan 2 orang lain-nya bersama pendaki lain naik membantu evakuasi dari korban.

Korban pun dapat di evakuasi hingga dibawa ke Pos Ranupani, Gunung Semeru sekitar pukul 16.30 WIB.
.
Sebelumnya PVMBG telah mengeluarkan jarak yang aman dari pendakian yakni sejauh 2 Kilometer dari bibir kawah Puncak Mahameru, Gunung Semeru. Seharusnya sih para pendaki sudah sangat memahami dengan imbauan seperti ini. Pihak keluarga juga telah menerima kejadian ini sebagai kecelakaan dan mengobati korban dengan biaya pribadi. Ini merupakan alarm untuk pendaki lain yang ingin mendaki menggapai puncak Gunung Semeru agar lebih berhati hati," tutur Kapolres, Selasa (30/7/2019) /liputan6com

Nah, jadi Siapa nih yang mau ke puncak Mahameru ?

Tulisan dari Willy Kurniawan,
“Kejadian lagi ajahhh, kalau kecelakaaan begini gimana?

Flashback sebelum kecelakan dlu nih,
yang dikatakan Petugas : (Saat briefing) Pendakian gunung Semeru hanya sampai kalimati, kami tidak menanggung resiko jika pendaki melanggar dan menuju ke Puncak Mahameru

Pendaki : (Bisik-bisik dari tetangga) udahh tenang aja nanti khan tanda tangan surat pernyataan gamasalah, resiko kita tanggung sendiri gaessss, pokoknya kita kuuyyy
lalu saat kejadian seperti ini apakah kita ga butuh bantuan orang lain?
Kenapa  minta bantuan evakuasi?
yaa, ga kuat angkut temennya yang jatuh ? Ternyata tenagamu itu tak sebesar MULUTMU dan NAFSUMU !!! Kecelakaan pendakian yang terjadi diatas kalimati tidak akan di tanggung oleh asuransi. Ingat tim evakuasi hanya melakukan itu atas dasar kemanusiaan.

Jadi janganlaj kamu terlau menggampangkan gaesss, naik gunung jangan cuma modal kay kiy kuy key koy, klo udah kejadian kayak begini situ mewekkk kaya ayam sayur, orang tua juga yang bakal susah, gelisah, marah, sedih !! kalua sampai kamu kehilangan nyawa bagaimana?

yang  sudah ke puncak Mahameru tunjuk tangan 👉 , jangan mengulangi kesalahan yahh
Jadi, segala kecelakaan yang terjadi diatas Kalimati itu tidak akan di tanggung oleh asuransi. Ingat tim evakuasi hanya melakukan bantuan kepadamu atas dasar Kemanusiaan.” /Willy Kurniawan

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon