Asrinya Kebun Teh Kepahiang, Bengkulu

FOLLOW official instagram pendaki gunung >>> @MOUNTNESIA


Berada Dataran tinggi Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, yang biasanya diselimuti oleh  pagi. Para pemetik teh yang rata-rata adalah para perempuan, tampak hilir-mudik, mengangkut bungkusan berisi daun teh.


Jarak Kebun Teh Kepahiang dari bengkulu
Jarak Tempuh kebun the dari Kota Bengkulu menuju lokasi yaitu sekitar 72 kilo meter, sekitar 62 kilo meter melakukan perjalanan dari Kota Bengkulu ke kota kepahiang dan disambung 10 kilo meter dari kota kepahiang ke lokasi yang memerlukan waktu sekitar 2 jam perjalanan dengan kendaraan mesin.

Dikutip dari Pesona Indonesia, “Teh dengan kualitas terbaik untuk dikirim ke luar negeri itu, mesti dipetik pagi hari. Sebelum matahari muncul,” kata Katmi, yang merupakan seorang pemetik teh. Perempuan yang  berusia 40 tahun itu ketika diwawancarai kemudian berlalu bersama Rakiah, Samini, dan banyak pekerja perempuan lainnya.

Silih berganti, hasil yang didapatkan  dari petikan mereka ditumpuk di pinggir jalan. Setelah the the tersebut ditimbang, Katmi dan pekerja lainnya bakal mengantongi sekitar kurang lebih sebesar dengan harga  Rp.700,-per kilogram sebagai upah memetik teh di Perkebunan The Kepahiang ini. Hari itu, Katmi memperoleh 45 kilogram hasil hasil petikan, dan truk datang untuk mengangkut hasil petikan oleh para perempuan tadi. Hasil petikan yang dilakukan oleh ribuan pekerja ini akan tiba di Pabrik Teh Kabawetan PT Sarana Mandiri Mukti.


Di Kepahiang, pagi dimulai dengan warna hijau pucuk-pucuk teh, kabut yang tiap sebentar turun, juga senyum perempuan-perempuan yang memetik teh. Panorama perkebunan teh seluas 1.911,7 hektar terhampar di dataran tinggi Bengkulu ini.

Sejarah Singkat Kebun The Kepahiang
Sejak berdirinya wilayah perkebunan the di tahun 1925 yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda, pada tahun 1933 dataran tinggi Kepahiang ditanami tanaman teh. Tahun 1942 -1945 Jepang  kemudian mengambil alih dan tahun 1945 menjadi milik Indonesia. Kemudian Pabrik pengolahan the dari PT Sarana Mandiri Mukti ini masih terus beroperasi di dalam bangunan tua luas yang cukup bersejarah, kini dilabeli  dan menjadi sebagai bangunan cagar budaya oleh pemerintah.


“Ini adalah desa kelahiran saya dan sangat bersejarah bagi saya. Kakek saya, bapak saya, sampai saya sendiri bekerja di perkebunan teh ini. Ini teh enak yang telah mengalami banyak patah tumbuh, tengelam dan bangkit lagi sejak zaman Belanda. Dari kecil saya juga sudah berada di sini, dan saya tidak pernah beranjak dari daerah Kepahiang ini,” kata Sukardi. Pada awalnya pabrik ini hanya menghasilkan teh hitam dan sekarang telah berganti meproduksi teh hijau, dan tak memproduksi the hitam lagi karena teh hitam pamornya kini telah menurun di luar negeri.

Kini kawasan berudara sejuk ini menjadi salah satu alternatif wisata alam dan budaya di Bengkulu, dan teh dengan kualitas terbaik mesti dipetik di pagi hari sebelum matahari muncul. Itu sebabnya di pagi hari, pemandangan petani teh yang hilir mudik bisa menjadi cerita istimewa saat kamu berkunjung ke Kepahiang.


Kapan Waktu yang Tepat untuk datang ke Kebun The Kepahiang?
Wisata kebun teh ini ternyata telah menjadi pilihan berlibur para wisatawan yang ada di sekitar daerah ini ataupun para pemudik, terutama adalah ketika dihari libur besar seperti Hari Raya Lebaran/Idul Fitri.

Wisatawan yang datang ke kebun the kepahiang ini memang kebanyakan berasal dari Bengkulu. Tetapi ada banyak juga dari luar daerah  Bengkulu, seperti dari Sumatera Selatan dan juga dari Lampung.

Bakalan asik banget kalau  berwisata ke kebun the kepahiang ini bersama keluarga, sahabat, di Bengkulu. Suasananya sangatlah asri dan udaranya segar dan sejuk.
Tertarik kesana? Ternyata disana adapula fasilitas warung – warung kecil dan tempat persinggahan untuk menikmati secangkir kopi atau teh ditemani udara pegunungan. Bakal sangat nikmat juga kalau beli makanan dan makan di pinggir jalanan di sepanjang kebun teh Sensasinya itu lho!

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon