Langsung ke konten utama

7 hal Yang Harus Diperhatikan Ketika Mendaki

"Pendakian Merbabu"
Banyak hal penting yang harus diperhatikan ketika mendaki gunung. Diantaranya adalah :

1. Peralatan dan Perlengkapan
Pastikan segala peralatan dan perlengkapan mendaki sudah disiapkan dan tidak ada yang tertinggal. Peralatan seperti tas carir, memakai sepatu atau sandal, tongkat, pisau, sleeping bed, matras, peralatan memasak dll sebagainya. Kemudian siapkan perlengkapan seperti bekal makanan. Bawalah bekal yang ringan dan mengenyangkan seperti roti, mie atau membawa kentang yang kaya karbohidrat. Bawalah minuman yang cukup. Satu anak membawa dua minuman botol 1,5 liter. Jangan lupa membawa p3k.

2. Berdoa
Jika semua sudah siap, mulailah diawali dengan berdoa ketika akan berangkat dan saat akan pulang. Doa adalah kekuatan pendorong kita.

3. Kebersamaan
Pastikan ketika dalam pendakian kalian selalu bersama. Jangan tinggalkan rombongan. Beri instruksi jika salah satu dari para pendaki ada yang kelelahan. Bilang kalau capek.

4. Utamakan perempuan
Ketika mendaki bersama perempuan, maka jagalah mereka karena perempuan itu mudah lelah. Biarkan mereka berada didepan.

5. Makan sebelum tidur
Ketika akan tidur jangan lupa makan karena jika kita tidur dalam keadaan lapar, maka tenaga kita akan habis dan tidak mampu menahan suhu dingin. Jika begitu dapat menyebabkan kematian.

6. Jangan menyepelekan
Jangan pernah menyepelekan aturan - aturan dalam pendakian karena biasanya hal yang kita sepelekan malah menjadi kuburan untuk diri sendiri. Ikutilah aturan dan standar pendakian.

7. Jangan ceroboh
Ketika mendaki, terutama saat berada di jalur yang terjal janganlah ceroboh. Kalian harus cermat, teliti dan hati - hati, biasanya banyak terjadi masalah dengan hal kecerobohan.


Hal diatas adalah sebagian dari banyak h yang perlu kita perhatikan jika mendaki gunung. Memang tidak ada aturan - aturan tertulis tentang hal - hal diatas. Tetapi itu sudah menjadi kebiasaan para pendaki di Indonesia ini. Pendakian yang ceroboh ataupun tidak mendengarkan intruksi dapat berakibat fatal untuk pendaki sendiri seperti halnya tersesat dalam pendakian. Jika kita lihat, sekarang jalur pendakian di kebanyakan gunung Indonesia sudah tidak terlalu membingungkan. Ini dikarenakan adanya rute yang jelas seperti plang petunjuk arah dan bekas injakan kaki para pendaki. Jadi akan sangat ceroboh jika kita tersesat dalam pendakian.

Itulah sepenggal tulisan tentang hal yang harus diperhatikan saat mendaki gunung. Semoga bermanfaat dan dapat membantu kalian para pendaki.


Penulis :
Tim viapendaki, official ig @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Apa itu Radang Dingin (Frosbite)? Bagaimana Penanganan dan Pencegahannya?

Frostbite adalah termasuk penyakit yang bisa kita temukan ketika berada di pada suhu rendah. Penyakit ini kadang akan menjangkit para pendaki gunung. Frost bite sendiri ialah suatu gangguan yang disebabkan akibat  paparan dingin yang mengenai bagian anggota tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini akan menyebabkan aliran darah, cairan tubuh dan juga nutrisi serta oksigen terganggu. Hal itu akan menyebabkan kematian pada jaringan. Untuk anggota tubuh yang sering terkena ialah pada bagian yang mempunyai sedikit lapisan lemaknya seperti nagian jari tangan dan kaki, cuping telinga, hidung. Penyakit frost bite ini dibagi menjadi dua berdasar tingkat keparahannya.  Untuk stadium awal akan lumayan parah, dan pada stadium lanjut yang artinya sangat parah. Ciri-cirinya dari frost bite ini sebagai berikut: 1. Pada stadium awal Korban akan merasakan anggota tubuh seperti  (bisa jari tangan, atau kaki, hidung, telinga) terasa nyeri seperti ditusuk - tusuk oleh jarum, dan kad