Langsung ke konten utama

7 jenis Alat Pendakian yang umum dipakai pendaki

Pendakian juga memerlukan alat. Lalu apa saja jenis - jenis alat pendakian yang paling umum digunakan saat mendaki?

Sepatu gunung
1. Sepatu gunung.
Sepatu gunung cocok digunakan saat musim kemarau. Ini akan melindungi dari batuan kecil. Tetapi jika musim hujan akan basah dan menjadi tidak nyaman dipakai. 






Sandal gunung
2. Sendal gunung
Sendal gunung cocok dipakai di segala medan dan cuaca, hanya saja kadang membuat kaki lecet. Oleh karena itu, kita harus memakai kaos kaki yang tebal saat memakai sandal gunung.

Sepatu gunung dan sendal gunung adalah alas kaki khusus pendakian yang dibuat dari bahan yang tahan dengan cuaca, kuat dan tidak licin saat hujan. Jangan mendaki menggunakan sandal biasa ataupun sepatu biasa yang didesain tidak khusus untuk pendakian karena bahannya berbeda. Kadang akan sangat licin dan mudah rusak. Jangan memakai sepatu pdh, akan membuat kaki lecet - lecet.






3. Jaket gunung
Jaket gunung juga dibuat dari bahan yang mampu menghalangi dingin dan biasanya tidak tembus angin gunung. Jaket gunung juga kebanyakan anti air. 





4. Tas gunung atau karir / carier
Tas ini dimodifikasi untuk mempermudah dalam membawa banyak barang dan barang berat saat pendakian. Coba bandingkan saat membawa barang berat dengan tas biasa dan tas gunung.





5. Tongkat pendakian
Tongkat untuk mendaki ini mempunyai desain khusus yang membantu dalam memudahkan pendakian. Tongkat ini cukup memabantu ketika dalam medan yang licin, sebagai tambahan penopang kita.





6. Tenda
Tenda yang dipakai dalam pendakian umunya adalah tenda dom dengan kapasitas 4 hingga 6 orang. Tenda ini mudah dalam pendiriannya dan cukup cepat. Jangan membawa tenda model lama yang biasanya digunakan untuk pramuka, pendiriannya lama dan menghabiskan tenaga.






7. Peralatan makan dan masak
Biasanya pendaki akan membawa peralatan masak berupa kompor dan gas kecil khusus pendakian dengan nesting (alat memasak untuk menanak atau menggoreng). Untuk satu botol gas, cukup untuk pendakian selama 2/3 hari dengan pemakaian hemat.
 
Mungkin ada tambahan lain?
Oke, itulah perlengkapan atau peralatan yang umum digunakan saat mendaki.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja