Langsung ke konten utama

Bukit Batu, Riam Kanan, Kalimantan Selatan

Foto oleh : ig @fatoniirawan
Bukit Batu atau yang biasa dipanggil Gunung Batu ini terletak di Riam Kanan, Kalimantan Selatan. Masyarakat sekitar menyebut Gunung Batu ataupun Bukit Batu karena di tempat ini tanahnya adalah di selimuti dengan banyaknya batuan. Di area ilalang yang luas juga ternyata dibawahnya adalah bebatuan. Jadi kita harus berhati - hati.

Bukit batu ini adalah tempat yang tanahnya berupa hamparan rerumputan seperti savana yang sangat luas. Di bukit ini sedikit pepohonan. Dari tempat ini kita dapat melihat indahnya perairan disekitar savana. Kita juga dapat melihat hamparan rerumputan sangat luas disertai dengan indahnya bukit - bukit fan pegunungan yang membentang memanjang. Akan sangat menyenangkan karena kita dapat memanjakan mata untuk menikmati kuningnya khas rerumputan ilalang savana.

Biasanya banyak pencinta alam melakukan camping di bukit batu ini. Mereka melakukan kegiatan ini sekedar untuk berrekreasi menikmati indahnya alam borneo. Dari bukit/gunung batu ini kita dapat melihat indahnya sunrise maupun sunset. 
Foto oleh : backpackerborneo,
sunrise di savana gunung batu 


Tempat ini masih cukup sepi untuk melakukan kegiatan camping. Akan sangat asik jika kita pergi kesini. Karena tempat ini mempunyai medan yang mudah, kita bisa membawa alat - alat camping dan lain - lain tanpa terlalu menghabiskan banyak tenaga. Kita bisa membawa makanan ringan yang banyak untuk sekedar makan - makan sambil menikmati tempat ini. Kita juga bisa membawa gitar ataupun gitar kecil untuk bernyanyi ria  di savana gunung batu ini. Untuk pendirian tenda di gunung batu ini sebaiknya pilihlah tempat yang rata yang tidak banyak batuan besar. Bawalah matras untuk membuat alas karena juga banyak kerikil - kerikil yang mengganjal. Ini akan membuat tidur kita tidak nyaman.

Pemandangan pegunungan
di Gunung Batu Riam Kanan
Kita dapat menuju Gunung Batu ini dengan menyebrangi Waduk Riam Kanan kurang lebih selama 45 menit kita berada diatas perahu (kelotok kayu). Kelotok kayu ini adalah transportasi utama untuk masyarakat yang tinggal di waduk ini. Jika angin bertiup kencang, kadang akan membuat gelombang air waduk menjadi cukup besar, seperti ombak laut dan akan serasa naik perahu di laut.
View perairan dari Gunung Batu
Untuk menuju gunung batu ini sebaiknya kita melalui rute yang ada angkutan umumnya seperti kelotok kayu diatas supaya mudah. Untuk menaiki kelotok kayu ini kita bisa dikenakan tarif sekitar 11.000. Jadwal keberangkatan kelotok ini tidak menentu, kita harus menunggu hingga penumpang penuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja