Langsung ke konten utama

Gunung kunir, Bener, Purworejo

Gunung kunir atau bukit kunir adalah bagian dari jajaran pegunungan menoreh, yang terletak di Desa Benowo, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Gunung kunir mempunyai pemandangan yang cukup menakjubkan. Kita dapat melihat gunung merapi, merbabu, sumbing dengan jelas dan sangat menawan. Bahkan, Desa Benowo ini juga dikenal sebagai penghasil cengkeh terbesar di Kabupaten Purworejo, terdapat ratusan pohon cengkeh tumbuh subur di desa ini.


Desa Benowo sendiri juga menawarkan wisata alam dan religi. Untuk wisata alam terdapat wisata pegunungan berupa Gunung Kunir dan adanya tiga curug yang menawan, yaitu Curug Batur, Curug Benawan dan Curug Padusan. Sedangkan untuk wisata religi, juga terdapat petilasan Pangeran Benowo dan sendang.

Diatas Gunung Kunir, selain dapat melihat panorama yang indah dari ketinggian sekitar 950 meter di atas permukaan laut ini, para pengunjung juga dapat melihat view Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro, juga pegunungan dieng yang ada di Wonosobo. Pengunjung juga dapat menikmati indahnya Golden Sunrise diwaktu pagi dari puncaknya.

Puncak Gunung Kunir
Gunung kunir ini ada dua puncak. Puncak pertama adalah puncak ketika pertama kali kita sampai di atas Gunung Kunir. Puncak pertama ini cukup luas, biasanya para pengunjung mendirikan tenda di puncak ini. Bisa untuk mendirikan tenda sekitar kurang dari 7 tenda. Puncak ini dikelilingi oleh rumput - rumput liar. Biasanya para pengunjung menginap di gunung kunir dengan membuat tenda pada hari - hari tertentu saja, seperti hari libur. Karena pengunjung gunung ini sangat sepi, kita bisa nyaman disana. Namun, pada hari libur tertentu, misalnya 17 Agustus, pasti akan ada pemuda - pemuda yang nge - camp disana. Pada puncak kedua adalah berupa batuan yang agak sempit. Pada puncak ini sebaiknya berhati - hati karena disekelilingnya adalah jurang yang cukup dalam. Akan berbahaya jika kita sampai terjatuh dari tempat tersebut, bisa - bisa nyawa kita tidak akan tertolong. Oleh karena itu, utamakan keselamatan kalian!

Bagaimana medan pendakian gunung kunir?
Untuk mencapai gunung kunir ini kita dapat menaiki menggunakan sepeda motor sampai dekat gunung kunir. Kita taruh kendaraan di pinggir jalan dan naik menuju gunung kunir sekitar 10 menit dengan jalan kaki. Ya memang sangat dekat. Ini cocok untuk latihan awal mendaki untuk adik - adik yang masih sekolah dasar.



Jalanan menuju Gunung Kunir
Akses dan rute untuk menuju gunung kunir ini terbilang cukup mudah, pengunjung bisa memilih empat jalur diantaranya adalah dengan lewat Kecamatan Loano, Bener atau dari Kota Jogjakarta lewat Samigaluh Kulonprogo dan jika dari arah Magelang, pengunjung lewat Kecamatan Salaman.

Lanjutannya, jika dari jogja bisa lewat Kecamatan Samigaluh, kemudian masuk Kecamatan Loano Kab. Purworejo tepatnya Desa Sedayu, Desa Banyuasin, lewat Desa Kalitapas, Desa Jokokasian kemudian sampai di Desa Benowo.
Untuk medan setelah melewati SD N Benowo, kita akan melewati jalan aspal dan setapak. Setelah sekitar 50 meter melewati jalan setapak, kita akan melewati jalan dari tatanan batu sekitar 20 meter, hati - hati karena cukup licin (Sepertinya sudah diperbaiki). Kemudian kita melewati jalan setapak lagi dan ikuti terus sampai disebelah kiri ada bukit yang cukup tinggi. Tinggal motor di pinggir jalan. Kemudian kita mendaki melewati jalanan tanah sempit di sebelah kanan jalan sekitar 10 menit dan sampailah di puncak gunung kunir.

Baru - baru ini, gunung kunir dijadikan destinasi wisata alam purworejo dan akan dikembangkan oleh pihak provinsi. Dalam kurun 4 tahun, mulai 2016 ini rencananya akan dibangun menjadi wisata satu paket dengan candi Borobudur yang ada di kota magelang. Ayo kunjungi gunung kunir sebelum ada tarif masuknya. Biasanya kalau sudah jadi wisata akan ada tarif masuknya yang bisa jadi mahal. Apalagi menjadi satu paket dengan wisata internasional Candi Borobudur.

Saran pendakian
Mendakilah pagi hari agar mendapat pemandangan yang indah. Tetapi pada pagi hari, kadang juga berkabut dan tidak dapat melihat pemandangan.

Yuk follow instagram kami kalau kamu mau berbagi foto - foto pendakianmu atau sekedar melihat - lihat foto pendakian gunung Indonesia di @mountnesia

Demikianlah sekilas tentang pemandangan dan medan menuju Gunung Kunir Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo.


Penulis :
Tim viapendaki, official ig @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja