Langsung ke konten utama

Pendakian Paling Ekstrim di Pulau Jawa

"Pendakian Puncak Gunung Raung"
Pendakian gunung paling ekstrim di pulau jawa adalah ketika mendaki menuju gunung raung, terutama ketika mendaki menuju puncak gunung raung tersebut.

Mengapa gunung raung menjadi pendakian paling ekstrim dan berbahaya di Pulau Jawa ini?
Pendakian menuju puncak raung ini membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar 3 hari untuk mencapai puncak. Pendakian menuju puncak gunung raung ini hanya bisa melalui kalibaru., Jawa Timur. Sebelum melakukan pendakian, kita perlu membuat surat keterangan terlebih dahulu.

Sekilas pendakian via kalibaru:
Dari basecamp menuju pos 1, rumah pak Sunarya. Disana kita dapat membeli perlengkapan pendakian seperti minuman dll. Pos 1 ini terletak di ketinggian 980mdpl.

Kemudian menuju pos 2. Pendakian menuju pos 2 cukup banyak semak berduri, kita harus hati - hati. Di pos 2 ini adalah tempat untuk ngecamp yang paling luas untuk para pendaki. Dari pos 1 ke pos 2 sekitar 4 jam perjalanan dengan jarak 4130 m.

Pos 3
Ditempuh sekitar 1 jam dari pos 2. Kita bisa mendirikan tenda di pos 3, akantetapi lokasinya agak sempit.

Pos 4
Dengan ketinggian 1855, disini ada sebuah tempat lapang yang cukup untuk mendirikan tenda ataupun sekedar beristirahat sejenak.

Pos 5
Pos berketinggian 2115mdpl ini ditempuh sekitar 45 menit, sebaiknya hati - hati, karena medannua agak terjal.

Pos 6
Di pos 6 ada 3 undak - undakan disana, kita dapat bermalam disana. Dapat ditempuh sekitar 30 menit dengan ketinggian 2285mdpl.

Pos 7
Tempat yang cukup untuk mendirikan empat hingga lima tenda dengan ketinggian 2541mdpl. Kita dapat menempuh sekitar 1 jam perjalanan.

Pos 8
Ditempuh sekitar 1-2jam dengan ketinggian 2876mdpl. Disini bisa didirikan sekitar 2 tenda. Jika kita camp di pos 7, sebaiknya barang - barang ditinggal disana dan mulai mendaki ke puncak. Bawa alat rappeling.

Pos 9 
Ketinggian 3023mdpl. Merupakan batas vegetasi. Dapat mendirikan sekitar 3 tenda di pos ini. 

Setelah itu, kita akan melewati puncak 17, puncak tusuk gigi dan sampailah di puncak sejati gunung raung!

Puncak bendera
Setelah melewati puncak bendera, pendakian akan semakin ekstrim.

Ketika hampir sampai ke puncak, kita akan melewati jalanan terjal, melewati tebing dengan jurang yang sangat curam. Kita membutuhkan alat rappeling untuk menaiki dan menuruni puncak. Yang paling menakutkan adalah ketika menyusuri jurang yang sangat curam, kita akan berjalan dengan cara merangkak karena kanan kiri adalah jurang dan jalan yang kita lewati itu adalah jalan yang sangat sempit. Seperti gambar diatas.
Puncak raung

Gambar pendakian ekstrim gunung raung :
Menggunakan rappeling
untuk menyusuri tebing
Butuh kekompakan dan kerjasama


Gunung raung ini adalah gunung yang masih aktif. Ketika di puncaknya, kita akan melihat kawah yang sangat besar dan menakjubkan.

Itulah pendakian gunung paling ekstrim di pulau jawa. Kalian tertantang untuk mendaki glunung ini?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Apa itu Radang Dingin (Frosbite)? Bagaimana Penanganan dan Pencegahannya?

Frostbite adalah termasuk penyakit yang bisa kita temukan ketika berada di pada suhu rendah. Penyakit ini kadang akan menjangkit para pendaki gunung. Frost bite sendiri ialah suatu gangguan yang disebabkan akibat  paparan dingin yang mengenai bagian anggota tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini akan menyebabkan aliran darah, cairan tubuh dan juga nutrisi serta oksigen terganggu. Hal itu akan menyebabkan kematian pada jaringan. Untuk anggota tubuh yang sering terkena ialah pada bagian yang mempunyai sedikit lapisan lemaknya seperti nagian jari tangan dan kaki, cuping telinga, hidung. Penyakit frost bite ini dibagi menjadi dua berdasar tingkat keparahannya.  Untuk stadium awal akan lumayan parah, dan pada stadium lanjut yang artinya sangat parah. Ciri-cirinya dari frost bite ini sebagai berikut: 1. Pada stadium awal Korban akan merasakan anggota tubuh seperti  (bisa jari tangan, atau kaki, hidung, telinga) terasa nyeri seperti ditusuk - tusuk oleh jarum, dan kad