Langsung ke konten utama

Semeru, Penutup Pendakian di Jawa

"Ranu Kumbolo"
Gunung Semeru merupakan gunung favorit dan menjadi gunung penutup untuk para pendaki yang mendaki di Pulau Jawa.
Istilahnya, gunung semeru ini sebagai puncaknya pendakian di pulau jawa. Kalau kita naik semeru, maka kita sudah dapat dianggap sebagai pendaki yang cukup profesional dan merupakan sesuatu yang WOOW bagi para pendaki. Ya ini dikarenakan Gunung Semeru adalah gunung tertinggi di Pulau Jawa. Gunung semeru ini mempunyai ketinggian skitar 3676Mdpl.

Untuk mendaki semeru, sebagai pendakian penutup di Jawa ini kita membutuhkan biaya yang cukup banyak, karena kita harus menginap beberapa hari di perjalanan pendakian untuk sampai di puncak semeru. Selain itu kita juga harus memenuhi syarat pendakian.

Para pendaki di Pulau Jawa biasanya urutan pendakian di Jawa itu adalah mendaki dari merbabu, merapi, sindoro, sumbing, lawu, slamet, baru kemudian mendaki menuju gunung semeru. Ada juga yang melakukan pendakian awal adalah mendaki di gunung - gunung di sekitar daerah para pendaki tersebut. Setelah mereka menyelesaikan pendakian di daerahnya, barulah ia memulai untuk mendaki gunung tertinggi.

Jika urutan dari teman - teman kami, setelah mereka mendaki gunung - gunung yang disebutkan diatas, setelah semeru, mereka akan mendaki ke Gunung Rinjani yang berada di Lombok.

Mahameru by: ig dhita97


Awalan pendakian para pendaki luar jawa yang ingin mendaki di jawa, biasanya mereka akan mendaki merbabu terlebih dahulu, baru gunung - gunung lainnya, hingga pendakian penutup di Jawa, yaitu Semeru. Untuk pendakian menuju gunung prau, andong, gunung yang agak rendah dan waktu pendakian yang memakan waktu 3 hingga 4 jam biasanya jarang didaki oleh pendaki luar jawa yang memang sudah profesional. Mereka lebih mementingkan gunung yang tinggi untuk tantangan dan target pendakian.


Sebenarnya urutan pendakian itu hanya untuk target pendakian agar lebih terorganisasi. Agar jelas, kita bisa mendaki mulai dari gunung di sekitar daerah sendiri, baru mendaki gunung diluar daerah yang terendah hingga yang paling tinggi. Urutan - urutan pendakian tidaklah wajib. Hanya saja kadang ketika mengikuti suatu komunitas, kadang hal ini menjadi kewajiban atau adat komunitas tersebut. Kalau begitu ini bisa disebut sebagai seni mendaki. 

Seni mendaki berurutan dari yang terendah hingga tertinggi seperti pendakian semeru di pulau jawa ini masih ada yang menggunakan hingga saat ini. Pendakian seperti ini akan menjadi kebanggaan tersendiri. 

Itulah beberapa ulasan tentang pendakian semeru, pendakian penutup di pulau jawa.

Yuk follow instagram kami kalau kamu mau berbagi foto - foto pendakianmu atau sekedar melihat - lihat foto pendakian gunung Indonesia di @mountnesia

Penulis :
Instagram @andiakhm

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Apa itu Radang Dingin (Frosbite)? Bagaimana Penanganan dan Pencegahannya?

Frostbite adalah termasuk penyakit yang bisa kita temukan ketika berada di pada suhu rendah. Penyakit ini kadang akan menjangkit para pendaki gunung. Frost bite sendiri ialah suatu gangguan yang disebabkan akibat  paparan dingin yang mengenai bagian anggota tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini akan menyebabkan aliran darah, cairan tubuh dan juga nutrisi serta oksigen terganggu. Hal itu akan menyebabkan kematian pada jaringan. Untuk anggota tubuh yang sering terkena ialah pada bagian yang mempunyai sedikit lapisan lemaknya seperti nagian jari tangan dan kaki, cuping telinga, hidung. Penyakit frost bite ini dibagi menjadi dua berdasar tingkat keparahannya.  Untuk stadium awal akan lumayan parah, dan pada stadium lanjut yang artinya sangat parah. Ciri-cirinya dari frost bite ini sebagai berikut: 1. Pada stadium awal Korban akan merasakan anggota tubuh seperti  (bisa jari tangan, atau kaki, hidung, telinga) terasa nyeri seperti ditusuk - tusuk oleh jarum, dan kad