Langsung ke konten utama

Waktu Makan yang Penting saat Pendakian

"Pegunungan menoreh"
Saat pendakian, kita perlu memperhatikan waktu makan agar makanan yang kita konsumsi tidak terbuang sia - sia. Seperti apakah waktu makan yang tepat saat pendakian?

Makan Sebelum Memulai Pendakian
Hal ini perlu dilakukan untuk mengisi energi kita ketika melakukan pendakian. Makanlah makanan secukupnya sebelum melakukan pendakian, jangan sampai terlalu kenyang. Setelah makan, tunggulah sekitar 15-30 menit agar makanan terolah didalam tubuh menjadi energi siap pakai, baru mulailah kalian melakukan pendakian.

Makan di sela - sela pendakian
Jika dalam pendakian mulai lapar lagi, maka makanlah makanan seperti roti. Jika saat dalam perjalanan pendakian merasa sangat lapar, jangan terlalu banyak makan. Perut akan sakit atau kram jika diisi oleh banyak makanan. Setelah makan, tunggulah beberapa menit agar diolah oleh tubuh. Setelah makan jangan langsung jalan, kadang ini akan membuat perut sakit atau kram.

Makan sebelum tidur
Ini sangat penting. Sebelum tidur didalam tenda, makanlah terlebih dahulu sampai cukup kenyang, jangan terlalu kenyang. Ini akan menghasilkan energi untuk panas tubuh kita agar tahan terhadap dinginnya udara gunung. Jika kita tidak makan sebelum tidur, ini dapat membahayakan kalian. Bisa saja kita kebablasan meninggal karena kedinginan yang disebabkan kurang energi (makan) saat tidur. Jika perlu, minumlah minuman hangat seperti kopi atau jahe untuk menghangatkan badan. Makanlah makanan pengenyang seperti roti atau lainnya yang mengandung banyak karbohidrat. Jangan hanya memakan makanan ringan saja. Jika sudah memakan makanan ringan juga diimbuhi dengan makanan yang mengenyangkan.

Makan pagi hari
Makanlah setelah bangun tidur sebelum melanjutkan pendakian menuju puncak gunung. Biasanya kita akan makan roti secukupnya. Makanan setelah sampai di puncak biasanya kita membawa makanan ringan dan roti. Sama seperti tadi, setelah makan jangan langsung melakukan pendakian.

Makan setelah kembali dari puncak
Setelah dari puncak, biasanya para pendaki akan memakan mie atau makanan pengenyang seperti kentang/nasi. Dan setelah itu mereka kembali turun melakukan perjalanan. Kemudian istirahat dan makan di base camp pendakian.


Itulah tips - tips waktu makan yang penting saat pendakian

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja