Langsung ke konten utama

Karunia Lelah saat Mendaki Gunung


Mendaki gunung itu adalah hal yang menyenangkan. Biasanya pada awal - awal pendakian kita akan bersemangat dengan wajah berseri - seri masih bugar dan siap menghadapi tantangan. Tetapi kalau sudah di tengah - tengah perjalanan pendakian, kadang kita sudah mulai kurang bersemangat. Hingga akhirny sampailah di tempat ngecamp, maka semangat kembali lagi karena kita dapat mulai istirahat dan makan - makan.
Lalu setelah sejenak istirahat makan dan tidur, kemudian kita muncak. Apa yang terjadi? Biasanya mulai males lagi kan kalau mau muncak, soalnya masih pewe di dalam tenda.
Bla, bla, bla lalu muncak dan ditengah perjalanan kadang mulai males lagi katena lelah, tapi akhirny sampai puncak juga. Mulai merasakan kepuasan berhasil sampai ke puncak. Ambil foto, ambil foto.
Capcus mau pulang turun pendakian. Mulai males lagi? Biasanya sih gitu karena capek. Tapi kalau turun cukup menyenangkan karena jauh lebih cepat daripada pendakian.
Mungkin hal - hal yang kita fikirkan saat lelah adalah seperti gambar dibawah ini.

Kaya gitu bukan? Kami sendiri pun juga sering mengalami angan - angan seperti itu kalau lelah. Memang kadang lelah menjadi kendala kita. Tapi kalau kamu nyerah sama yang namanya lelah dan sering ngeluh karena itu, berarti kamu belum menjadi pendaki beneran. Menurut para teman - teman pendaki, setiap bagian dari pendakian itu adalah suatu hal yang harus kita syukuri. Lihat saja ketika mendaki bersama teman - teman, mereka akan saling membantu. Ketika berada di medan sulit, kita saling bantu. Ketika ada satu yang lelah, semua ikut berhenti. Ketika ada pendaki lain yang kesusahan, kita membantunya. Itulah, semua itu ada hikmahnya, terutama untuk melatih kebersamaan.
Kebersamaan adalah hal yang paling susah kita terapkan, terutama pada hal pekerjaan. Dalam pekerjaan akan banyak musuh - musuh dalam selimut yang mengintai kita.
Pernah karena lelah, kami dapat menambah teman. Kami ber 4(aku, kakakku, dan 2 temen kakakku). Saat dalam perjalanan menuju pendakian sindoro, kami di pos 2 kledung bertemu dengan 3 pendaki wanita. Ternyata salah satu pendaki wanita itu kelebihan beban pada  tas karirnya, mereka tidak kuat untuk membawanya. Akhirnya kakakku pun membantunya dan kamipun bercakap - cakap dalam pendakian bersama mereka. Sampai sekarang pun, kadang masih sering bertemu dalam dunia maya. Rencananya mau ndaki bareng lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja