Langsung ke konten utama

Mendaki Gunung Bawakaraeng, Sulawei Selatan

-puncak gunung bawakaraeng-
Foto oleh: ig @jabal_nur24

Gunung Bawakaraeng adalah gunung tertinggi nomor lima di Provinsi Sulawesi Selatan dengan ketinggian 2830Mdpl dari :
-Gunung Latimojong dengan ketinggian 3440Mdpl,
-Gunung Tolangi Balease dengan ketinggian 3016Mdpl,
-Gunung Kambuno ketinggian 2950Mdpl,
-Gunung Lompobattang ketinggian 2871Mdpl.

Nama Gunung Bawakaraeng ini mempunyai arti yang cukup unik yang diartikan sebagai Mulut Tuhan. Oleh masyarakat sekitar gunung yang masih menganut kepercayaan sinkretisme, gunung ini adalah tempat bertemunya para wali.

Gunung yang menjadi sumber air untuk beberapa kabupaten seperti Makassar, Kab. Goa, Kab. Bulukumba, Kab. Sinai, dan Kab. Bantaeng ini cukup menarik untuk diexplore sampai ke puncaknya.

Pendakian Gunung Bawakaraeng
Jika dari Kota Makassar menuju basecamp dapat kita tempuh sekitar 3 jam dan sampailah di base camp Dusun Lembana, Malino, Kabupaten Goa. Karena basecamp ini sudah berada di tempat yang cukup tinggi, maka akan terasa hawa dinginnya. Dari dataran tinggi malino masih harus naik lagi sekitar 10 kilometer. Kita bisa bertanya kepada warga setempat kalau masih bingung.
Masuk Dusun Lembana ini ada karcisnya sekitar 5000 rupiah. Lalu dikenakan biaya parkir sekitar 5000 rupiah. Kemudian kita dapat beristirahat di base camp rumah - rumah warga sekitar. Disana menyediakan minuman dan makanan.

Gunung Bawakaraeng via jalur dusun Lembanan ini mempunyai 10 pos dan akhirnya sampai di puncak.

Pos 1
Pendakian 1 jam dan sampailah di pos 1 yang merupakan percabangan dua jalur ke puncak dan ke lembah ramma.

Pos 2
Kemudian menuju pos 2 yang ditempuh sekitar 40 menit perjalanan. Disana ada sumber air berupa kali atau sungai kecil. Biasanya para pendaki hanya singgah sejenak untuk beristirahat dan melanjutkan pendakian.

Pos 3
Kemudian menuju ke pos 3 yang ditempuh sekitar 45 menit saja. Pos 3 ini berupa tempat yang agak luas tanpa sumber air.

Pos 4
Di pos 4 ini vegetasinya mulai berlumut dan cukup lembab. Pos ini cukup luas, cocok untuk beristirahat.

Pos 5
Pendakian sekitar 30 menit menyusuri jalanan yang landai, kita akan sampai di pos 5. Pos 5 ini adalah tempat yang paling luas dan lapang, bisa melihat sunset dari sana.

Pos 6
Dari pos 5 ditempuh sekitar 40 menit. Disini sudah mulai menyusuri pendakian berupa tempat terbuka yang anginnya sangat dingin. Sebaiknya kita menjaga keadaan kita agar tidak kehilangan suhu badan. Di area ini terdapat semacam tanda memorial yang ceritanya banyak pendaki yang gugur di era - era sebelumnya karena suhu gunung yang sangat dingin dan berubah cepat.

Pos 7
Tempat yang cukup luas, dapat ditempuh sekitar 40-an menit dari pos 6. Pos 7 ini adalah pos yang terletak di sebuah bukit. Pendakian menuju pos 7 ini melewati hutan lumut yang cukup ekstrim. Dari pos 7 ini kita dapat melihat puncak Gunung Bawakaraeng.

Pos 8
Medan menuju pos 8 ini adalah menuruni bukit terjal hingga sampai ke sungai kecil. Biasanya para pendaki mendirikan tenda disekitar sungai ini. Para pendaki biasanya juga sering meninggalkan tenda dan barang bawaan di pos 8 untuk menuju ke puncak pada pagi hari. Masih ada dua pos lagi untuk dilalui.
Sumber air di pos 8
Foto oleh : ardiyanta.com


Pos 9
Biasanya pada pagi hari para pendaki mulai berangkat menuju puncak. Untuk menuju pos 9 dibutuhkan waktu sekitar 30 menit. Disini adalah tempat yang cukup terbuka dan tidak terdapat sumber air.

Pos 10
Sepanjang perjalanan dari pos 9 ke pos 10 ini cukup menarik karena mulai banyak edelweis. Di pos 10 ini juga cocok untuk mendirikan tenda karena tempatnya yang lapang. Jika sudah sampai disini, maka puncak sudah tidak jauh lagi.
Foto Puncak oleh ardiyanta

Foto Puncak oleh Explorependaki

Pendirian Tenda
Kita juga dapat mendirikan tenda di pos 5. Pos ini adalah dataran yang cukup luas dan ada sumber airnya. Kita juga dapat melihat sunset dengan jelas dari pos 5 ini. Di pos 7 kita juga bisa mendirikan tenda karena setelah pos 7 ada turunan dan tanjakan yang cukup ekstrim.

Gunung ini mempunyai pemandangan yang cukup menakjubkan mulai dari lembah hingga sumber airnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja