Langsung ke konten utama

Pendakian Gunung Talang, Sumbar, via jalur baru

"Area camp gunung talang, batas vegetasi"
Gunung Talang dengan ketinggian 2597 mdpl ini merupakan salah satu gunung berapi aktif yang terletak di Desa Batu Bajanjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Gunung ini mempunyai pemandangan yang cantik. Gunung ini berjarak sekitar 9 kilometer dari kota kabupaten Solok. Sekitar 40 kilometer dari Padang.

Dengan di bukanya jalur baru, gunung ini semakin menarik banyak pengunjung karena di jalur baru ini mempunyai pemandangan yang sangat apik.

Medan pendakian jalur lama Pendakian dimulai dari desa bajanjang dengan memulai menyusuri rumah - rumah penduduk. Sebelum mendaki sebaiknya siapkan air yang cukup terlebih dahulu karena dalam perjalanan pendakian tidak ada sumber air.

Sampai di pintu rimba kita dapat beristirahat sebentar. Menuju pintu rimba ini kadang jalanannya kurang jelas karena tertutup rerumputan dan semak.


Sepanjang pendakian menuju cadas, kita tidak dapat melihat pemandangan daerah sekitar maupun kota solok karena tertutup oleh semak dan pepohonan.

trek menuju cadas ini juga terdapat vegetasi tanaman berduri. Sebaiknya kita mulai berhati - hati disini.

Jika hujan, biasanya para pendaki membuat tenda di tempat datar di setengah perjalanan menuju cadas. 


Dari cadas sekitar setengah jam, kita dapat menemukan tempat lapang juga. Biasanya para pendaki membuat tenda disini. Kemudian mendaki menuju puncak. Pendakian menuju puncak ini termasuk gampang. 


Pendakian via jalur baru Kanagarian Air Batumbuak, kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Jalur baru air batumbuak ini memiliki  medan yang relatif lebih mudah dan kita akan mendapatkan pemandangan - pemandangan yang bagus. Dari jalur ini kita dapat ngecamp di batas vegetasi.


Sepanjang pendakian dari bawah kita dapat menikmati pemandangan kebun teh yang terhampar sangat luas. Di area kebun teh ini cukup sejuk dan menyegarkan.


Di pendakian ini kita akan melewati yang namanya tanjakan setan, hutan mati dan jembatan neraka. Tanjakan setan ini sangat terjal dan miring lebih dari 70 drajat. Hutan mati cukup memesona hampir mirip dengan hutan mati di salah satu pendakian merbabu. Jembatan setan ini sangat sempit sekitar 50 meter, disamping jembatan adalah jurang dengan belerang panas.


Kebun teh di sepanjang pendakian jalur baru


Pemandangan lain


Pohon - pohon mati di jalur pendakian


Sekitar puncak

Itulah seputar pendakian gunung talang di sumatera barat.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja