Langsung ke konten utama

Apasih Keuntungan Mendaki Gunung?

Mungkin temen - temen yang tidak suka mendaki gunung atau hobinya bepergian memakai kendaraan akan menganggap mendaki gunung itu adalah sesuatu yang tidak berguna, melelahkan dan berbahaya. Memang seperti itu rasanya hampir mirip seperti penulis dulu.
Apa asiknya mendaki gunung? Jawaban penulis adalah : "MENDAKILAH, MAKA KAMU AKAN MENEMUKAN JAWABANNYA!"

Hanya kata itu yang bisa penulis jawab kalau temen - temen menanyakan apa asiknya mendaki gunung, karena setelah mendaki, kalian bakal menemukan keasyikannya tersendiri.

Kemudian, disini penulis akan membagikan kepada temen - temen tentang keuntungan pendakian gunung. 


Apa keuntungan mendaki gunung?
1. Olahraga Kita dapat menjadikan pendakian gunung sebagai sarana olahraga untuk tubuh kita, terutama pada otot kaki. Banyak perusahaan di Jepang yang melakukan tes kesehatan para calon karyawannya dengan cara mendaki Gunung Fuji.

2. Rekreasi Dari puncak maupun sepanjang perjalanan di pendakian gunung, kita akan disuguhi pemandangan yang dangat menakjubkan. Pemandangan akan jelas pada pagi hari. Di gunung biasanya akan disuguhi pemandangan rerumputan atau sabana hijau pada musim hujan dan kuning pada musim kemarau. Jika di puncak merapi, kita akan disuguhi pemandangan bebatuan yang khas. Ini juga rekreasi yang menyehatkan karena jauh dari polusi udara kota.

3. Kegiatan Mempererat Persaudaraan Ketika mendaki tentu saja membutuhkan kerjasama yang baik. Dalam pendakian, satu regu haruslah selalu bersama dan saling membantu. Kita tidak boleh egois dan harus rela berbagi. Hal ini akan meningkatkan kebersamaan. Di pendakian, kadang ada pendaki yang kehabisan air atau makanan. Kita harus membantunya semampu kita.

4. Semakin Mencintai Alam Tak jarang, ketika kita berangkat mendaki, di perjalanan kita bertemu dengan pendaki yang turun dari gunung membawa kantong plastik penuh dengan sampah dan botol - botol minuman. Mereka mengemasi sampah tersebut dari puncak dan membawanya untuk dibuang di tempat pembuangan yang biasanya disediakan di area basecamp.  Kita juga sering menemui pendaki yang sambil jalan sambil memunguti sampah di jalanan area pendakian. Melihat seperti itu, hati kita akan tergugah untuk ikut berpartisipasi dengan cara tidak membuang sampah di pegunungan. Kita akan menyadari kalau alam itu sangat indah tanpa adanya sampah. Disinilah kita mulai mencintai alam.

5. Semakin Dekat dengan Sang-Pencipta Dekat, bukan berarti dekat maksudnya kita mau mat*, yang dinaksud disini adalah ketika kita melihat pemandangan di gunung yang sangat menakjubkan, kita baru menyadari bahwa ada sisi keindahan lain di dunia ini yang sangat menawan. Disinilah kita takjub dengan ciptaan Tuhan. Betapa hebatnya sang - Pencipta alam semesta ini.

Mungkin itulah keuntungan dan hikmah dari mendaki gunung. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Salam lestari! Jangan lupa, follow akun official kami @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Apa itu Radang Dingin (Frosbite)? Bagaimana Penanganan dan Pencegahannya?

Frostbite adalah termasuk penyakit yang bisa kita temukan ketika berada di pada suhu rendah. Penyakit ini kadang akan menjangkit para pendaki gunung. Frost bite sendiri ialah suatu gangguan yang disebabkan akibat  paparan dingin yang mengenai bagian anggota tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini akan menyebabkan aliran darah, cairan tubuh dan juga nutrisi serta oksigen terganggu. Hal itu akan menyebabkan kematian pada jaringan. Untuk anggota tubuh yang sering terkena ialah pada bagian yang mempunyai sedikit lapisan lemaknya seperti nagian jari tangan dan kaki, cuping telinga, hidung. Penyakit frost bite ini dibagi menjadi dua berdasar tingkat keparahannya.  Untuk stadium awal akan lumayan parah, dan pada stadium lanjut yang artinya sangat parah. Ciri-cirinya dari frost bite ini sebagai berikut: 1. Pada stadium awal Korban akan merasakan anggota tubuh seperti  (bisa jari tangan, atau kaki, hidung, telinga) terasa nyeri seperti ditusuk - tusuk oleh jarum, dan kad