Langsung ke konten utama

Gunung PENANGGUNGAN Via Tamiajeng, Pendakian Ke Puncak Pawitra

Gunung penanggungan yang letaknya berada di dua kabupaten yakni kab. Mojokerto dan kab. Pasuruan. puncaknya yang tandus hampir mirip gunung semeru sering di sebut penanggungan sebagai miniatur semeru. gunung penanggungan memiliki beberapa nilai sejarah, diantaranya petirtaan jolotundo, candi pandawa dll. gunung penanggungan memiliki ketinggian 1653 mdpl, yang memiliki kemiringan hampir 80 derajat ketika mencapai puncak. pendakian gunung penanggungan ini bisa melewati 3 jalur yaitu melalui desa tamiajeng tepatnya di trawas, jolotundo dan juga Ngoro. 
saya akan membahas pendakian penanggungan melalui jalur tamiajeng.

MENUJU POS PERIJINAN
dari surabaya/ malang naik bus jurusan pandaan dari perempatan terminal pandaan ambil kearah tretes/trawas (surabaya kanan, malang kiri) lalu mengikuti arah menuju trawas. desa tamiajeng tidak jauh dari air terjun ndlundung. 
untuk biaya registrasi pada hari biasa dikenakan biaya Rp. 8.000/ per orang
dan hari libur sebesar Rp. 10.000/per orang.

POS PERIJINAN-PUNCAK BAYANGAN
karena di penanggungan tidak ada sumber air maka saya sarankan membawa air minum tidak terlalu mepet. tinggal mengikuti jalur yang ada, jalannya pertama bebatuan lumayan lebar sehingga kalok yang bareng pacar masih bisa gandengan haha. tapi semakin naik jalannya berubah jadi jalan setapak dan bukan batu lagi sih tapi tanah, sehingga kalok pas hujan jadi makin berat soalnya jalanan jadi aliran air dari atas. jadi hati-hati jika melakukan pendakian di musim hujan karna rawan terpeleset. perjalanan menuju puncak bayangan normalnya bisa di tempuh 2-3 jam dengan kemiringan 40-60 derajat dan di sebelah kirinya udah jurang. sebelum sampai puncak bayangan kita juga melewati beberapa pos 3-4 pos (kalo gak salah itung sih). sampai di puncak bayangan kita bisa beristirahat (camp).

Perjalanan menuju puncak bayangan
Puncak bayangan, background belakang adalah
puncak pawitra


PUNCAK BAYANGAN-PAWITRA

untuk menuju puncak pawitra diperlukan waktu sekitar 1- 1 1/2 jam (normal). saya saranin brangkat muncak jam 4 subuh biar dapet sunrise kalok nggak bisa nikmatin sunrise diperjalanan sambil ngliatin gaggahnya Arjuno-Welirang di seberang. tapi buat nikmatin itu juga harus dibayar dengan nafas yang ngos-ngosan karna kita nglewati jalan yang mayoritas batu dan pasir. harus ati-ati banget karena rawan longsor, batu yang nggak kuat buat pijakan kita bisa-bisa ngegelinding ke bawah. jadi kalok ada batu yang ngegelinding lebih baik triak "batu" atau apa lah biar bisa ngasih tau yang di bawah biar minggir dan ati-ati.

Berikut dokumentasi di gunung penanggungan:



Pemandangan dari puncak pawitra

Bersama tim ketika akan turun
"Kayu roboh" tempat favorit untuk istirahat


Kalau mau nanya - nanya tentang jalur pendakian gunung penanggungan via tamiajeng, bisa bertanya kepada penulis.


Penulis      : @Trisna Rach
Instagram : @trisnarachma

Editor         : admin viapendaki
official ig on @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Apa itu Radang Dingin (Frosbite)? Bagaimana Penanganan dan Pencegahannya?

Frostbite adalah termasuk penyakit yang bisa kita temukan ketika berada di pada suhu rendah. Penyakit ini kadang akan menjangkit para pendaki gunung. Frost bite sendiri ialah suatu gangguan yang disebabkan akibat  paparan dingin yang mengenai bagian anggota tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini akan menyebabkan aliran darah, cairan tubuh dan juga nutrisi serta oksigen terganggu. Hal itu akan menyebabkan kematian pada jaringan. Untuk anggota tubuh yang sering terkena ialah pada bagian yang mempunyai sedikit lapisan lemaknya seperti nagian jari tangan dan kaki, cuping telinga, hidung. Penyakit frost bite ini dibagi menjadi dua berdasar tingkat keparahannya.  Untuk stadium awal akan lumayan parah, dan pada stadium lanjut yang artinya sangat parah. Ciri-cirinya dari frost bite ini sebagai berikut: 1. Pada stadium awal Korban akan merasakan anggota tubuh seperti  (bisa jari tangan, atau kaki, hidung, telinga) terasa nyeri seperti ditusuk - tusuk oleh jarum, dan kad