Langsung ke konten utama

Pendakian Dempo Via Jalur Pintu Rimba

Kali ini adalah pengalaman pendakian gunung dempo via jalur pintu rimba. Ini adalah pengalaman pendakian gunung dempo dari ig @ikmal_420 , salah satu pendaki yang kami wawancarai melalui akun kami @mountnesia untuk bercerita tentang pendakiannya.

Pendakian gunung dempo ini mempunyai  2 jalur , yaitu jalur Rimau sama jalur pintu pintu rimba ,kami melakukan pendakian gunung dempo dari pintu rimba.

Perjalanan kami disna,
kami  melewati kampung empat ,yang di sana kami melihat para pendaki - pendaki yg datang dari berbagai kota ,lalu kami lanjut berjalan untuk menuju titik awal ,

Gunung dempo adalah gunung yang terletak di provinsi sumatera selatan dan provinsi bengkulu tepatnya terletak di daerah dingin yang sudah tidak asing lagi dengan penghasil kopi robusta yang sangat enak, tepatnya terletak di kota Pagar alam. Gunung dempo ini juga berada di area jajarab pegunungan barisan.

Ceritanya kami ini adalah masih pendaki pemula semua, kami penasaran tentang gunung dan ingin mencoba untuk merasakan keindahan pemandangan dan merasakan seperti apa enaknya mendaki gunung.

Lalu kami masuk pintu rimba menuju selter1 jalan nya masih datar.

Dan kemudian di Selter 2 menuju cadas itu jalan nya adalah jalanan yang cukup exstrem ,sempat saya terjatuh ,Untung saya pegangan ranting disana ,

Akhrinya kami sampai menuju pelataran ,dan kami sangat senang. Kami pun mendirikan tenda dan kemudian beristirahat karena perjalanan yang cukup melelahkan dimana jalanannya juga ekstrem terutama di cadas, disana kami juga  diiringi dengan hujan rintik - rintik yang membuat jalanan semakin ekstrem. Perjalanan dari basecamp sampai pelataran ini ditempuh sekitar 8 jam dengan pendakian yang cukup santai.

Kemudian setelah tidur di dalam tenda, kami bangun pada keesokan  harinya, kami naik keatas mau melihat kawah di sana ,dan akhrinya sukses ,rasa lelah pun hilang dan kami semua senang (gunung Dempo.3159mdpl) hati - hati ketika berada di puncak, jangan sampai terjatuh di kawahnya karena pernah ada pendaki asal palembanh yang jatuh di kawah dempo pada tahun 2015 lalu. Selain itu, jalur dempo juga cukup berbahaya. Ketika mendaki dempo, utamakan keselamatan anda. Jika tidak mampu maka jangan dipaksakan.

Perjalanan menuju puncak dempo ini ditempuh sekitar 9 jam jika kita berjalan dengan santai.

Itulah sekilas perjalanan kami di gunung dempo. Semoga bermanfaat :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja