Langsung ke konten utama

Pendakian Marapi Via Koto Baru, Sumatera Barat

Gunung Marapi adalah gunung yang terletak di Sumatera Barat. Gunung ini masih tergolong gunung berapi aktif.

Penamaan gunung Marapi
Gunung Marapi sendiri adalah nama dalam bahasa Minang yang mempunyai arti "Merapi". Karena kebanyakan orang pada bingung dengan sebutan merapi di jawa tengah dan merapi di sumbar ini, maka kebanyakan mereka akan menyebutnya dengan gunung Marapi agar tidak membingungkan.

Pendakian gunung marapi kali ini adalah via jalur Koto Baru yang terletak di desa Koto Baru.

Pukul 06:00 wib Perjalanan pendakoan dimulai dari pasar koto baru menuju posko pendaftaran pendakian, setelah selesai mendaftar kami memulai pendakian pada pukul 08:00 wib, pada pukul 11:00 wib kami sampai di tempat peristirahatan pertama, dan kami makan siang dan sholat disana. Pada pukul 12:30 kami melanjutkan perjalanan. Namun pada pukul 17:00 kami kembali beristirahat dikarenakan ada salah satu anggota yang mengidap penyakit phobia ketinggian, Asma dan Maag, jadi kami harus perlahan menuju puncak dan memperhatikan kesehatan teman kami, pada pukul 19:30 kami berhasil sampai cadas dan membangun tenda disana. Kami mulai beristirahat untuk memulihkan energi.

Hari kedua sekitar pukul 09:00 wib kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke puncak marapi. Pada pukul 10:00 wib kami sampai di Puncak merapi dan membangun tenda disana. Setelah membangun tenda kami mencari air sambil berfoto - foto di kawah marapi. Jarak antara sumber air dan kawah dari tenda kami harus menempuh waktu sekitar 1 jam perjalanan, dan kemudian kami kembali ke tenda pada pukul 17:00 wib.

Selanjutnya, pada hari ketiga karena pasokan makanan tidak memungkin kan, dan karena salah satu anggota kami menderita penyakit pobia ketinggian, maka kami putuskan untuk turun secepatnya, demi keselamatan teman juga kami semua. Dan akhirnya, allhamdulillah kami sampai dirumah dalam keadaan selamat sehat walafiat. Ini beberapa foto2 waktu di Marapi sumbar 2891_mdpl

Jika hari cerah, kita dapat melihat
view pemandangan gunung - gunung lainnya
dari atas gunung marapi



Pohon - pohon edelweiss yang ada di gunung marapi


Kalo nggak salah sih ada 2 jalur pendakian ke gunung marapi ini, cuma pendaki lebih sering start via jalur koto baru.

Itulah sekilas pengalaman perjalanan pendakian ke gunung Marapi, Sumatera Barat. Semoga bermanfaat, dapat dijadikan sumber refrensi untuk temen - temen.

Jika masih bingung temen - temen bisa bertanya kepada penulis.

Penulis : Randi Trinanda
instagram @randi.trinanda

Editor : admin viapendaki
Instagram official @mountnesia

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Apa itu Radang Dingin (Frosbite)? Bagaimana Penanganan dan Pencegahannya?

Frostbite adalah termasuk penyakit yang bisa kita temukan ketika berada di pada suhu rendah. Penyakit ini kadang akan menjangkit para pendaki gunung. Frost bite sendiri ialah suatu gangguan yang disebabkan akibat  paparan dingin yang mengenai bagian anggota tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini akan menyebabkan aliran darah, cairan tubuh dan juga nutrisi serta oksigen terganggu. Hal itu akan menyebabkan kematian pada jaringan. Untuk anggota tubuh yang sering terkena ialah pada bagian yang mempunyai sedikit lapisan lemaknya seperti nagian jari tangan dan kaki, cuping telinga, hidung. Penyakit frost bite ini dibagi menjadi dua berdasar tingkat keparahannya.  Untuk stadium awal akan lumayan parah, dan pada stadium lanjut yang artinya sangat parah. Ciri-cirinya dari frost bite ini sebagai berikut: 1. Pada stadium awal Korban akan merasakan anggota tubuh seperti  (bisa jari tangan, atau kaki, hidung, telinga) terasa nyeri seperti ditusuk - tusuk oleh jarum, dan kad