Langsung ke konten utama

Pendakian Menuju Gunung Lembu, Purwakarta

Gunung Lembu di malam hari,
Gunung lembu berada di purwakarta, jawa barat.
Saat itu kami berangkat dari Bandung dengan menggunakan sepeda motor. Perjalanan dari Bandung sampai Purwakarta sekitar 3-4 jam, melewati jalur cikalong wetan, darangdang. Nah ketika melewati daerah cilalawi, tanya warga sekitar jalur menuju gunung lembu, belokannya sebelah kiri jalan kalau dari arah bandung. Masuk jalan itu akan ada truk-truk besar yang lewat situ, selanjutnya hanya mengikuti jalan. Dari jalan raya menuju pos pelaporan sekitar setengah jam perjalanan.

Parkir motor dikenakan biaya parkir Rp 5.000 untuk satu malam. Setelah mendaftarkan nama-nama pengunjung, dikenakan biaya Rp 10.000 perorang. Nah perjalanan dimulai dengan melewati gapura selamat datang, dan disambut dengan jalur yang mulai menanjak, selamat menikmati haha

Pendakian gunung lembu akan lebih mudah di lakukan saat musim panas, menghindari tanjakan yang basah terkena hujan karena beratnya pasti akan 2 kali lipat. Tanjakan dengan kemiringan 45 derajat menembus hutan bambu. Awal perjalanan cukup untuk mengetes mental dan menguras tenaga. Tetap santai agar tidak mudah lelah, sesekali istirahat dan minum. Sebelum pos 1 akan ada pertigaan, kiri jalur menuju pos 1 kalau kanan ke saung ceria, lahan yang bisa dipakai untuk membuat tenda namun masih jauh untuk ke puncak. Sampai dipos 1 ada lahan datar dan kami istirahat sejenak, duduk sambil menikmati pemandangan dan angin sepoi. Dipos 1 ada warung, setelah pos 2 ada juga, bahkan di puncak pun ada warung, jadi ga usah khawatir kehabisan perbekalan hahaha

Lanjut perjalanan dari pos1 satu masih menanjak, namun jalur semakin bersahabat tidak seekstrim sebelumnya. Tak terasa sampailah di pos 2, jalur mulai mudah lumayan datar namun cukup menantang karena menyusuri jalan setapak dengan sisi kanan kiri jurang. Perjalanan menantang seperti ini akan terus menemani sampai ke puncak, namun terasa tidak menyeramkan karna akan kagum dengan keindahan waduk jatiluhur yang terlihat sejauh mata memandang. Tetap hati-hati dan konsentrasi karna akan ada turunan yang cukup curam dengan pijakan batu-batu. Diperjalanan kita akan melihat makam keramat Mbah Jongrang Kalipitung dan Mbah Raden Suryakencana.

Sampailah di puncak, disini lahan cukup luas bisa untuk mendirikan tenda. Namun lokasi terbaik untuk menatap waduk Jatiluhur harus sedikit turun sekitar 5-10 menit dari puncak menuju batu lembu. Kami tidak membuat tenda di puncak, namun di lahan sekitaran batu lembu, agar lebih dekat sih, kalau membuat tenda dibatu lembu bahaya, terlalu ekstrim haha. Supaya kebagian lahan untuk membuat tenda sekitar tebing batu, harus datang agak siangan karena kalo sore takut nya keduluan oleh orang lain, ya paling dapetnya di puncak.
Tebing yang menjorok keluar ini seperti punuk Sapi sehingga dinamakan Batu Lembu. Sangatlah indah memandang Jatiluhur dari bibir tebing walaupun sedikit menyeramkan. Jika malam hari tiba, bisa juga melihat lampu-lampu keramba yang menyala di atas waduk seperti citylight. Ketika pagi bisa melihat sunrise dengan latar belakang pemandangan waduk jatiluhur dan gunung.
Disekitar waduk jatiluhur terdapat beberapa gunung, yakni gunung bongkok, gunung parang dan gunung lembu. Namun gunung yang saya daki adalah gunung lembu. Gunung lembu tidak terlalu tinggi, hanya 780mdpl, relatif mudah untuk yang biasa mendaki gunung. Hanya untuk sekedar tracking bolak balik juga bisa, bila tidak ingin ngecamp. Lama perjalanan kami dari pos pendaftaran sampai ke tempat mendirikan tenda sekitar 2 jam lebihlah, kalau santai banget sih sampai 3 jam. Untuk turun bisa lebih cepat, sekitar satu jam. Usahakan siapkan fisik sebelum melakukan pendakian kesana karena medan yang cukup menantang, dan juga mental harus kuat. Gunakan pakaian yang cukup nyaman untuk melindungi dari terik matahari dan menyerap keringat. Bila perlu pakai lotion anti nyamuk sebelum memulai pendakian, karena banyak nyamuk saat melawati hutan bambu. Lakukan sedikit stretching di awal supaya terhindar dari keram. Karena masih ditemukan lokasi keramat, jagalah sikap dan kata-kata selama pendakian. Hawa dipuncak cukup panas, bahkan ketika malam hari, saya pun tidur tidak menggunakan sleeping bag. Kalau mau meninggalkan tenda untuk pergi ke tebing batu, usahakan jangan meninggalkan kantong keresek berisi makanan atau makanan diluar tenda, takutnya diambil oleh monyet liar sekitaran sana.




Apabila masih bingung bisa bertanya - tanya ke saya. Itulah sekilas tentang pendakian menuju gunung lembu. Semoga bermanfaat.


Penulis : Candra Gunawan
instagram @chanderaaa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Apa itu Radang Dingin (Frosbite)? Bagaimana Penanganan dan Pencegahannya?

Frostbite adalah termasuk penyakit yang bisa kita temukan ketika berada di pada suhu rendah. Penyakit ini kadang akan menjangkit para pendaki gunung. Frost bite sendiri ialah suatu gangguan yang disebabkan akibat  paparan dingin yang mengenai bagian anggota tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini akan menyebabkan aliran darah, cairan tubuh dan juga nutrisi serta oksigen terganggu. Hal itu akan menyebabkan kematian pada jaringan. Untuk anggota tubuh yang sering terkena ialah pada bagian yang mempunyai sedikit lapisan lemaknya seperti nagian jari tangan dan kaki, cuping telinga, hidung. Penyakit frost bite ini dibagi menjadi dua berdasar tingkat keparahannya.  Untuk stadium awal akan lumayan parah, dan pada stadium lanjut yang artinya sangat parah. Ciri-cirinya dari frost bite ini sebagai berikut: 1. Pada stadium awal Korban akan merasakan anggota tubuh seperti  (bisa jari tangan, atau kaki, hidung, telinga) terasa nyeri seperti ditusuk - tusuk oleh jarum, dan kad