Langsung ke konten utama

Pendakian Papandayan Via Cisurupan


Berikut ini adalah pengalaman pendakian gunung papandayan via cisurupan oleh puri rahayu

Berikut perjalanan pendakian papandayan via cisurupan:


Tepatnya tgl 16 mei 2015

Hari nya saya lupa

Start dari bandung menuju garut subuh

Saya berangkat cuman berdua dan itu pendakian pertama kali.


Pendakian Via cisurupan, diperjalanan saya ketemu sama 2 orang sepasang tujuan sama ke papandayan dan kita bareng sampe dibasecamp

Gambar dari @puriorahayu

Waktu itu bayar 10ribu per orang.

Belum termasuk parkir dan kebersihan. Kita jadi ber empat mulai summit jm10 pagi nyampe jam 1 siang dengan cuaca yang mendukung, cerah banget.

Kita disitu enjoy tidak buru - buru, ingin menikmati malam. bukan ingin cepet2 menuju puncak.


Sepanjang perjalanan saya merasa sangat akrab senang dikarenakan para pendaki yang ramah - ramah dan saling bertegur sapa meski baru kenal. Sampai lah di pondok saladah menggelar tenda berdampingan melihat disekeliling banyak menggelar tenda dan tidak lupa disna ada warung - warung sebetulnya tidak bawa makanan juga bisa, malahan tersedia wc.


Disitu kita langsung isoma istirahat shalat makan smpe tiba waktu malam hari nyalain api unggun bareng bareng sampai sebelah tenda ikut bergabung di area api unggun.


Dan ada sesuatu yang aneh pertamakalinya aku berada digunung waktu berasa lama bngt,

Tidur  pun diatap menatap bintang2 bertaburan asli ini ga bohong. Smpe pagi nya setelah sarapan langsung cari spot yg terkenal di papandayan hutan mati dan tegal alun 

mungkin cuman di tegal alun saya bisa liat bunga edelweiss yg bergelimpah dimana mana.

Gambar dari @puriorahayu

Smpe disitu saya ingin tau dimana puncaknya papandayan tapi  tidak terjadi dikarenakan kondisi tidak memungkinkan jadi kita bergegas menuju tenda lalu packing utk pulang tidak lupa sampah dibawa lagi gunung bukan tempat sampah!


Banyak pengalaman dan pelajaran didapat hingga alhasil naik gunung itu ketagihan.


Jalur pendakian gunung papandayan dari pos1 cukup lebar, lwat jalan bebatuan. Kiri kanan jalan terdapat pohon cantigi berdaun hijau menyebar puluhan meter dari pintu masuk, jalur pendakian gunung Papandayan melalaui kawah papandayan sekitar kawah pendaki dituntut untuk berhati-hati karena di sebelah kiri jalur pendakian gunung papandayan jurang yang lumayan curam, bawahnya air kawah yang mendidih dan mengepulkan asap dan baunya menyengat jalur pendakian gunung papandayan melewati kawah sekitar 30 smpe 60 menit, tergantung cepat lambatnya perjalanan papandayan cukup landai, cocok didaki oleh pendaki pemula, setelah habis jalur kawah akan melalui medan dengan jalanan yang datar dan lebar, selanjutkan jalan lebar berbatu yang anda ikuti akan buntu disitu turun ke arah sebelah kanan ngikutin jalan setapak sampai nemu sungai kecil. Terus jalur pendakian gunung papandayan kembali menanjak lewati hutan cantigi yg lebat, kalau musim hujan kita harus berhati hati karena medannya licin dan juga disebelah kiri cantigi ada jurang. Jalur pendakian papandayan ketika kita sampai di lawang angin akan kembali landai, berbatu dan jalannya lebar.

lapor di Pos 2 persimpangan, jalan lurus menuju pangalengan, arah ke sebelah kiri jalur pendakian menuju pondok saladah hutan mati tegal alun dari pos 2 ke pondok saladah 15-30 menit jalur pendakian gunung papandayan dari pondok saladah menuju hutan mati, medannya tidak begitu suli dikarenakan di hutan mati ada camping ground pondok saladah, kita tinggal ngikutin arah jalan setapak yg ke hutan mati ke tegal alun masih lumayan jauh, bisa 2 jam jalur pendakian gunung papandayan dari pondok saladah ke tegal alun tanjakannya hrs hati2 berbatu

Gambar dari @puriorahayu

Itulah pengalaman pendakian gunung papandayan via jalur cisurupan.

Sumber artikel oleh :
Akun instagram @puriorahayu yang berbagi pengalaman kepada kami @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja