Langsung ke konten utama

Pendakian Sumbing Via Bowongso

Sumbing via bowongso adalah termasuk
jalur pendakian baru
Kali ini adalah pengalaman pendakian gunung sumbing via bowongso oleh saya yang mempunyai akun instagram @avhev

Jalur via bowongso ini terletak di desa bowongso, kecamatan kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Jalur bowongso ini termasuk jalur yang masih baru.

Begini cerita perjalanannya...
Kemarin nyampe basecamp bowongso pada malam hari, hujan juga dan  disitu sepi banget, basecamp juga dikunci. Untung ada warga setempat yang ngetokin orang basecamp. Malam itu cuma rombongan kamj ber6 yang naik via jalur bowongso.  Kami naik jam stengah 11, dari basecamp sampe ladang warga dianterin mobil dengan bayar sebesar 10k per orang, soalnya lumayan jauh. Lumayan kan hemat waktu sama tenaga. Hehe...  Perjalanan si aman - aman aja gan gak ada apa - apa sampai di pos 2 yang kami tempuh selama 4 jam karena kami sering berhenti untuk istirahat, jalannya juga santai banget. Kami mendirikan tenda di atas pos 2, pas di sabana.  Cuma ada tenda kami disitu gan, sepi banget tapi malah asyik...  Kami naik summit agak siang jam 8... Cuaca berubah - ubah gak jelas, kabut gerimis panas trus gitu gan.  Pas udah nyampe puncak malah kabut tambah tebal & gerimis juga lumayan.  Kami sempat mau turun lagi takut ada badai & jas ujan kami juga ditinggal semua di tenda.  Tapi kami coba tunggu 15 mnit akhirnya kabut mulai hilang & gerimis juga berhenti.

Kami lanjutkan naik dan cuaca mulai agak cerah walaupun masih agak berkabut....  Perjalanan dari camp sampai puncak kami tempuh skitar 4,5 jam karena dijalan kami sering berhenti untuk foto & terkadang tidur jg...  Normalnya si skitar 3 jam untuk summit...  Kami diatas puncak gak begitu lama, kami langsung shalat dzhur & ambil foto sebentar & istrahat kemudian turun kembali ke camp karena cuaca juga berubah - ubah... Perjalanan dr puncak hanya memakan waktu 2 jam...  Sampai tenda sekitar jam setengah 4 sore & kita langsung masak untuk makan...  Benar sekali, selesai makan hujan langsung turun, kami putuskan untuk tidur smbil menunggu hujan reda... Jam setengah 6 sore kami packing walaupun masih agak gerimis...  Kemudian kami turun jam stengah 7 mlm, alhmdulillah hujan udah berhenti....  Perjalanan turun sampai ke ladang warga kami tempuh skitar 2 jam & dijalan juga gak ada halangan apa2 kecuali jalan yang licin jd msti ekstra hati - hati... Sampai di ladang kami kembali dijemput mobil basecamp.




Pendakian via bowongso ini tidak dianjurkan??

Malah kata teman saya yang pernah lewat jalur garung tu masih enak jalur bowongso gan, jalur garung naik trus...  Tapi kalau jalur bowongso agak landai, naik agak tajam cuma dr pos 3 setelah sabana...  View jg bgusan via bowongso karena ada sabananya.... Banyak teman saya yang lewat garung gak sampai puncak gan karena trek yg nguras tenaga banget katanya.

Itulah sekilas pengalaman pendakian gunung sumbing via bowongso, kec kalikajar, wonosobo, jawa tengah. Semoga bermanfaat.


Penulis :
instagram @avhev
jika masih bingung tentang pendakian bowongso, bisa bertanya ke @avhev

Editor :
viapendaki
akun official instagram @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja