Langsung ke konten utama

Pendakian Sumbing Via Garung, Pengalaman

Pendakian gunung sumbing via garung memang sudah ada cukup lama. Namun jalur pendakian ini cukuplah sepi. Karena pendakian via garung ini cukup sepi, maka jalanannya kurang jelas. Ini adalah pengalaman pendakian gunung sumbing via garung dari ig @ferryhertanto, foto yang masuk daftar repost kami di akun instagram kami @mountnesia.

Sebenernya banyak banget sih kita naik sumbing ini cuman berdua, kita melakukan pendakian via jalur garung. Dimulai dari basecamp sekitar jam 3 dan kita naik ke pos 1 milih naik ojek karna buat nyimpen tenaga di pos - pos selanjutnya. Lebih baik teman - teman kalau mau hemat tenaga juga sebaiknya naik ojek saja. Untuk treking nya mulai dari pos 1 pos 2 sampe pos 3 di sepanjang perjalanan kami di temenin hujan rintik - rintik. Jika hujan, maka jalur pendakian ini pada  jalanannya cukup licin. Jalanan yang licin ini menemani kami di perjalanan. Sepanjang perjalanan terasa milik sendiri karena kita cuman berdua. Perjalanan via garung ini sangatlah sepi. Kami baru nemu temen ketika berada di pos 3 , ketemu temen sama - sama dari Jogja. Dia turun karena kena badai di pestan dan ga nemu jalan lagi akhirnya mereka pada turun sampe pos 3 dan kita ajakin camp bareng sekalian summit bareng pagi nya . Malem nya ditemenin kopi sama mie buat ngangetin badan. Bercanda tawa dengan teman baru sangatlah menyenangkan sehingga suasana semakin seru , dan sampe akhir nya sekitar jam 10 malam kami istirahat. Sampai sekitar jam 1 pagi kita terbangun. Kemudian kita mulai packing buat summit attack ke puncak. Saat jam setengah 2 pagi kita mulai trecking dari pos 3 lewat pestan , pasar watu , watu kotak puncak buntu , di perjalanan temen kita sempet pesimis karena di pasar watu mereka sempet tersesat karna badai , tapi kita berdua tetep optimis past. Akhirnya kami sampai di puncak.

Seperti itulah singkatnya cerita tentang pengalaman perjalanan pendakian gunung sumbing via jalur garung. Sebaiknya kalau lewat jalur garung ini kita berhati - hati karena jalur ini cukup sepi.

Sekedar cerita dari admin viapendaki, salah satu teman kami pernah mendaki via jalur garung pada malam hari. Mereka mendaki sampai di puncak sekitar 12 jam, lama bukan? Iya, karena mereka tersesat. Mereka hanya 2 orang, sama seperti mas ferry tadi. Karena malam hari, saat itu mereka berjalan terus, tiba - tiba mereka kehilangan jalan, tidak ada bekas jalan sekalipun. Karena mereka bingung akhirnya mereka jalan terus ke arah atas. Untungnya mereka tidak terjebak di tebing curam. Setelah menyusuri ke arah atas, mereka sangat kelelahan dan bingung dan mereka pun sampai di atas puncak.

Saran : Sebaiknya mendaki gunung sumbing via kaliangkrik, kab. Magelang

Jangan lupa follow ig kami, share foto kalian di ig kami supaya kami repost di @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Apa itu Radang Dingin (Frosbite)? Bagaimana Penanganan dan Pencegahannya?

Frostbite adalah termasuk penyakit yang bisa kita temukan ketika berada di pada suhu rendah. Penyakit ini kadang akan menjangkit para pendaki gunung. Frost bite sendiri ialah suatu gangguan yang disebabkan akibat  paparan dingin yang mengenai bagian anggota tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini akan menyebabkan aliran darah, cairan tubuh dan juga nutrisi serta oksigen terganggu. Hal itu akan menyebabkan kematian pada jaringan. Untuk anggota tubuh yang sering terkena ialah pada bagian yang mempunyai sedikit lapisan lemaknya seperti nagian jari tangan dan kaki, cuping telinga, hidung. Penyakit frost bite ini dibagi menjadi dua berdasar tingkat keparahannya.  Untuk stadium awal akan lumayan parah, dan pada stadium lanjut yang artinya sangat parah. Ciri-cirinya dari frost bite ini sebagai berikut: 1. Pada stadium awal Korban akan merasakan anggota tubuh seperti  (bisa jari tangan, atau kaki, hidung, telinga) terasa nyeri seperti ditusuk - tusuk oleh jarum, dan kad