Langsung ke konten utama

Tips Berkunjung Ke Taman Nasional Baluran

Saya Leli dan teman saya Han berasal dari Surabaya.
Waktu itu kami berdua bermaksud mengisi liburan untuk ke kawah ijen ,Banyuwangi.

Perjalanan dari Surabaya menuju Banyuwangi sekitar 10jam jika dengan motor karena kami sempat nyasar waktu itu.

Namun setelah dari banyuwangi saya akhirnya berinisiatif untuk mampir ke kawasan Taman Nasional Baluran.
Tepat nya di kota Situbondo, Jawa Timur. Sekitar 4 jam lebih perjalanan kami tempuh dari banyuwangi menuju situbondo.

Bagi kalian yang belum pernah ke Baluran disarankan untuk selalu tanya pada penduduk setempat, karna arah jalan menuju kesana cukup jauh dan kawasan TN baluran berada paling ujung timur pulau jawa.

Nah,sesampai di pos perijinan kami mendaftarkan diri dengan biaya tiket per orang 17.500 .
Saat sampai disana jam menunjukkan pukul 14.30.
kami bergegas untuk segera menuju ke kawasan savana karna jam 16.00 kawasan tersebut akan segera ditutup.
Sebenarnya di Taman Nasional Baluran sendiri memiliki dua tempat wisata yang di suguhkan.

Selain kawasan Savana Bekol ,baluran juga menyuguhkan kawasan pantai Bama yang indah.
Namun karna waktu kami disana tidak cukup,
maka kami putuskan untuk melilih ke Savana nya saja.
Jarak dari pos perijinan menuju ke kawasan Savana sekitar 12km atau sekitar 1 jam perjalanan jika ditempuh dengan motor.
Savana Taman Nasional Baluran

Oya untuk pengunjung disana tolong hati hati saat mengendarai motor atau mobil dikarenkan kondisi jalan menuju kesana sangat rusak,banyak jalan berlubang dan kondisi jalan 95% berupa bebatuan dan jalannya cukup kecil.

Disepanjang jalan menuju savana,kami menjumpai banyak hewan liar yang berkeliaran disana,
Tapi tenang saja hewan disana tidak bahaya jika kita tidak mengganggunya,
Dan akhirnya setelah melewati perjalanan panjang nan melelahkan hingga bikin pantat saya serasa makin tepes, 
tibalah kami di savana pukul 15.30.
Sungguh pemandangan disana sangat menakjubkan. Di kelilingi oleh hamparan rumput yang luas, kami serasa di Afrika. hehe..
Di tumbuhi oleh beberapa pohon, dan unik nya pohon disana  tumbuh berdiri sendiri sendiri. Dengan jarak pohon agak jauh dengan pohon yang satunya.
Saya agak berkaca kaca ketika melihat pemandangan gunung ijen dari sini sangat begitu indah,megah,menjulang tinggi,
Subhanallah , inilah ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa yang sering kita lupakan.
Oke ,mari kita kembali lagi pada suasana saat itu,
Nah, kebetulan saat kami baru tiba banyak monyet yang mendekat pada kami,
karna kami tau si monyet sedang lapar ,maka kami memberinya beberapa kacang tanah untuk mereka.
Saya berusaha bermain dan menggoda mereka dengan mengeluarkan beberapa kacang di tangan lalu mereka berebut untuk mengambilnya.heehee..
Saya sempat mengabadikan moment langka saya saat bersama monyet monyet itu.
Monyet - monyet lucu di savana TN Baluran

Dari kejauhan terlihat beberapa banteng yang dilepas.
Kami tak berani untuk mendekat,karena takut jika nanti terjadi sesuatu.
Akhirnya kami hanya melihat banteng itu dari kejauhan.
Jam menunjukkan hampir jam 16.00 dan kami bergegas untuk kembali pulang sebelum pos ditutup.


Memang perjalanan kami disana sebentar, tapi kami bersyukur bisa menikmati keindahan baluran dan berfoto ria bersama monyet monyet lucu disana.
Lain kali jika ada waktu, kami akan kesana lagi untuk mengunjungi pantai Bama.

Semoga kisah kami ini bisa menginspirasi para teman teman agar tak lelah berpetualang. Bisa masih bingung bisa bertanya via instagram.
Salam lestari dari kami Petualang Surabaya.


Penulis : Laeli
Instagram @siti_nur_laili

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja