Langsung ke konten utama

Cara Mengatasi Bibir Pecah - Pecah Setelah Pendakian Gunung


Bibir pecah - pecah seusai melakukan pendakian gunung terkadang menjadi masalah yang sering dialami oleh para pendaki. Panas di puncak gunung terkadang tidak terasa karena adanya hawa dingin. Akantetapi efeknya tetap akan berdampak kepada kita. Jika mengalami bibir pecah - pecah, ini disebabkan karena bibir kita terkena oleh paparan sinar matahari berlebih, ditambah lagi oleh konsumsi air yang kurang. Berikut ini cara mempercepat penyembuhan bibir pecah - pecah setelah pendakian gunung.

1. Ambil gula pasir 1 sdm, lalu campurkan dengan 1/2 sdm madu dan kemudian aduk hingga merata. Jika sudah merata kemudian oleskan di area bibir yang pecah - pecah. Diamkan sekitar 30 sampai 60 menit. Ulangi hingga 2-3 kali sehari. Bisa dilakukan kurang lebih 5-7 hari atau sampai bibir kalian merasa lebih baik.

2. Atau bibir kering kalian juga bisa di oleskan dengan madu saja tidak apa - apa. Selain dapat melembabkan mulut yang kering, madu juga baik sebagai penyembuh luka. Alternatif selain madu, kita dapat menggunakan minyak olive oil dan coconut oil.

3. Cobalah untuk menghindari makan makanan yang pedas dan asam. Makanan pedas dan pedas bisa membuat iritasi jaringan bibir yang pecah - pecah. Hal ini akan membuat prosess penyembuhannya semakin lama.

4.Banyak - banyak meminum air putih sekitar 2 - 2,5 liter setiap harinya.

5. Jika ada jaringan bibir yang mulai mengering, jangan diprotol atau dicopot menggunakan tangan. Jika kalian mencopotnya bisa menyebabkan jaringan bibir yang lainnya ikut tertarik. Akibatnya akan luka lagi.

6. Jika kalian ingin berpetualang atau melakukan pendakian lagi di kemudian hari, kalian dapat membawa lipbalm / pelembab bibir dan gunakan saat berjalan. Pastikan kalian juga membawa air yang cukup, untuk menghindari bibir - pecah - pecah setelah pendakian.

Itulah beberapa tips untuk menyebuhkahkan bibir pecah - pecah karena kekeringan dan kepanasan di pendakian gunung. Semoga bermanfaat.

Salam lestari!
By instagram : dokter petualang
Ditulis ulang oleh Tim VIApendaki, official ig @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Apa itu Radang Dingin (Frosbite)? Bagaimana Penanganan dan Pencegahannya?

Frostbite adalah termasuk penyakit yang bisa kita temukan ketika berada di pada suhu rendah. Penyakit ini kadang akan menjangkit para pendaki gunung. Frost bite sendiri ialah suatu gangguan yang disebabkan akibat  paparan dingin yang mengenai bagian anggota tubuh dalam jangka waktu yang cukup lama. Hal ini akan menyebabkan aliran darah, cairan tubuh dan juga nutrisi serta oksigen terganggu. Hal itu akan menyebabkan kematian pada jaringan. Untuk anggota tubuh yang sering terkena ialah pada bagian yang mempunyai sedikit lapisan lemaknya seperti nagian jari tangan dan kaki, cuping telinga, hidung. Penyakit frost bite ini dibagi menjadi dua berdasar tingkat keparahannya.  Untuk stadium awal akan lumayan parah, dan pada stadium lanjut yang artinya sangat parah. Ciri-cirinya dari frost bite ini sebagai berikut: 1. Pada stadium awal Korban akan merasakan anggota tubuh seperti  (bisa jari tangan, atau kaki, hidung, telinga) terasa nyeri seperti ditusuk - tusuk oleh jarum, dan kad

Apa yang harus dilakukan jika Tersesat di Gunung?

Foto oleh @yudapurnawirawan Berikut beberapa tips supaya Anda dapat pulang dengan selamat Jika Anda menghabiskan banyak waktu untuk melakukan pendakian di gunung, kemungkinan Anda akhirnya akan tersesat juga. Ini juga terjadi bahkan untuk para pendaki berpengalaman. Salah satu kunci untuk kelangsungan hidup Anda adalah dengan membuat rencana pendakian yang matang dan memberitahukan rencana pendakian anda kepada seseorang. "Sudah lama sejak aku tersesat," kata Tim Glover, seorang ahli pendakian yang menghabiskan lebih dari 20 tahun untuk hiking di pegunungan Virginia dan North Carolina. "Saya merencanakan ke depan dan benar-benar memeriksa jejak peta sebelum aku pergi. Saya selalu memberitahu seseorang di mana aku akan pergi mendaki dan hari dimana saya kembali turun pendakian. " Jika Anda tidak kembali tepat waktu, Glover menjelaskan, teman atau anggota keluarga Anda akan tahu dan melaporkan ke pihak berwajib untuk memberi peringatan dan memulai misi pen