Langsung ke konten utama

Cara Mengatasi Nyeri Menstruasi saat Pendakian Gunung


Halo para pendaki, khususnya untuk kalian para perempuan, apakah kalian mengalami nyeri menstruasi atau haid ketika melakukan pendakian atau aktifitas outdoor lainnya?

Jika kalian tahu nyeri menstruasi  tersebut disebabkan oleh kontraksi yang ada pada otot rahim kalian dan ini akan mengakibatkan penurunan suplai oksigen ke dalam jaringan rahim yang disebabkan oleh pembuluh darah yang tertekan oleh kontraksi pada otot. Tentu saja itu adalah hal yang wajar terjadi sebagai seorang wanita, itu karena pengaruh oleh hormonal tubuh kita ketika terjadi haid atau menstruasi.

Meskipun suatu hal yang wajar, tetapi terkadang hal tersebut terasa mengganggu jika kita sedang melakukan aktifitas pendakian maupun survival tentunya.

Baiklah, berikut ini adalah cara untuk mengatasi nyeri saat menstruasi di pendakian :

1. Duduk Bersandar
Yang pertama kalian lakukan adalah dengan cara duduk bersandar. Kemudian coba tekuk kedua lutut kalian. Hal ini bertujuan untuk merilekskan otot - otot pada bagain perut.

2. Kompres Perut
Selanjutnya lakukan kompres pada area perut kalian di bagian bawah menggunakan air hangat. Sebelumnya jangan lupa ketika akan melakukan pendakian, pastikan untuk persiapkan termos kecil sebagai wadah air hangat tersebut. Jadi kita tidak perlu memasak air hangat di perjalanan jika nyeri terjadi. Kompres ini berfungsi merangsang pembuluh darah yang ada dalam rahim agar terbuka dan untuk memberi rasa yang nyaman di perut.

3. Minum Jahe Hangat
Sediakan minuman jahe. Minumlah air jahe hangat yang berguna untuk mengahangatkan tubuh kita. Jahe adalah obat herbal yang mengandung curcumin, ini baik dalam melancarkan peredaran darah pada tubuh kita. Selain jahe atau alternatifnya adalah bisa menggunakan teh hangat. Akantetapi sebaiknya pakai jahe saja.

4. Pernafasan
Cobalah untuk menarik nafas yang dalam dan teratur. Ini dilakukan agar oksigen yang kita hirup semakin banyak. Setelah itu fokuskan dan tenangkan pikiran kalian.

5. Patuhi Larangan Konsumsi
Pastikan ketika menstruasi terjadi hindari untuk mengkonsumsi rokok, minum kopi dan juga alkohol. Konsumsi ketiga hal tersebut bisa menyebabkan semakin menyempitnya pembuluh darah pada rahim. Hal itu akan membuat kita semakin nyeri.

6. Obat - obatan
Oh iya, kalau kalian punya obat anti nyeri, seperti parasetamol, asam mefenamat dan ibuprofen. Minumlah 1-2 tablet, setelah makan, atau sesuai petunjuk dokter. Jangan lupa untuk selalu sediakan obat tersebut di ransel p3k kalian sebelum melakukan perjalanan.

7. Olahraga harian
Antisipasi harian agar tidak kalian terlalu nyeri saat haid. Kita dapat membiasakan melakukan olahraga yang rutin setiap minggunya hingga 5 sampai 7 kali. Menurut penelitian, olahraga yang rutin dapat menurunkan intensitas nyeri ketika terjadi menstruasi.

Okee para pecinta alam. Hal ini bukan hanya ditujukan untuk wanita saja, tetapi  para laki - laki juga harus tahu. Ini agar kalian bisa membantu teman kalian yang mengalami menstruasi parah di pendakian.

Mungkin cukup sekian tentang pembahasan cara mengatasi haid/menstruasi di pendakian atau aktifitas luar lainnya. Semoga dapat membantu. Salam lestari

By instagram : dokter petualang
Ditulis ulang oleh Tim VIApendaki, official ig @mountnesia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

52 Tanaman Liar Yang Bisa Dimakan di Hutan

Berikut adalah 52 jenis tanaman liar yang bisa dimakan ketika tersesat di hutan atau pendakian gunung untuk bertahan hidup. Sangat penting mengetahui tentang tanaman liar sebelum mengkonsumsinya. Dikutip dari wakingtimes.com, ada beberapa jenis tanaman yang bisa kita makan di hutan. Kita semua tahu mana sayuran dan buah-buahan yang aman untuk makan, tapi bagaimana dengan tumbuhan liar lainnya? Jika Anda tersesat, mungkin tanaman liar ini bisa dijadikan makanan untuk survival Anda : 1. Blackberry - Rubus fruticosus Banyak buah liar yang tidak aman dikonsumsi, yang terbaik adalah untuk menjauh dari mereka. Tapi blackberry liar adalah 100% aman untuk dimakan dan mudah untuk dikenali. Mereka memiliki cabang merah yang memiliki duri panjang yang mirip dengan mawar, daun hijaunya yang lebar dan bergerigi. Gampang ditemukan pada musim semi saat bunga putih mekar, mereka berkerumun di sekitar semak-semak. Buah matang sekitar Agustus sampai September. 2. Dandelion Yang paling

Kisah Mistis Pendakian Argapura Part 2

Part 2 : Langkah Kaki dan Suara Wanita Misterius di Gunung Argopuro Baca dari part 1 biar lebih lengkap, klik disini Hari Jumat pagi, kami bersiap sarapan dan packing untuk melanjutkan perjalanan. Pagi harinya kami dihibur dengan obrolan santai yang kocak dari guyonan para mahasiswa Jogjakarta. Ditengah obrolan, Irfan lalu menanyakan siapa yang keluar tenda malam-malam. "Jam segitu siapa yang keluar malam-malam ya," tanya si Irfan. "Kalau kami sudah tidur mas," ucap Andi sembari memakan sarapan mie gorengnya. "Iya mas, ngapain malam-malam gitu kami keluar tenda, dingin tau," sahut Kaka, pendaki dari Depok. "Lah, terus siapa dong yang jalan malem-malem diluar tenda? mas dari Surabaya kali ya," tanya irfan lagi. "Gak ah, kami tidur pulas semalaman," ujar si Soni. "Yaudahlah, gak usah dibahas lagi. Habis ini kita langsung packing ya. Karena kita akan menginap di Taman Hidup Argapura. Jangan sampai kita kemaleman d

Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Baderan

Berikut ini adalah Kisah Mistis Pendakian Gunung Argopuro Via Jalur Baderan Saya (Ryu) dan kedua teman saya, Dian dan Soni yang berangkat dari Surabaya ke Probolinggo pada Selasa malam dan sampai di pendakian jalur pos Baderan sekitar pukul 07.00 WIB. Karena saya sedang ada tugas kantor untuk mencari tahu tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis, jadi ketika sebelum melakukan pendakian, saya dan Dian singgah ke rumah tokoh masyarakat yang ada disana (nanti akan diceritakan tentang sejarah Gunung Argopuro dan Dewi Rengganis dari buku lama sesepuh). Sekira pukul 10.00 WIB, kami bertiga kemudian memulai pendakian dari jalur Baderan. Saat di pos Baderan, kami bertemu dengan sepasang kekasih yang merupakan mahasiswa dari Semarang, karena mereka baru perdana melakukan pendakian ke gunung argopuro, jadi mereka ikut barengan mendaki bersama dengan kami. Ditengah perjalanan, kami bertemu dengan satu tim lagi, yaitu mahasiswa berasal dari Jogjakarta. Lima orang mahasiswa jogja